Menikahi Seorang Miliarder Dunia

Menikahi Seorang Miliarder Dunia
Eps 174.


__ADS_3

Darren begitu tiba di depan kamar tamu, langsung mengetuk pintu tersebut.


"Istriku, jangan seperti ini! Kau tau jelas bukan alasan ku tidak melakukan nya karna apa. " Dengan nada yang rendah Darren berusaha membujuk Viola.


"Kau tidak mengerti Darren! Aku benar-benar ingin memiliki anak bersama mu. Sahabat ku saja sudah memiliki anak. Lantas apa alasan aku tidak boleh memiliki nya? Sedangkan aku seorang wanita yang masih bisa mengandung anak mu." Isak Viola.


"Ya aku tau itu! Tapi, kesehatan mu lebih penting dari apapun." Balas Darren.


"Huh! Kau egois darren. Hanya karna kau takut kehilangan ku, kau melarang ku untuk memiliki seorang anak. Jika kau tidak menginginkan nya maka, lebih baik kita tidak usah bertemu satu sama lain."


"Apa maksud mu? " Darren sangat terkejut mendengar ucapan istri nya itu.


"Sudah lah Darren! Aku ingin sendiri. Kau tidak perlu membuang tenaga mu agar aku membukakan pintu untuk mu!" Viola langsung mengusir Darren.


"Istri ku kau lupa aku siapa?"


"Tentu saja aku tidak lupa! Kau seorang Darren Abraham Khan yang bisa melakukan hal yang tidak bisa di lakukan orang lain." Viola tersenyum kecil, "hanya membuka pintu ini? Kurasa itu hal yang mudah untuk mu. Tapi, kau jangan lupa kau sedang berhadapan dengan Viola Talisa. Gadis yang sangat keras kepala dan tidak takut pada siapapun! " Tegas nya.


Darren benar-benar geram melihat kelakuan Viola. Ia sudah berusaha menurunkan harga diri nya agar Viola mau memaafkan nya.


"Baiklah apa yang kau inginkan sekarang?" Darren menghela nafas nya itu.


"Darren kau tau jelas apa keinginan ku. Jadi kau tidak perlu bertanya lagi. " Kesal nya.


"Baiklah aku akan mengikuti kemauan mu itu."


Mendengar ucapan suaminya viola langsung membuka pintu kamar tamu tersebut.


"Benarkah?" Tanya nya kembali untuk memastikan ucapan suaminya itu.


"Kau itu! " Darren langsung menyentil kening istri nya.


"Darren! " Ketus Viola sembari mengusap kening nya.


"Aku akan menuruti keinginanmu asal kau memenuhi satu syarat dari ku!" Tutur Darren membuat Viola menaikkan alis matanya itu.


"Apa syarat nya?" Tanya nya pada Darren


"Berjanjilah terlebih dahulu! Baru akan ku katakan syarat nya." Darren membelai rambut istri nya.


"Katakan dulu baru aku mau berjanji." Wajah Viola sudah terlihat cemberut pada suaminya itu.


"Kalau begitu lupakan saja!"


Darren menghela nafasnya lalu hendak meninggal Viola yang tengah berdiri di hadapan nya itu. Namun, Tiba-tiba saja Viola menahan tangan suaminya.


"Baiklah-baiklah aku berjanji! Cepat katakan apa syarat nya." Ketus Viola.


"Syarat nya jika suatu saat kau hamil dan ketika hendak melahirkan aku di kasih pilihan yang dimana harus memilih antara dirimu dan anak ku. Maka, jangan pernah menyalahkan ku jika aku memilih dirimu! " Wajah Darren terlihat serius saat bertemu dengan mata sang istri.


"Darren kau bercanda ya?? Kau rela melepaskan anak kita begitu saja? " Viola sangat terkejut mendengar ucapan suaminya itu.


"Sayang, aku bisa gila jika kehilangan dirimu!"


"Tapi--"


"Istriku, aku menghargai keinginan mu! Maka kau harus menghargai keputusan ku juga. " Sela Darren saat Viola hendak mengomel.


"Tapi, mau bagaimana pun dia adalah anak kita. Anak yg kita nanti-nanti kan! Darren masa kau tega melepaskan nya begitu saja? " Viola masih belum bisa menerima ucapan suaminya itu.

__ADS_1


"Viola itu bukan hal yang besar. Jika kita kehilangan nya maka, kita akan membuat nya kembali. " Goda suaminya itu di saat Viola sedang sangat kesal.


