Menjadi Dia

Menjadi Dia
7. Sebagai Imbalan


__ADS_3

Rio masuk ke dalam kamarnya kemudian membaringkan tubuhnya di atas ranjang. Melipat kedua tangannya dan menjadikannya sebagai bantal. Rio menatap langit-langit kamar itu sambil memikirkan apa saja yang akan dilakukannya mulai besok.


Perhatian Rio teralihkan saat mendengar suara pintu yang terbuka. Rindy masuk ke dalam kamar dan langsung menuju ke kamar mandi tanpa memperdulikan Rio yang menatapnya.


Tidak lama kemudian, Rindy keluar dari kamar mandi. Wanita itu mengambil karpet bulu, selimut dan bantal, kemudian menggelar karpet di samping ranjang. Rindy membaringkan tubuhnya di atas karpet itu, membelakangi Rio dan menutup tubuhnya dengan selimut.


Rio mengernyitkan keningnya melihat semua yang dilakukan Rindy. Perlahan memory dalam otak Anand pun mulai terbaca oleh Rio...


Malam itu adalah malam pertama Anand dan Rindy. Anand masuk kedalam kamar dan melihat Rindy duduk di tepi ranjang dengan wajah tertunduk .


Anand menghampiri Rindy dan duduk di sebelah Rindy, namun Rindy malah menjauh. Anand kembali mendekati Rindy, tapi lagi-lagi Rindy menjauh.


"Kenapa kamu menjauh dari ku?"tanya Anand terlihat tidak suka.


"Sudah ku katakan padamu, aku tidak mencintai mu. Kenapa kamu tetap menikahi aku?"tanya Rindy dengan suara pelan tapi tegas.


"Karena aku menyukaimu. Apa yang aku sukai harus menjadi milikku. Tidak ada yang boleh menolak ku,"ucap Anand kemudian kembali mendekati Rindy.


Rindy berdiri dan menjauh dari Anand, namun Anand langsung menarik tangan Rindy, hingga Rindy terjatuh dalam pangkuan Anand.


"Akkhh! Lepaskan aku!"Rindy berusaha turun dari pangkuan Anand, tapi Anand malah memeluk erat tubuh Rindy,


"Mau kemana? Malam ini, adalah malam pertama kita,"ucap Anand seraya membelai pipi Rindy, tapi Rindy langsung menepis tangan Anand dan memalingkan wajahnya.


"Jangan menolak ku! Aku telah mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk membayar hutang-hutang orang tuamu,"ucap Anand penuh penekanan.


"Beri aku waktu, aku akan membayar semua hutang orang tuaku,"ucap Rindy masih memalingkan wajahnya dari Anand. Jujur, sebenarnya Rindy merasa tidak nyaman dengan posisi dalam pangkuan Anand seperti ini. Namun Anand tidak membiarkannya turun dari pangkuan nya.


Anand tertawa,"Kamu hanya bekerja sebagai salah satu staf di sebuah perusahaan dengan gaji yang tidak terlalu besar. Sampai kapan kamu akan melunasi hutang orang tuamu?"tanya Anand nampak mencibir.

__ADS_1


"Aku pasti akan melunasinya,"ucap Rindy kembali mencoba turun dari pangkuan Anand, tapi Anand kembali menahannya.


"Tidak perlu melunasinya. Cukup menjadi istri yang baik untuk ku, melayani semua kebutuhan ku, termasuk kebutuhan biologis ku,"ucap Anand membuat Rindy geram.


"Aku bukan wanita penghibur yang bisa kamu bayar lalu kamu tiduri. Aku bukan wanita seperti itu!"ucap Rindy tegas menatap Anand dengan tajam. Rindy merasa tersinggung dengan ucapan Anand yang menganggap dirinya bisa di beli dengan uang.


Anand malah tertawa mendengar kata-kata Rindy,"Karena itu aku mencintaimu,"ucap Anand mengulurkan tangannya untuk menyentuh pipi Rindy, namun langsung ditepis oleh Rindy.


"Tapi aku tidak mencintai mu!"ucap Rindy penuh penekanan.


"Berhentilah mengatakan kalimat itu! Aku benci mendengar nya,"bentak Anand yang benar-benar tidak suka saat Rindy mengatakan kalimat 'Aku tidak mencintai mu '.


"Aku tidak mencintai mu! Tidak mencintai mu! Tidak men.. emp.."Rindy tidak bisa melanjutkan kata-katanya saat tiba-tiba Anand menciumnya.


"Arrghh! Beraninya kau!"pekik Anand saat sedang mencium Rindy, tiba-tiba Rindy malah menggigit bibirnya sampai berdarah. Dan Rindy pun langsung menggunakan kesempatan itu untuk melompat dari pangkuan Anand.


"Jangan pikir aku seperti wanita-wanita diluar sana yang bisa kamu beli dengan uang untuk memenuhi kebutuhan biologis mu! Aku tidak akan pernah menjual diri ku demi uang,"sergah Rindy dengan nafas memburu karena menahan emosi.


