
Setelah beberapa menit Anand keluar dari kamar, Rindy masih belum bisa memejamkan matanya juga. Akhirnya Rindy kembali mengenakan pakaian nya dan berniat keluar untuk mencari Anand.
Sayup-sayup Rindy mendengar suara orang yang sedang berbicara. Rindy pun mendekat ke arah sumber suara. Rindy bersembunyi, saat melihat Anand dan kakak nya sedang berbicara.
"Aku tidak perduli dengan mu. Aku hanya perduli dengan adikku. Ceraikan adikku!" ucap Jefri tidak terlalu kuat tapi penuh penekanan.
"Aku tidak akan pernah menceraikan Rindy. Selama aku masih hidup dan masih bernapas, Rindy akan tetap menjadi istriku, sampai napas terakhir ku,"ucap Anand yang terdengar tegas tanpa keraguan.
"Cih, bicara mu seolah-olah kamu adalah pria baik-baik yang hanya setia pada satu wanita. Aku tahu seberapa bejatnya kamu. Kamu memanfaatkan kesusahan orang lain demi mendapatkan kesenangan. Kamu menganggap dirimu paling berkuasa karena kamu punya uang. Tapi jangan pikir semua orang bisa kamu beli dengan uang,"
"Aku akan mengembalikan semua uang yang telah kamu berikan pada keluarga ku. Jadi, ceraikan adikku! Aku tidak rela adikku kamu jadikan sebagai pelampiasan napsu bejatmu!"ucap Jefri dengan tatapan tajam kepada Anand.
"Terserah apa penilaian mu padaku. Tapi yang pasti, aku tidak akan pernah menceraikan Rindy. Dia adalah milikku, dan selamanya akan tetap menjadi milikku. Selain Tuhan, tidak akan ada yang bisa mengambil Rindy dari ku. Termasuk kamu!"ucap Anand seraya menunjuk ke arah Jefri dengan tatapan yang tidak kalah tajam pada Jefri.
"Plak"Jefri menepis tangan Anand yang menunjuk padanya.
Jefri maju dan mencengkram kerah kemeja yang dipakai Anand,"Kita lihat saja nanti! Aku pasti akan melepaskan adikku dari cengkeraman mu. Jika saja membunuh itu tidak berdosa, maka sudah sejak lama aku membunuh mu,"ucap Jefri dengan kilatan mata tajam pada Anand.
Anand yang tak mau kalah dengan Jefri pun mencengkeram kerah kemeja Jefri,"Kenapa kamu begitu membenciku? Apa salahku padamu? Dulu aku memang pria brengseek, tapi tidak ada sedikit pun aku berniat menyakiti Rindy. Bagiku Rindy adalah satu-satunya wanita yang aku cintai, dan satu-satunya wanita yang ingin aku bahagiakan,"ujar Anand jujur adanya.
Baik Anand yang asli ataupun Anand yang sekarang adalah Rio, keduanya hanya pernah mencintai satu wanita, dan hanya ingin membahagiakan satu wanita, yaitu Rindy.
"Jika kamu benar-benar hanya mencintai adikku seorang, kamu tidak akan tidur dengan sembarang wanita. Apalagi menolong seorang wanita dengan imbalan tubuh nya,"ucap Jefri penuh kebencian, dengan kasar mendorong Anand.
Sedangkan Rindy masih diam di tempat persembunyian nya, mendengarkan dan melihat dua orang pria yang sedang bersitegang itu.
"Apa maksudmu? Aku tidak pernah memaksa wanita manapun untuk menyerahkan tubuhnya,"tanya Anand tidak mengerti. Karena dari ingatan Anand yang dibaca Rio, Anand memang tidak pernah memaksa seorang wanita pun untuk menghangatkan ranjang nya.
"Benarkah? Apa kamu tidak ingat? Atau pura-pura amnesia?"tanya Jefri sinis. "Kamu berpura-pura menolong Dini, lalu kamu memaksa dia melayani mu. Kamu mengancam akan menghancurkan keluarganya jika dia tidak mau melayani mu,"ucap Jefri dengan nada yang berapi-api.
__ADS_1
Rio mencoba menggali ingatan Anand tentang seseorang yang bernama Dini,"Oh, perempuan itu? Aku tidak pernah memaksa nya untuk melayani ku. Dia sendiri yang datang padaku dan meminta bantuan ku, lalu menawarkan tubuhnya sebagai imbalannya,"ucap Rio setelah menggali ingatan Anand.
"𝙎𝙞 𝘼𝙣𝙖𝙣𝙙 𝙞𝙣𝙞 𝙗𝙚𝙣𝙖𝙧-𝙗𝙚𝙣𝙖𝙧 𝙗𝙧𝙚𝙣𝙜𝙨𝙚𝙚𝙠! 𝙎𝙚𝙗𝙚𝙣𝙖𝙧𝙣𝙮𝙖 𝙨𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙗𝙚𝙧𝙖𝙥𝙖 𝙗𝙖𝙣𝙮𝙖𝙠 𝙬𝙖𝙣𝙞𝙩𝙖 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙨𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙙𝙞𝙩𝙞𝙙𝙪𝙧𝙞 𝙣𝙮𝙖?"gerutu Rio dalam hati.
