Menikahi Seorang Miliarder Dunia

Menikahi Seorang Miliarder Dunia
Eps. 22 Peraturan baru tuan muda


__ADS_3

Darren yang tadinya sudah meninggalkan ruang keluarga nya itu. dia segera memasuki kamar nya yang di dalam kamar tersebut terlihat Viola sedang memainkan ponsel nya. Viola langsung terkejut melihat Darren sudah berada dibelakang nya


"Darren!! bisa tidak jangan membuat diriku selalu terkejut! karna, kehadiran mu yang tiba-tiba itu!" Viola pun mengelus dadanya.


"Tidakk!" Darren langsung berjalan kearah Viola.


"Kau itu keterlaluan sekali!" gerutu Viola. "Bagaimana jika nanti aku mati mendadak? karna, ulah mu itu, yang selalu membuat aku terkejut." ketus Viola pada Darren.


"Tutup mulut mu itu!!!" bentak Darren menatap tajam Viola.


"Kenapa kau malah membentak ku? aku tidak melakukan apapun yang membuat mu marah." Viola merasa sangat takut melihat Darren yang selalu saja marah.


"Jangan pernah membicarakan kematian di depan ku! karna, aku tidak ingin mendengar nya." ucap Darren dengan nada dinginnya.


"Kenapa tidak boleh??? bukan nya semua orang akan mengalami hal itu ya?" timpal Viola yang tak mau kalah.


"Sudah ku bilang! jangan mengatakan hal itu." Raung Darren dengan nada tinggi nya.


"Ba ... Baiklah! aku tidak akan mengatakan hal itu di depan mu." Viola menundukkan kepalanya dan merasa gemetar di tubuh nya. karna, aura dingin dari Darren.


"Gadiss pintarr!" seru Darren, dengan suara berat nya dan Viola hanya terdiam saja.


Darren segera pergi ke sofa yang ada di kamar nya dan membuka laptop pribadi nya. ia pun memainkan jari-jari nya di atas keyboard laptop nya tersebut.


"Sedang apa dia? setelah dia memarahi ku! dia langsung meninggalkan ku begitu saja. tanpa, meminta maaf atau menanyai keadaan ku sama sekali ! sepertinya dia memang tidak menyukai ku sedikit pun." gumam Viola yang merasa teriris-iris hatinya.


"Mungkin aku nya saja yang merasa kalau seorang Darren yang berhati dingin itu memiliki sedikit perasaan pada ku!" lirih Viola, di hatinya sambil melihat Darren yang tengah sibuk dengan laptopnya.


"Istri kuu!! kau tidak lelah apa? karna, terus menatap suami mu ini!" seru Darren, yang sadar kalau Viola terus menatap dirinya.


"Haaa?? egakk kok!!! siapa jugak yang menatap mu. aku hanya memandang lukisan yang ada dibelakang mu itu saja! kepedean banget sih!" ujar Viola, dia tidak ingin Darren mengetahui bahwa, dia sedang menatapnya.


"Come on istri ku!! aku melihat nya cukup jelas. kau menatap ku bukan lukisan ku!" Darren langsung tersenyum tipis mendengar jawaban dari Viola.


"Baik lah ... baik lah! Ku akui sebenarnya, aku dari tadi memang sedang memandang dirimu. tapi, memang nya salah yaa?? memandang wajah suami sendiri!" kesal Viola pada Darren, dia merasa bahwa, Darren tidak menyukai tatapan nya itu.


"Tidakk ... aku tidak bilang kalau itu salah! hanya saja, sejak kapan seorang Viola Talisa mulai tertarik dengan pria yang selalu dia bilang singa dan dingin seperti es batu ini?" ujar Darren dengan senyum tipis di bibirnya.


Viola yang mendengar nya pun langsung terkejut. mendengar perkataan Darren yang yang masih mengingat bahwa, Viola sering memanggilnya nya dengan panggilan singa dan mr.ice.


"Haaa??? kau masih mengingat kata-kata yang ku ucap kan pada mu ?" tanya Viola dengan nada terkejut nya.


"Tentu saja!! setiap perkataan mu, aku mengingat nya dengan sangat jelas. jadi, jangan pernah mengatai diri ku yang tidak ku suka. jika itu terjadi maka, kau tahu betul kan apa akibatnya??" Darren merasa sangat senang karna, telah membuat Viola mengingat kejadian malam itu yang terjadi pada mereka berdua.


