
Kediaman Two drn.khan...
Hari sudah menjelang sore, Darren yang sudah tertidur pulas di pangkuan Viola membuat Viola semakin tersenyum. Viola sengaja tidak tidur dan hanya melihat wajah suaminya saja. Karna, hari sudah sore dengan segera Viola meletakkan kepala Darren di atas bantal dengan sangat perlahan.
"Kau tidur di bantal ini saja ya!" Viola pun bangkit dari duduk nya.
"Aku mau mandi dan melihat apakah Tara sudah pulang atau belum." Viola berjalan kearah kamar mandi nya dan membersihkan dirinya itu.
"Istri kecil ku yang aneh! Dia pikir aku dari tadi tertidur apa!" Darren langsung duduk di atas ranjang nya. "Bagaimana bisa aku tertidur jika kau saja memandangi ku sepanjang hari seperti itu!" Darren mengambil ponselnya untuk melihat keberadaan adik ipar nya.
Tidak menunggu waktu yang lama Viola keluar dari kamar mandi nya dan berjalan dengan santai nya. Tanpa, mengetahui bahwa Darren sudah terbangun.
"Segar sekali!" ujar Viola sembari mengibaskan rambut panjang nya.
"Aku mau coba baju baru dulu ahh!" Kini Viola hanya tersenyum bahagia dan berjalan ke ruangan pakaian nya.
"Baiklah istri ku! Kau yang memancing ku bukan? Baiklah aku ingin lihat bagaimana tubuh polos mu itu." Darren bangkit dari duduknya dengan perlahan mengikuti langkah kaki Viola dan tersenyum tipis melihat kekonyolan istri nya. Viola tidak menyadari nya sama sekali dan terus berjalan memasuki ruangan pakaian, tanpa menutup pintunya.
"Mengapa baju nya terbuka semua??" Viola membolak-balikan Beberapa pakaian yang masih tergantung. "Sudah ah pakai saja yang ini!" Viola mengambil salah satu baju yang menurut nya agak tertutup dan langsung membuka handuk nya dengan begitu saja. Darren yang menatap tubuh polos Viola hanya bisa menelan saliva nya dengan sangat susah.
"Aku tidak bisa menahan nya istri ku!" Darren berjalan masuk mendekati Viola. Dan memeluk tubuh polos istri nya itu dari arah belakang.
"Plakk!!" Viola yang terkejut di peluk langsung membalikkan tubuhnya dan menampar wajah Darren dengan sangat keras.
"Aww!! Kau..!" Darren merasa sakit dan juga marah di dalam hatinya.
"Darren..!!" Viola sangat terkejut melihat sosok Darren yang sudah kesakitan berada di hadapannya. "Maaf..! Kupikir tadi siapa." Viola merasa sangat bersalah. Karna, sudah menampar Darren.
"Kau..!! Berani sekali kau menampar ku!" Raung Darren padanya.
"Aku tidak sengaja! Kukira tadi orang jahat sedang memeluk ku." ketus Viola yang tanpa sadar belum mengenakan apapun.
"Jadi, maksud mu aku orang jahat ha?" Darren semakin kesal menatap tajam kearah Viola.
"Tidak..! Aku tidak bilang kalau kau jahat. Aku hanya berpikir bahwa, ada orang jahat yang berani memeluk ku." Viola masih membela dirinya sendiri.
"Kau bodoh ya! Memang nya ada yang berani masuk ke ruangan ini selain aku ha? Kau itu hanya beralasan saja bukan? Baiklah kalau begitu. Jangan kau tunjukkan lagi wajah mu dihadapan ku!" Darren yang sudah sangat kesal langsung berjalan keluar. Tanpa, melihat tubuh Viola sedikit pun.
"Darren... ! Maaf ... Aku tidak bermaksud menampar mu!" Viola terus saja berteriak meminta maaf pada Darren. Namun, Darren tidak mempedulikan kata-kata Viola.
__ADS_1
"Benar-benar pria aneh! Aku kan tidak bermaksud menampar nya. Aku hanya terkejut saja tau." Viola pun melihat tubuh nya yang masih belum mengenakan pakaian.
"AAhhh!! Mengapa aku belum berpakaian sih! Pasti si singa itu sudah melihat tubuh ku ini. Aku malu sekali." Viola mengacak-acak rambut nya sendiri.
Viola benar-benar merasa sial hari ini. Di satu sisi dia harus menerima kemarahan dari Darren dan di sisi lain dia juga harus menahan rasa malu nya. Viola yang sudah berpakaian kini turun kelantai 1 untuk mencari keberadaan adik nya.
"Dimana gadis kecil itu!" kesal Viola.
"Kakak...! Aku pulang." teriak Tara dari arah depan pintu masuk.
"Jam berapa sekarang Verlin Tara??" Viola menatap adik nya dengan sangat tajam.
"Jam 6 sore kak." Tara tau bahwa kakak nya sedang marah padanya.
"Bagus!! Dari mana saja?" Viola mulai mengintrogasi adik nya itu.
"Kumpul-kumpul bareng temen kak! Aku kan sudah minta izin sama kakak." ujar Tara yang masih menundukkan kepalanya.