"Kamu jangan sembarang bicara! Aku sudah lama mengenal Dini. Dia tidak mungkin melakukan itu. Dini adalah wanita baik-baik,"bantah Jefri tidak terima dengan pernyataan Anand. Sedangkan Rindy masih tetap bersembunyi dan mendengarkan perdebatan dua orang pria itu.
Anand tertawa tanpa suara,"Dia sudah tidak suci lagi saat datang padaku dan menawarkan tubuhnya untuk mendapatkan bantuan ku. Apa wanita seperti itu bisa disebut wanita baik-baik?"tanya Anand tersenyum sinis.
"Kamu jangan memfitnah nya! Kamu sendiri yang telah merenggut kesucian nya!"sergah Jefri seraya mengepalkan kedua tangannya menahan emosi.
"Apa kamu kekasihnya? Sayang sekali, kamu berpacaran dengan wanita murahan seperti itu. Wanita baik-baik macam apa? Kamu ditipunya,"ujar Anand dengan nada meremehkan.
"Brengseek!"
"Bugh"Jefri memukul Anand kemudian mencengkram kerah kemeja Anand. Sedangkan Anand masih terlihat tenang.
"Berani sekali kamu menghinanya! Dia itu wanita baik-baik. Aku sudah memacarinya bertahun-tahun. Dan kamu lah yang merenggut kesucian nya!"bentak Jefri penuh emosi, semakin mencengkram erat kerah kemeja Anand.
"Brengseek! Jangan mengatakan hal buruk tentang dia!"umpat Jefri ingin memukul Anand lagi, tapi kali ini pukulan itu ditahan oleh Anand.
Jefri tidak terima karena Anand mengatakan hal yang buruk tentang kekasihnya, Jefri pun sangat marah dan berusaha menghajar Anand, namun Anand terus menghindar.
Rindy tahu, sebelum menikah dengan nya, Anand memang pria brengseek. Namun, walaupun sangat brengseek, Anand tidak suka berbohong. Dan Rindy yakin, kali ini pun Anand tidak berbohong.Rindy yang dari tadi masih betah bersembunyi, nampak khawatir melihat kakaknya yang membabi buta menyerang suaminya.
Jefri terus menyerang Anand seperti orang kesetanan hingga Anand tersudut di dinding. Dengan tangan kiri mencengkram kerah kemeja Anand dan tangan kanan siap meninju wajah Anand.
"Hentikan, kak!"pekik Rindy yang langsung memegang tangan Jefri yang sudah bersiap memukul Anand. Rindy sudah tidak tahan melihat kakaknya terus menyerang Anand sedangkan Anand sama sekali tidak membalas. Anand hanya berusaha menghindar dan menangkis serangan Jefri.
"Minggir! Biarkan aku menghajarnya!"bentak Jefri menepis kasar tangan Rindy yang memegang lengannya.
__ADS_1
"Jangan kasar pada istri ku!"sergah Anand dengan mata yang berkilat tajam, tidak terima istrinya diperlakukan dengan kasar.
"Dasar brengseek!"umpat Jefri kembali ingin memukul Anand.
"Hentikan, kak!"cegah Rindy, kembali menahan lengan kakaknya karena pria itu masih ingin memukul Anand.
"Minggir! Akan aku beri pelajaran pria brengseek ini,"sergah Jefri yang emosinya masih meluap-luap kembali menghempaskan tangan Rindy.
"Akkhh!"pekik Rindy meringis menahan sakit. Kali ini Jefri menghentakkan lengan Rindy lebih kuat dari yang tadi, hingga membuat Rindy terdorong dan terduduk di lantai.
"Sayang!"pekik Anand yang melihat Rindy terjatuh dan nampak, meringis menahan sakit.
Dengan kuat, Anand mendorong Jefri, hingga cengkram tangan Jefri di kerah baju Anand terlepas. Jefri terhuyung ke belakang, sedangkan Anand langsung menghampiri Rindy.
"Sayang, kamu kenapa?"tanya Anand dengan ekspresi yang terlihat khawatir.
"Ada apa ini? Kenapa ribut sekali?"tanya ayah Rindy yang tiba-tiba muncul bersama ibu Rindy. Kedua orang tua Rindy itu terbangun karena suara berisik dari anak dan menantunya.
"Anand, perutku sakit sekali,"ucap Rindy seraya memegang erat kemeja Anand. Keringat dingin nampak membasahi wajah cantik Rindy. Anand pun langsung mengangkat tubuh Rindy dan menggendong nya.
"Darah? Rindy, kenapa kamu berdarah?"tanya ibu Rindy yang membuat semua orang yang ada di tempat itu terkejut.
...🌟"Tidak semua orang dari awal menjadi orang baik, tapi bukankah mereka juga berhak untuk berubah?"🌟...
..."Nana 17 Oktober"...
.
.
__ADS_1
To be continued