Rindy tertunduk matanya berkaca-kaca. Orang tuanya tidak merestui hubungan nya dengan Rio, karena Rio bukan orang kaya. Mereka memaksa Rindy menikah dengan Anand karena Anand membantu orang tuanya membayar hutang dan menebus rumah mereka dari bank.


Semua itu karena restoran tempat mereka mengais rejeki selama bertahun-tahun tiba-tiba terbakar. Dan kakaknya mengalami kecelakaan. Orang tuanya membutuhkan banyak uang untuk biaya operasi kakaknya, hingga mereka menggadaikan rumah. Anand lah yang membantu mereka untuk biaya operasi kakaknya, dan menebus sertifikat rumah mereka yang hampir disita oleh bank. Bahkan Anand memberi uang pada orang tua Rindy untuk membangun kembali restoran mereka dengan syarat, mereka harus menikahkan Anand dengan Rindy.


"Kenapa diam? Apa yang aku katakan benar bukan? Mereka menerima bantuan dari ku, dan menyerahkan kamu padaku sebagai imbalan,"sinis Anand.


Anand berjalan mendekati Rindy, kemudian membelai rambut panjang Rindy,"Kamu sekarang adalah milikku. Walaupun dulu kamu menolak ku berulang kali, akhirnya kamu tetap menjadi milikku, 'kan? Dengan uang, aku bisa membeli apapun, termasuk dirimu,"ucap Anand dengan senyum kemenangan.


"Kamu memang bisa membeli semua dengan uang. Termasuk membeli ku dari kedua orang tuaku. Tapi kamu tidak akan pernah bisa membeli hati dan cinta ku. Kamu tidak akan pernah memiliki aku seutuhnya. Karena aku tidak mencintai mu,"ucap Rindy emosi.


"Cih, cinta! Kamu mencintai Rio? Apa cintamu pada Rio bisa membantu orang tuamu saat sedang kesusahan? Cepat atau lambat kamu akan melupakan Rio,"ujar Anand.

__ADS_1


"Aku tidak akan pernah melupakan nya. Walaupun aku tidak mungkin lagi bersamanya, aku akan tetap mencintai dia,"ucap Rindy menatap tajam pada Anand.


"Baiklah, aku akan membuat mu melupakan nya,"ucap Anand seraya melepaskan tuksedo dan kemeja yang dipakainya hingga sekarang tinggal bertelanjang dada. Anand mendekati Rindy yang memalingkan wajahnya. Dengan sekali sentakan, Anand merobek gaun yang dikenakan Rindy hingga tinggal pakai dalam yang melekat di tubuh Rindy. Rindy diam mematung tanpa perlawanan.


Dengan sekali sentakan Anand menggendong Rindy dan membaringkan tubuh Rindy diatas ranjang,"Malam ini kamu akan menjadi milikku.. seutuhnya,"ucap Anand seraya membelai pipi Rindy.


"Kamu bisa memiliki tubuh ku, tapi tidak dengan hati dan cinta ku,"ucap Rindy memejamkan matanya dengan bulir-bulir air mata yang jatuh dari kelopak matanya.


"Damn!"umpat Anand merasa kesal. Melihat Rindy yang nampak pasrah dengan wajah yang basah oleh air mata itu membuat keinginan Anand untuk bercinta dengan Rindy jadi hilang. Yang tertinggal hanya rasa kesal pada Rindy.


"Turun dari ranjang ku!"bentak Anand yang membuat Rindy tersentak dan spontan membuka matanya,"Aku tidak berselera lagi untuk meniduri mu. Turun dari ranjang ku! Dan jangan pernah naik ke ranjang ku tanpa izin dari ku!"bentak Anand lagi penuh emosi. Rindy pun bergegas turun dari ranjang itu.


"Aku sudah membakar restoran kalian demi mendapatkan kamu. Apa aku juga harus melenyapkan kekasih mu itu, agar kamu bisa melupakan nya?"tanya Anand membuat Rindy membulatkan matanya.


"Kau! Jadi semua itu adalah ulahmu? Dasar brengseek! Bajingan!"pekik Rindy penuh amarah memukuli dada Anand, namun Anand segera mencekal tangan Rindy.


"Jika kau melakukan sesuatu yang membuat ku kesal, aku akan membuat orang-orang yang kamu cintai menderita!"ancam Anand kemudian menghempaskan tangan Rindy.


Dengan air mata yang mengalir, Rindy segera mengambil baju ganti lalu masuk ke dalam kamar mandi.


Anand mengusap wajahnya dengan kasar kemudian membaringkan tubuhnya di atas ranjang. Sejak kejadian itu Anand dan Rindy pun tidak pernah tidur seranjang.


...🌟"Tidak semua yang ada di dunia ini bisa dibeli dengan uang."🌟...


...'Nana 17 Oktober"...


...🌸❀️🌸...


.

__ADS_1


.


To be continued


__ADS_2