Menikahi Seorang Miliarder Dunia

Menikahi Seorang Miliarder Dunia
Eps. 83 Hubungan kita salah!


__ADS_3

Kediaman two Drn Khan


Darren dan Viola sudah tiba di kediaman mereka. Seluruh penghuni kediaman tersebut sudah berdiri di depan pintu utama kediaman untuk menyambut tuan dan juga nyonya mereka.


"Welcome Tuan muda and nyonya muda," sapa mereka dengan menundukkan kepala mereka dengan sangat hormat.


"Darren ada apa ini? Seperti nya aku bukan pertama kali nya datang ke sini. jadi tidak perlu di sambut seperti itu!" Tanya Viola dengan penuh penasaran nya.


"Itu sudah seharusnya mereka lakukan! Jika kau kembali kesini bersama ku apalagi menggandeng tangan ku ini. pasti mereka akan melakukan hal seperti itu! Terlebih lagi pak Dadang tidak ingin hukuman nya di tambah." Balas Darren dengan tersenyum tipis.


"Kau menghukum pak Dadang?" Tanya Viola dengan terkejut.


"Tentu saja! Bukankah dia juga pernah melakukan kesalahan." Balas Darren tanpa merasa bersalah sedikitpun.


"Kau kejam sekali Darren! Jika kau di posisi mereka maka, kau akan tahu betapa sulitnya di hukum oleh singa seperti mu." Viola hanya bisa menggelengkan kepalanya dan tersenyum.


"Tentu saja aku juga akan mendapatkan hukuman dari kesalahan ku itu! Istri ku kau tau aku menyediakan ruangan merenungkan kesalahan itu bukan hanya sekedar ruangan saja. Ruangan itu akan digunakan oleh siapapun yang melakukan suatu kesalahan di dalam lingkungan ku. Termasuk aku dan dirimu juga!" ujar Darren pada Viola.


"Kau ternyata sangat bijaksana di balik sifat kejam dan juga dingin mu itu." gumam Viola menatap kearah Darren.


"Mengapa kau melepaskan tangan mu dari ku?" Darren yang melihat Viola melepaskan tangan nya merasa kesal.


"Hehehe! Maafkan aku suamiku. Istri mu ini kadang suka lupa kalau sedang di genggam seseorang." Viola langsung buyar dari lamunannya.


"Viola Talisa! Ku ingatkan padamu jangan pernah melepaskan tangan mu itu dari genggaman ku " tegas Darren pada Viola.


"Baiklah suami ku! Istri mu ini tidak akan mengulanginya lagi." Ujar Viola dengan bola mata malas nya.


Darren yang melihat wajah Viola seperti itu hanya bisa menghela nafas nya. Ia kembali mengajak Viola untuk masuk dan seluruh penghuni di sana kembali menunduk kan kepalanya sebagai tanda kehormatan.


"Semua yang ku suruh sudah kau kerjakan?" Tanya Darren pada pak Dadang dan terus berjalan masuk.


"Semua nya sudah selesai tuan muda," jawab pak Dadang pada tuan muda nya.


Darren beralih menatap Viola yang tampak lelah terus berjalan di kediaman nya yang luas itu.


"Duduk lah! Mereka akan menyediakan makanan untuk mu di sini." Darren menyuruh istrinya itu untuk segera duduk di meja makan. Viola langsung menuruti perkataan Darren tanpa membantah nya sedikit pun


"Kali ini jika ada kesalahan sekecil apapun itu. maka, aku akan menghukum mu lebih berat dari sebelumnya!" Ucapan Darren terdengar seperti pisau yang tepat mengenai dada pak Dadang.


Sementara Viola yang sudah di hidangkan berbagai macam makanan langsung makan tanpa memperdulikan ucapan suami nya.


"Baik tuan muda! Kami tidak akan melakukan kesalahan sekecil apapun jika itu menyangkut tentang kedatangan tuan muda kecil, tuan muda." Balas pak Dadang pada tuan muda nya.


Byur..


