Menjadi Dia

Menjadi Dia
10. Bertolak Belakang


__ADS_3

Ceklek"


"Akkhh!"Rindy segera berlari kembali ke dalam kamar mandi saat tiba-tiba Rio masuk ke dalam kamar itu, karena dirinya masih dalam keadaan polos tanpa sehelai benang pun.


Rio berdiri mematung di depan pintu, masih terkesiap melihat pemandangan indah yang baru saja di lihatnya. Pemandangan yang membuat otaknya traveling.


"Kenapa kamu masuk tanpa mengetuk pintu lebih dulu?"teriak Rindy yang berada di dalam kamar mandi. Wajah nya terlihat merah karena malu.


Mendengar teriakan Rindy, Rio pun tersadar dari pikiran liarnya, kemudian menjawab ,"Ini kamarku, kenapa aku harus mengetuk pintu kamarku sendiri?"sahut Rio seraya menutup pintu,"Lagian, kenapa harus malu karena aku melihat tubuh mu. Aku, 'kan suamimu,"lanjut Rio membuat Rindy terdiam.


"Keluarlah! Aku ingin mandi. Apa kamu ingin mandi lagi bersama ku?"tanya Rio seraya mengulum senyum menatap pintu kamar mandi yang masih tertutup.


"Aku lupa membawa handuk dan baju. Tolong ambilkan untukku, aku sudah kedinginan,"ucap Rindy tanpa menanggapi kata-kata Rio barusan.


Mendengar kata-kata Rindy, Rio pun segera mengambil handuk dan baju untuk Rindy, kemudian langsung memberikan nya pada Rindy.


"Huff..Terpaksa aku harus memakai baju tanpa dalaman,"gumam Rindy, karena Rio hanya mengambilkan handuk dan baju tanpa dalaman.


Setelah Rindy keluar dari kamar mandi, Rio pun segera masuk ke kamar mandi dan membersihkan diri.


Selesai makan malam, mereka pun kembali ke dalam kamar, karena udara di villa itu terasa begitu dingin. Rindy pun segera berbaring dan masuk ke dalam selimut untuk menghalau rasa dingin.


Rio naik ke atas ranjang kemudian langsung berbaring dan memeluk Rindy yang berbaring membelakangi nya itu.


"Jangan sentuh aku!"ucap Rindy yang terkejut karena Rio tiba-tiba memeluknya. Rindy pun langsung berusaha melepaskan tangan Rio yang memeluknya.


Kamu adalah istri ku, kenapa aku tidak boleh menyentuh mu?"protes Rio yang malah mengeratkan pelukannya.


"Karena hubungan kita tidak normal seperti suami-istri pada umumnya,"ucap Rindy datar.


"Kalau begitu, mari kita buat hubungan kita normal seperti suami-istri pada umumnya,"bisik Rio di telinga Rindy.

__ADS_1


"Lepaskan!"pekik Rindy kembali mencoba melepaskan pelukan Rio, namun tidak bisa.


"Di sini dingin. Dengan berpelukan, kita akan merasa hangat. Apalagi kalau kita melakukan olahraga di atas ranjang ini,"bisik Rio di telinga Rindy, membuat Rindy bergidik.


"Aku tidak mencintai mu,"ucap Rindy agar Anand melepaskan pelukannya. Rindy tahu, Anand paling tidak suka mendengar kalimat itu keluar dari mulutnya.


"Aku akan membuatmu mencintai ku,"ucap Rio yang memeluk Rindy dari belakang, semakin mengeratkan pelukannya.


Rindy mengernyitkan keningnya, karena reaksi Anand berbeda dari biasanya saat mendengar kata-kata nya tadi.


Karena tidak bisa melepaskan pelukan pria yang dianggap nya Anand, akhirnya Rindy pasrah. Wanita itu pun akhirnya terlelap karena rasa capek setelah menempuh perjalanan jauh untuk mencapai villa itu, di tambah lagi karena dingin nya udara di vila itu.


Mendengar dengkuran halus dari Rindy, Rio pun dengan perlahan membalikkan tubuh Rindy. Di sibak nya rambut yang menutupi wajah wanita yang dicintainya itu. Menatap wajah cantik yang sekarang berada dalam pelukannya.


Wajah cantik dengan bulu mata yang lentik dan tebal, serta hidung yang tidak terlalu mancung.Tatapan Rio akhirnya tertuju pada bibir Rindy yang tipis di bagian atas dan tebal di bagian bawah.


Rio menelan salivanya susah payah, dimatanya, bibir itu begitu menggoda. Perlahan, Rio mendekatkan wajahnya pada wajah Rindy. Semakin dekat dan dekat hingga akhirnya bibirnya menempel pada bibir Rindy.


