Menjadi Dia

Menjadi Dia
43. Makan Malam


__ADS_3

Di kamar Ringgo, Silvy nampak sedang bicara serius dengan Ringgo.


"Bagaimana? Kamu berhasil atau tidak mendapatkan uang dari perusahaan?"tanya Silvy.


Semenjak Anand menjadi CEO di Barata grup, Ringgo tidak pernah lagi memberikan Silvy uang. Walaupun setiap bulan mendapatkan uang dari Pramana, namun Silvy yang bergaya ala sosialita selalu saja kekurangan uang. Dan sangat sulit meminta uang dari Pramana jika tidak untuk kebutuhan yang penting.


"Sekarang ini sangat sulit untuk mendapatkan uang dari perusahaan, ma. Sekretaris Anand saat ini sangat jeli dan aku tidak berani mengajaknya bekerja sama. Sekretarisnya itu nampak sangat akrab dengan Anand. Aku takut nanti dia malah melapor pada Anand bahwa aku mengajak dia korupsi. Dan itu sangat membahayakan aku, ma. Mereka seperti teman lama. Anand juga selalu mengadakan audit dadakan ke setiap divisi yang berbeda, mengadakan rapat setiap akhir bulan dan juga sudah memecat beberapa karyawan yang pernah aku ajak korupsi,"ujar Ringgo menghela napas berat.


"Kenapa dia jadi berubah drastis seperti itu? Apa selama ini dia hanya berpura-pura tidak tertarik dengan bisnis dan diam-diam mempelajari nya?"ujar Silvy yang sangat merasa heran dengan perubahan Anand.


"Aku juga tidak tahu, ma. Anand juga tidak pernah pergi ke klub malam lagi. Dia juga tidak pernah menginap di hotel bersama wanita penghibur lagi. Setelah pulang dari kantor, dia hanya diam di rumah. Mama lihat sendiri, 'kan?Hubungan nya dengan Rindy juga nampak membaik. Bahkan sampai sekarang dia masih menginap dirumah mertuanya,"


"Tapi akhir-akhir ini, Anand digosipkan menjalin hubungan dengan rekan bisnis nya yang bernama Nadine. Aku dengar mereka juga keluar kota bersama-sama beberapa hari yang lalu. Tadi pagi aku sempat berpikir akan ada pertengkaran antara Anand dan Rindy saat Rindy melihat Anand bersama Nadine. Nyatanya mereka malah terlihat akrab,"ujar Ringgo panjang lebar.


"Kenapa jadi sulit sekali? Papamu juga selalu memuji Anand, dia terlihat bangga sekali pada Anand. Dulu kamu yang selalu dipuji-puji, tapi sekarang, kamu seperti dilupakan. Padahal yang membantunya beberapa tahun ini adalah kamu. Mama sampai muak mendengar segala pujiannya untuk Anand,"gerutu Silvy merasa kesal.


"Tapi aku akui, dia memang hebat, ma. Cara kerjanya cepat dan tepat.Semenjak dia menjadi CEO, pendapatan perusahaan semakin meningkat. Bahkan sekarang ini, pendapatan perusahaan dua kali lipat lebih besar dari pendapatan perusahaan saat papa menjabat sebagai CEO,"ujar Ringgo.


"Lalu bagaimana kita bisa mengambil harta Anand kalau seperti ini? Apa kita harus menunggunya sampai mati?"ujar Silvy nampak kesal.


"Apa mama berpikir akan membunuhnya?"tanya Ringgo penuh selidik.


"Mama belum tahu,"ucap Silvy nampak berpikir keras.


"Jika membunuhnya, belum tentu juga hartanya akan jatuh ke tangan kita, ma. Aku dengar, dia telah menulis surat wasiat. Aku tidak tahu apa isi surat wasiat itu. Tapi yang pasti, tidak mungkin, 'kan, dia mewariskan hartanya pada kita. Aku mencoba mencari tahu dari pengacara nya, tapi pengacaranya itu tidak mau memberikan informasi apapun,"ujar Ringgo.


"Carilah cara lain? Jangan menyerah sampai kita mendapatkannya,"ucap Silvy merasa kesal.


"Akan aku pikirkan,"sahut Ringgo.

__ADS_1


***


Sementara itu, hari ini Anand pulang kerja sore hari, tidak seperti biasanya yang lembur sampai malam.


Anand tidak melihat Rindy saat memasuki kamar. Anand bergegas membersihkan dirinya untuk menghilangkan rasa penat dan juga keringat yang terasa lengket di tubuhnya.


"Rin, suamimu sudah pulang, ke kamar sana! Layani kebutuhan suamimu!"titah ibu Rindy saat mengetahui menantunya sudah pulang.


