
“Kriingg….” Sebuah deringan telepon menjeda pelukan kakak dan adik ipar yang saling mengasihi ini.
“Maaf, suara ponselku merusak suasana.” Ucap Rachel yang tersenyum kecil. Ia segera merogoh ponselnya dari dalam saku.
“Hahahaha… nggak apa-apa Chel. Mungkin dia gak mau kita terus-terusan sedih. Jawab dulu aja.” Timpal Ivana sambil menyusut air matanya yang menganak sungai.
“Oh, ini kak Fany.” Gumam Rachel saat melihat nama yang tertera di layar ponselnya.
Tumben sekali managernya menelpon di hari libur. Pasti ada sesuatu yang sangat penting.
“Halo kak….” Sapa Rachel dengan tenang.
“Iya halo Chel. Kamu lagi dimana?” suara Fany terdengar sangat tergesa-gesa.
“Em, aku di rumah. Ada apa kak?”
“Chel, ada tv gak di rumah kamu?” pertanyaan Fany memang random.
“Ada, emang kenapa?” Rachel penasaran.
“Iklan kamu udah tayaaangg… sebentar lagi, sekitar jam sepuluh akan ada penayangan perdana. Buruan kamu nyalain tivi.” Ucap Fany yang exciting sendiri.
“Apa? Beneran kak?!” Rachel tidak bisa menyembunyikan raut terkejut dan bahagianya yang muncul bersamaan.
“Iyaa beneran. Buruan siap-siap liat. Iklannya juga akan serempak di putar di akun media social rekanan kita, papan billboard dan pastinya saat komersial break. Mereka akan ngasih fillernya sama aku setelah penayangan perdana, nanti aku kirim.” Cerocos Fany dengan cepat dan semangat. Maklum, jam sepuluh pagi tinggal beberapa menit lagi.
“Aahhh ya ampuunnn… makasih kak udah ngabarin. Aku mau nyalain tivi dulu ya.” Seru Rachel.
“Iyaaa, jangan lupa kabarin keluarga kamu, biar mereka jadi orang pertama yang liat iklan kamu.”
“Iya kak, Makasi banyak. Aku akan ngasih tau mereka.”
Setelah itu perbincangan berakhir.
“Ada apa?” tanya Ivana yang penasaran.
“Iklan aku tayang perdana jam sepuluh sekarang kak.” Ucap Rachel dengan penuh binar.
“BENERAN?!” mata Ivana ikut membola saking kagetnya.
“Iya kak!”
“Aaaakkkk selamaaatt!!!” Seru Ivana yang berhambur memeluk Rachel.
Mereka terdiam bersamaan tanpa bisa berkata-kata, lengkap dengan senyum yang mengembang.
“Makasih kak, makasih.” Timpal Rachel dengan perasaan mengebu-gebu.
__ADS_1
Melihat keramaian itu, Nata pun masuk ke kamar Ivana.
“Nata, iklannya Rachel mulai diputar jam sepuluh sekarang.” Seru Ivana.
“Oh ya?” Nata pura-pura tidak tahu.
“Iya mas.” Seru Rachel dengan antusias pada suaminya.
“Kalo gitu, selamat.” Nata mengulurkan tangannya pada Rachel.
Bukannya membalas uluran tangan Nata, Rachel malah berhambur memeluk suaminya.
Nata sampai kaget sementara Ivana hanya terkekeh geli melihat tingkah Rachel yang seperti anak kecil. Gadis itu benar-benar membuat Ivana melupakan kesedihannya selama beberapa saat.
“Aku seneng banget, karena izin mas aku bisa merasakan rasa bangga seperti ini.” Ungkap Rachel dengan penuh kesungguhan.
“Ya, aku memang baik.” Timpal manusia kaku yang menyebalkan ini.
“Isshhh mas Nata, ngeselin responnya.” Rachel melepaskan pelukannya dan memukul lengan Nata. Tapi Nata hanya terkekeh.
Rachel terdiam beberapa saat, melihat suaminya yang akhirnya tertawa tepat dihadapannya. Ini tawa pertama yang dilihat dan didengar Rachel. Sungguh ini membuat dada Rachel bergemuruh.
Cepat-cepat Rachel memeluk kembali suaminya. “Aku memaafkan sikap menyebalkan mas karena saat ini aku sedang sangat bahagia.” Ucapnya ditelinga Nata.
“Tentu, aku sangat berterima kasih.” Timpal Nata seraya mengecup pipi Rachel.
“Dua menit lagi nih.” Ucap Ivana menyadarkan Rachel.
Sekarang masih iklan susu kental manis, lalu iklan mie instan dan iklan pengharum ruangan. Rasanya dua menit itu lama sekali kawan. Ketiga orang ini benar-benar tidak sabar tapi tidak ada yang berani bersuara apalagi protes.
