Menjadi Dia

Menjadi Dia
16. Penilaian Anand


__ADS_3

"Lola, kamu bawa ke ruangan saya, berkas dan dokumen yang sudah saya suruh siapkan kemarin! Dan mulai hari ini, kamu adalah sekretaris Anand,"ujar Pramana, setelah itu masuk ke dalam ruangannya di ikuti Anand, Ringgo dan Darlen.


"Baik, Tuan,"sahut Lola tersenyum manis kemudian mengerjakan apa yang diperintahkan oleh Pramana.


"Ringgo, untuk sementara, kamu temani Anand di sini. Jelaskan apa saja yang tidak dimengerti oleh Anand. Papa akan keluar untuk bertemu dengan klien,"titah Pramana.


"Baik, pa,"sahut Ringgo.


"Dan kamu, Anand, tanyakan apa saja yang tidak kamu mengerti pada Ringgo,"ucap Pramana pada Anand.


"Oke,"sahut Anand singkat.


Pramana pun keluar dari ruangan nya yang sekarang menjadi ruangan Anand. Tak lama kemudian Lola pun masuk ke dalam ruangan itu. Lola memakai kemeja yang dipadukan dengan rok mini dan sepatu high heels. Berjalan ke meja Anand, berlenggak lenggok bak model yang sedang berjalan di catwalk.


Kemeja yang dikenakan Lola nampak ketat di tubuhnya hingga mencetak bentuk tubuhnya dengan sempurna. Tiga kancing kemeja bagian atasnya tidak di kancing kan, sehingga dua bukit kembar dengan ukuran lumayan besar milik Lola nampak mengintip dari kemeja itu.


Rok mini yang juga terlihat sangat ketat dengan panjang satu jengkal diatas lutut pun memperlihatkan indahnya bentuk pinggul Lola dan mulus nya paha perempuan itu.


Tepat di depan Anand, Lola meletakkan berkas dan dokumen yang dibawa nya di atas meja Anand. Dengan sengaja Lola agak membungkukkan tubuhnya saat meletakkan berkas dan dokumen itu, sehingga kedua bukit kembarnya hampir separuh terlihat oleh Anand.


Anand mengernyitkan keningnya, beranjak dari kursinya kemudian memutari mejanya dan berdiri di samping Lola lalu menatapnya. Lola memutar tubuhnya menghadap pada Anand dengan senyum yang dibuat semanis mungkin untuk atasannya itu.


Anand memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celananya, memperhatikan wanita yang mulai hari ini menjadi sekretaris nya itu, dari ujung rambut sampai ujung kaki.


Ringgo tersenyum miring melihat reaksi Anand yang menatap Lola dari ujung rambut sampai ujung kaki itu.


"Kakak menyukai Lola?"tanya Ringgo yang dari tadi hanya diam, seraya mendekati Anand.

__ADS_1


Anand tersenyum tanpa menjawab pertanyaan dari Ringgo lalu berkata,"Kamu cantik, bentuk tubuh mu sangat menggoda dan... dadamu... nampak nya juga lumayan besar,"ucap Anand masih terus memperhatikan Lola.


Mendapatkan pujian dari pria tampan yang notabene adalah atasan barunya, Lola pun merasa senang. Dengan penuh percaya diri Lola semakin membusungkan dada nya dan tersenyum manis pada Anand.


"Lola pasti mau pergi dengan kakak, kalau kakak menginginkan nya. Iya, 'kan, Lol?"tanya Ringgo pada Lola terlihat antusias.


"Saya adalah bawahan Tuan Anand, jadi saya pasti akan melakukan apapun yang diperintahkan Tuan Anand,"ucap Lola masih setia tersenyum manis seraya menyelipkan rambutnya yang panjang sebahu ke belakang telinganya.


"Kamu mau mendengar penilaian saya tentang kamu?"tanya Anand masih memperhatikan Lola.


"Mau, Tuan,"sahut Lola antusias.


"Emm... kamu memang cantik, mata kamu sipit seperti orang China, tapi saya suka mata yang tidak terlalu sipit. Hidung kamu juga lumayan mancung, tapi saya lebih suka kalau lebih mancung sedikit lagi. Bibirmu .. bibir kamu lebih tebal bagian atas dari pada bagian bawah nya, biasanya wanita yang bibirnya lebih tebal bagian atas itu mudah dirayu,"


"Saya suka bibir yang tipis bagian atas tapi tebal di bagian bawah. Bibir wanita yang lebih tebal bagian bawahnya, biasanya tidak mudah dirayu dan itu sangat menantang bagi saya,"ujar Anand kemudian menatap kearah dada Lola.


