Menjadi Dia

Menjadi Dia
11. Aku Masih Ingin


__ADS_3

Tiga hari berada di villa itu, Rio mengajak Rindy berkeliling di daerah itu. Melihat hamparan kebun teh yang menyejukkan mata, menikmati udara segar tanpa polusi dan juga melihat pemandangan bukit yang terlihat di daerah itu. Rio juga mengajak Rindy pergi ke tempat yang ditanami sayuran dan juga stroberi yang bisa dipetik langsung dari batang nya.


Hari beranjak sore, Rindy dan Rio berhenti di pinggir jalan untuk membeli jagung bakar. Rindy menatap Rio yang berwujud Anand yang sedang berbincang dengan kakek tua penjual jagung bakar, bahkan Rio membantu kakek itu mengipas bara api dari arang yang digunakan untuk membakar jagung itu.


Rindy mengigat apa saja yang terjadi selama dirinya bersama Anand. Rindy merasa Anand sangat berubah, dan jika diperhatikan, tingkah lakunya memang persis seperti Rio. Sesaat Rindy teringat dengan kata-kata Anand di malam sebelum mereka pergi ke rumah orang tua Rindy.


"𝙍𝙞𝙣, 𝙖𝙥𝙖 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙥𝙚𝙧𝙘𝙖𝙮𝙖 𝙟𝙞𝙠𝙖 𝙧𝙤𝙝 𝙨𝙚𝙨𝙚𝙤𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙗𝙞𝙨𝙖 𝙥𝙞𝙣𝙙𝙖𝙝 𝙠𝙚 𝙩𝙪𝙗𝙪𝙝 𝙤𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙡𝙖𝙞𝙣?"


"𝙍𝙞𝙣, 𝙞𝙣𝙞 𝙖𝙠𝙪! 𝙍𝙞𝙤! 𝘼𝙥𝙖𝙠𝙖𝙝 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙚𝙣𝙖𝙡𝙞 𝙖𝙠𝙪?"


"𝘼𝙥𝙖 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙞𝙣𝙜𝙖𝙩? 𝘼𝙠𝙪 𝙨𝙚𝙧𝙞𝙣𝙜 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙖𝙟𝙖𝙠 𝙢𝙪 𝙥𝙚𝙧𝙜𝙞 𝙠𝙚 𝙬𝙖𝙧𝙪𝙣𝙜 𝙢𝙞𝙚 𝙖𝙮𝙖𝙢 𝙢𝙖𝙣𝙜 𝙐𝙙𝙞𝙣 𝙙𝙖𝙣 𝙢𝙚𝙢𝙚𝙨𝙖𝙣 𝙢𝙞𝙚 𝙖𝙮𝙖𝙢 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙗𝙖𝙣𝙮𝙖𝙠 𝙢𝙪𝙩𝙞𝙡𝙖𝙨𝙞 𝙣𝙮𝙖?"


"𝙆𝙚𝙣𝙖𝙥𝙖 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙢𝙖𝙪 𝙥𝙚𝙧𝙘𝙖𝙮𝙖 𝙥𝙖𝙙𝙖𝙠𝙪? 𝘼𝙠𝙪 𝙗𝙚𝙣𝙖𝙧-𝙗𝙚𝙣𝙖𝙧 𝙍𝙞𝙤, 𝙍𝙞𝙣. 𝙍𝙤𝙝 𝙠𝙪 𝙗𝙚𝙣𝙖𝙧-𝙗𝙚𝙣𝙖𝙧 𝙗𝙚𝙧𝙥𝙞𝙣𝙙𝙖𝙝 𝙠𝙚 𝙩𝙪𝙗𝙪𝙝 𝘼𝙣𝙖𝙣𝙙. 𝘼𝙥𝙖 𝙖𝙠𝙪 𝙥𝙚𝙧𝙡𝙪 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙖𝙩𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙖𝙥𝙖 𝙨𝙖𝙟𝙖 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙥𝙚𝙧𝙣𝙖𝙝 𝙠𝙞𝙩𝙖 𝙡𝙖𝙠𝙪𝙠𝙖𝙣?"