"Eh tu- tuan ... maafkan aku! karna, telah membuat diri mu merasa tidak nyaman dan tidak senang oleh kata-kata ku." Viola langsung merasa ketakutan. Dia tidak ingin kejadian buruk itu terjadi lagi padanya.


"No problem my wife .." ujar Darren, yang masih fokus dengan laptop pribadi nya.


"Tuan bisa tidak jangan berbicara bahasa Inggris pada ku! pelajaran bahasa Inggris ku ini sangat rendah tuan. jadi, aku tidak mengerti apa yang tuan ucap kan." ujar Viola pada Darren, dia sama sekali tidak mengerti apa yang di katakan Darren padanya.


"What's! bagaimana bisa aku mempunyai istri sebodoh diri mu ini!" pekik Darren yang langsung memukul kening nya sendiri.


"Enak saja!!! aku tidak sebodoh yang kau pikirkan tau. di sekolah aku termasuk siswa yang cukup cerdas. hanya saja di pelajaran bahasa asing itu aku tidak terlalu menyukai nya. jadi aku selalu tidur jika ada pelajaran itu." gumam Viola.


"Maaf tuan! karna, membuat mu memiliki istri Sebodoh diriku ini. seterusnya aku berjanji pada mu. aku akan mempelajari bahasa Inggris! Gak cuman bahasa Inggris saja tuan. Aku akan mempelajari semua bahasa asing lainnya." ujar Viola pada Darren.


"Sejak kapan kau menjadi penurut dan mengalah seperti ini?? biasanya kau sangat keras sekali jika ada yang mengatai diri mu itu?" tanya Darren dengan suara datar nya.


"Hanya pada mu saja tuan aku akan terus menurut dan mengalah. namun, jika ada orang luar yang seperti itu pada ku. maka, akan ku tonjok mulut nya itu!" ujar Viola dengan suara nya yang agak keras. Sehingga membuat Darren langsung tertawa.


"Mengapa kau tertawa tuan??" Viola yang melihat Darren tertawa merasa ngeri.


"Dia kenapa?? belum pernah aku melihat dia tertawa sangat lepas seperti itu." gumam Viola.


"Kau itu lucu sekali. baik lah sekarang ku tanya! bagaimana jika yang mengatai mu itu laki-laki dengan tubuh yang sangat besar. apa kau akan tetap berani memukul nya??" tanya Darren pada Viola yang masih tertawa.


"Tentu sajaaaaaa ....!!!" seru Viola dengan sangat percaya diri nya.


"Kau berani?" Darren merasa takjub melihat keberanian Viola.


"Tentu saja tidak berani tuan!" jawab Viola dengan tertawa kecil nya, sambil membayangkan jika dia memukul orang tersebut. maka, dia yang akan di pukul balik oleh orang itu.


"Kau itu!! Kupikir kau berani." Darren langsung tertawa melihat tingkah laku Viola.


"Tapi tuan, mereka tidak akan berani menyakiti ku!" ujar Viola pada Darren dan membuat Darren langsung terdiam.


"Mengapa tidak??" tanya Darren dengan lirikan nya pada Viola.


"Karna, jika mereka tau aku adalah istri dari tuan Darren Abraham Khan! maka, mereka tidak akan berani menyakiti ku tuan!" seru Viola, Dengan mantap nya.


"Sok tau kamu!!" ketus Darren, yang melihat Viola sangat bangga menjadi istri nya. namun, hal itu jugak membuat dirinya sangat senang.


"Memang nya kamu mau melihat diriku di sakiti orang lain??" Viola langsung mengubah ekspresi wajah nya dengan sangat serius.


"Tentu saja tidak! Tidak ada yang boleh menyakiti mu." seru Darren, sehingga membuat Viola langsung tersenyum.


"Kau jangan senang dulu! aku tidak akan membiarkan orang lain menyakitimu atau menindas mu Selain diriku!" ujar Darren dengan senyum sinis nya kearah Viola.


"Kaauu itu ... benar-benar sangat kejam!" ucap Viola dan langsung menatap tajam Wajah Darren.


Darren tidak mempedulikan kata-kata Viola dan terus mengetik di laptop nya. dia begitu sangat serius dan mendiamkan Viola begitu saja setelah dia menindas Viola.


"Dasarr singa!!" gerutu Viola, karna kesal dengan sikap Darren padanya


"Istrii ku!! sudah berapa kali ku bilang! jangan mengatai ku. karna, aku bisa mengetahui nya dengan sangat jelas," ujar Darren, yang masih fokus pada laptop nya.


