
Rin, besok pagi kita ke rumah mu. Aku ingin mengulangi pernikahan kita,"ucap Rio membuat Rindy terkesiap, menatap Rio dengan ekspresi tidak percaya.
"Untuk apa melakukan nya? Hubungan di antara kita tidak akan berubah walau berapa kali pun kamu menikahi aku,"ketus Rindy yang sedang duduk di pinggir ranjang.
Rio yang sedang duduk bersandar di headboard ranjang itu memejamkan matanya sesaat, kemudian menatap Rindy yang duduk membelakangi nya.
"Rin, apa kamu percaya jika roh seseorang bisa pindah ke tubuh orang lain?"tanya Rio masih setia menatap punggung Rindy.
Rindy tertawa mendengar kata-kata Rio,"Sepertinya setelah kecelakaan, otakmu memang bermasalah,"ujar Rindy mencibir.
"Apa kamu tidak ingat? Aku sering mengajak mu pergi ke warung mie ayam mang Udin dan memesan mie ayam yang banyak mutilasi nya?"tanya Rio mencoba mengingatkan Rindy.
Rindy terkesiap mendengar pertanyaan Rio yang berwujud Anand itu. Namun sesaat kemudian Rindy bersikap biasa. Rindy ingat bahwa Anand memang mengetahui segala hal tentang dirinya, bahkan tentang seluruh keluarganya. Sepertinya pria itu selalu memata-matai dirinya. Bahkan saat pertama kalinya Anand menyatakan cinta pada Rindy, Anand sudah tahu semua hal tentang Rindy. Dan hal itu membuat Rindy kesal, karena Anand menguntit dirinya hingga tahu segala hal tentang nya.
Rindy memutar tubuhnya menghadap Anand,"Apa sebenarnya maksud mu? Kamu ingin mengatakan bahwa kamu Rio dan roh mu berada di tubuh Anand? Kamu pikir aku akan percaya dengan hal konyol seperti itu?"tukas Rindy yang mengerti ke arah mana pembicaraan Anand.
"Rin, ini aku! Rio! Apakah kamu tidak mengenali aku?"ucap Rio mencoba meyakinkan Rindy.
"Walaupun kamu mengaku sebagai Rio, berpenampilan, berprilaku, dan bergaya seperti Rio, aku tidak akan pernah percaya padamu, dan aku tidak akan pernah mencintai mu. Bagiku, kamu adalah orang yang aku benci karena telah membunuh orang yang aku cintai," ujar Rindy dengan wajah kesal.
"Kenapa kamu tidak mau percaya padaku? Aku benar-benar Rio, Rin. Roh ku benar-benar berpindah ke tubuh Anand. Apa aku perlu mengatakan apa saja yang pernah kita lakukan?"ucap Rio masih mencoba untuk meyakinkan Rindy.
"Kamu selalu memata-matai aku, tentu saja kamu tahu semua hal tentang aku dan Rio.Jadi, tidak usah mengaku-ngaku menjadi Rio, itu alasan yang tidak logis,"ketus Rindy kemudian berlalu meninggalkan Rio ke kamar mandi.
Rio mengusap wajahnya kasar, Anand benar-benar membuatnya susah untuk mendapatkan cinta Rindy kembali. Rio benar-benar harus memutar otak untuk meluluhkan hati Rindy. Selama menjadi pacarnya, Rindy selalu bersikap lembut padanya. Rio tidak menyangka jika Rindy punya pendirian yang begitu teguh dan keras kepala.
Keesokan harinya, Rio benar-benar mengajak Rindy kerumahnya, bahkan sudah memberi tahu kedua orang tua Rindy bahwa dia ingin mengulang ijab qobul dengan Rindy.
Di ruang tamu rumah Rindy, nampak ayah dan ibu Rindy sedang duduk bersama Anand dan Rindy.
"Nak Anand, kenapa Nak Anand ingin mengulang ijab qobul?"tanya ayah Rindy yang merasa aneh dengan permintaan menantunya itu.
"Begini yah, sebenarnya setelah kecelakaan kemarin, aku kehilangan ingatan tentang masa lalu ku. Terutama ingatan tentang pernikahan kami. Dan hal itu membuatku merasa tidak nyaman. Jadi, aku memutuskan untuk mengulang ijab qobul kami,"ujar Rio membuat alasan. Sedangkan Rindy membuang napas kasar mendengar alasan konyol pria yang dianggapnya Anand itu.
"Oh, begitu ya?! Baiklah, Nak Anand, kami akan menikahkan kalian kembali,"ucap ayah Rindy.
__ADS_1
Setelah Rio yang rohnya di dalam tubuh Anand kembali dinikahkan. Rio pun merasa lega.
"Kalian tidak menginap di sini?"tanya ibu Rindy, karena anak dan menantunya nampak bersiap-siap untuk pergi.
"Tidak usah, Bu. Lain kali saja. Kami ingin pergi berlibur dengan Rindy. Karena Senin depan, aku sudah mulai bekerja,"sahut Rio.
"Begitu, ya?! Ya sudah nggak apa-apa,"ucap ibu Rindy yang sebenarnya berharap Anand dan Rindy menginap di rumah mereka. Karena semenjak keduanya menikah, belum pernah sekalipun Anand dari Rindy menginap di rumah mereka.