"Tidak mungkin! Mana ada hal-hal mistis semacam itu di dunia ini,"gumam Rindy masih menatap suaminya yang nampak akrab dengan penjual jagung, walaupun mereka baru kenal.


Rindy mencoba mengingat semua memori yang pernah dilewatinya bersama Rio. Dan juga mengingat semua memori saat bersama Anand. Memang Rindy akui, semenjak kecelakaan itu, Anand memang sangat berubah.


Anand yang sekarang, walaupun masih ada sikap arogannya, tapi Anand bersikap lembut, hangat, tidak pernah berkata atau pun berbuat kasar padanya, terlihat tenang dan berwibawa. Sedangkan Anand yang dulu, begitu arogan, pemarah, dingin, datar, suka berkata dan bertindak kasar padanya.


"Cup"tiba-tiba Rio mengecup pipi Rindy singkat, membuat Rindy tersadar dari lamunannya.


"Apaan, sih?!"ketus Rindy dengan wajah cemberut seraya mengusap pipinya yang tadi dicium oleh Rio.


"Jangan melamun! Kalau kesambet makhluk halus, 'kan berabe. Ini, makanlah!"ucap Rio dengan senyum manis di bibirnya, menyodorkan jagung bakar ke pada Rindy.


Rindy mengambil jagung bakar yang disodorkan oleh Rio. Sambil menunggu jagung bakar yang baru matang itu agak dingin, mereka pun duduk menatap indahnya matahari yang mulai terbenam di perkebunan teh itu.


Rio tersenyum tipis menatap langit,"Senja itu begitu indah, dia datang membawa ketenangan, dan pergi membawa kerinduan. Mungkin benar, kebahagiaan itu tidak selalu datang lebih awal, tapi diakhir, seperti senja,"ucap Rio masih menatap langit senja.

__ADS_1


Rindy yang tadinya juga menatap langit pun mengalihkan pandangannya ke arah suaminya yang masih menatap langit senja dengan senyum tipis di bibirnya. Wajahnya terlihat semakin tampan saat cahaya senja yang berwarna keemasan menerpa wajahnya. Wajah yang saat ini terlihat teduh dan tenang.


"Kenapa melihat ku seperti itu? Kamu terpesona dengan wajah tampan ku?" tanya Rio yang tiba-tiba menoleh pada Rindy seraya mengedipkan sebelah matanya dengan senyuman manis di bibirnya, membuat Rindy memalingkan wajahnya.


"Narsis!"ucap Rindy dengan wajah yang memerah karena ketahuan mengagumi wajah suaminya.


Rio kemudian berbisik di telinga Rindy,"Apa kamu sedang teringat saat kita olah raga diatas ranjang, hingga kamu melamun seperti itu,"ucap Rio membuat Rindy menatapnya dengan tajam.


"Apaan sih. Dasar mesum!"umpat Rindy yang bersungut-sungut kemudian bangkit dari duduknya.


"Kamu tambah gemesin kalau lagi ngambek. Aku jadi pengen memakan kamu,"ucap Rio yang kembali mengedipkan sebelah matanya seraya tersenyum genit saat Rindy menatapnya dengan tajam.


Rindy langsung memalingkan wajahnya dan berjalan menjauhi Rio, namun Rio langsung menyusul nya.


"Jangan ngambek, dong! Beneran, aku gemes banget kalau lihat kamu lagi ngambek gini. Rasanya, pengen aku makan di bawah pohon teh sana,"ucap Rio dengan seringai di bibirnya.


'Kau benar-benar ingin aku makan di bawah pohon teh sana,"ucap Rio dengan suara yang terdengar berat membuat Rindy bergidik.


"A.. aku mau pulang!"ucap Rindy yang entah kenapa menjadi gugub, langsung bergegas berjalan menuju villa.