"Haaa?? dia itu peramal atau hantu sih! bagaimana bisa dia tau kalau aku sedang mengatai nya!" Viola langsung memalingkan wajahnya.


"Kau tidak usah mencari tau mengapa aku bisa mengetahui isi pikiran mu itu istri ku! karna, sampai kapan pun kau tidak akan tau." ujar Darren pada Viola, yang sedikit tersenyum.


"Kau keterlaluan Darren!!" kesal Viola.


"Sudah-sudah aku tidak ingin berdebat dengan mu. kau baca ini!!" Darren menghampiri Viola yang ada di depan nya dan melempar sebuah lembaran kertas pada Viola.


"Apa inii??" tanya Viola pada Darren dan menatap lembaran kertas tersebut.


"Tidak usah banyak tanya! kau baca saja itu." Perintah Darren dengan nada dingin nya. menatap tajam ke arah Viola dan langsung duduk disamping Viola.


"Emmm baik lah! akan ku baca." Viola segera membuka lembaran kertas yang di berikan Darren padanya dan langsung membacanya.


PERATURAN BARU TUAN MUDA



__ADS_1


Pihak pertama berhak melakukan tindakan apa saja pada pihak kedua.




Pihak kedua tidak boleh berhubungan dengan pria lain tanpa izin dari pihak pertama.




Jika pihak kedua melanggarnya maka pihak pertama berhak menghukum pihak kedua.




Demikian pernyataan ini disampaikan, peraturan ini telah di setujui dari kedua belah pihak. sehingga tidak akan menimbulkan dampak negatif.


Dengan ini saya sebagai pihak kedua menyetujui peraturan dari pihak pertama. terima kasih.


pihak pertama. pihak kedua


Darren Abraham Khan. Viola Talisa


Setelah Viola membaca isi peraturan itu. Viola merasa sangat kesal. karna, di dalam peraturan tersebut. semuanya merugikan dirinya.


"Peraturan macam apa ini?" tanya Viola dengan nada kesal nya.


"Kau sudah membaca nya kan? jadi tidak mungkin kau tidak mengetahui nya!" seru Darren pada Viola.


"Iya aku memang sudah membaca nya. tapi, di dalam peraturan ini tidak ada yang menguntungkan diriku sama sekali. dan malah merugikan ku sepenuhnya." Viola menatap kesal pada Darren.


"Kau tinggal di kediaman ku. jadi, hak ku untuk membuat peraturan disini! lagian di surat perjanjian pernikahan kita, semuanya isi surat itu menguntungkan dirimu bukan?? lantas, apa masalah mu jika di dalam surat peraturan ini menguntungkan ku??" ucap Darren dengan nada berat nya pada Viola.


Viola yang mendengar kata-kata itu dari mulut Darren pun merasa bersalah. karna, memang benar di dalam semua surat perjanjian pernikahan mereka Darren akan membiayai kebutuhan Viola dan adik nya. masaan dia tidak bisa melakukan peraturan yang cuman ada tiga peraturan saja. sedangkan, di surat perjanjian pernikahan mereka saja lebih dari ini. yang membuat dirinya merasa sangat beruntung.


"Aku salah! seharusnya, aku mengikuti saja peraturan nya itu. Darren sudah sangat membantu ku. dia sudah membiayai sekolah adik ku sampai ke jenjang yang lebih tinggi. dia juga sudah memenuhi segala kebutuhan ku dan membuat diriku memiliki keluarga baru disini! tapi, aku malah membuat nya kesal dan kecewa. karna, aku protes dengan peraturan nya itu." gumam Viola yang langsung merasa bersalah pada Darren.


"Mengapa kau diam?? kau tidak menyetujui peraturan ini? jika kau tidak setuju. maka, aku robek saja kertas ini!" kesal Darren yang hendak merobek lembaran peraturan itu dihadapan Viola.


"Tunggu!!!" Viola langsung menghentikan Darren.


"Aku menyetujui nya! bagaimana bisa aku tidak menyetujui peraturan ini. jika suami ku ini sudah membuat nya." ujar Viola sembari menatap Darren dengan tersenyum padanya.


"Bukan nya, tadi kau memang tidak menyetujui nya?" sindir Darren pada Viola, agar mengingatkan Viola yang sempat tidak menyetujui peraturan yang telah di buat nya.


"Tadi aku memang tidak menyetujui nya. ku pikir peraturan itu sangat aneh dan membuat ku terkejut." ujar Viola.


"Lalu, apa yang membuat mu menyetujui nya?" tanya Darren menatap intens pada Viola.


