Menjadi Dia

Menjadi Dia
28. Kamar Sebelah


__ADS_3

Anand mengikuti Rindy masuk ke dalam kamar Rindy. Kamar yang tidak terlalu besar dan tentunya jauh lebih besar kamar Anand dari pada kamar Rindy. Ranjangnya pun tidak terlalu besar, tapi nampaknya cukup untuk mereka berdua.


"Maaf, kamarku tidak sebesar dan sebagus kamarmu,"ucap Rindy menatap Anand yang nampak memperhatikan seluruh ruangan kamar Rindy.


"Tidak masalah,"sahut Anand seraya melepas kancing kemejanya satu persatu.


"Ka.. kamu mau apa?"tanya Rindy seraya membalikkan tubuhnya membelakangi Anand.


"Aku mau mandi,"ucap Anand seraya berjalan mendekati Rindy dan berbisik,"Bagaimana jika kita mandi bersama?"tanya Anand langsung memeluk Rindy dari belakang.


"Di sini tidak ada bathtub dan air hangat seperti di rumah mu,"ucap Rindy berusaha melepaskan pelukan Anand, tapi tidak bisa


"Tidak ada air hangat? Ah, aku tidak mau mandi air dingin. Mandi air dingin di malam hari dapat menyebabkan reumatik, asam urat, gangguan metabolisme tubuh dan juga penuaan dini. Aku tidak ingin tua sebelum waktunya,"ujar Anand yang masih memeluk Rindy dari belakang.


"Ya sudah. Sebaiknya kita tidur,"ucap Rindy kembali berusaha melepaskan pelukan Anand.


"Aku tidak bisa mandi air hangat. Aku akan kesulitan tidur kalau tidak mandi. Bagaimana jika kita mandi keringat saja malam ini? Pasti akan cepat tidur,"bisik Anand dengan suara menggoda, membuat Rindy membulatkan matanya.


"Anand, jangan macam-macam!"sergah Rindy yang tahu kemana arah pembicaraan suaminya itu.


"Aku tidak mau macam-macam, sayang. Aku cuma mau satu macam saja,"ujar Anand kemudian mengecup lembut leher Rindy.


"Anand, kamar ku tidak kedap suara seperti kamarmu,"bujuk Rindy agar Anand mengurungkan niatnya.


Anand kembali berbisik,"Aku akan menutup mulut mu dengan mulut ku rapat-rapat, agar tidak ada yang bisa mendengar saat kita sedang bercinta,"ucap Anand dengan sekali sentakan langsung menggendong Rindy. Tapi, apakah benar? Bisa mengontrol suara saat mereka sedang bercinta?


"Anand!"pekik Rindy yang terkejut karena tindakan Anand.


"Apa yang dilakukan pria brengseek itu pada adikku? Awas saja jika dia berani menyakiti adikku. Akan ku hajar pria brengseek itu sampai babak belur,"gumam Jefri yang ada di kamar sebelah. Kedua tangan Jefri terkepal, saat mendengar teriakan adiknya. Jefri menajamkan pendengarannya, bersiap menerobos ke kamar adiknya dan menghajar Anand jika adiknya disakiti oleh Anand.


Anand menggendong Rindy menuju ranjang, kemudian membaringkan tubuh Rindy dan langsung menindihnya. Anand mencium bibir Rindy dengan lembut, memulai pergulatan panas mereka di atas ranjang. Rindy pun akhirnya pasrah, percuma menolak Anand. Suaminya itu tidak akan berhenti membujuknya sampai Rindy menyerah. Helai demi helai benang yang menempel di tubuh mereka pun terlepas dan berceceran di lantai. Suara-suara aneh pun mulai terdengar di ruangan kamar yang tidak terlalu besar itu.

__ADS_1


"Anand!"suara seksi itupun sukses keluar dari mulut Rindy saat Anand mulai membuatnya merasakan kenikmatan karena sentuhan dan gerakan yang dilakukan oleh Anand.


"Ughh..sayang!"sahut Anand dengan suara berat dan napas memburu. Pria itu juga merasakan kenikmatan yang sama dengan Rindy.


"Shiitt! Brengseek! Apa yang sedang mereka lakukan?"umpat Jefri yang dari tadi menajamkan pendengarannya. Bukan mendengar suara adiknya disiksa oleh Anand seperti perkiraan nya, namun Jefri malah mendengar suara Anand dan Rindy yang sedang bercinta di kamar yang letaknya bersebelahan dengan kamar nya.


Jefri beranjak dari tempat nya berdiri, mencari earphone nya dan berniat memutar musik di handphone nya sedikit keras agar tidak mendengar suara adik dan adik iparnya yang sedang bercinta.


"Sial! Kenapa earphone ini tidak mengeluarkan suara?"gerutu Jefri yang menjadi semakin kesal saat mengetahui bahwa earphone nya ternyata sudah rusak.


Jefri merebahkan tubuhnya di atas ranjang, kemudian menutup kepalanya dengan bantal agar tidak mendengar suara erangan dan desa Han dari kamar sebelah. Namun sialnya suara-suara itu masih saja terdengar di telinga nya.