Awalnya Rio hanya ingin mencium sekilas bibir Rindy, namun setelah bibirnya menempel dengan bibir Rindy, Rio jadi tidak rela melepaskan ciumannya. Perlahan mata Rio terpejam dan bibirnya mulai bergerak mengulum dan menyesap bibir Rindy. Semakin lama Rio semakin menikmati bibir Rindy hingga..


"Ish.. kamu galak sekali!"keluh Rio ikut duduk.


"Kamu mengambil kesempatan saat aku tidur!"sergah Rindy tak terima.


"Kalau begitu..."Rio menjeda kata-katanya dan langsung meraih tengkuk dan pinggang Rindy,


"Lepaskan! Apa yang ingin kamu lakukan?!"Rindy mencoba berontak dari pelukan Rio.


"Kalau begitu, aku akan mengambil kesempatan sekarang, saat kamu sudah bangun,"ucap Rio melanjutkan kata-katanya tadi dan langsung mencium Rindy, memeluknya erat dan juga memegang tengkuk Rindy sehingga Rindy tidak bisa berkutik.


Rio mencium Rindy dengan lembut, mengulum, melum matt, menyesap dan menggigit kecil bibir Rindy hingga Rio bisa menerobos ke dalam, memainkan lidahnya di dalam mulut Rindy.

__ADS_1


Rio melepaskan ciumannya saat mereka sudah hampir kehabisan napas. Tatapan matanya yang sayu terlihat berkabut hassrat.


"Rin, aku adalah suamimu, aku berhak meminta hak ku sebagai seorang suami dan kamu wajib melayani aku. Kamu akan berdosa jika menolak untuk melayani suamimu,"ucap Rio membuat Rindy terdiam. Karena semua yang dikatakan oleh suaminya adalah benar.


"Ijinkan aku mengambil hak ku,"ucap Rio lembut seraya membelai pipi Rindy. Rindy hanya diam tanpa mengatakan sepatah katapun.


Rio kembali mencium bibir Rindy dengan lembut. Jemari tangannya membelai tubuh Rindy. Karena Rio melakukan nya dengan lembut, dan menyentuh titik-titik sensitif di tubuh Rindy, Rindy pun terbuai hingga tanpa disadari nya, Rio telah melucuti pakaian yang di kenakan nya tanpa sisa. Bahkan saat ini tubuh Rio pun telah polos tanpa sehelai benang.


Memory yang tersimpan di otak Anand yang suka bergonta-ganti pasangan pun membuat Rio yang baru akan mencoba bagaimana rasanya surga dunia itu menjadi tahu di mana saja titik sensitif seorang wanita. Hingga Rindy terbuai dengan setiap sentuhan yang dilakukan oleh Rio.


Saat bagian inti Rindy sudah basah, Rio pun mulai melakukan penyatuan mereka. Rindy menjerit saat Rio bisa menyatukan tubuh mereka sepenuhnya. Rindy menggigit pundak Rio karena merasakan sakit yang luar biasa pada daerah intinya. Ditengah udara yang dingin itu, sepasang suami-isteri dalam kamar itu meracau dan melenguh menikmati indahnya surga dunia.


Rio mengecup kening Rindy dengan lembut, mengusap keringat yang membasahi wajah Rindy. Akhirnya Rio bisa memiliki wanita yang berada di bawah kungkungan nya itu seutuhnya.


"Aku mencintaimu!"ucap Rio membawa Rindy dalam pelukannya. Mengecup puncak kepala Rindy berkali-kali. Sungguh, malam ini Rio merasa sangat bahagia.


Sedangkan Rindy nampak membisu, tidak mengerti kenapa bisa terbuai dengan pria yang sedang memeluknya saat ini. Rindy seolah terhipnotis oleh tatapan mata dan kata-kata lembut yang terlontar dari bibir pria ini.


Sungguh, apa yang dilakukan suaminya tadi sangat berbeda dengan sebelumnya, malah bisa dibilang bertolak belakang dengan apa yang dilakukan suaminya sebelum mengalami kecelakaan dulu.


Tidak ada sikap arogan, kata-kata yang terdengar kasar atau pun merendahkan, apalagi tindakan kasar seperti saat Anand belum mengalami kecelakaan dulu. Tadi, suaminya sungguh berbeda, kata-kata nya terdengar lembut dan tatapan matanya terlihat penuh cinta, membuat Rindy tidak berkutik untuk menolak.


Akhirnya, keduanya pun tertidur pulas karena merasa kelelahan setelah aktivitas panas mereka tadi.


...🌟"Walaupun maksudnya sama, namun jika cara penyampaiannya berbeda, maka hasilnya mungkin tak akan sama."🌟...


..."Nana 17 Oktober"...


...🌸❀️🌸...


.

__ADS_1


.


To be continued


__ADS_2