
Darren menatap wajah Viola yang sudah berkeringatan. dengan secara lembut Darren mengelap keringat istri nya itu. Darren pun langsung menaikan suhu AC yang ada di dalam kamar nya. agar Viola tidak berkeringat lagi. Darren tau istri nya itu sedang menutupi rasa gemetar di tubuh nya.
"Kau gugup?" Tanya Darren pada Viola.
"Ti-tidak," balas Viola dengan meremas tangan nya.
Darren yang mendengar ucapan Viola hanya tersenyum dan langsung mencium bibir Viola secara lembut. Berbeda sekali dengan yang terjadi saat di kamar mandi. Viola mencoba membalas ciuman suaminya itu pada dirinya. Darren yang mendapat kan balasan dari Viola tersenyum kecil dan semakin bersemangat untuk mengulum bibir Viola dengan panas. Dengan sangat perlahan Darren menjatuhkan tubuh Viola ke ranjang mereka.
"Darren, apakah ini akan sangat sakit?" Tanya Viola ketika suaminya hendak melepaskan tali baju handuk yang ia pakai.
"Ini tidak akan sesakit yang kau bayangkan istriku! Jadi tenang lah." balas Darren pada Viola dengan mencium pucuk rambut Viola.
Viola hanya tersenyum pada Darren. Darren pun kembali melanjutkan kegiatan nya. Dengan sangat perlahan Darren memperlakukan istri nya agar tidak merasakan sakit yang teramat. Darren terus saja mencium setiap lekuk tubuh Viola dan meninggalkan beberapa jejak kepemilikan nya di tubuh istri kecil nya itu.
Ketika Darren hendak melakukan penyatuan milik nya pada Viola.
"Aww ... Darren ini lebih menyakitkan dari yang ku bayangkan!" Viola merasakan seluruh tubuh nya langsung remuk saat merasakan milik suaminya yang sudah memasuki area sensitif nya itu.
"Maafkan aku istriku! Aku akan melakukan nya lebih perlahan lagi." Darren pun mencium kembali bibir istri nya itu agar tidak terlalu merasakan sakit yang teramat dalam.
Viola yang kembali di cium oleh suaminya langsung memeluk tubuh suaminya dengan sangat kuat dan membalas ciuman Darren padanya. Walaupun sudah terdapat air mata yang mengalir di pipi Viola karna sakit yang sangat teramat. Tapi, Viola berusaha untuk menahan rasa sakit tersebut.
"Terimakasih sayang," Darren mencium kening Viola ketika mereka sudah mendapatkan pelepasan satu sama lain.
"Berjanji lah jangan pernah meninggalkan ku!" ujar Viola pada Darren saat suaminya itu sudah berada di samping nya.
"Aku berjanji," Darren terus saja mencium seluruh wajah Viola.
Viola yang melihat kelakuan Darren langsung memeluk Darren. Dan begitu juga Darren yang membalas pelukan dari istri nya. Akhirnya mereka berdua pun tertidur dengan sangat lelap setelah melakukan malam pertama mereka yang awal nya berjalan tidak baik dan akhirnya pun menjadi hal yang sangat baik.
...πΎπΎ...
Keesokan harinya...
Darren sudah bangun pagi-pagi sekali, ia menatap wajah istrinya yang terlihat sangat lelah. Darren membelai rambut Viola dengan sangat lembut. Viola yang merasakan ada yang menyentuh dirinya itu langsung membuka matanya.
"Pagi suamiku," sapa Viola dan mengusap wajah nya yang masih mengantuk.
"Pagi juga istriku!" Balas Darren dengan tersenyum pada Viola.
"Darren ini masih pagi sekali. Mengapa kau sudah bangun?" Viola melihat kearah jam alarm suaminya dan kembali menatap kearah Darren.
"Aku sudah terbiasa bangun pagi istri ku. Jika kau ingin tidur lebih lama lagi. maka, tidur lah aku akan melihat mu di sini!" Darren terus saja memainkan rambut Viola.
Viola yang mendengar ucapan Darren merasa sangat malu.
"Ih siapa juga yang mau tidur lagi!" ujar Viola pada Darren.