"Kau pikir buat anak seperti membalikkan telapak tangan mu itu!!" Viola menatap tajam wajah suaminya.


Darren binggung harus bagaimana lagi agar istri nya itu berhenti mengomel. Lama-lama bisa pecah kepala nya itu mendengar omelan istri nya yang tiada hentinya.


"Baiklah Viola Talisa! Jika kau tidak mau dengan syarat itu. Maka lupakan saja!" Darren langsung meninggalkan Viola.


"Darren tunggu dulu! " Viola yang melihat suaminya pergi langsung mengikuti nya dari belakang.


Di sepanjang perjalanan menuju kamar mereka Darren tidak menghiraukan sama sekali teriakan istri nya itu sampai mereka berdua memasuki lift.


Tiba saat Darren keluar dari pintu lift dia melihat bawahan nya masih berdiri di depan kamar nya dan langsung menghentikan langkah Viola yang ingin keluar dari lift.


"Kau--" Hampir saja Darren membentak istri nya saat melihat pakaian istri nya itu.


"Apa?? " Viola menatap suaminya dengan sangat tajam.


"Viola Talisa sudah berapa kali ku katakan, jangan pernah pergi sembarangan dengan pakaian seperti itu!" Tekan Darren pada istri nya.


"Darren! Itu salah mu sendiri yang tidak mau menuruti kemauan ku! " Balas nya.


Darren yang sudah malas berdebat langsung keluar dan menyuruh para bawahan nya itu segera meninggalkan lantai dua dan menjaga pandangan mereka dari istri nya.


"Jika ku lihat saja dari kalian ada yang melirik istri ku sedikit saja, maka akan ku cabut bola mata kalian itu! " Tatap tajam Darren pada mereka.


Mereka menganggukan kepala dengan badan yang sudah mengetar dan panas dingin saat atasan nya mulai mengeluarkan kalimat mematikan itu.


Akhirnya Viola dan Darren tiba di dalam kamar. Viola terus saja mengomel membuat kepala Darren sangat pusing.


"Sayang aku mohon jangan mengomel lagi!" Ucapnya dengan sangat lembut.


"Aku akan menuruti nya kalau kau memenuhi persyaratan ku! Istriku kau jangan lupa sebelum aku mengajukan persyaratan ku kau sudah berjanji padaku!" Darren mengingat kan kembali janji Viola pada nya.


Viola sempat kebingungan, disatu sisi ia sudah berjanji disisi lain ia tidak Terima dengan syarat tersebut.


"Tapi--"


"Istriku, kau jangan lupa Tuhan sangat membenci hamba nya yang ingkar janji! " Darren tersenyum kecil saat melihat kepanikan di wajah Viola.


"Darren! Kau jangan bercanda. " Kesal Viola saat melihat suami nya yang tengah tersenyum.


"Aku tidak bercanda! Kau sendiri sudah dewasa tidak mungkin kau tidak tau hal itu. "


Viola langsung terdiam dalam waktu yang lumayan lama membuat Darren sedikit bisa bernafas lega saat istrinya itu sudah berhenti mengomel. Tapi Viola langsung berteriak sembari mengacak-acak rambut nya membuat Darren sempat terkejut.


"Arghhh!!! Baiklah aku akan menuruti persyaratan mu!"


"Really?? " Darren sangat senang saat mendengar keputusan Viola.


"Tapi, ingat jika itu benar-benar tidak ada keputusan lain dan sangat mendesak. Kau boleh memilih keputusan mu sendiri! " Viola berusaha memperingati suaminya itu.


"Tentu saja sayang!! Terimakasih istriku! Aku benar-benar mencintaimu. " Darren langsung memeluk Viola dengan sangat erat nya.


"Darren aku juga mencintai mu! " Viola membalas pelukan suaminya itu.


Perlahan Darren melerai pelukan nya dari Viola di tatap wajah Viola dengan sangat lama. Darren mulai menyentuh bibir Viola dengan sangat lembut. Viola menatap kedua manik mata suaminya yang sangat indah menurutnya.


Perlahan Darren mulai mencium bibir istrinya itu. pelan namun pasti! hingga sampai pada tahap ciuman itu menjadi ciuman panas yang bergairah.

