Menjadi Dia

Menjadi Dia
56. Siapa Dia?


__ADS_3

Malam itu, Jefri dan ayahnya sedang beres-beres di restoran mereka yang baru saja tutup. Akhir-akhir ini, restoran mereka semakin maju. Jefri nampak mengernyitkan keningnya saat mendapatkan pesan anonim.


"Datanglah ke klub malam yang ada di jalan xx. Pacar kamu, Dini, ada di sini. Jika kamu tidak datang ke sini, kamu akan menyesal,"itulah pesan yang masuk di handphone Jefri, tanpa Jefri ketahui siapa pengirimnya. Sudah beberapa kali Jefri menelpon nomer itu, tapi nomernya tidak aktif.


"Ayah, aku ada sesuatu yang harus aku kerjakan. Aku tidak bisa membantu ayah sampai selesai. Aku pergi dulu!"ucap Jefri yang langsung pergi tanpa menunggu jawaban dari ayahnya.


Ayah Jefri nampak menghela napas menatap putranya yang sudah keluar dari restoran itu,"Mau kemana dia malam-malam begini,"gumam ayah Jefri. Tak lama kemudian, suara motor Jefri terdengar meninggalkan restoran itu.


"Siapa sebenarnya orang yang mengirimi aku pesan tadi? Tapi jika aku tidak datang, aku merasa tidak tenang,"gumam Jefri melajukan motornya lumayan kencang menuju alamat yang di kirim oleh pengirim pesan anonim.


Karena waktu sudah menunjukkan pukul sebelas malam, jalanan pun tidak terlalu ramai. Tak lama kemudian Jefri tiba di alamat yang dikirimkan oleh pengirim anonim. Dan ternyata alamat itu adalah alamat sebuah klub malam. Klub malam itu nampak dikunjungi oleh orang-orang yang memakai pakaian dan juga aksesoris branded.


Saat baru saja masuk ke dalam klub malam itu, tiba-tiba tangan Jefri dipegang oleh seorang pria yang memakai kacamata.


"Pacar kamu selingkuh! Lihatlah di sana!"pria berkacamata itu menunjuk ke arah sofa. Penerangan di tempat sofa itu berada, nampak remang-remang, sehingga tidak terlalu jelas, siapa dua orang yang sedang duduk di sofa itu.


Saat Jefri akan menghampiri sofa itu, pria berkacamata itu menahan tangan Jefri.


"Mau aku tunjukkan siapa sebenarnya pacarmu itu?"tanya pria itu terlihat serius.


"Siapa sebenarnya kamu? Dan apa maksud kamu?"tanya Jefri.


"Aku ingin menunjukkan kenyataan padamu,"ucap pria berkacamata itu menarik Jefri ke suatu tempat.


Tak lama kemudian Jefri kembali bersama pria itu dengan penampilan yang berubah total. Memakai wig dengan model rambut gondrong dan kacamata yang bertengger di hidungnya. Jefri berjalan mendekati sebuah sofa yang terletak di tempat yang terlihat remang.


Jantung Jefri berdetak kencang saat melihat Dini duduk dengan seorang pria yang lebih tua darinya. Wanita yang sudah beberapa tahun dipacarinya itu menggunakan gaun yang lumayan terbuka di bagian atasnya, dengan panjang gaun yang hanya satu jengkal di atas lutut.

__ADS_1


Pundak dan dadanya terekspos, bahkan benda kembar di dadanya nampak terlihat separuhnya. Pria yang bersama Dini nampak mengelus paha mulus Dini. Bahkan pria itu mencium bibir Dini agresif. Dan mirisnya, Dini nampak menikmatinya. Terbukti dengan kedua tangan Dini yang melingkar di leher pria itu.


Jefri mengepalkan kedua tangannya, rahangnya mengeras dan matanya berkobar penuh amarah. Dada Jefri terasa seperti ditimpa batu besar, napas nya terasa sesak. Melihat wanita yang bertahun-tahun dicintainya dan menjadi pacarnya sedang bercumbu dengan pria lain.


Saat Jefri ingin menghampiri Dini, pria berkacamata yang bersamanya tadi kembali menahannya.


"Mau apa kamu? Pertujukan belum selesai. Kalau kamu menghampiri nya sekarang, kamu hanya akan mengetahuinya setengah dari kebenaran tentang kekasihmu,"ucap pria berkacamata itu.


Dengan menahan amarah yang rasanya ingin meledak dan rasa kecewa yang begitu besar, Jefri dan pria berkacamata itu mengikuti Dini dan pria yang bersama Dini. Ternyata keduanya masuk ke dalam sebuah kamar. Pria dan wanita dewasa masuk ke dalam satu kamar? Apa yang mereka lakukan? Jika sebelum masuk kedalam kamar saja mereka sudah bercumbu mesra. Itulah yang ada di otak Jefri.


