Menjadi Dia

Menjadi Dia
13. Sulit Ditebak


__ADS_3

"Apa papa benar-benar akan menyerahkan posisi itu pada Anand?"tanya Silvy pada Pramana. Silvy masih berharap agar Pramana tidak menyerahkan posisi itu pada Anand,.agar Ringgo bisa menempati posisi itu.


"Apa aku punya pilihan lain?"Pramana malah balik bertanya pada Silvy,"Anak itu begitu keras kepala jika sudah menyinggung tentang warisan dari mamanya. Tapi aku tidak menyangka jika dia begitu arogan ingin menjadi CEO Barata grup,"ujar Pramana nampak berat untuk menyetujui permintaan Anand.


"Tapi, pa, bagaimana jika sampai Barata grup sampai bangkrut karena Anand?"Silvy merasa khawatir jika Barata grup bangkrut, maka mereka akan jatuh miskin.


"Kalau aku tidak menurutinya, aku takut Anand benar-benar menarik seluruh saham nya dari Barata grup. Walaupun aku menyerahkan posisi itu, aku akan tetap mengawasi nya. Semoga saja dia bosan setelah tau beratnya menjabat posisi sebagai CEO. Dengan begitu dia akan mundur dengan sendiri,"ujar Pramana.


"Semoga saja,"sahut Silvy yang sangat berharap jika Anand akan menyerah menjabat sebagai CEO di Barata grup, karena menjabat sebagai seorang CEO itu tidak lah mudah.


Mendengar perbincangan kedua orang tuanya itu, Ringgo pun sangat yakin jika Anand tidak akan bertahan lama menjabat sebagai CEO di Barata grup.


Namun sayangnya, harapan mereka itu akan sulit terkabul. Karena Anand yang sekarang bukanlah Anand yang dulu. Anand yang sekarang adalah Rio, murid berprestasi yang selalu mendapatkan beasiswa dari SD sampai kuliah.


Bahkan sebelum roh nya berpindah ke dalam tubuh Anand, Rio sudah dipercaya menjabat sebagai COO ( Chief Operating Officer ) karena kecerdasan yang dimilikinya. Walaupun perusahaan tempatnya bekerja dulu tidak sebesar Barata grup, tapi Rio sudah memiliki pengalaman berkecimpung dalam dunia bisnis.


Pramana meninggalkan ruangan itu menuju ruang kerjanya, sedangkan Ringgo nampak mendekati mamanya.


"Ma, semakin kesini, aku semakin tidak mengenali Anand. Sikapnya berubah ubah, sulit untuk ditebak. Mungkin benar kata papa, otak Anand jadi bermasalah karena kecelakaan itu,"ucap Ringgo menghela napas berat.


"Mama juga merasa begitu. Dan yang lebih anehnya lagi, sikapnya pada Rindy berubah drastis setelah tiga hari pergi bersama Rindy. Sebenarnya mereka pergi kemana selama tiga hari ini? Kenapa sikap Anand jadi berubah seperti itu? Padahal dulu Anand bersikap dingin pada Rindy, tapi tadi... Anand bahkan memanggilnya sayang,"

__ADS_1


"Tadi mama melihat Anand menatap Rindy penuh cinta, Anand juga menjadi sangat perhatian dengan Rindy,"ujar Silvy yang benar-benar bingung dengan sikap Anand.


"Dulu aku menyangka jika Anand tidak mencintai Rindy, tapi ternyata aku salah menilai. Bahkan semenjak kecelakaan itu Anand sama sekali tidak mau aku ajak pergi dugem, ma. Biasanya jika aku tawari wanita cantik dia langsung bersemangat, tapi semenjak kecelakaan itu, dia nampak tidak tertarik saat aku tawari wanita cantik,"


"Dia sekarang sangat betah berada di dalam kamar bersama Rindy. Apa yang dilakukan Rindy hingga Anand menempel padanya seperti itu?"ujar Ringgo yang juga merasa aneh dengan sikap Anand.


"Kamu benar, sayang. Selama Anand dirawat di rumah sakit, Rindy yang menemani Anand di sana selama dua puluh empat jam. Apa mungkin dia melakukan sesuatu hingga Anand takluk padanya? Percaya nggak kamu sama ilmu semacam pelet?"tanya Silvy pada Ringgo.