"Uhuk .. uhuk .. uhuk!" Viola yang tadi nya haus langsung mengambil minuman nya. Begitu mendengar ucapan dari pak Dadang membuat dia terkejut dan langsung menyembur kan air minum nya itu.


"Kau itu kenapa istri ku? Tidak bisakah makan secara perlahan dan minum secara perlahan!" Darren mengusap punggung Viola dengan lembut. Ia merasa khawatir jika terjadi sesuatu pada istrinya itu. Terlebih lagi istrinya sering sekali tersedak karna sebuah minuman saja. Membuat Darren sedikit kesal.


"Pak, mengapa bapak berbicara seperti itu?" Viola tidak memperdulikan ucapan suaminya dan malah bertanya pada pak Dadang.


"Karena tuan muda sendiri yang bilang nyonya muda.'' jawab pak Dadang dengan sangat sopan nya.


Viola yang mendapatkan jawaban dari pak Dadang langsung menatap tajam kearah Darren dengan api membara di matanya itu. Ia benar-benar marah sekaligus kesal. Bagaimana bisa suaminya menceritakan sesuatu yang tidak perlu di cerita kan.


"DARREN ABRAHAM KHAN!" Viola menekankan setiap kalimat nya itu pada Darren.


"Keluar lah dulu! Nyonya muda mu ini sekarang sedang mengamuk." Perintah Darren pada pak Dadang membuat pak Dadang langsung tersenyum kecil.


Dengan segera pak Dadang menyuruh seluruh penghuni yang ada di kediaman itu untuk menjauh dari tuan dan juga nyonya muda mereka.

__ADS_1


"DARREN! Kau itu apa-apaan sih." Kesal Viola pada Darren.


"Istriku ada apa ?" Tanya Darren tanpa ada rasa bersalah sedikitpun.


"Mengapa kau bilang pada pak Dadang seperti itu?" Tanya Viola dengan nafas yang sudah naik turun.


"Bukan nya semua yang ku katakan itu benar?" Tanya Darren pada Viola, membuat Viola semakin kesal.


"Tapi, apa perlu kau bilang hal yang seharusnya tidak perlu di katakan." Ketus Viola dan mengalihkan pandangannya kearah lain.


"Sudah jangan marah lagi. Aku minta maaf karena sudah membuat mu marah," Darren kembali mengarahkan pandangan Viola padanya.


"Wah! Seorang miliarder dunia ternyata bisa minta maaf juga." Sindir Viola pada Darren. Jujur saja dia masih sangat kesal pada kelakuan suaminya itu.


"Tentu saja bisa!" Balas Darren pada Viola.


"Jika aku tidak minta maaf pada mu. Bisa gagal rencana ku untuk membuat calon pewaris kekayaan ku ini!" gumam Darren di dalam hatinya.


"Baiklah kalau begitu aku akan memaafkan mu." Tanpa basa-basi lagi Viola kembali melanjutkan makan nya.


Darren hanya menggeleng kan kepalanya yang melihat istri nya itu sangat lahap dengan makanan nya itu.


"Darren kau tidak makan?" Viola yang melihat sejak tadi suaminya tidak menyentuh makanan sedikit pun langsung menatap kearah Darren.


"Kau saja yang makan! Melihat mu makan seperti itu sudah membuat ku kenyang." Darren mengelap sisa makanan yang ada di sudut bibir Viola membuat Viola sangat terkejut dan ikut membersikan mulut nya itu.


"Sudah biar aku saja!" Darren menepis pelan tangan Viola yang hendak membersihkan mulut nya.


"Darren aku bisa melakukan nya sendiri." Viola benar-benar merasa berdebar yang cukup kuat di dada nya itu.


"Istriku! Menurut lah kali ini saja." ujar Darren.


"Bukan nya soal menurut atau tidak. Masalah nya jika kau seperti ini terus menerus maka jantung ku ini bisa copot!" gumam Viola dengan wajah yang memerah.


OMG! Seperti aliran listrik yang terasa menjalar di tubuh Viola ketika pipi nya itu di sentuh oleh Darren. Viola menelan saliva nya dengan susah menatap wajah Darren dengan ekspresi yang tidak bisa untuk di gambarkan lagi.