__ADS_1
"Memang nya kau tidak lelah?" Tanya Darren pada Viola.
"Mengapa aku harus lelah?" Tanya balik Viola.
"Lelah atau tidak?" Darren menatap wajah istri nya.
"Tidak lah! Aku ini kan wanita kuat." Viola langsung membanggakan dirinya di hadapan Darren.
"Baiklah, kalau begitu bisakah kita mengulangi yang terjadi semalam? Istri ku, tiba-tiba saja aku melupakan bagaimana rasanya. Jadi lebih baik kita ulang lagi saja!" Darren hanya tersenyum kecil saat melihat wajah istri nya yang kembali memerah.
"Dasar mesum!" Kesal Viola pada suaminya.
"Aku bercanda, yasudah mandi sana! biar tubuh mu itu kembali segar." Darren langsung menyuruh Viola untuk membersihkan dirinya.
"Baiklah tuan muda yang terhormat." Jawab Viola dengan suara malas nya dan hendak bangkit dari ranjang nya.
"Aww!! Mengapa masih sakit sekali Darren?" Viola pun meringis dan kembali duduk karna tidak sanggup untuk berdiri. akibat merasakan sakit di bagian area sensitif nya itu.
"Sesakit itu kah istri ku?" Darren bangkit dari ranjang nya dan berdiri di hadapan Viola. Darren sangat khawatir ketika melihat wajah istri nya yang sudah berkeringat.
Viola yang melihat wajah suaminya yang sangat mengkhawatirkannya merasa bersalah. Ia berusaha menahan rasa sakit nya itu dan kembali menatap wajah suaminya yang memegang tangan nya karna khawatir.
"Tidak sakit lagi kok Darren!" ujar Viola pada Darren lalu tersenyum.
"Jangan berbohong pada ku! Jelas-jelas ini sangat menyakitkan. Bukan kah tadi kau meringis cukup kuat! Jadi tidak mungkin hilang begitu saja." Darren yang tau istri nya itu sedang menutupi rasa sakit nya langsung menatap nya dengan intens.
"Kalau begitu kau jangan berdiri dulu. Aku akan menyuruh Kasella untuk memeriksa mu! Sejak kejadian di kamar mandi semalam wajah mu sudah pucat terlebih lagi sekarang kau juga merasakan sakit di bagian lain." Darren menyuruh Viola kembali untuk merebahkan tubuh nya di ranjang.
"Darren tidak bisa! Kau tidak lihat bagaimana kondisi ku sekarang? Terlebih lagi--" Viola tidak melanjutkan perkataannya itu.
"Terlebih lagi apa istri ku?" Darren menatap wajah Viola dengan sangat dalam.
"Terlebih lagi di sprei ini ada noda darah karna ulah mu semalam." Jawab Viola dengan sangat kesal nya.
"Oh God! Aku melupakan nya." Darren pun menepuk keningnya itu. "Baiklah istriku sekarang aku akan membersihkan diri mu!"
"Darren seharusnya kau itu membersihkan sprei kita dulu." Viola menatap tajam kearah Darren.
"Kau tidak perlu khawatir istri ku. Aku akan menyuruh kepala pelayan untuk memerintah kan pelayan wanita membersihkan nya." Darren kembali merapikan rambut Viola.
"Kau itu selalu saja memiliki seseorang untuk melakukan semua perintah mu itu." Viola membuang kan wajah nya dan memonyongkan bibirnya itu karna merasa kesal.
"Itu lah keuntungan nya menjadi seorang pemimpin sayang," ujar Darren dan segera mengangkat tubuh istri nya.
"Darren apa yang kau lakukan? Kau mau membawa ku kemana?" Viola memukul bidang dada suaminya itu. Namun Darren tidak memperdulikan ucapan Viola dan melangkah kan kaki nya.
"Darren turunin gak! Kau tidak lihat apa aku tidak mengenakan apapun." ketus Viola pada Darren.
__ADS_1
"Aku sudah pernah melihat nya." Balas Darren dengan sangat dingin nya pada Viola.
