Menjadi Dia

Menjadi Dia
54. Efek


__ADS_3

Pagi mulai menyapa, sepasang suami istri yang semalam bergulat panas di atas ranjang nampak masih terlelap. Anand terbangun lebih dulu. Tangan nya yang kekar masih melingkar di perut Rindy. Memeluk wanita yang sedang mengandung itu dari belakang.


Anand tersenyum tipis saat mengingat pergulatan panas mereka semalam. Ingin rasanya mengulangi nya. Namun kasihan pada istrinya. Perlahan Anand menarik lengannya yang dijadikan Rindy sebagai bantal.


"Ugh.."gumam Rindy yang terbangun karena pergerakan Anand.


"Maaf, aku membuatmu terbangun,"ucap Anand seraya mengusap lembut pipi Rindy.


"Kamu ingin pergi ke kantor?"tanya Rindy dengan suara serak, menatap wajah tampan suaminya.


"Hum, hari ini aku ada meeting,"sahut Anand mengecup lembut punggung tangan Rindy.


"Kamu akan pulang malam lagi?"tanya Rindy yang sebenarnya masih ingin bersama Anand.


"Akan aku usahakan agar bisa pulang lebih awal. Tidurlah lagi! Semalam kamu kurang tidur. Aku akan membersihkan diri dan bersiap ke kantor,"ujar Anand mengecup singkat bibir Rindy.


Rindy menahan tangan Anand, saat Anand hendak turun dari ranjang.


"Ada apa? Apa kamu membutuhkan sesuatu?"tanya Anand lembut seraya mengelus tangan Rindy yang memegang tangannya.


Rindy nampak berusaha untuk bangun. Anand pun membantu Rindy yang agak kesulitan untuk bangun karena perutnya yang sudah membesar itu,"Apakah... apakah kamu benar-benar akan menceraikan aku?"tanya Rindy menatap Anand dengan tatapan sendu.


"Apakah kamu menunggu aku pulang sampai larut malam hingga tertidur di sofa hanya karena ingin menanyakan masalah itu?"tanya Anand yang menjadi merasa bersalah. Mengingat sudah tiga malam Rindy menunggu nya pulang sampai tertidur di sofa.


"Iya. Aku tidak mungkin membicarakan hal semacam ini lewat telepon. Apalagi jika harus menemui mu di kantor. Tidak etis rasanya berbicara masalah rumah tangga kita di kantor. Aku tidak mau ada orang luar yang mengetahui masalah kita,"ujar Rindy jujur adanya seraya menundukkan wajah nya.


Anand menghela napas panjang menatap sendu wajah Rindy,"Kebahagiaan mu adalah prioritas ku. Jika kamu merasa tidak bahagia berada di sisiku, aku akan melepaskan mu,"ucap Anand bersungguh-sungguh.


"Aku tidak ingin kita bercerai,"sahut Rindy kembali menatap Anand.


Mendengar jawaban dari Rindy, Anand kembali menghela napas berat,"Kenapa? Bukankah kamu tidak mencintai sku?"tanya Anand menatap serius pada Rindy.


"Aku.. aku.."Rindy tidak bisa melanjutkan kata-katanya. Entah mengapa lidahnya terasa kelu.


"Rin, aku memang mencintai mu. Namun jika kamu tetap bersikap dingin, acuh dan sering marah tanpa sebab padaku, aku tidak bisa terus bersamamu. Jika kamu benar-benar masih ingin melanjutkan pernikahan kita, aku ingin kamu mengatakan apapun yang membuat mu kesal atau marah padaku. Agar aku bisa memperbaiki diri. Jika kamu masih bersikap dingin dan acuh padaku, aku tidak sanggup untuk meneruskan pernikahan kita ini,"ujar Anand.


"Aku akan berusaha tidak bersikap seperti itu lagi.Tolong, beri aku kesempatan!"ucap Rindy dengan tatapan penuh harap.

__ADS_1


"Baiklah. Asal kamu tidak bersikap dingin dan mengacuhkan ku lagi. Aku akan memberimu kesempatan,"Anand mengelus kepala Rindy dengan lembut. Akhirnya Anand memberikan kesempatan kedua untuk Rindy.


"Terimakasih!"ucap Rindy tulus.


"Hum. Aku akan membersihkan diri. Tidur lah!"ucap Anand kemudian membantu Rindy untuk berbaring. Mengecup kening Rindy, kemudian turun dari ranjang dan bergegas menuju kamar mandi.


Rindy menatap punggung Anand yang kemudian menghilang di balik pintu kamar mandi dengan perempuan lega. Akhirnya Anand mau memberikannya kesempatan kedua.


Sedangkan di dalam kamar mandi, Anand nampak berdiri di bawah guyuran air shower seraya menggosok tubuhnya. Wajahnya yang tampan terlihat memancarkan kebahagiaan. Mengingat pergulatan nya semalam dan pembicaraan nya dengan Rindy tadi, membuat Anand menjadi sangat bahagia. Akhirnya mereka bisa menyelesaikan masalah mereka.