"Istriku kau sakit?" Darren yang melihat Viola terus menatap nya tanpa menjawab sedikit pun hanya bisa menghela nafas nya saja.


"Aku tidak apa-apa!" Dengan segera Viola menepis tangan Darren dan kembali menatap ke sembarangan arah.


"Kau kenapa?" Darren memegang tangan Viola. Ia merasa aneh dengan sikap istri nya yang suka sekali merajuk dan marah-marah tidak jelas.


"Darren! Berhenti lah menggoda ku dan jangan lagi bersikap lembut pada ku. Aku tidak sanggup jika kau terus bersikap lembut pada ku. Terlebih lagi hubungan kita ini salah!" Tegas Viola pada Darren membuat Darren menatap nya dengan sangat tajam.


"Salah? Bisakah kau mendeskripsikan di bagian mana hubungan kita ini salah?" Tanya Darren dengan menahan emosi nya itu.


"Tentu saja salah! Kau lupa kenapa kita bisa menikah? Terlebih lagi pernikahan kita juga belum sampai setahun. Jadi, aku harap sebelum hutang ku lunas pada mu kita harus menjaga jarak agar tidak terjadi hal yang tidak kita inginkan." Viola menundukkan kepalanya tanpa menatap wajah Darren.


"Apa maksudmu?" Darren menatap Viola dengan sangat dingin.


"Darren kau tidak mencintai ku! Tentu saja hubungan ini salah. Aku tidak bisa memberikan tubuh ku ini pada orang yang tidak mencintai ku! Jadi ku mohon jauhilah aku sebelum aku benar-benar akan khilaf." Viola menyatukan kedua tangannya seperti memohon.


"Istri ku! Tarik ucapan mu itu kembali sekarang." Raung Darren pada Viola.


"Kenapa aku harus menarik kembali ucapan ku? Bukan nya yang kukatakan itu benar!' Viola tetap dengan ucapan nya.


"Jika ku bilang tarik kembali maka kau harus tarik kembali semua yang kau katakan tadi! Jika tidak maka, jangan salahkan aku melakukan hal yang paling buruk di dunia ini." Darren menatap Viola dengan kobaran api di matanya.


"Darren kau marah ya?" Viola merasa gemetar menatap wajah Darren yang terus saja menatap setiap gerakan tubuh nya.


"Tarik kembali kata-kata mu!" Nada suara Darren berubah menjadi sangat tinggi karna tidak menurut dengan perintah nya.

__ADS_1


"Aku tidak mau!" Viola bangkit dari duduk nya dan hendak menjauh dari Darren.


"Kau mau kemana?" Darren yang menatap Viola berdiri langsung memegang tangan Viola.


"Aku ingin mandi!" Ujar Viola dengan suara yang gak kalah dingin nya dari Darren.


"Kau benar-benar menguji kesabaran ku Viola!" ujar Darren dengan wajah yang tidak dapat bisa di tebak lagi.


Darren langsung menarik tangan Viola dan membawa nya masuk ke lift pribadi nya itu. Dengan sangat cepat Darren menekan tombol lantai 2 membuat Viola merasa bingung.


"Kau ingin membawa ku kemana?" Tanya Viola pada Darren.


"Kekamar." Balas Darren tanpa menoleh kearah Viola.


"Aku bisa sendiri kesana! Kau tidak perlu mengikuti ku." Viola benar-benar merasa takut melihat wajah Darren yang sudah dingin itu.


"Kau tidak usah banyak bertanya! Bukan kah kau ingin mandi? Maka baiklah kita bisa mandi bersama! aku juga ingin membersihkan tubuh ku ini." ujar Darren yang langsung membuat Viola menelan saliva nya itu.


"Darren, maafkan aku. Aku tidak sengaja membentak mu tadi." Lirih Viola pada Darren.