“Alam, menjadi rumah bagi jutaan mahluk hidup.” Kalimat prolog pertama itu membuat jantung Rachel seperti berhenti berdetak.
Ia melihat dirinya yang berjalan disekitar hutan yang semula rimbun dan menyegarkan. Tapi seiring berjalannya waktu semuanya mulai gersang dan dipenuhi sampah.
“Alam, adalah tempat terbaik untuk kita dan kewajiban kitalah untuk menjaganya.” Kalimat kedua ini jelas diucapkan Rachel tanpa proses dubbing.
Rachel sampai merremas tangan Nata saking gugupnya mendengar suaranya sendiri.
“Stop buang sampah sembarangan." Itu suara pemeran lain.
"Hentikan setiap prilaku buruk yang dapat merusak alam kita." Kali ini suara Marsya yang terdengar.
"Alam akan memelukmu saat kamu menjaga dan menyayanginya.” Tandas Rachel dengan senyum terkembang di ujung kalimatnya.
Untuk beberapa saat ketiganya terdiam melihat sosok yang tidak asing dihadapan mereka. Hanya dalam tiga puluh dua detik saja iklan itu di kemas dengan apik. Setelah iklan sarung, mereka bau sadar kalau sudah ada banyak iklan yang mereka tonton. Rasanya mereka masih berharap iklan itu diputar ulang.
“Mami….” Suara kecil Brandon yang kemudian menyadarkan ketiga orang itu.
__ADS_1
“Keren….” Ucap Ivana, lirih. Ia menoleh Rachel yang masih termangu mengingat setiap detik dari iklan yang ditayangkan.
“Iklannya benar-benar keren Chel.” Puji Ivana dengan sungguh-sungguh.
“Benarkah?” Rachel menoleh Ivana dan Nata bergantian.
“Ya, sangat bagus.” Ucap Nata, menguatkan.
Rachel tidak mampu berkata-kata ia hanya termenung di tempatnya.
“Kenapa?” tanya Ivana. Ia tidak mengerti mengapa Rachel malah terlihat sedih.
Rachel menoleh Ivana dengan raut wajahnya yang sedih. “Aku lupa ngabarin mamah sama kak Ruby.” Ucapnya penuh sesal.
“Asstagaaaa, iyaa….” Ivana menepuk dahinya sendiri. Karena kesenengan, mereka sampai lupa mengabari orang-orang terdekat Rachel.
Tapi kemudian mata Rachel membulat, saat ia melihat sebuah video yang masuk ke kotak pesannya. Video itu dikirim oleh Ruby.
“Suasana nunggu penayangan perdana iklannya adek.” Ucap Ruby sebagai opening.
Ia tidak menyangka kalau keluarganya tahu iklannya akan diputar. Jangan lupa, ada Calvin yang pasti memberitahu mereka.
Ruby menaruh ponsel yang mengarah kepada Eva yang sedang duduk termangu di depan televisi. Eva dan Ruby duduk tenang menunggu iklan ditayangkan. Dan benar saja, dalam beberapa detik iklan Rachelpun muncul.
Eva sampai membekap mulutnya saat melihat wajah putrinya ada di layar kaca. Mata bulatnya meneteskan air mata kebanggan.
“First impression-nya mamah.” ucap Ruby sambil mengarahkan kamera mendekat pada Eva.
Rachel bisa melihat Eva yang tersenyum dan menangis di waktu yang bersamaan.
“Iklannya keren dek, mamah suka.” Begitu komentar Eva.
Seketika jantung Rachel berdebar kencang. Tidak ada kalimat yang bisa menggambarkan bagaimana perasaan harunya melihat Eva begitu bangga padanya.
“Good job adek. Kalau ke sini nanti kakak bikini ramen. Love you bontot.” Tutup Ruby seraya mengecup layar ponselnya dan videopun berakhir.
“Huhuhu….” Rachel menangis tersedu-sedu melihat video itu. Antara senang dan haru bercampur menjadi satu.
Ivana segera meraih tubuh Rachel dan membawanya kepelukannya.
“Wohooo … Keluarga Wijaksono punya mantu artis. Kereeennn… papah pasti bangga.” Ungkap Ivana sambil menepuk-nepuk bahu Rachel.
“Kakak, aku seneng….” Ujar Rachel di sela tangisnya.
“Hahahahaha… Iyaa, aku juga seneng.” Timpal Ivana yang akhirnya bisa tertawa lebar.
Senengnya Rachel itu lucu, membuat Nata ingin mengigit tangannya yang dingin dan sedang ia genggam.
__ADS_1
Bolehkah?
****