Saat tiba di villa, hari sudah hampir gelap, Rindy dan Rio pun masuk ke kamar mereka. Rindy mengambil handuk dan pakaian ganti. Namun saat menutup pintu kamar mandi, tiba-tiba Rio menahan pintu itu dengan kakinya.


"Singkirkan kakimu! Aku ingin menutup pintunya!"sergah Rindy menatap tajam pada Rio dengan wajah galak seperti macan betina yang hendak menerkam.


"Kamu benar-benar membuat ku gemas,"ucap Rio yang malah tersenyum menyeringai, perlahan masuk ke dalam kamar mandi dan mengunci pintunya.


"Ka.. kamu mau apa?"tanya Rindy semakin gugub, berjalan mundur. Rio terus maju mendekati Rindy.


"Akkhh!"pekik Rindy yang tanpa sengaja Rindy terjatuh ke dalam bathtub karena terus berjalan mundur tanpa menoleh ke belakang.

__ADS_1


Rio melepaskan kancing kemeja nya satu persatu,",Apa yang ingin kau lakukan?"tanya Rindy bergegas keluar dari bathtub.


"Akh!'"Rindy terkejut saat Rio tiba-tiba langsung menarik tangan nya hingga kepala Rindy membentur dada Rio.


"Kita mandi bersama,"bisik Rio ditelinga Rindy langsung menggendong Rindy ke arah shower.


"Turunkan aku!"pinta Rindy mencoba berontak.


Rio menurunkan Rindy dibawah shower dan mengguyur tubuh mereka dengan air shower yang mengucur deras. Mendesak Rindy hingga punggung Rindy membentur dinding dan mencium Rindy di bawah shower dengan agresif.


"Aku ingin mencobanya di sini,"ucap Rio yang sudah tidak bisa menahan diri terlalu lama lagi. Dari sebelum pulang tadi, Rio benar-benar menahan diri agar tidak menerkam istrinya di jalan. Entah kenapa semenjak mereka melakukan malam pertama, Rio begitu sulit untuk mengontrol diri.


Selama berada di dalam tubuh Anand, Rio sudah sangat menahan diri untuk tidak menyentuh Rindy. Dan setelah menikahi Rindy dua hari yang lalu, Rio sudah benar-benar tidak bisa menahan diri untuk tidak menyentuh Rindy.


"Anand!"suara Rindy tertahan memejamkan matanya saat mendapatkan pelepasan setelah Anand mengguncang nya di bawah shower dengan posisi berdiri menghadap dinding sedangkan Rio berada di belakangnya. Tubuh Rindy terasa lemas akibat ulah Rio.


Seolah belum puas, Rio ingin mencoba sensasi permainan di tempat yang berbeda. Rio kembali menggendong Rindy dan membaringkan tubuh Rindy ke dalam bathtub,"Anand!"seru Rindy dengan kedua tangannya menahan dada Anand yang hendak menindih tubuhnya.


"Aku masih ingin,"ucap Rio langsung kembali mencium Rindy dan mengulangi penyatuan mereka di dalam bathtub.


Rindy sendiri benar-benar, bingung dengan dirinya sendiri yang tidak bisa menolak Anand. Padahal sebelum Anand kecelakaan kemarin, Rindy dengan mudah menghindari Anand. Namun semenjak Anand mengulang pernikahan mereka, Anand nampak agresif untuk mendekati nya. Bahkan pria itu seolah menghipnotis nya hingga Rindy takluk pada nya.


Setelah puas bermain-main di bawah shower dan bathtub tadi, Rio menggendong Rindy keluar dari kamar mandi dan membaringkan tubuh Rindy keatas ranjang. Hingga akhirnya, Rindy berada dalam dekapan Rio dengan keadaan tubuh keduanya yang polos tanpa sehelai benang. Hanya selimut tebal yang menutupi tubuh mereka.


.


.


To be continued

__ADS_1


__ADS_2