"Itu karna, aku merasa suami ku ini takut kalau aku memiliki hubungan dengan pria lain! sekarang aku tau. sebenarnya, suami ku sedang cemburu dan membuat peraturan ini agar aku tidak bisa berbuat hal macam-macam dibelakang mu." Viola langsung membuat alasan dengan sangat asal-asalan.


Darren yang merasa bahwa, yang dikatakan Viola pada dirinya itu benar pun langsung terdiam dan memalingkan pandangannya ke arah lain.


"Ada apa Darren? apa yang ku katakan tadi benar?" Viola yang melihat ekspresi Darren seperti itu langsung memandangi nya dengan sangat serius.


"Sok tau kamu!" singkat Darren pada Viola.


"Dasarr singa!!" ketus Viola


"Biarkan saja kau mendengar nya! kalau bisa kau dengar sekarang, singa ... singa ... singa!" ejek Viola pada Darren dengan sangat semangat nya.


"Berani sekali kau berkata seperti itu pada ku!" Darren langsung menatap tajam Viola. sehingga membuat Viola langsung terdiam.


"Maaf telah membuat mu marah!" ucap Viola, yang langsung memanyunkan bibirnya.


"No problem! kau tanda tangani peraturan itu sekarang juga! jika, sewaktu-waktu kau melanggarnya aku akan ada bukti untuk menghukum mu." Darren langsung melemparkan pulpen kearah Viola.


"Iya-iya baik lah! kau itu memiliki aura yang sangat dingin sekali." ketus Viola dan langsung mengambil pulpen tersebut.


"Sekarang ku lihat kau semakin berani pada ku ya?" ujar Darren yang menatap tajam Viola.


"Tidak!! aku tidak berani. mungkin kau nya saja yang terlalu baper." elek Viola.


"Baperr??" Darren yang tidak pernah mendengar kata-kata tersebut, merasa sangat aneh.


"Iya baper! kau tidak tau??" Viola langsung menatap kearah Darren


"Tidak!" ujar Darren dengan suara datar nya.


"Ah yasudah lah! jika, kau tidak tau. aku juga tidak ingin memberi tahu mu. oh iya, sore ini aku boleh keluar tidak? aku mau menjumpai sahabat dan juga adik ku." Viola langsung meminta izin pada Darren.


"Tentu saja boleh!" seru Darren


"Benarkah??" Viola menatap Darren dengan mata nya yang berbinar-binar.


"Of course dear!! tapi ada syaratnya." Darren langsung tersenyum licik.


"Haa?? syarat apa?" tanya Viola dengan sangat penasaran.


"Kau harus memberi tau diriku apa itu baper!" ujar Darren pada Viola


"Kau masih penasaran dengan kata-kata receh itu?" tanya Viola, yang tidak percaya bahwa seorang Darren Abraham Khan memiliki rasa kepo yang cukup besar.


"Tentu saja." Darren menatap Viola


"Baik lah aku akan memberi tahu mu. baper itu adalah singkatan dari kata bawa perasaan tuan Darren yang tampan." Viola langsung menggeleng kan kepalanya.


"Ohh itu artinya! baik lah sekarang aku sudah tau." ucap Darren dengan wajah cuek nya.


"Sekarang kan kau sudah tau. boleh kan aku pergi nanti sore??" tanya Viola dengan antusias nya pada Darren. karna dia sudah merasa mendapatkan persetujuan dari Darren


"Belum tentu istri ku." ujar Darren yang sedang memainkan ponsel nya.


"Darren! bukan nya tadi kau bilang padaku kau akan mengizinkan ku pergi jika aku sudah memenuhi syarat yang kau berikan itu!!" kesal Viola pada Darren. Dia merasa sedang dibohongi oleh Darren.


"Aku memang bilang begitu pada mu! tapi aku tidak bilang kalau syarat yang kuberikan pada mu itu cuman ada satu saja." ujar Darren dengan tatapan sinis nya pada Viola dan tersenyum tipis di bibirnya. karna, sudah mempermainkan Viola.


"Kau itu Darren!! benar-benar keterlaluan! sekarang beritahu ku apa syarat terakhir mu itu!" pekik Viola menatap tajam kearah suaminya.


"Aku jugak tidak bilang kalau ini akan jadi syarat terakhir ku istri ku!" Darren langsung tersenyum sinis menatap kearah Viola.


"Ayo lah Darren! aku serius." Viola merasa sangat kesal pada pria yang kini sudah menjadi suaminya. Dia merasa sedang dipermainkan oleh Darren.

