Menjadi Dia

Menjadi Dia
Penampilan Baru


__ADS_3

Rio membuang napas kasar setelah mengetahui apa yang terjadi diantara Anand dan Rindy, sehingga Rindy tidur di lantai,"Jangan lagi tidur dilantai?Naiklah ke atas ranjang!"titah Rio lembut, tapi tidak direspon oleh Rindy.


Rio menarik nafas dalam-dalam kemudian menghembuskan nafasnya dengan kasar,"Kenapa hidupnya bisa kacau seperti ini?"gerutu Rio yang ditujukan untuk Anand.Rio pun bergegas turun dari ranjang.


"Akhh! Apa yang kau lakukan?"pekik Rindy saat tiba-tiba tubuhnya diangkat oleh Rio.


"Ranjang itu cukup luas untuk kita berdua. Kenapa harus tidur dibawah?"ucap Rio santai.


"Bukankah kamu sendiri yang tidak mengizinkan aku menyentuh ranjang mu? Lagipula aku lebih nyaman tidur dibawah dari pada tidur seranjang dengan pria brengseek seperti mu,"ketus Rindy hendak turun dari ranjang, namun Rio langsung menahan Rindu dengan menindih tubuh Rindy, membuat Rindy nampak membuat wajah Rindy memucat.


"Turuti apa kataku! Kalau tidak..."Rio menjeda kata-katanya dengan seringai di wajahnya.


"Kalau tidak apa?"tanya Rindy tidak yang sebenarnya merasa was-was dengan apa yang akan dilakukan Anand.


Rio mendekatkan bibirnya di telinga Rindy hingga hembusan nafas nya menerpa leher Rindy, membuat Rindy bergidik.


"Jika kamu tidak menuruti ku, aku akan mengikatmu di atas ranjang ini tanpa sehelai benang pun yang menempel di tubuh mu,"ucap Rio membuat Rindy membulatkan matanya.


"Jika tidak takut dengan ancaman ku, kamu boleh mencoba nya,"ucap Anand menarik sebelah sudut bibirnya ke atas hingga menciptakan senyum yang membuat Rindy bergidik.


Akhirnya malam itu Rindy tidur seranjang dengan Anand. Anand nampak sudah terlelap dengan damai. Sedangkan Rindy nampak belum bisa memejamkan matanya.


"Kenapa semenjak kecelakaan sikapnya berubah seperti itu,"gumam Rindy yang merasa Anand berubah.


Wajar saja jika Anand berubah, karena dalam tubuh Anand bukan lah Anand, tapi Rio. Dan karena ingatan Rio telah menyatu dengan ingatan Anand, sedikit banyaknya sikap dan tingkah laku Rio juga berubah. Karena itu, sulit untuk mengenali Rio yang berada di dalam tubuh Anand.


Keesokan harinya Rio pergi dengan motor sport milik Anand. Anand tidak pulang seharian hingga malam menjelang dan semua orang sudah berkumpul di meja makan, Anand baru pulang.


Semua orang nampak terkejut saat melihat penampilan Anand saat ini. Pasalnya, Anand biasanya memakai celana jeans, kaos oblong yang dilapisi jaket kulit, sepatu sneaker dengan rambut yang di kuncir. Namun saat ini Anand memakai celana jeans, kaos yang terlihat ketat di badan dilapisi kemeja lengan pendek yang tidak dikancingkan dan sepatu sneaker.

__ADS_1


Namun yang membuat semua orang tercengang adalah rambut Anand yang panjang sebahu kini dipotong model Comma Hair. Dan pria itu terlihat semakin tampan dengan model rambut nya saat ini.


Tanpa memperdulikan orang-orang, yang tercengang melihatnya, Anand langsung duduk di salah satu kursi yang mengelilingi meja makan itu.


"Apa kalian akan terus menatapku dan membiarkan semua makanan di meja ini menjadi dingin,"ujar Anand dengan suara bariton yang terdengar tenang, lembut, tapi tegas dan berwibawa, membuat semua orang tersadar.


"Sayang, kamu tampan sekali dengan penampilan baru kamu ini,"puji Silvy dengan senyum lebar. Kata-katanya kali ini benar-benar jujur dari dalam hatinya, membuat Ringgo menjadi cemburu.


Dari tinggi badan, wajah dan bentuk badan, jelas Ringgo kalah dari Anand. Apalagi dengan penampilannya sekarang, pasti semakin banyak wanita yang akan tergila-gila pada Anand.