"Tara..! Kakak kan sudah bilang pada mu. Kau boleh pergi bersama teman mu! Tapi, kau harus ingat waktu dek." Viola pun menghela nafasnya dengan sangat dalam.
"Iya maaf kak! Aku terlalu menikmati waktu bersama teman ku. Sehingga aku lupa kalau hari sudah sore." Tara hanya bisa meminta maaf pada kakaknya.
"Iya kak aku janji deh. Oh iya kak besok hari kelulusan ku. Kakak datang kesekolah ku kan?" Kini Tara menatap kakak nya dengan penuh harapan.
"Iya dek pasti kakak datang kok." Viola tersenyum pada adik kesayangannya itu.
"Terimakasih kak! Aku mandi dulu ya kak. Oh iya kak, hari ini aku tidak ikut makan malam bersama mu dan Kakak ipar ya." Tara langsung mencium pipi Kakak nya.
"Tapi, kenapa Tara?" Viola menatap adik kecilnya itu.
"Aku sudah kenyang kak! Aku makan sangat banyak tadi dengan teman-teman ku." Balas Tara yang langsung menaiki lift umum kakak ipar nya.
"Benar-benar gadis manja!" Viola pun tersenyum dan menggeleng kan kepalanya.
Viola yang sudah melihat adik nya meninggal kan dirinya. Dia langsung berjalan kearah dapur untuk melihat menu makanan apa yang di buat oleh para pelayan suami nya itu.
"Wati..!" Viola yang melihat Wati langsung memanggil nya.
"Iya nyonya muda." Wati yang tadinya sibuk dengan pekerjaan dapur. Langsung menghentikan aktivitas nya ketika nyonya rumah memanggil nya.
__ADS_1
"Kalian masak apa hari ini?" tanya Viola.
"Biasanya kami masak menu favorit tuan muda nyonya. Namun, tuan muda bilang tidak makan malam hari ini nyonya." jawab Wati.
"Jadi, kenapa kalian sangat sibuk?" tanya Viola lagi. "Kalau tuan kalian saja tidak makan malam hari ini. Untuk apa kalian sesibuk ini. Benar-benar aneh!" gumam Viola.
"Tuan menyuruh kami semua untuk memasak menu kesukaan nyonya muda. Hanya, saja kami semua tidak tau apa yang nyonya suka. Nyonya hanya bilang bahwa, nyonya menyukai makanan Indonesia. Jadi, kami berniat untuk membuat semua menu makanan Indonesia." jelas Wati pada nyonya mudanya. Viola yang mendengar ucapan dari Wati langsung terkejut.
"Ha?? Kalian gila ya! Makanan Indonesia itu tidak sedikit Wati! Dan kalian semua berniat untuk membuat nya?" Viola merasa sangat pusing dengan apa yang di lihat nya.
"Maaf nyonya muda ...! Kami tau makanan Indonesia tidak sedikit. Oleh karna itu kami memanggil semua para pelayan disini untuk membuat nya." jawab Wati lagi pada nyonya muda nya dengan sangat tenang nya.
"Haduhh..!! Mengapa semua orang yang berada di sini gila ya? Aku bisa mati berdiri jika berada di sini terlalu lama!" Viola langsung mengacak-acak rambut nya.
"Nyonya baik-baik saja?" Wati yang melihat nyonya nya seperti itu merasa khawatir.
"Wati! Saya hari ini sedang tidak enak badan. Jadi, saya tidak akan makan malam hari ini. Kalian tidak usah membuat menu makanan Indonesia lagi! Karna, saya tidak akan memakan nya." kesal Viola.
"Tapi, Nyonya! anda belum makan sama sekali. Bagaimana jika nyonya sakit?" Wati menatap kearah nyonya mudanya.
"Wati sayang. Saya tidak akan sakit hanya karna, tidak makan malam saja. Jadi, kau tidak perlu khawatir. Oke?" Viola menatap Wati dengan senyum kesal nya.
"Baiklah nyonya muda.." Wati sama sekali tidak bisa melawan perkataan nyonya nya itu.
"Yasudah. Saya kekamar dulu! Mau menenangkan diri sebentar!" ujar Viola dengan menekankan kalimat akhirnya pada Wati.
"Baik nyonya muda." balas Wati dan memberi hormat pada Viola.
"Semua orang yang berada di kediaman ini semuanya gila dan aneh! Jelas mereka semua seperti itu, orang tuan nya saja lebih gila dari mereka kok!" Viola terus saja berkomat-kamit sepanjang jalan nya.
Kini, Viola sudah berada di kamar nya dan melanjutkan kegiatan streaming nya. Hari sudah semakin malam namun, Darren tidak masuk kekamarnya.
"Darren kemana ya?" Viola menghentikan kegiatan nya dan melihat kearah jam tangan nya. "Apa dia benar-benar marah pada ku ya?" Viola menghela nafas nya.
"Darren..! Aku benar-benar tidak sengaja. Hanya perkara aku menampar wajah mu saja! Mengapa, kau bisa Semarah ini sih." kesal Viola. "Baiklah akan ku tunggu kau sampai pagi!" Viola terus saja menunggu kehadiran Darren. Namun, Darren tidak juga datang membuat Viola lelah dan langsung ketiduran di sofa. karna, menunggu kehadiran Darren.
... ...
^^^Bersambung...^^^
__ADS_1
...****************...