"Permintaan maaf mu tidak ku terima! Bukan kah kau bilang hubungan kita ini salah? Kalau begitu kenapa gak sekalian saja kita buat kesalahan yang akan kau sesali nantinya." Pintu lift sudah terbuka dengan langkah cepat nya Darren menarik Viola membuat Viola hampir terjatuh.


"Darren kau kasar sekali! Aku takut melihat mu seperti ini." Viola berusaha melepaskan genggaman tangan Darren pada nya namun, tangan Darren sangat lah kuat.


"Kau itu lupa? Bukan nya tadi kau bilang aku tidak perlu bersikap lembut lagi pada mu? Kalau begitu aku akan bersikap sesuai dengan diri ku yang sebenarnya!" Darren tidak memperdulikan lagi ucapan Viola padanya. Ia tidak habis pikir bagaimana bisa Viola bilang hubungan nya ini salah.


"Aku minta maaf Darren. Aku salah!" Lirih Viola pada Darren.


Darren tidak membalas ucapan istri nya dan terus berjalan. Mereka tiba di depan pintu kamar nya dengan sangat cepat Darren menekan password kamar nya dan pintu pun terbuka.


Viola yang masuk kekamar Darren sangat terkejut. Kamar itu sangat lah indah setelah pak Dadang menyuruh semua orang untuk menghiasi kamar tuan muda nya dengan sangat hati-hati. Namun sayang sekali Viola memasuki kamar itu dalam keadaan yang tidak baik.


"Darren ini semua untuk ku?" Tanya Viola dengan ragu.


"Untuk apa kau menanyakan nya! Bukan kah kau bilang hubungan kita ini salah. Maka, semua ini juga tidak ada gunanya." Darren pun langsung menarik kelambu yang ada di ranjang nya tersebut.


"Darren apa yang kau lakukan?" Viola sangat takut melihat keadaan suaminya itu.


"Viola Talisa! Sudah berapa kali ku katakan padamu. Jangan pernah kau terus menerus menguji kesabaran ku!" Darren pun kembali menarik tangan Viola dengan sangat kuat ke arah kamar mandi nya.


"Darren lepaskan tangan mu! Kau menyakiti ku." Viola menetes air matanya itu.


Darren tidak memperdulikan lagi ucapan Viola pada nya. Ia segera membuka pintu kamar mandi tersebut dengan sangat kasar dan membuka kemeja yang ada di tubuhnya dengan kasar nya.


"Darren ku mohon maafkan aku. Kau sedang dalam keadaan marah. Jadi, tenang lah Darren!" Viola berusaha menenangkan Darren yang nafas nya sudah naik turun itu.


"Lepaskan pakaian mu!" Perintah Darren pada Viola membuat Viola sangat terkejut dan menutupi dirinya itu dengan kedua tangan nya.


"Aku tidak mau." Viola hendak lari dari Darren yang terlihat sudah seperti orang yang ingin membunuhnya saja.


"Ku bilang lepaskan!" Raung Darren pada Viola.


"Aku tidak mau Darren." Viola benar-benar ketakutan dan langsung menangis di hadapan Darren. Ia segera lari kearah pintu.


"Kau mau kemana? Kau pikir kau bisa pergi dari ku setelah kau memasuki kehidupan ku ini!" Darren kembali menarik tangan Viola.


Viola terus saja memberontak. namun, itu tidak ada artinya di mata Darren. Ia sangat marah pada Viola. Dengan sangat kasar Darren melepaskan baju Viola dan merobek nya. Lalu melemparkannya kesembarangan arah membuat Viola semakin takut dan menangis dengan sangat kuat.


"Darren ku mohon jangan lakukan ini!" Viola sudah kehabisan tenaga untuk memberontak. Dia sangat takut melihat mata Darren yang sudah di penuhi dengan api yang membara.


Darren tidak menggubris perkataan Viola sama sekali ia kembali membuka semua pakaian Viola. Kini yang terbalut di tubuh Viola hanya lah pakaian dalam nya saja. Darren pun mengangkat tubuh Viola dan memasuki nya kedalam bathtub

__ADS_1


^^^Bersambung..^^^


...****************...


__ADS_2