Menikahi Seorang Miliarder Dunia

Menikahi Seorang Miliarder Dunia
Eps. 145 Apa yang sudah menjadi milik ku tidak boleh menjadi milik orang lain!


__ADS_3

"Darren," panggil Viola sambil mengunyah makanan nya.


"Ada apa istriku?" Tanya Darren dan langsung menghentikan makan nya.


"Bagaimana keadaan Tara di sana?" Viola tiba-tiba saja teringat adik nya.


"Dia baik-baik saja disana." Jawab Darren dan kembali melanjutkan makan nya.


"Aku merindukan nya Darren," lirih Viola.


"Kau merindukan nya?" Darren menatap istrinya itu.


"Emh," Viola menganggukkan kepalanya.


"Baiklah jika kau merindukan nya. Maka, bulan depan kita akan mengunjungi adik mu." Darren membelai rambut Viola dengan sangat lembut nya.


"Benarkah?" Mata Viola langsung berbinar mendengar ucapan dari suaminya.


"Tentu saja istri ku. Sekalian kita akan berbulan madu disana." Ujar Darren yang tanpa sadar sudah membuat pipi Viola memerah.


Darren yang melihat Viola sejak tadi menundukkan kepalanya. Langsung memegang wajah Viola untuk menatap dirinya.


"Ada apa istriku?" Tanya Darren yang masih tidak paham kalau Viola sedang menahan rasa salah tingkah nya.


"Tidak apa-apa," jawab Viola dan mengalihkan pandangannya kearah lain


"Mengapa pipi mu memerah? Apa kau sedang tidak enak badan?" Darren merasa sangat khawatir saat memegang pipi Viola yang terasa panas.


"Aku baik-baik saja Darren." Viola menghela nafas nya melihat Darren yang selalu menghawatirkan tentang kondisi nya itu.


"Syukurlah jika kau baik-baik saja." Darren merasa lega mendengar jawaban dari Viola.


"Oh iya istriku, bagaimana pertemuan mu dengan sahabat mu itu? Kau sudah bahagia kan bertemu dengan nya?" Darren tersenyum dan melanjutkan makannya itu.


"Emh, kami banyak sekali berbincang hari ini." Jawab Viola dengan mulut yang penuh makanan.


"Jika aku tidak ada di sini. Kau boleh membawa sahabat mu kemari." Ujar Darren pada Viola.


"Benarkah?" Viola tampak senang mendengar ucapan dari Darren.


"Tentu saja sayang. Aku tidak ingin melihat mu kesepian." Darren tersenyum pada istri yang paling ia cintai.


"Oh iya Darren, bagaimana keadaan omay dan juga mama ya? Kita sudah lama tidak berkunjung kesana." Viola merasa bersalah pada omay dan juga mama mertua nya itu. Karna sejak ia keluar dari rumah sakit ia tidak pernah menghubungi mereka.


"Kita akan berkunjung kesana setelah kau benar-benar sudah pulih. Lagi pula mama dan juga omay sering menelpon ku dan menanyakan keadaan mu." Jawab Darren pada Viola.


"Kenapa kau tidak memberitahu ku Darren?" Viola tampak kesal karna baru mengetahui nya.


"Mama yang meminta ku untuk tidak memberitahu kan mu. Karna, mama tidak ingin kondisi mu terganggu." Jelas Darren dengan sangat enteng nya.


"Kau itu enak sekali bilang nya. Tidak tau apa beberapa hari ini aku merasa tidak enak hati karena mengabaikan mama dan juga omay." Ketus Viola pada suaminya.


"Istriku kenapa kau malah marah pada ku? Seharusnya kau itu marah pada mama ku." Darren yang melihat wajah Viola sudah merenggut merasa serba salah


"Itu salah mu! Lagian tidak mungkin aku marah pada mama. Jadi karna kau anak mama, maka aku akan marah pada mu saja." Celetuk Viola yang langsung membuat ekspresi wajah Darren berubah.


"Istriku, jangan membuat ku marah." Tekan Darren pada Viola.

__ADS_1


"Nah lihat, lihat lah sekarang. Malah kau yang memarahi ku! Seharusnya aku lah yang marah disini." Rengek Viola saat melihat raut wajah Darren tampak menakutkan pada nya.