"Tapi, tetap saja aku malu." ujar Viola dengan suara pelan nya dan masih terdengar oleh Darren.
"Untuk apa kau malu! Bahkan kita sudah melakukan nya. yang terpenting sekarang itu adalah membersihkan dirimu dulu." Darren terus saja berjalan kearah kamar mandi mereka.
"Darren kau itu benar-benar tidak mengerti ya!" Kesal Viola pada Darren.
Darren dan Viola pun sudah berada di dalam kamar mandi. Dengan sangat hati-hati Darren memasuki Viola kedalam bathtub untuk berendam.
"Kau mau apa?" Viola yang melihat suaminya hendak ikut masuk juga kedalam bathtub langsung menatap Darren dengan sangat tajam.
"Tentu saja mandi bersamu mu!" balas Darren dengan sangat enteng nya.
"Tidak bisa." Viola pun menghalang Darren yang hendak masuk kedalam bathtub dengan tangannya.
"Kenapa tidak bisa?" Darren menatap wajah Viola dengan sangat tajam.
"Karna aku malu Darren! Kau tau malu tidak? M-A-L-U, Malu!" Viola langsung menekan kan setiap kalimat nya pada Darren.
"Istri ku, kau tidak perlu malu dengan ku. Aku sudah melihat seluruh tubuh mu itu! Bahkan aku saja tau ada tahi lalat di bawah dada mu." Darren menatap Viola dengan senyum yang sulit untuk di artikan.
"DARREN! Kau itu keterlaluan sekali. Walaupun kau sudah melihat nya, kau tidak perlu memberitahu ku. Dan sekarang tubuh ku ini lagi jelek." Viola menundukkan kepalanya itu dan menahan rasa malunya
"Jelek? Dari mana jelek nya? Jelas-jelas tubuh mu sangat bagus sehingga membuatku ingin menyantap mu setiap saat." Darren pun langsung masuk kedalam bathtub saat Viola tidak melihat nya.
"Tentu saja jelek! Kau tidak lihat apa di tubuh ku ini banyak sekali tanda merah karna ulah mu." ujar Viola dengan wajah kesal nya.
"Istri ku, malah kau semakin terlihat cantik karna tanda merah yang ku berikan padamu." Darren hanya menggeleng kan kepalanya melihat kelakuan istri nya. "Terlebih lagi ini semua bukan sepenuhnya ulah ku! Kau yang sudah membuat ku melakukan itu." Darren langsung memajukan tubuh nya pada Viola membuat Viola kembali merasakan getaran di tubuh nya itu.
"Dan satu hal lagi yang perlu kau ketahui istri ku! Aku saja tidak malu di hadapan mu yang sudah melihat seluruh tubuh ku ini. Jadi kau juga tidak perlu malu pada ku. Karna aku ini suami mu dan kau itu istri ku!" Ujar Darren lagi pada Viola.
"Darren sudah lah jangan menggoda ku!" Viola berusaha menolak tubuh suaminya agar ia bisa mengontrol tubuh nya sendiri.
"Ada apa istriku? Kau takut?" Seringai licik Darren terukir di bibir nya.
"Takut? Yang benar saja." Viola memasangkan wajah cool nya di hadapan Darren.
"Baiklah jika kau tidak takut!" Darren langsung memeluk tubuh Viola.
Ia menyatukan kembali bibir nya itu pada Viola. ******* bibir kecil Viola dengan sangat perlahan. Viola berusaha untuk menolak Darren namun, Darren tidak membiarkan dirinya itu untuk memberontak. Jujur saja tubuh Viola juga tidak bisa menolak setiap perlakuan Darren pada nya.
Ciuman mereka pun semakin lama menjadi semakin panas. Darren beralih ke leher jenjang Viola dan mulai menciumi nya hingga meninggalkan jejak merah lagi pada tubuh Viola. Perlahan Darren langsung beralih kebagian lainnya. Hingga akhirnya mereka pun melakukan adegan panas mereka kembali di dalam bathtub dan setelah mendapatkan pelepasan masing-masing Darren dan Viola langsung membersihkan diri mereka.
^^^Bersambung...^^^
...****************...
__ADS_1