__ADS_1


Viola sempat kewalahan menerima setiap ciuman suaminya itu. Perlahan Darren mendorong tubuh Viola kebelakang sembari mencium hingga saat tiba diri mereka berdua jatuh satu sama lain diatas ranjang mereka.


Gairah di tubuh yang sudah tak tertahan membuat Darren sedikit terburu-buru melepaskan linggierji sang istri hingga linggierji tersebut langsung koyak terbelah dua.


"Darren! " Viola sedikit kesal pada suaminya. Bisa-bisanya linggierji termahal milik nya itu dikoyak begitu saja oleh suaminya.


"Kita akan membeli yang baru! " Nafas Darren sudah memburu dirinya. Dan adik kecil milik nya ingin segera minta di puas kan.


Darren terus menciumi seluruh tubuh istri nya itu membuat Viola sendiri sudah tidak tahan dengan setiap sentuhan suaminya.


"Suamiku, kumohon berikan aku seorang anak! " Bisik nya pada Darren dengan suara yang sangat menggoda membuat sang suami tersenyum puas.


"Akan ku lakukan apa pun kemauan sayang! "


Darren membelai rambut Viola dengan sangat lembut ia mulai membuka baju yang ia kenakan hingga tiba di saat ia sudah tidak mengenakan apapun lagi membuat Viola menelan salivanya itu.


"Ada apa sayang? " Senyum seribu arti terukir jelas di wajah Darren.


"Darren mengapa kau sangat tampan?? Dan otot-otot ini--" Viola langsung memegang otot-otot suaminya itu. Ia yang melihat kegagahan suaminya dari bawah sungguh merasa sangat kagum.


"Istriku, kau harus bersyukur memiliki suami sempurna seperti aku!"


Darren kembali melanjutkan kegiatan nya hingga mereka mulai melakukan penyatuan mereka dengan sangat panas dan cinta satu sama lain. Saat mereka sudah melakukan ******* masing-masing Viola langsung memeluk suaminya dalam keadaan yang sudah berkeringat. Ia akui kamar mereka memiliki AC yang dimana suhu AC nya sudah terbilang paling tinggi.


Namun, kegiatan mereka malam ini benar-benar membuat mereka mandi keringat satu sama lain.


"Kau ingin mandi? " Tanya Darren sambil membelai rambut Viola.


Viola menggeleng Kepala nya itu, "aku sangat lelah Darren! Kau--"


"Aku kenapa? " Darren menahan tangan Viola yang hendak memukul dada bidangnya.


"Kenapa kau tidak ada puas nya sih! Sangat sulit bisa membuatmu puas. Aku benar-benar lelah melakukannya berkali-kali dengan mu tadi. " Ketus Viola.


"Sayang, jika kita ingin memiliki seorang anak secepat mungkin. Kita harus mengeluarkan tenaga yang ekstra untuk membuat nya. " Jelas Darren dengan tawa yang sudah di tahan.


"Benarkah? " Viola mendongakkan Kepala nya menatap suaminya itu.


"Tentu saja benar! " Sungguh Darren tidak percaya saat melihat wajah istri nya yang terlihat percaya akan ucapan nya itu.


"Darren kalau begitu mari kita lakukan lagi! " Viola langsung bangun dari tidur nya dengan wajah yang sangat bersemangat.


HA???


Sontak Darren membelalakan kedua matanya itu. Ia tidak habis pikir selain tukang mengomel ternyata istri nya itu terlalu polos.


"Sayang perbedaan antara polos dan bodoh itu sangat tipis! Terkadang aku sempat bingung membedakan nya . " Ujar Darren dengan kening yang sudah berkerut.


"Darren apa maksud mu? " Viola menatap wajah suaminya itu dengan wajah yang penuh tanda tanya.


"Tidak apa-apa istriku! Kita akan melanjutkan nya besok. Sekarang aku juga lelah, lebih baik kita mandi dan istirahat!" Darren mencium kening Viola.


"Tapi--"


"Sayang, kau juga tidak boleh terlalu lelah! Kalau kau lelah akan lebih sulit lagi untuk memiliki seorang anak. " Darren kembali menyakinkan Viola. Hingga Viola pun menganggukan Kepala nya.


Akhirnya Darren dan Viola pun mandi bersama. Selesai mandi mereka berdua langsung mematikan lampu kamar mereka dan tidur dengan Darren memeluk tubuh Viola.


^^^Bersambung... ^^^

__ADS_1


...****************...


__ADS_2