"Mengapa aku bisa jatuh cinta pada mu?" Darren menghela nafas nya. Lalu segera menggendong tubuh Viola.


"Darren apa yang kau lakukan?" Viola yang terkejut saat di gendong oleh Darren langsung memukul dada bidang Darren.


"Tentu saja aku akan memakan mu." Jawab Darren dengan sangat mudah nya.


Sementara pak Dadang yang melihat perdebatan antara tuan muda dan juga nyonya muda nya hanya bisa menggelengkan kepalanya saja. Ia benar-benar merasa senang sekarang semua nya sudah baik-baik saja. Terlebih lagi tuan muda nya tampak sudah berubah dan juga lebih banyak tersenyum berkat kehadiran nyonya muda nya itu.


...πŸ’œπŸ’œ...


Rumah Shelly🏑 ...


Tok


Tok


Tok


Terdengar suara ketukan dan bel pintu berbunyi berkali-kali. Namun tidak di buka kan oleh penghuninya sama sekali.


"Shelly Rula, buka pintu nya! Aku tau kau ada di dalam." Raung Bobby pada Shelly. Ia tidak menyangka untuk pertama kali nya ada seorang wanita yang berani melakukan hal itu pada nya.


"Sial! Ngapain sih dia kemari." Shelly sudah seperti orang kebingungan di dalam rumah nya. entah sudah berapa kali ia hanya mondar-mandir saja di ruang tamu nya.


"Ku buka tidak ya?" Shelly tampak ragu-ragu ingin membuka pintu rumah nya tersebut.


"Jika kau tidak membuka pintu nya. Maka, akan aku dobrak sekarang juga!" Mendengar ancaman dari Bobby membuat Shelly langsung membuka pintu rumah nya.


"Hoamm!! Siapa sih?" Tanya Shelly dengan raut wajah yang pura-pura bangun tidur.


"Ada urusan apa anda kemari?" Tanya Shelly tanpa melebar kan pintu rumah nya yang menandakan bobby tidak boleh masuk sama sekali.


Karna melihat Shelly tidak menyuruh nya untuk masuk membuat Bobby sangat emosi dan langsung membuka pintu secara paksa. Karna tenaga Bobby lebih kuat dari nya membuat Shelly mau tidak mau membiarkan Bobby masuk.


"Kenapa lama sekali buka pintu nya?" Tanya Bobby dan langsung duduk di sofa Shelly.


"Aku baru bangun tidur." Jawab Shelly.


"Jangan berbohong." Bobby menatap Shelly dengan tatapan yang sulit diartikan.


"Untuk apa aku berbohong. Lagian tidak ada untungnya buat ku." Jawab Shelly dengan wajah yang kesal.


"Beby, jangan berbohong pada ku. Aku tau kau habis dari mana." Bobby mendekat kan wajah nya pada Shelly. Membuat wajah Shelly seketika memanas


"Apaan sih!" Shelly langsung menolak tubuh Bobby menjauh dari nya.


"Cepat katakan! Ada urusan apa kau kemari?" Shelly tidak ingin berlama-lama berurusan dengan Bobby. karna bagi nya ia pasti akan terjebak lagi oleh Bobby


"Wah ternyata sekarang kau sudah tidak berbicara formal lagi pada ku." Bobby tersenyum tipis melihat perubahan sikap Shelly.


"Cepat katakan lah!" Shelly benar-benar sudah tidak tahan lagi melihat sikap Bobby yang sangat berani pada nya.


"Aku akan menikahi mu dalam waktu kurang dari 2 bulan." Ucap Bobby yang sontak membuat kedua bola mata Shelly melebar.


"Apa!! Kau gila ya." Shelly sangat terkejut dengan ucapan Bobby.

__ADS_1


"Aku masih waras sayang! Dalam waktu 2 bulan kau akan menjadi istri ku." Bobby bangkit dari duduk nya.


"Aku tidak mau." Shelly langsung menolak apa yang dikatakan Bobby padanya.


"Sayang tidak ada penolakan sama sekali!" Bobby mengusap pipi Shelly yang membuat emosi Shelly semakin meningkat.