"Jaman sekarang mana ada yang begituan, ma?! Tapi sampai saat ini aku juga bingung dengan hubungan Anand dengan Rindy. Dulu nampak sama-sama dingin dan sekarang Anand nampak mencintai Rindy. Apakah sebenarnya Anand menikahi Rindy karena benar-benar mencintai Rindy?"


"Setahu aku Anand tidak pernah mau menjalin hubungan yang serius dengan wanita, tapi waktu itu dia tiba-tiba menikahi Rindy. Dan waktu itu Anand nampak mengacuhkan Rindy, begitu pula dengan Rindy. Apa saat itu mereka sedang bertengkar dan sekarang sudah baikan? Aku benar-benar tidak mengerti dengan Anand,"ujar Ringgo yang merasa bingung dengan sikap Anand.


Sementara itu, Rio yang berwujud Anand menarik Rindy dan membawanya masuk ke dalam kamar.


"Lepaskan tangan ku! tidak perlu menggandeng ku lagi! Kita sudah berada di dalam kamar. Lagian kita tidak sedang menyebrang jalan raya yang nggak ada zebra cross-nya,"ujar Rindy seraya melepaskan tangan Anand dari pergelangan tangannya.


"Ah, kamu benar. Kita tidak perlu bergandengan tangan, karena kita tidak sedang menyebrang jalan raya yang tidak ada zebra cross -nya. Tapi kita sedang berada didalam kamar. Seharusnya kita melakukan hal-hal yang biasa di lakukan oleh sepasang suami-isteri jika sedang berada di dalam kamar, 'kan?"tanya Anand tersenyum penuh arti membuat Rindy bergidik.


"A.. aku ingin ke kamar mandi,"ucap Rindy bergegas masuk ke dalam kamar mandi untuk menghindari Anand.


"Dia sangat menggemaskan, aku semakin mencintai nya dan ingin menerkamnya,"gumam Anand seraya menatap pintu kamar mandi yang sudah tertutup.

__ADS_1


Sedangkan Rindy yang sudah masuk ke dalam kamar mandi pun menyandarkan tubuhnya di pintu kamar mandi seraya memegang dadanya karena entah mengapa jantung nya jadi berdebar kencang saat berada di dekat Anand.


"Kenapa dia jadi seperti itu? Apa dia benar-benar Anand? Kadang dia bersikap seperti biasanya, kadang bersikap seperti Rio. Tapi sekarang aku merasa dia sekarang tidak berprilaku seperti keduanya. Tatapan matanya saat menatap ku seperti macan lapar yang ingin memakan sku bulat-bulat,"gumam Rindy bergidik ngeri.


Tatapan Rindy tiba-tiba tertuju pada shower yang ada di dalam kamar mandi itu. Ingatan nya kembali pada saat dia dan Anand berada di vila. Anand membuat nya melayani pria itu di bawah kucuran air shower.


Dan saat mata Rindy menatap bathtub, Rindy juga teringat saat Anand melakukan penyatuan dengan dirinya dalam bathtub yang berisi air. Rindy jadi bergidik saat mengingat betapa ganasnya pria itu. Anand seolah punya tenaga yang tidak ada habisnya jika sudah berurusan dengan masalah ranjang.


"A.. aku jadi takut untuk keluar dari dalam kamar mandi ini,"gumam Rindy yang menjadi gagab setelah mengingat semua yang pernah terjadi di dalam kamar mandi saat mereka menginap di villa.


"Sayang, kenapa lama sekali di dalam kamar mandinya? Kamu tidak pingsan di dalam kamar mandi, 'kan? Atau..kamu ingin mengulangi pengalaman kita di dalam kamar mandi saat kita di villa kemarin?"tanya Anand dari luar kamar mandi membuat Rindy terhenyak.


...🌸❤️🌸...


Notebook : Chief Operating Officer (COO) adalah eksekutif senior yang bertugas mengawasi fungsi administrasi dan operasional sehari-hari dari bisnis. COO biasanya melapor langsung ke Chief Executive Officer (CEO) dan dianggap sebagai yang kedua dalam rantai komando. Di beberapa perusahaan, COO dikenal dengan istilah lain, seperti "wakil presiden eksekutif operasional", "kepala operasional", atau "direktur operasional".


.


.


To be continued

__ADS_1


__ADS_2