Lola yang tadi wajahnya nampak berbinar karena dipuji Anand, sekarang berubah menjadi masam. Lola merasa dibawa terbang begitu tinggi lalu dihempaskan sampai jatuh dan berkeping-keping.


Ringgo nampak melongo mendengar apa yang dikatakan oleh Anand. Biasanya jika melihat perempuan seperti Lola, Anand tidak akan tahan untuk tidak menerkamnya. Tapi saat ini Anand terlihat tidak tertarik sama sekali pada Lola. Sedangkan Darlen nampak tersenyum senang mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh Anand.


Anand mulai memeriksa salah satu berkas yang dibawa Lola tadi sambil berkata,"Lola, besok pakai kemeja yang ukurannya L. Jangan pakai kemeja yang ukurannya M. Kamu bukan anak SMP lagi. Ganti rok kamu dengan celana panjang dan ganti sepatu high heels kamu dengan sepatu pantofel,"


"Saya tidak suka mempekerjakan orang yang lemot. Rok ketat kamu dan sepatu high heels kamu itu memperlambat jalanmu. Kancing kan kemeja kamu dengan benar. Saya rasa AC di kantor ini berfungsi dengan baik, jadi tidak mungkin kamu kepanasan hingga harus membuka tiga kancing kemeja mu di bagian atas,"


"Saat di kantor, tidak usah menggunakan makeup berlebihan. Kamu ke sini untuk bekerja, bukan untuk kondangan, sehingga harus memakai makeup yang berlebihan. Saya tidak mau karyawan saya sibuk memperbaiki makeup hingga mengabaikan pekerjaannya"


"Kamu di sini sebagai sekretaris saya, harus bekerja dengan cepat, bukan berlenggak-lenggok seperti model yang sedang berjalan di catwalk. Bukan pula berpakaian seperti model majalah dewasa seperti itu. Apa kamu mau menggoda semua pria yang ada di perusahaan ini, sehingga kamu berpakaian seperti itu?"

__ADS_1


"Jika kamu besok tidak mengganti pakaian kamu dengan pakaian yang saya instruksikan tadi, saya akan menggantikan kamu dengan orang yang sesuai kriteria saya,"ucap Anand terdengar tegas dan penuh wibawa tanpa menatap Lola yang melongo mendengar kata-kata Anand yang panjang lebar seperti sedang menelanjangi nya secara tak kasat mata.


Tidak mendapatkan respon dari Lola, Anand pun mendongakkan kepalanya menatap Lola,"Apa kamu mendengar apa yang saya katakan?"tanya Anand dengan tatapan mata dan suara yang terasa begitu dingin


"De.. dengar, Tuan,"ucap Lola tergagap mendapat tatapan dingin dari atasan barunya.


"Kalau begitu, keluar dari ruangan saya dan kerjakan pekerjaan kamu dengan baik. Saya tidak suka membuang-buang waktu saya. Saya menggaji kanu untuk bekerja, bukan untuk menggoda saya, ataupun menggoda para karyawan saya,"ucap Anand dengan tatapan dingin dan tajam serta kata-kata yang terasa menusuk tapi tidak berdarah.


"Ba.. baik!"ucap Lola buru-buru keluar dari ruangan itu.


Darlen mengulum senyum, merasa senang dengan perubahan pada diri Anand. Dulu Darlen mati-matian membujuk Anand agar tidak ke klub malam, minum minuman keras dan bermain wanita. Tapi setelah Darlen keluar dari penjara dan kembali bekerja pada Anand, sepertinya Anand tidak lagi melakukan kebiasaan buruk itu. Dan Darlen berpikir jika itu semua pasti karena Rindy.


Sedangkan Ringgo nampak tidak percaya dengan apa yang baru saja dilihat dan di dengarnya barusan. Sikap Anand benar-benar berubah dan sulit di tebak.


...🌸❤️🌸...


.


Notebook : Jengkal (bahasa Inggris: span) adalah satuan panjang yang didasarkan pada ukuran tangan manusia dari ujung ibu jari sampai ujung jari kelingking pada saat direntangkan sejauh mungkin. Pada zaman dahulu, satu jengkal dianggap sebagai "setengah hasta".


Jika jengkal dikonversi menjadi sentimeter, maka 1 jengkal kurang lebih sebesar 22,86 cm.


.


.


To be continued

__ADS_1


__ADS_2