__ADS_1


"Kau berani marah pada ku?" Darren langsung meninggikan suaranya dan menatap tajam kearah Viola.


"Tidak." ketus Viola, yang langsung membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur dan tidak memperdulikan Darren yang berada di sampingnya.


"Berani sekali kau membelakangi ku!" Darren yang melihat Viola membelakangi nya merasa sangat kesal.


"Baik lah! aku minta maaf." Karna, tidak mendapatkan jawaban dari Viola, Darren langsung meminta maaf dengan suara berat nya sambil menghela nafas nya dengan sangat panjang.


"Minta maaf? Cara mu minta maaf saja tidak ikhlas seperti itu. Bagus kau tidak usah minta maaf saja sekalian!" Viola langsung tersenyum sinis mendengar perkataan Darren padanya.


"Kau itu tidak tau bersyukur! masih untung aku mau minta maaf pada mu dari pada tidak sama sekali!" ujar Darren, yang merasa semakin memanas dengan ucapan Viola.


"Yasudah tidak usah saja!! bukan nya, tadi aku sudah bilang pada mu ya? jika kau tidak ikhlas untuk meminta maaf pada ku. maka, kau tidak usah minta maaf!" Viola langsung membalikkan badan nya dan menatap tajam pada Darren. Darren yang melihat Viola sangat kesal pada nya pun langsung menghela kan nafas berat nya tersebut.


"Baik lah ... ku akui aku salah! aku minta maaf istri ku." Darren menatap Viola dengan tatapan tulus nya. Viola yang mendapati tatapan tulus Darren merasa sangat terkejut.


"Baiklah aku maaf kan! aku juga minta maaf karna, sudah berkata kasar padamu!" ujar Viola pada Darren.


mereka pun saling meminta maaf dan saling memaafkan.


Tidak berapa lama kemudian Viola pun memberanikan dirinya lagi untuk meminta izin pada Darren.


"Darren ..." panggil Viola pada Darren yang masih berada disampingnya tengah sibuk dengan ponselnya.


"Emmm," balas Darren tanpa melihat kearah Viola.


"Kau itu di panggil jawaban nya cuman emm saja!!" kesal Viola pada Darren.


"Iyaa ada apa?" Darren langsung meletakkan ponselnya dan langsung menatap Viola.


"Boleh tidak nanti sore aku pergi menemui sahabat dan juga adik ku?" tanya Viola dengan nada yang sangat pelan.


"Jika kau ingin menemui adik mu. aku akan menyuruh nya untuk kemari dan menemui mu disini!" Darren menatap Viola.


"Benarkah Tara akan kemari??" Viola yang merasa tidak percaya sama sekali. bahwa, adik nya sendiri yang akan menghampiri dirinya.


"Kau menginginkan nya bukan?? tentu saja aku akan mewujudkan nya." ujar Darren pada Viola.


"Jadi sahabat ku jugak akan kemari kan??" tanya Viola, dia berpikir bahwa, Darren akan mengizinkan Shelly sahabat nya datang ke tempat tinggal nya yang sekarang ini.


"Tidakk!" ujar Darren, yang langsung membuat Viola terkejut.


"Tapi mengapa?" tanya Viola pada suami nya


"Itu karna, dia bukan keluarga ku! dia tidak boleh mengetahui dimana kediaman ku berada apalagi kediaman utama ini." jelas Darren pada Viola.


"Baik lah jika begitu, aku saja yang akan menemui nya!" seru Viola, yang langsung memutuskan untuk menjumpai sahabat nya sendiri.


"Aku tidak bilang akan mengijinkan mu untuk menemuinya!" Darren langsung melirik Viola.


"Ayo lah Darren ku mohon! aku sangat merindukan sahabat ku itu." lirih Viola dengan suara yang memohon.


"Baik lah! kau boleh pergi jika kau mau mencium ku." Darren langsung mengajukan persyaratan pada Viola, diiringi dengan senyum kecil di bibirnya.


"Haa?? kau gila ya!!" pekik Viola dengan tatapan mata nya.


"Yasudah lupakan saja! kau tidak akan menemui sahabat mu itu." ancam Darren.


"Tapi ..." Viola tidak melanjutkan kata-kata nya. Dia merasa sangat ragu untuk mengucapkan nya.


"Tapi apa?" Darren menatap Viola dengan sangat intens.


"Aku tidak terlalu pandai dalam hal ini." Viola langsung menundukkan kepalanya. Dia merasa benar-benar sangat malu.