**


Di Barata grup.


"Len, gimana? Apa sudah kamu selidiki?"tanya Nadine saat melihat Darlen sedang membukakan pintu mobil untuk Anand.


"Hei, sebentar lagi kita meeting. Kalian bahas soal itu nanti saja,"sambar Anand sebelum Darlen menjawab pertanyaan Nadine, seraya keluar dari mobilnya.


"Benar kata Tuan, non. Nanti saya akan menjelaskan semuanya pada Nona. Saya sudah mengumpulkan semua informasi tentang perempuan itu,"sahut Darlen.


"Hei! tunggu aku!"teriak Nadine segera mengejar Anand.


Ketiganya pun masuk ke dalam lift. Seperti biasa, Darlen berdiri di belakang Anand dan Nadine. Nadine nampak mengernyitkan keningnya dengan kedua alis yang hampir menyatu. Nadine melihat hari ini wajah Anand nampak berbeda dari beberapa hari terakhir.


"Hari ini, kamu kelihatannya senang sekali. Apa ada berita yang membahagiakan?"tanya Nadine penuh selidik.


"Aku biasa aja. Dan aku juga tidak punya kabar apapun untuk dibagi,"ujar Anand terlihat santai.


"Tidak mungkin! Hari ini kamu sangat berbeda. Wajahmu terlihat sangat segar dan memancarkan kebahagiaan. Berbeda dengan akhir-akhir ini yang terlihat seperti orang yang punya banyak utang tapi nggak punya duit buat bayar "ujar Nadine masih menelisik wajah Anand.


"Itu hanya perasaan kamu saja,"ujar Anand menepis praduga Nadine.


Sedangkan Darlen yang berdiri di belakang kedua orang sahabat yang mengaku hanya berteman itu hanya mengulum senyum mendengar perbincangan keduanya. Sebenarnya Darlen juga merasakan hal yang sama dengan Nadine.


Darlen merasa hari ini Anand terlihat sangat segar, bersemangat dan wajahnya juga memancarkan kebahagiaan yang belum pernah dilihatnya selama bersama Anand. Namun terlepas dari apapun yang membuat Anand bahagia, Darlen juga ikut merasa bahagia.


Tak lama kemudian, ketiga orang itu pun tiba di ruangan Anand. Putra nampak mengernyitkan dahinya hingga membentuk lipatan-lipatan saat melihat aura yang terpancar dari wajah Anand.

__ADS_1


"Wah, ada berita bahagia apa hari ini? Wajahmu bersinar bak bulan purnama, bro!"ujar Putra setelah mereka berada di dalam ruangan Anand.


"Nah, 'kan? Bukan cuma aku yang berpikir seperti itu. Kamu hari ini memang terlihat berbeda, Nand!"sambar Nadine.


"Kenapa kalian bertanya seperti itu? Aku merasa biasa-biasa saja,"ujar Anand tetap menampilkan ekspresi santai. Padahal di dalam hati bertanya-tanya.