"Kapan kalian berangkat?"tanya ayah Rindy.
"Sekarang, yah,"sahut Rio.
"Ya sudah, hati-hati dijalan,"ucap ayah Rindy. Mereka pun mengantarkan kepergian Rio dan Rindy sampai di pintu, dan baru masuk ke rumah setelah mobil yang dikendarai Rio sudah tidak terlihat lagi.
"Tidak usah memaksa mereka menginap di rumah kita, Bu. Anand itu anak orang kaya, rumahnya mewah, mana nyaman dia menginap di rumah kita ini,"ujar ayah Rindy setelah masuk ke dalam rumah.
"Iya, yah,"sahut ibu Rindy menghela nafas panjang.
Sedangkan di mobil.
"Rin, apa kamu sudah pernah pergi ke puncak?"tanya Rio seraya mengemudikan mobilnya.
"Huff.. Kenapa kamu datar dan ketus sekali padaku?"keluh Rio.
"Tidak usah bersikap dan bertingkah laku seperti Rio! Itu semakin membuat aku membenci mu,"ucap Rindy ketus.
Rio membuang nafas kasar, merasa frustasi dengan sikap Rindy. Susah sekali menaklukkan hati Rindy. Padahal dulu, Rio tidak perlu berjuang keras untuk mendapatkan cinta Rindy. Begitu Rio menyatakan cintanya, Rindy langsung menerima nya. Tapi sekarang, Rindy seperti macan betina yang mudah mengamuk dan sulit dihadapi.
Selama Rio berada di dalam tubuh Anand, Rindy benar-benar sulit untuk diajak berkomunikasi. Hanya wajah datar, marah dan benci yang ditujukan Rindy pada Rio. Nampak enggan bicara padanya dan sama sekali tidak ada senyum manis yang dulu sering dilihatnya.
Hari sudah sore saat mereka tiba di sebuah villa milik Anand. Udara terasa begitu dingin di vila yang berada di perkebunan teh itu.
"Tuan Muda!"sapa Darlen yang sudah datang lebih dulu ke tempat itu sesuai dengan permintaan Rio.
"Len, kenalkan, ini istriku, Rindy,"ucap Rio memperkenalkan Rindy.
__ADS_1
"Saya Darlen, nyonya. Jika butuh apa-apa, panggil saja saya,"ucap Darlen dengan seulas senyum.
"Terimakasih!"ucap Rindy tersenyum tipis.
"Apa semua keperluan kita sudah kamu siapkan, Len?"tanya Rio yang berjalan masuk ke dalam villa diikuti oleh Rindy dan Darlen.
"Sudah Tuan Muda. Pakaian Tuan dan Nyonya juga sudah saya susun di lemari,"sahut Darlen.
"Bagus. Kami akan membersihkan diri dulu,"ucap Rio melangkah menuju kamarnya diikuti Rindy yang masih setia mengekor di belakangnya.
"Baik, Tuan,"sahut Darlen.
"Kamu atau aku yang mandi lebih dulu? Atau mau mandi bareng?'"tanya Rio saat mereka sudah berada di dalam kamar, seraya mengedipkan sebelah matanya dan tersenyum genit pada Rindy.
Sesaat, Rindy terkesiap melihat tingkah Rio yang berwujud Anand itu,"A.. aku yang akan mandi duluan,"ucap Rindy bergegas masuk ke kamar mandi. Sedangkan Rio nampak tertawa tanpa suara melihat reaksi gugup Rindy karena kejahilan nya tadi.
Sementara itu Rindy yang ada di dalam kamar mandi,"Kenapa sikapnya jadi berubah-ubah seperti itu? Apa otaknya benar-benar bermasalah karena kecelakaan itu? Setahuku, dia itu orang yang kaku dan datar. Kenapa sikapnya menjadi seperti ini?"
"Setelah kecelakaan berubah menjadi lembut, setelah itu bertingkah seperti Rio dan mengaku-ngaku sebagai Rio. Dan sekarang menjadi pria yang terlihat genit. Otaknya benar-benar sudah tidak beres,"gumam Rindy bergidik ngeri seraya membersihkan dirinya.
Setelah selesai mandi, Rindy nampak kebingungan. Pasalnya, tadi dia lupa membawa handuk dan baju ganti.
"Sial! Aku harus bagaimana? Jika dia tidak ada di dalam kamar ini, aku bisa cepat-cepat mengambil pakaian. Tapi jika dia ada di kamar ini, aku terpaksa harus meminta bantuan pria brengseek itu,"umpat Rindy yang tidak memiliki pilihan lain.
Rindy membuka pintu kamar mandi itu sedikit dan menyembulkan kepalanya untuk melihat ada Anand apa tidak di dalam kamar itu. Kamar itu terlihat kosong. Untuk memastikan keberadaan Anand, Rindy pun memanggilnya. Karena tidak ada sahutan dari Anand Rindy pun segera keluar dari kamar mandi dan segera menuju ke lemari pakaian untuk mengambil handuk dan pakaian, hingga...
"Ceklek"
"Akkhh!!"
...🌸❤️🌸...
.
.
__ADS_1
.
To be continued