"Terimakasih, ma!"ucap Anand seraya tersenyum tipis.


Setelah selesai makan malam, tiba-tiba Ringgo memanggil Anand,"Kak, kakak sudah benar-benar sembuh kan? Kita ke klub, yuk! Sudah lama kita tidak ke sana. Ada yang baru, cantik banget. Apa kakak tidak mau mencobanya?"bujuk Ringgo yang ingin kembali menyesatkan Anand.


"Tubuhku rasanya belum terlalu sehat. Lagi pula, seharian berada di luar sana membuat ku capek. Aku ingin istirahat saja di rumah,"ujar Anand tersenyum tipis kemudian menepuk pundak Ringgo dan meninggalkan Ringgo.


"Dia tidak mau? Kenapa aku merasa dia jauh berubah? Mungkin benar kata papa, otaknya agak bermasalah setelah kecelakaan kemarin,"gumam Ringgo menatap punggung Anand yang menjauh darinya.


"Tu.. Tuan .Muda!"panggil seorang pemuda berkulit sawo matang dengan tubuh yang terlihat kurus, namun wajah nya lumayan tampan.


Rio menatap pemuda itu dan memory Anand pun terbaca oleh Rio. Pemuda di depannya ini adalah anak dari orang kepercayaan mamanya yang selalu mengikutinya pergi. Namun tiba-tiba empat tahun terakhir ini menghilang. Dan sejak pemuda ini menghilang, saat itulah Ringgo mulai terjerumus dalam pergaulan bebas.


"Darlen?"ucap Rio memastikan bahwa pemuda di depannya itu adalah orang yang dikenal Anand.


"Iya, Tuan Muda. Ini saya,"ucap Darlen tersenyum dengan ekspresi bahagia bisa bertemu lagi dengan Anand.


"Kemana saja kamu selama ini?"tanya Rio menatap Darlen yang lebih kurus dari yang ada di ingatan Anand. Dulu tubuh Darlen terlihat tegap, namun sekarang terlihat lebih kurus.


"Saya baru keluar dari penjara, karena di jebak orang, Tuan Muda,"sahut Darlen dengan wajah sendu.

__ADS_1


"Apa? Dijebak bagaimana maksud mu? Siapa yang melakukan nya?"tanya Rio yang nampak terkejut mendengar pengakuan Darlen.


"Saya ditangkap polisi karena terbukti mempunyai obat-obatan terlarang. Hingga akhirnya saya mendekam di penjara selama empat tahun. Saya tidak tahu, siapa orang yang telah menjebak saya,"ujar Darlen dengan wajah sendu.


"Apa kamu sama sekali tidak punya gambaran, siapa kira-kira orang yang telah menjebak kamu itu?"tanya Rio nampak terkejut.


"Saya tidak tahu, Tuan.Tapi.."Darlen nampak ragu-ragu untuk melanjutkan kata-katanya.


"Tapi apa? Katakan saja! Jangan ragu!" pinta Rio.


"Tuan Ringgo nampak tidak suka jika saya ada di dekat Tuan Muda,"ucap Darlen menundukkan kepalanya.


"Sekarang aku sudah tahu,"sahut Anand membuat Darlen mengangkat kepalanya menatap Rio.


Dari ingatan Anand, orang yang bernama Darlen ini adalah orang yang selalu berusaha mencegah Anand melakukan perbuatan yang tidak bermanfaat bagi Anand. Darlen selaku membujuk Anand agar tidak pergi ke klub malam tapi tidak didengarkan oleh Anand. Dan Darlen lah, orang yang selalu membawa Anand pulang saat Anand mabuk.


"Kembalilah bekerja bersama ku seperti dulu,"ucap Rio seraya menepuk pundak Darlen.


"Terimakasih, Tuan Muda!"ucap Darlen yang langsung menerima pekerjaan yang diberikan Rio tanpa berpikir dua kali.


Rio masuk ke dalam kamarnya bertepatan dengan Rindy yang keluar dari kamar mandi. Tidak sengaja pandangan mata mereka bertemu dan Rio pun melempar senyum ke arah Rindy, namun Rindy memalingkan wajahnya hingga membuat senyum Rio berangsur pudar dan menghela nafas berat.


"Rin, besok pagi kita ke rumah mu. Aku ingin mengulangi pernikahan kita,"ucap Rio membuat Rindy terkesiap, menatap Rio dengan ekspresi tidak percaya.


...🌸❤️🌸...


.


.

__ADS_1


To be continued


__ADS_2