Selama ini Jefri selalu berusaha memberikan apapun yang diinginkan oleh Dini sesuai dengan kemampuannya. Namun nyatanya Dini bermain di belakangnya, berselingkuh darinya.Ternyata cinta dan ketulusan yang diberikan nya selama ini tidak ada artinya bagi Dini. Ternyata apa yang dikatakan oleh Anand adalah benar adanya. Bahwa Dini bukanlah wanita baik-baik.


Dulu Jefri pernah khilaf dan melakukan hubungan layaknya suami-istri dengan Dini. Melihat Jefri yang nampak kecewa setelah berhubungan intim dengan nya, Dini pun mengarang cerita. Dini mengatakan pada Jefri jika dia meminjam uang pada Anand, tapi Anand malah memaksa Dini untuk menyerahkan kesuciannya. Dini mengatakan bahwa Anand mengancam akan menghancurkan keluarga Dini, jika Dini tidak mau melayani Anand. Sedangkan Anand membantah apa yang dikatakan Dini kepada Jefri itu.


Ingatan Jefri pun kembali pada saat dirinya bertengkar dengan Anand yang tidak lain adalah adik iparnya.


"Apa maksudmu? Aku tidak pernah memaksa wanita manapun untuk menyerahkan tubuhnya,"


"Benarkah? Apa kamu tidak ingat? Atau pura-pura amnesia? "Kamu berpura-pura menolong Dini, lalu kamu memaksa dia melayani mu. Kamu mengancam akan menghancurkan keluarganya jika dia tidak mau melayani mu,"


"Oh, perempuan itu? Aku tidak pernah memaksa nya untuk melayani ku. Dia sendiri yang datang padaku dan meminta bantuan ku, lalu menawarkan tubuhnya sebagai imbalannya,"


"Kamu jangan sembarang bicara! Aku sudah lama mengenal Dini. Dia tidak mungkin melakukan itu. Dini adalah wanita baik-baik,"


"Dia sudah tidak suci lagi saat datang padaku dan menawarkan tubuhnya untuk mendapatkan bantuan ku. Apa wanita seperti itu bisa disebut wanita baik-baik?"


"Kamu jangan memfitnah nya! Kamu sendiri yang telah merenggut kesucian nya!"

__ADS_1


"Apa kamu kekasihnya? Sayang sekali, kamu berpacaran dengan wanita murahan seperti itu. Wanita baik-baik macam apa? Kamu ditipunya,"


"Berani sekali kamu menghinanya! Dia itu wanita baik-baik. Aku sudah memacarinya bertahun-tahun. Dan kamu lah yang merenggut kesucian nya!"


"Cih, kamu ditipunya! Sudah kubilang, dia bukan wanita baik-baik. Dia bahkan beberapa kali datang menawarkan diri untuk menghangatkan ranjang ku. Dia sudah ahli dalam urusan ranjang, tapi sayang, dia tidak bisa memuaskan ku. Sekali coba, aku tidak berselera lagi dengan dia. Entah sudah berapa banyak pria yang sudah tidur dengan nya,"


Ingatan tentang pertengkaran nya dengan Anand itu membuat Jefri semakin terpukul. Hanya sekali Jefri melakukan kekhilafan dengan Dini, dan sejak saat itu, Jefri sudah beberapa kali mengajak Dini untuk menikah, tapi Dini selalu menolak nya. Ternyata itu semua karena Dini tidak hanya mempunyai hubungan dengan dirinya.


"Demi membela wanita murahan itu, aku memukuli orang yang dicintai adikku, ayah dari keponakan. Aku bahkan telah membahayakan adik dan keponakan ku. Aku sungguh bodoh! Benar-benar bodoh!"umpat Jefri pada dirinya sendiri. Tertawa tanpa suara, menertawakan dirinya sendiri.


"Kamu tidak ingin tahu apa yang sedang mereka lakukan di dalam? Tidak ingin menangkap basah mereka?"tanya pria berkacamata.


"Tidak. Aku tidak mau membuat keributan. Lagi pula, sekarang, wanita itu tidak penting lagi bagiku.Terimakasih sudah menunjukkan semua kebenaran ini padaku!"ucap Jefri pada pria berkacamata yang dari tadi bersamanya.


"Tidak usah berterimakasih! Aku melakukan semua ini karena ingin membantu seorang teman,"ucap pria berkacamata itu.


"Membantu seorang teman? Siapa teman mu itu? Apa tujuan nya menunjukkan semua ini padaku?"tanya Jefri dengan kening membentuk lipatan dan alis yang hampir menyatu.


"Dia tidak ingin kamu mengetahui siapa dia. Ku rasa, tugas ku sudah selesai. Aku permisi!"pamit pria itu bergegas meninggalkan Jefri.


"Siapa dia?"gumam Jefri menatap punggung pria berkacamata yang tadi bersamanya semakin menjauh dari pandangannya.


...🌸❤️🌸...


.


.

__ADS_1


To be continued


__ADS_2