"Iya, Bu,"sahut Rindy yang sebenarnya merasa canggung bertemu Anand. Setelah tahu jika Anand tidak berselingkuh, Rindy merasa bersalah pada Anand karena telah mendiamkan Anand selama beberapa hari karena kesalah pahaman nya.


Rindy nampak ragu saat akan masuk ke kamarnya sendiri. Karena bingung harus melakukan apa, Rindy pun menyusun kan pakaian mereka ke dalam lemari. Kebetulan, pakaian itu baru saja diantar oleh laundry langganan mereka.


Rindy mendengar suara pintu kamar mandi yang terbuka. Namun Rindy tetap menyusun pakaian ke dalam lemari.


"Sayang!"ucap Anand tiba-tiba memeluk Rindy dari belakang dan mengecup lembut leher Rindy, membuat tubuh Rindy terasa meremang. Aroma segar dari tubuh Anand menyeruak di indera penciumannya.


"Anand, lepaskan! Aku sedang menyusun pakaian,"ucap Rindy mencoba menghindari Anand.


"𝘼𝙥𝙖 𝙙𝙞𝙖 𝙢𝙖𝙧𝙖𝙝? 𝙆𝙚𝙣𝙖𝙥𝙖 𝙙𝙞𝙖 𝙡𝙖𝙣𝙜𝙨𝙪𝙣𝙜 𝙢𝙚𝙡𝙚𝙥𝙖𝙨𝙠𝙖𝙣 𝙥𝙚𝙡𝙪𝙠𝙖𝙣𝙣𝙮𝙖?"gumam Rindy dalam hati merasa kecewa.


Begitulah wanita. Tadi minta Anand melepaskan pelukannya, namun setelah Anand melepaskan pelukannya, malah berpikir jika Anand marah. Wanita memang membingungkan. Mengatakan tidak apa-apa, nyatanya tidak baik-baik saja. Menyuruh untuk pasangan nya pergi, tapi setelah pasangannya pergi malah ngambek.


Ngomongnya tidak mau dikejar, tapi kalau tidak dikejar beneran,


malah marah. Kalau dirayu bilang nya "Gombal" tapi dalam hati kesenangan. Wanita memang makhluk yang paling membingungkan, apalagi kalau sudah bilang satu kata pamungkas "TERSERAH" satu kata itu adalah kata yang paling bikin pusing kaum Adam.


"Aku ingin kita pergi makan malam bersama,"ucap Anand tiba-tiba membuat Rindy membalikkan tubuhnya.


Rindy terhenyak saat menyadari bahwa teryata Anand masih berdiri di belakangnya, sehingga saat Rindy membalikkan tubuhnya, Rindy langsung berhadap hadapan dengan Anand. Rindy langsung menundukkan wajahnya, tidak berani menatap wajah suaminya. Namun sialnya pandangan matanya malah menangkap sebaris roti sobek didepan nya. Pemandangan indah yang sangat menggoda.

__ADS_1


"Kenapa? Kamu tidak mau? Kalau kamu tidak mau, aku juga tidak akan memaksa,"ucap Anand kemudian membalikkan badannya dan mulai melangkahkan kakinya.


"A.. aku mau,"ucap Rindy tergagap.


Mendengar kata-kata Rindy, Anand pun menghentikan langkahnya yang baru satu langkah dan kembali membalikkan tubuhnya menghadap Rindy.


"Apa kamu mempunyai tempat makan yang ingin kamu kunjungi? Kita akan makan malam ditempat yang kamu sukai,"ucap Anand dengan segaris senyum di bibirnya. Merasa senang karena Rindy menerima ajak kan nya.


"Tidak ada,"ucap Rindy yang memang tidak memiliki tempat yang ingin dikunjungi.


"Baiklah. Aku yang akan menentukan dimana tempat kita makan malam,"ujar Anand.


"Iya,"sahut Rindy singkat.


Malam harinya, Anand membawa Rindy ke sebuah restoran. Tidak terlalu mewah, tapi selalu ramai oleh pengunjung karena menunya yang terkenal lezat dan ada pula area outdoor nya. Anand memilih makan di area outdoor yang nampak menarik perhatian nya.


"Apa kamu menyukai tepat ini?"tanya Anand setelah mereka selesai memesan makanan.


"Suka,"ucap Rindy tersenyum tipis mengamati area di sekeliling mereka. Tempat yang tidak terlalu mewah tapi banyak dikunjungi muda mudi karena sangat Instagram able. Bukan cuma tempatnya, tapi juga menu restoran yang unik, membuat restoran itu selalu ramai oleh para pengunjung.


"Anand!"


...🌟"Jangan merasa tenang jika wanita mengatakan "Aku tidak apa-apa" karena itu artinya dia tidak sedang baik-baik saja."🌟...


..."Nana 17 Oktober"...


...🌸❤️🌸...


.

__ADS_1


.


To be continued


__ADS_2