Menjadi Dia

Menjadi Dia
58. Bertindak Keras


__ADS_3

Jefri dan Nadine langsung menoleh ke arah orang yang memanggil Jefri. Melihat siapa yang memanggil Jefri Nadine langsung memasang wajah sinis, sedangkan Jefri langsung memasang wajah datar.


"Ish.. si jal*ng ini,"gerutu Nadine yang masih bisa di dengar Jefri. Jefri merasa penasaran, apakah Nadine tahu soal Dini, hingga Nadine berkata seperti itu.


"Sayang, sedang apa kamu di sini? Siapa dia?"tanya perempuan yang tidak lain adalah Dini, menatap Nadine sinis. Perempuan itu langsung bergelayut di lengan Jefri namun langsung di tepis oleh Jefri.


"Sayang, kamu kenapa?Siapa dia? Dan kenapa nomor kamu beberapa hari ini tidak aktif?"tanya Dini yang terkejut dengan reaksi Jefri yang tidak mau dipegang olehnya. Dini nampak penasaran dengan wanita yang bersama Jefri. Wanita yang terlihat lebih cantik dan lebih berkelas darinya. Ada rasa curiga di hati Dini pada keduanya.


"Aku adalah calon istrinya,"ucap Nadine langsung memeluk lengan Jefri dengan manja.


"Jangan mengaku-ngaku! Aku adalah pacar Jefri. Kami sudah lama pacaran! Lepaskan pacar ku! Dasar pelakor!"sergah Dini, ingin menarik Nadine agar tidak menempel pada Jefri. Tapi Jefri langsung menghalangi Dini agar tidak menyentuh Nadine. Tanpa disadari ketiganya, mereka telah menjadi pusat perhatian orang-orang di sekitar tempat itu.


"Jangan sentuh Nadine!"sergah Jefri menatap tajam pada Dini.


"Sayang, kamu mengkhianati aku?"tuduh Dini menatap Jefri nampak tidak percaya. Pria yang sudah beberapa tahun di pacari nya sekarang bersama dengan wanita lain. Dini tdak terima jika dirinya dikhianati. Padahal dirinya berulangkali mengkhianati Jefri. Sedangkan orang-orang yang dari tadi memperhatikan ketiganya nampak memandang sinis pada Nadine dan Jefri.


"Sayang sekali, cantik-cantik malah jadi pelakor,"


"Apa dia sudah tidak laku lagi!"


"Laki orang memang lebih menantang,"


"Lakinya mata keranjang, perempuan nya jal*ng,"


Itulah bisik-bisik orang-orang yang memperhatikan ketiga orang yang sedang bersitegang itu. Menatap Nadine dan Jefri dengan sinis dan nampak bersimpati pada Dini


"Mengkhianati kamu? Tanyakan pada diri mu sendiri, siapa yang mengkhianati siapa? Sudah bertahun-tahun kita pacaran, sudah berulang kali aku mengajak kamu menikah, tapi kamu selalu beralasan belum siap. Dan mirisnya, kamu malah berselingkuh di belakang ku,"ujar Jefri tersenyum sinis.


"Apa maksud kamu? Aku tidak pernah selingkuh dari kamu. Itu fitnah! Siapa yang mengatakan itu padamu?"bantah Dini menutupi keterkejutannya.


"Kamu tidak usah mengelak! Aku melihatnya dengan mata dan kepalaku sendiri. Kamu di klub malam dengan pakaian minim.Kamu bercumbu mesra di klub malam bersama seorang pria. Bahkan kamu bermalam bersama pria itu di sebuah kamar hotel. Mulai hari ini, kita putus! Jangan pernah menunjukkan wajahmu di depan ku lagi!"tegas Jefri kemudian membawa Nadine pergi dari tempat itu.


"Eh, teryata perempuan itu yang seorang jal*ng,"


"Jal"ng teriak jal*ng!"


"Pantas saja pacarnya cari yang lain,"


Orang-orang yang memperhatikan ketiganya pun sekarang beralih simpati pada Nadine dan menatap sinis pada Dini. Begitulah masyarakat. Mereka selalu menilai dari apa yang mereka lihat dan mereka dengar. Padahal apa yang mereka lihat dan mereka dengar itu belum tentu benar.


"Jef! Tunggu, Jef! Aku bisa jelaskan semuanya!"Dini mencoba menahan Jefri.


"Tidak ada lagi yang perlu dijelaskan!"ucap Jefri menepis tangan Dini yang memegang tangannya.


"Sial! Kenapa dia bisa tahu! Siapa wanita itu?Sejak kapan dia bersama wanita itu? Sepertinya dia wanita kalangan atas,"gerutu Dini merasa kesal.

__ADS_1


"Apa kamu mengenal Dini?"tanya Jefri saat dia dan Nadine sudah keluar dari restoran itu.


"Tidak. Tapi, aku tahu dari Rindy. Rindy mendengar saat perempuan itu bicara dengan temannya. Dia bilang, dia memang mencari pria kaya. Dan alasan kenapa dia tetap bertahan dengan kamu adalah karena kamu masih terus memberinya uang. Tapi Dini ingin mencari yang lebih kaya lagi dari kamu,"ujar Nadine jujur adanya.


"Aku tidak menyangka dia wanita seperti itu. Selama ini aku telah salah menilainya karena dibutakan oleh cinta,"ujar Jefri membuang napas kasar, merasa bodoh karena ditipu Dini habis-habisan.


