
...Warning!...
Ada adegan πππππ. Yang belum cukup umur, jomblo, belum punya pasangan halal, harap mundur secara teratur.π π π πππ
Rindy yang lelah mondar mandir akhirnya memilih kembali duduk di sofa. Belum lima menit duduk, wanita yang sedang hamil itu sudah tertidur. Tapi apakah benar-benar tertidur? Sejatinya tidak. Saat jam didinding sudah hampir menunjukkan pukul satu malam, Rindy berpura-pura tertidur. Karena menurut ART-nya, Anand sering kali pulang pukul satu malam. Karena itu, saat waktu sudah hampir menunjukkan pukul satu malam, Rindy berpura-pura tertidur.
Dan benar saja, tak lama kemudian terdengar suara pintu yang terbuka. Rindy mendengar perbincangan ART-nya dengan suaminya, kemudian mendengar langkah kaki yang mendekat ke arahnya. Perlahan Rindy merasa tubuhnya diangkat dan di gendong.
Tanpa membuka mata pun Rindy sudah tahu siapa yang sedang menggendongnya. Rindy sangat hafal dengan aroma tubuh suaminya. Walaupun sudah seminggu lebih mereka tidak pernah bertemu. Namun aroma parfum yang melekat di tubuh suaminya itu tidak dilupakan nya.
Rindy merasakan Anand merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Namun Rindy tetap berpura-pura tidur. Rindy juga merasakan saat perlahan Anand duduk di tepi ranjang, mengusap lembut perutnya kemudian mengecup perutnya. Rindy merasakan tangan Anand yang perlahan menepikan rambut nya yang sedikit menutupi wajahnya.
"Cinta adalah anugrah Tuhan yang paling indah, dan anugerah terindah itu adalah kamu. Memikirkan mu membuatku tetap terjaga. Memimpikan mu membuatku tertidur. Bersamamu membuat aku tetap hidup. Namun, nyatanya berada di sisiku tidak bisa membuat mu bahagia, maka dari itu, aku memilih untuk melepaskan mu. Walaupun sejatinya sangat berat bagiku, jika harus hidup tanpamu. Namun, kebahagiaan mu adalah prioritas ku,"ucap Anand membuat hati Rindy terasa sesak bagaikan di timpa batu besar.
Dari kata-kata Anand barusan, Rindy mengetahui betapa tulusnya Anand mencintai nya. Namun, kenapa selalu diabaikannya? Betapa bodoh dirinya mengabaikan suami yang begitu tulus mencintainya. Dan saat Anand mengatakan ingin melepaskan nya, kenapa hati Rindy benar-benar merasa tidak rela. Rindy ingin Anand tetap bertahan dengan nya. Egois bukan?
"Ijinkan aku mencium mu untuk yang terakhir kalinya,"ucap Anand yang lebih terdengar seperti berbisik di telinga Rindy.
Perlahan Rindy merasakan sapuan napas hangat Anand di wajahnya. Dada Rindy berdetak kencang saat merasakan wajah Anand semakin dekat dengan wajahnya. Tak lama kemudian, Rindy merasakan bibir Anand menempel di bibir nya. Hanya sebentar, hanya kecupan singkat, dan entah mengapa hal itu membuat Rindy merasa kecewa.
Rindy merasakan Anand mulai menjauhkan bibirnya, hingga Rindy yang merasa tidak terima diberi ciuman singkat pun membuka matanya. Ditatapnya wajah Anand yang masih memejamkan mata.
"Kau?"Anand nampak terkejut saat membuka mata dan melihat Rindy sedang menatap nya.
Sejak kapan Rindy bangun? Itulah yang ada di otak Anand saat ini. Namun belum sempat menetralkan rasa terkejut nya, tiba-tiba Rindy menarik dasi yang dipakai nya, hingga wajah Anand kembali dekat dengan wajah Rindy. Jantung keduanya berdetak dengan kencang, sedangkan mata mereka saling menatap.