"𝘼𝙥𝙖 𝙝𝙖𝙧𝙞 𝙞𝙣𝙞 𝙬𝙖𝙟𝙖𝙝 𝙠𝙪 𝙢𝙚𝙢𝙖𝙣𝙜 𝙩𝙚𝙧𝙡𝙞𝙝𝙖𝙩 𝙗𝙚𝙧𝙗𝙚𝙙𝙖? 𝙋𝙚𝙧𝙖𝙨𝙖𝙖𝙣 𝙖𝙠𝙪 𝙨𝙚𝙥𝙚𝙧𝙩𝙞 𝙗𝙞𝙖𝙨𝙖𝙣𝙮𝙖. 𝘼𝙥𝙖 𝙠𝙖𝙧𝙚𝙣𝙖 𝙚𝙛𝙚𝙠 𝙙𝙖𝙧𝙞 𝙗𝙚𝙧𝙘𝙞𝙣𝙩𝙖 𝙨𝙚𝙢𝙖𝙡𝙖𝙢? 𝙎𝙚𝙢𝙖𝙡𝙖𝙢, 𝙨𝙖𝙖𝙩 𝙗𝙚𝙧𝙘𝙞𝙣𝙩𝙖 𝙙𝙚𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙍𝙞𝙣𝙙𝙮, 𝙖𝙠𝙪 𝙢𝙚𝙢𝙖𝙣𝙜 𝙢𝙚𝙧𝙖𝙨𝙖 𝙨𝙖𝙣𝙜𝙖𝙩 𝙗𝙖𝙝𝙖𝙜𝙞𝙖. 𝘽𝙖𝙝𝙠𝙖𝙣 𝙨𝙖𝙢𝙥𝙖𝙞 𝙨𝙖𝙖𝙩 𝙞𝙣𝙞 𝙖𝙠𝙪 𝙢𝙖𝙨𝙞𝙝 𝙢𝙚𝙧𝙖𝙨𝙖 𝙗𝙖𝙝𝙖𝙜𝙞𝙖. 𝙎𝙚𝙢𝙖𝙡𝙖𝙢 𝙗𝙚𝙣𝙖𝙧-𝙗𝙚𝙣𝙖𝙧 𝙨𝙖𝙣𝙜𝙖𝙩 𝙨𝙥𝙚𝙨𝙞𝙖𝙡 𝙗𝙖𝙜𝙞 𝙠𝙪. 𝙎𝙚𝙡𝙖𝙢𝙖 𝙞𝙣𝙞, 𝙍𝙞𝙣𝙙𝙮 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙥𝙚𝙧𝙣𝙖𝙝 𝙨𝙚𝙥𝙚𝙧𝙩𝙞 𝙨𝙚𝙢𝙖𝙡𝙖𝙢. 𝙈𝙚𝙢𝙪𝙡𝙖𝙞 𝙥𝙚𝙧𝙘𝙞𝙣𝙩𝙖𝙖𝙣, 𝙗𝙖𝙝𝙠𝙖𝙣 𝙨𝙖𝙣𝙜𝙖𝙩 𝙖𝙠𝙩𝙞𝙛 𝙢𝙚𝙣𝙮𝙚𝙣𝙩𝙪𝙝 𝙨𝙚𝙡𝙪𝙧𝙪𝙝 𝙩𝙪𝙗𝙪𝙝 𝙠𝙪. 𝙈𝙚𝙣𝙜𝙞𝙣𝙜𝙖𝙩 𝙞𝙩𝙪, 𝙖𝙠𝙪 𝙟𝙖𝙙𝙞 𝙠𝙚𝙥𝙚𝙣𝙜𝙚𝙣 𝙡𝙖𝙜𝙞,"gumam Anand dalam hati, mengingat pergulatan panas nya bersama istrinya semalam. Tanpa sadar senyuman tipis terukir di wajahnya.


"𝙎𝙞𝙖𝙡!! 𝙆𝙚𝙣𝙖𝙥𝙖 𝙖𝙠𝙪 𝙟𝙖𝙙𝙞 𝙗𝙚𝙧𝙥𝙞𝙠𝙞𝙧𝙖𝙣 𝙢𝙚𝙨𝙪𝙢 𝙨𝙚𝙥𝙚𝙧𝙩𝙞 𝙞𝙣𝙞?.𝙄𝙣𝙞 𝙡𝙖𝙜𝙞, 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙙𝙞 𝙗𝙖𝙬𝙖𝙝 𝙠𝙚𝙣𝙖𝙥𝙖 𝙟𝙖𝙙𝙞 𝙡𝙖𝙣𝙜𝙨𝙪𝙣𝙜 𝙢𝙚𝙧𝙚𝙨𝙥𝙤𝙣,"umpat Anand saat menyadari bahwa sesuatu di bawah sana nampak bereaksi karena pikiran mesum nya.


Nadine, Putra dan Darlen yang memperhatikan wajah Anand dari tadi pun nampak semakin penasaran dengan ekspresi wajah yang ditujukan oleh Anand.


Putra mendekati Anand yang sedang duduk di kursi kerjanya. Menundukkan tubuhnya, kemudian berbisik di telinga Anand,"Jangan-jangan semalam kamu sudah baikan dengan Rindy. Dan kalian dari making love,"Putra mengulum senyum saat tanpa sengaja melihat ke arah celana Anand lalu kembali berbisik,"Wajah kamu sekarang terlihat mesum. Lihat! Bahkan celana kamu terlihat sesak,"ledek Putra kemudian tertawa terbahak-bahak.


"Sialan! Beraninya menertawakan atasanmu! Apa kamu ingin aku pecat!"hardik Anand yang merasa malu karena terpergok oleh Putra. Namun Putra malah tertawa semakin keras.


"Kalian kenapa, sih?!"tanya Nadine nampak bingung.


Sedangkan Darlen yang tidak sengaja melihat arah tatapan Putra saat berbisik pada Anand tadi, hanya bisa menggembungkan pipinya menahan tawa. Darlen juga melihat celana Anand yang nampak sesak.


Nadine yang melihat ekspresi ke tiga pria yang bersamanya di ruangan itu semakin mengerutkan keningnya.


"Kalian bertiga benar-benar nggak jelas semua,"gerutu Nadine mendengus kesal.


...🌸❤️🌸...


Notebook : Selama dan setelah berhubungan intim, endorfin atau zat kimia otak akan meningkat sehingga membuat perasaan senang, rileks, dan kadang mengurangi rasa sakit.


Mungkin mulai hari ini aku cuma bisa up satu kali sehari. Aku agak repot.Tanggal satu nanti aq usahakan untuk up seperti biasanya.🙏🙏🙏🙏🙏


.


.


.


To be continued

__ADS_1


__ADS_2