***


Putra nampak masuk ke dalam ruangan Anand dengan membawa beberapa berkas. Sedangkan Anand nampak memeriksa dan menandatangani berkas-berkas yang ada di atas mejanya.


"Ri, ini berkas yang kamu minta,"Putra meletakkan beberapa berkas di atas meja Anand.


"Terimakasih. Hari ini tidak ada jadwal pertemuan dengan klien, 'kan?"tanya Anand masih fokus dengan berkas di tangannya.


"Untuk hari ini dan besok tidak ada. Tapi lusa jadwal kamu padat,"sahut Putra.


Tok! Tok! Tok Tok !


Tiba-tiba pintu ruangan Anand di ketuk dengan keras. Membuat Anand dan Putra saling menatap dengan penuh tanda tanya.


"Masuk!"titah Anand yang penasaran.


"CEO, ada yang ingin membobol data perusahaan kita,"ucap seseorang yang masuk ke ruangan Anand itu dengan wajah panik.


"Sial!"umpat Anand dan Putra.


Putra memang pandai dalam bidang IT dan bisa di andalkan, karena Putra memang hobi mengotak-atik komputer. Dengan jemari yang nampak lihai menari di atas keyboard komputer, Putra terus memperkuat keamanan data perusahaan Anand yang hampir saja di bobol orang. Suasana tegang pun terjadi saat Putra terus memperkuat sistem keamanan data perusahaan dan pihak lawan berusaha membobol sistem keamanan yang terus diperkuat Putra.


Di sebuah ruangan,"Kenapa lama sekali? Kata kamu tadi sudah hampir berhasil, tapi ini sudah hampir satu jam, dan kamu belum bisa juga membobol data perusahaan Anand,"gerutu pria yang tidak lain adalah Ringgo.


"Tadi sudah hampir berhasil, bos. Tapi tiba-tiba sistem keamanan nya diperkuat. Bahkan sekarang mereka sedang menyerang balik kita,"sahut orang yang disuruh Ringgo untuk membobol data di perusahaan Anand.


"Bagaimana pun caranya, kamu harus mendapatkan data perusahaan mereka. Atau aku tidak akan memberimu uang sepeser pun,"ancam Ringgo. Sedangkan orang yang disuruh Ringgo nampak sangat serius dan terlihat tegang menatap layar komputer nya dengan jemari yang bergerak cepat di keyboard komputer.


Di pihak Putra,"Kita beri mereka serangan pamungkas. Biar mereka tahu rasa!"ucap Putra dengan senyum berbahaya. Jemari tangannya terus bergerak dengan cepat. Anand dan Tim IT yang ada di ruangan itu pun nampak fokus pada layar komputer di hadapan Putra.


"Apa yang terjadi?"tanya Ringgo saat melihat beberapa kali layar komputer orang yang disuruhnya menampilkan tulisan eror.


"Mereka semakin gencar menyerang balik,"ucap orang yang di suruh Ringgo nampak panik.


"Mampus!"ucap Putra menyeringai.


"Sial!"pekik orang suruhan Ringgo.


"Boom"

__ADS_1


"Arrghh!"pekik Ringgo dan orang suruhan nya saat komputer yang ada di depan mereka tiba-tiba meledak.


"Yes!"teriak Putra mengepalkan kedua tangannya ke atas dengan tersenyum lebar.


"Kita berhasil!"ucap semua orang yang ada di ruangan bersama Putra nampak senang.


"Komputer mereka pasti sudah meledak!"ucap Putra kemudian tertawa.


"Makasih, Put! Kalau tidak ada kamu, meraka pasti sudah membobol data perusahaan kita,"ucap Anand seraya menepuk pundak Putra.


"Ini adalah tempat ku mengais rejeki. Mana mungkin aku biarkan, jika ada orang yang ingin menghancurkan nya. Dia semakin nekat saja,"sahut Putra.


"Sepertinya aku harus bertindak keras padanya. Kali ini dia sudah sangat keterlaluan,"ucap Anand yang sudah lama mencari bukti tentang kecurangan Ringgo di Barata grup.


"Kita sudah punya banyak bukti. Aku rasa semua bukti yang kita miliki sudah cukup untuk membuat dia mendekam di penjara,"sahut Putra.


"Iya. Kita akan segera melaporkan dia. Aku sudah muak dengan dia,"ujar Anand dengan tatapan tajam.


...🌟"Saat kepercayaan dikhianati, maka akan sulit untuk mendapatkan nya kembali."🌟...


..."Nana 17 Oktober"...


...🌸❀️🌸...


...The year 2022 is full of ups and downs. Wave goodbye to the old and embrace the new full of hope, dream, and ambition....


...Wishing you a happy new year full of happiness! Tomorrow is the first blank page of a 365-page book....


...Write a good one! Write it on your heart that every day is the best day in this new year!...


...Happy new year!...


...Tahun 2022 penuh dengan pasang surut. Ucapkan selamat tinggal pada masa lalu dan rangkul yang baru dengan penuh harapan, impian, dan ambisi....


...Semoga kamu mendapatkan tahun baru yang penuh kebahagiaan! Besok adalah halaman kosong pertama dari buku setebal 365 halaman....


...Ayo kita tulis hal-hal baik! Tulis di hatimu bahwa setiap hari adalah hari terbaik di tahun baru ini....


...Selamat tahun baru!...



.


.

__ADS_1


To be continued


__ADS_2