__ADS_1
Tanpa aba-aba Rindy meraih tengkuk Anand dan mencium bibir Anand dengan mata yang akhirnya terpejam. Anand membulatkan matanya, sangat terkejut dengan aksi Rindy ini. Namun saat bibir Rindy bergerak memberi sapuan dibibir nya, Anand pun ikut memejamkan matanya, tidak bisa menahan diri untuk tidak membalasnya. Selama mereka bersama, tidak pernah Rindy mencium Anand. Jadi, saat Rindy menciumnya, Anand merasa hal ini sangat istimewa dan benar-benar membuatnya merasa bahagia.
Bibir kedua insan itu saling mengecup, saling menyesap, mengulum. Bahkan lidah mereka saling melilit. Perlahan Rindy melepaskan dasi Anand. Jemari tangannya yang lentik, dengan perlahan melepaskan kancing kemeja Anand satu persatu hingga tidak tersisa.
Dengan bibir yang masih saling bertautan, Rindy menggerakkan jemari tangannya yang halus di tubuh Anand. Jemari lentik Rindy mengelus leher Anand, kemudian turun membelai dada dan semakin turun membelai perut Anand yang berotot. Ada kesenangan tersendiri saat Rindy menelusuri tubuh berotot Anand.
Beberapa saat mereka menjeda ciuman mereka untuk mengambil napas, kemudian melanjutkan nya. Anand merasa tubuhnya semakin panas. Sungguh, setiap sentuhan jemari lembut Rindy membuat tubuh nya meremang dan hasraatnya semakin terbakar.
Sudah lama tidak memenuhi kebutuhan biologis nya, dan malam ini malah mendapat kejutan dari Rindy seperti ini. Wanita yang selalu pasif saat mereka bercinta, saat ini dengan nakalnya menelusuri setiap inchi dari tubuhnya. Anand merasa semua ini seperti mimpi yang sangat indah. Dan rasanya Anand tidak ingin terbangun dari mimpi ini.
Perlahan bibir Anand mengecup dan menjilat telinga Rindy, kemudian turun ke leher Rindy, mengecup dan menyesap leher putih mulus itu hingga meninggal banyak jejak di sana, membuat Rindy mengeluarkan suara yang terdengar seksi di telinga Anand. Tangan Anand pun tidak tinggal diam, mulai melucuti pakaian yang dikenakan oleh Rindy. Menyusuri setiap lekuk tubuh Rindy. Kemeja yang tadi dikenakan Anand pun sudah terlepas entah kemana karena tangan nakal Rindy.
Anand membenamkan wajahnya diantara dua buah benda kenyal favoritnya. jemari tangan dan lidah nya mulai bermain di dua benda kembar itu, membuat Rindy menggeliat bagai cacing kepanasan dan mengeluarkan suara yang semakin memacu gairah Anand.
Rindy membuka ikat pinggang Anand, dan perlahan membuka kancing celana Anand. Jemari tangan Rindy terus bergerak hingga jemarinya menyentuh sesuatu yang terasa keras didalam balutan kain di bawah sana. Anand melenguh saat tangan nakal Rindy menelusup masuk ke dalam kain itu dan membuat gerakan yang membuat darah Anand semakin mendidih. Tubuhnya terasa semakin panas, napas Anand pun semakin memburu dan dadanya berdetak semakin kencang.
Kedua nya saling merangsang, hingga membuat mereka tidak bisa menahan lagi dorongan dari dalam tubuh mereka. Ada keinginan yang lebih dari sekedar ingin di sentuh. Keinginan untuk menyatu sepenuhnya. Sekian lama tidak bertemu dan sekian lama tidak memenuhi kebutuhan biologis, membuat mereka begitu menikmati semuanya.
Helaian pakaian berserakan di lantai dan juga di atas ranjang. Tubuh sepasang suami-isteri itu sudah polos tanpa sehelai benangpun yang menempel di tubuh mereka. Anand sudah tidak bisa menahan diri lagi untuk menyatukan tubuh mereka. Dengan perlahan dan hati-hati Anand memasuki tubuh Rindy, tidak ingin menyakiti bayi dalam kandungan istrinya.