"Kau benar-benar gila." Shelly menggelengkan kepala nya menatap tidak percaya melihat sikap Bobby yang benar-benar di luar akal sehat.


"Ya aku memang gila. Dan semua itu kau penyebab nya." Bobby hendak keluar dari rumah Shelly. Namun ia langsung menghentikan langkahnya.


"Shelly Rula! Ingat lah ucapan ku pada mu. Kau akan menikah dengan ku dalam waktu kurang 2 bulan entah itu atas keinginan mu sendiri atau secara paksaan." Ucapan Bobby lagi-lagi membuat Shelly sangat marah.


"Aku berhak untuk menolak. Karna ini tubuh ku dan itu hak ku." Teriak Shelly pada Bobby yang sudah menjauh darinya.


"Itu memang tubuh mu. Tapi, sejak malam itu terjadi, tubuh mu sudah menjadi milik ku! Dan aku paling tidak suka berbagi ataupun terbagi dengan siapapun. Apa yang sudah menjadi milik ku, maka tidak ada yang boleh memiliki nya!" Ujar Bobby dengan tersenyum tipis dan terus berjalan tanpa menghiraukan ucapan Shelly dan juga makian Shelly pada nya.


"Dasar gila!" Umpat Shelly kembali lalu membanting pintu nya dengan sangat kuat.


"Aku harus apa?" Shelly merasa sangat gelisah. Ia tidak menyangka seorang tuan Bobby bisa se gila itu pada nya.


"Oh iya Vio! Aku harus menelepon Viola sekarang." Shelly pun langsung menelpon sahabat nya itu.


"Ada apa Shell?" Tanya Viola begitu sambungan telpon nya terhubung oleh Shelly.


"Vi Lo lagi apa?" Tanya Shelly pada sahabat nya.


"Lagi tidurin bayi besar." Jawab Viola yang sontak membuat Shelly terkejut.


"Gue ganggu ya?" Shelly merasa sangat tidak enak hati begitu tau sahabat nya sedang apa.


"Hahaha, tidak apa-apa Shell. Gue hanya bercanda!" Viola langsung tertawa geli mendengar ucapan sahabat nya.


"Ada apa Lo nelpon gue malam-malam begini?' timpal Viola kembali pada Shelly.


"Sekretaris suami Lo habis dari rumah gue Vi." Ketus Shelly pada Viola.


"Apa!!" Viola sangat terkejut sehingga tanpa ia sadari. Ia sudah membangun kan suami nya itu.


"Ada apa istriku?" Tanya Darren begitu bangun dari tidur nya.


"Eh, tidak ada apa-apa suami ku. Hanya saja Shelly sedang bercanda pada ku." Elek Viola.


"Benarkah itu?" Darren menatap intens Viola. Membuat Viola sedikit gugup.


"Vi suami Lo bangun ya?" Shelly yang mendengar suara Darren dari telpon nya tidak kalah gemetar dari Viola.


"Emh," hanya itu saja yang bisa Viola jawab saat ini ketika Darren masih terus menatap nya.


"Vi, seperti nya gue ada urusan mendadak. Nanti gue telpon Lo lagi ya. Bay Vi," Shelly yang tidak ingin terkena masalah langsung memilih melarikan diri nya. Ia yakin sahabat nya itu pasti bisa menghadapi nya. untuk masalah nya ia akan memikirkan nya nanti


"Eh Shell, Shell! Lo benar-benar sahabat yang tidak setia kawan." Umpat Viola saat panggilan nya sudah terputus.


"Bisa-bisa nya dia ninggalin gue begitu saja." Kesal Viola di dalam hati nya.


"Sekarang apa lagi?" Darren menaikkan sebelah alis nya menatap kearah Viola.


Viola yang di tatapan seperti itu langsung tersenyum lima jari agar suaminya tidak memarahinya. Dan disaat Darren hendak mengeluarkan ceramah-ceramah nya pada Viola. Viola langsung mengeluarkan jurusan nya untuk membuat Darren tidak jadi marah padanya dan malah hal yang sebaliknya terjadi kini Darren memeluk tubuh Viola dengan sangat erat sembari menghujani wajah Viola dengan ciuman.

__ADS_1


^^^Bersambung...^^^


...****************...


__ADS_2