"Dasar tidak beradab! Kenapa mereka berisik sekali? Apa mereka tidak malu suara mereka didengar oleh orang lain? Dasar tidak tahu malu?"umpat Jefri yang benar-benar merasa kesal karena mendengar suara berisik dua insan yang sedang bercinta di kamar sebelah.


Lama kelamaan, Jefri tidak tahan juga mendengar suara dari kamar sebelah. Dengan wajah yang sangat kesal, Jefri keluar dari kamarnya. Suara sepasang suami-isteri yang sedang memadu kasih itu benar-benar membuat pendengarnya terganggu.


"Apa Rindy sudah melupakan Rio dan mencintai pria brengseek itu, hingga dia begitu menikmati saat bercinta dengan pria brengseek itu?"gerutu Jefri yang saat ini sedang duduk di teras samping rumah.


Walaupun Rio bukan orang kaya, namun Jefri lebih setuju jika Rindy menikah dengan Rio dari pada dengan Anand. Karena dulu, Jefri sudah menyelidiki Rio saat adiknya berpacaran dengan Rio. Menurut Jefri, Rio adalah pria yang baik dan bertanggung jawab. Sedangkan Anand dalam pandangan Jefri adalah pria brengseek.


Sementara itu, di dalam kamar Rindy, setelah mendapatkan apa yang diinginkan nya, Anand mengecup lembut kening Rindy.


"Terimakasih!"ucap Anand seraya menyeka keringat di wajah istrinya, kemudian mengecup bibir Rindy beberapa kali. Anand turun dari atas tubuh Rindy dan menyelimuti tubuh Rindy yang polos tanpa sehelai benang, kemudian turun dari ranjang dan memunguti pakaiannya.


Rindy mengernyitkan keningnya saat Anand kembali memakai pakaian nya. Biasanya setelah bercinta dengan dirinya, Anand akan langsung tidur memeluk Rindy tanpa mengenakan kembali pakaiannya. Karena itu, Rindy merasa heran saat Anand kembali memakai pakaiannya.


"Kamu mau kemana?"tanya Rindy yang tidak bisa menahan rasa penasarannya.


"Aku haus sekali. Aku ingin minum. Apa kamu juga haus dan ingin aku ambilkan minum?"tanya Anand seraya merapikan pakaian nya.


"Tidak. Aku tidak haus,"jawab Rindy.

__ADS_1


"Baiklah kamu tidur saja duluan. Aku akan minum dulu, sekalian mencari angin di luar. Disini panas sekali,"ucap Anand mengecup pipi Rindy kemudian keluar dari kamar itu.


Setelah menghilangkan dahaganya, Anand berniat mencari udara segar. Tanpa sengaja Anand melihat pintu samping rumah terbuka. Anand pun berjalan kearah pintu itu dan melihat kakak iparnya sedang duduk santai bersandar di kursi dengan jari telunjuk dan jari tengah mengapit sebatang rokok dan menghisapnya. Kepulan asap putih pun keluar dari bibir pria yang sekarang sudah menjadi kakak iparnya itu.


"Merokok tidak baik untuk kesehatan,"ujar Anand berdiri di samping Jefri seraya mengantongi kedua tangannya.


"Uhuk.. uhuk..uhuk.."Jefri terbatuk-batuk karena terkejut dengan kehadiran Anand.


"Brengseek!"umpat Jefri setelah batuknya reda,"Ngapain kamu kesini?"tanya Jefri terdengar ketus dan tatapan mata yang penuh kebencian.


"Cari angin. Di dalam rasanya panas sekali,"ucap Anand tenang. Sebenarnya Anand agak heran saat mendengar suara kakak ipar nya terdengar ketus dan tatapan matanya penuh kebencian. Anand jadi bertanya-tanya kenapa kakak iparnya bersikap seperti itu padanya.


"Ceraikan adikku!"ucap Jefri tiba-tiba seraya menekan ujung rokoknya yang menyala ke dalam asbak, membuat Anand terkejut.


"Kenapa aku harus menceraikan istri ku?"tanya Anand tidak mengerti kenapa Jefri ingin dirinya menceraikan Rindy. Anand menatap lekat pria yang baru kali ini ditemuinya dan diajaknya bicara itu.


"Karena pria brengseek seperti kamu tidak pantas untuk adikku!"ucap Jefri penuh kebencian.


"Aku dulu memang brengseek. Tapi itu sudah berlalu,"ujar Rio yang berwujud Anand. Mengetahui bagaimana dulu tubuh yang sekarang ditempatinya menjalani hidup.


"Aku tidak perduli dengan mu. Aku hanya perduli dengan adikku. Ceraikan adikku!" ucap Jefri tidak terlalu kuat tapi penuh penekanan.


"Aku tidak akan pernah menceraikan Rindy. Selama aku masih hidup dan masih bernapas, Rindy akan tetap menjadi istriku, sampai napas terakhir ku,"ucap Anand yang terdengar tegas tanpa keraguan.


...🌟"Sebagian orang melupakan banyak nya kebaikan seseorang hanya karena orang itu melakukan sedikit kesalahan."🌟...


..."Nana 17 Oktober"...


...🌸❀️🌸...


.

__ADS_1


.


To be continued


__ADS_2