Setelah sekian lama menahan hasratnya, akhirnya malam ini Anand bisa melampiaskan nya. Sungguh terasa sangat nikmat, indah, dan begitu memabukkan. Anand benar-benar tidak bisa mendeskripsikan kenikmatan yang didapatkan nya saat tubuhnya mulai bergerak di atas tubuh Rindy.
Begitu pula Rindy yang merasa penyatuan mereka malam ini sangat berbeda dengan penyatuan mereka sebelum nya. Ternyata saat melakukannya dengan ikhlas, rasanya berkali-kali lipat lebih nikmat dibanding dengan saat melakukannya dengan perasaan terpaksa atau karena hanya ingin menjalankan kewajiban sebagai seorang istri.
Malam itu benar-benar indah bagi sepasang suami-isteri itu. Saat tubuh mereka menyatu, dan keringat yang bercucuran membasahi tubuh mereka. Ada ledakan kebahagiaan yang tidak dapat di lukiskan. Ada kenikmatan yang tidak dapat dideskripsikan.
__ADS_1
Setelah mendapatkan pelepasan dan merasa puas dengan penyatuan mereka, keduanya pun mengakhiri pergulatan panas mereka di atas ranjang. Anand mengecup kening Rindy dengan penuh rasa haru. Tidak menyangka jika akan mendapatkan kejutan seperti ini dari wanita yang sangat dicintainya itu.
"Terimakasih! Aku mencintaimu! Sangat mencintai mu,"ucap Anand dengan mata yang berkaca-kaca. Kemudian dengan lembut mengecup bibir Rindy yang bengkak karena ulahnya tadi. Malam ini gairahnya begitu meledak-ledak. Sudah lama tidak memenuhi kebutuhan biologisnya ditambah dengan Rindy yang lebih dulu memulai, bahkan aktif mengimbangi permainan nya, membuat Anand merasa sangat puas dengan penyatuan mereka malam ini.
Menyelesaikan masalah di atas ranjang mungkin merupakan cara paling ideal lantaran efektif meredakan amarah. Namun ada juga beberapa pasangan yang kerap menjadikan hubungan intim sebagai senjata untuk menyelesaikan masalah dalam hubungan mereka.
Ketika di tengah argumen salah satu mulai mencium dengan segala hasrat yang ada dan berlanjut ke hubungan intim, maka pikiran keduanya akan teralihkan sepenuhnya. Ini dikarenakan amarah atau kekecewaan akan berubah menjadi hawa nafs* yang mana bisa dilepaskan saat mendapatkan pelepasan.
Mengapa ini efektif? Kepuasan yang dirasakan saat mendapatkan pelepasan biasanya menjadi berkali lipat lantaran dibumbui amarah atau bentuk emosi lainnya. Pasalnya seusai berhubungan intim keduanya menjadi lebih lega karena sudah keluar apa pun yang ada di dalam otaknya, seiring dengan keluarnya cairan hasil pelepasan.
Namun, apakah cara ini sehat? Ketika pembicaraan terpotong karena hubungan intim, maka apa yang ingin disampaikan tidak akan pernah didengar dan masalahnya tidak akan dipahami sepenuhnya.
Ini adalah suatu aksi yaitu, melarikan diri dari masalah atau mengalihkan masalah sementara karena tidak kuat atau tidak ingin melewati konsekuensinya. Pasalnya, masalah tidak terselesaikan, tapi hanya terlupakan sementara dan sangat mungkin datang kembali suatu saat nanti.
Hubungan sehat adalah yang dibangun bukan hanya dari hawa nafsu sekksuall saja, namun juga keinginan untuk memahami dan menghargai pendapat satu sama lain, terutama di kala masalah melanda.
Jika terlampau sering melakukan hubungan intim untuk mengalihkan masalah, maka Anda harus mulai pertanyakan kembali soal kesehatan hubungan percintaan dengannya.
...πΈβ€οΈπΈ...
Huff! part ini lumayan panjang.1503 kata. Udah aku usahakan agar nggak terlalu ππKira-kira bikin panas dingin nggak, ya? π€π€π€π π π Kalau bikin pikiran traveling, aq g tanggung jawab. Jangan salahkan aku, ya?! Salahkan otak nya yang traveling.π π π πππππ
.
.
__ADS_1
.
To be continued