"Tidak papa! aku akan mengajari mu." seru Darren pada Viola dan tersenyum tipis mendengar perkataan Viola.


Viola pun langsung mendekati wajah nya pada Darren dan langsung mecium Darren dengan sangat cepat. sehingga, membuat Darren merasa sedikit kesal! karna, ia belum sempat membalas dan menikmati ciuman dari Viola.


"Mengapa kau langsung melepaskan ciuman mu itu??" tanya Darren, dengan sangat kesal.


"Bukan nya kau bilang aku hanya mencium mu saja? masalah waktu durasi nya ku rasa itu tidak terlalu penting! karna, yang terpenting kan ciuman nya." Viola menjawab dengan sangat lancar dan dengan wajah polos nya.


"Dasar Gadis bodoh!!" seru Darren sambil membelai rambut Viola


"Emang nya aku salah ya??" Viola merasa sangat bingung melihat Darren membelai rambut nya.


"Tidak! kau tidak salah. sini ku ajari kau cara yang sebenarnya dalam berciuman."ujar Darren.


Darren pun langsung menarik tubuh Viola lebih dekat lagi padanya. Viola yang menerima perlakuan itu dari Darren hanya merasa terkejut dan bingung saja tanpa, menolak sedikitpun.


Darren yang tadi nya tidak bisa membalas ciuman dari Viola. kini ia pun segera menyatukan bibir nya kearah Viola. Viola yang menerima ciuman dari Darren hanya terdiam. tanpa, membalas nya sedikit pun. karna, dia benar-benar tidak tau cara nya membalas ciuman Darren padanya.


Darren terus menuntun Viola agar membalas ciuman nya, Viola yang merasa tuntunan dari Darren pun mulai perlahan membukakan mulutnya dan membalas ciuman suaminya tersebut dengan sangat kaku.


Ciuman mereka pun berlangsung dengan waktu yang agak lama. sehingga, membuat Viola hampir kehabisan nafas nya. viola tidak pernah melakukan hal ini sebelum nya. sehingga, membuat diri nya tidak bisa mengatur nafas nya dengan baik. Darren yang melihat Viola sudah mulai kehabisan nafas nya. ia segera melepaskan ciuman nya itu pada Viola.


"Ada apa ??" Viola yang melihat Darren melepaskan ciuman nya langsung terkejut.


"Tidak ada apa-apa!" ujar Darren dengan nada datar nya.


"Kau tidak menyukai bibir ku??" Viola langsung bertanya dengan wajah polos nya.


"Hhahaha kau itu!" Darren yang mendengar ucapan dari Viola, langsung tertawa. Bagaimana bisa dia tidak menyukai bibir istri nya. Jika, bibir itu saja sangat manis dirasakan nya.


"Mengapa kau tertawa??" ketus Viola.


"Aku sengaja melepaskan ciuman ku itu pada mu!!" Darren langsung menghentikan tawanya.


"Tapi kenapa?" Viola tidak mengerti sama sekali. Mengapa suaminya melepaskan ciuman nya begitu saja pada nya.


"Jika aku melanjutkan nya! maka, kau akan meninggal. karna, kehabisan nafas mu itu!" seru Darren pada Viola, Viola yang mendengar nya pun merasa sangat malu. karna, ketahuan oleh Darren. bahwa, dirinya sudah mulai tidak bisa bernafas oleh ciuman Darren pada nya.


"Emmm begitu ya!!" seru Viola, dengan rona merah di pipi nya.


"Kau boleh menemui sahabat mu sore ini! tapi, kau akan pergi bersama para bodyguard ku! untuk menjaga mu. agar, tidak terjadi apa-apa pada mu." ujar Darren dengan nada datar nya.


"Aku bisa melindungi diri ku sendiri Darren! kau tidak usah repot-repot menyuruh bodyguard mu itu untuk mengawal ku." gerutu Viola pada Darren.


"Pilih tidak usah pergi atau pergi dengan kau akan di kawal?" tanya Darren, dengan nada nya yang meninggi pada Viola


"Baik lah aku akan pilih tetap pergi! walaupun, harus dikawal oleh bodyguard mu itu." ketus Viola menatap Darren dengan tatapan tidak suka nya.


Darren pun langsung membaringkan tubuhnya untuk beristirahat sejenak. begitu juga dengan Viola. Karna, disuruh oleh Darren untuk menemani nya di kamar.


mereka pun akhirnya tidur bersama untuk kedua kali nya lagi.

__ADS_1


^^^Bersambung...^^^


...****************...


__ADS_2