Menjadi Dia

Menjadi Dia
Keceriaan Rachel


__ADS_3

Di Iklan keduanya, rachel semakin menunjukkan kepiawaiannya dalam memainkan perannya. Wanita itu tengah berekspresi di depan kamera dengan menunjukkan sisi manis, menggemaskan dan elegan dalam waktu yang berurutan sambil menunjukkan beberapa peralatan rumah tangga yang ia promosikan pada pembeli lewat iklan yang dimainkannya. Ia mengikuti arahan sutradara dengan baik dan ekspresinya pun mumpuni.


Pasaran alat memasak yang ditujukan bagi ibu muda, terasa begitu cocok disampaikan oleh Rachel. Pembawaannya yang tenang, menarik dan elegan di waktu yang bersamaan mengundang senyum crew yang sedang menjalani proses syuting ini.


Berjalan elegan dari satu tempat ke tempat lain lantas berpose dan closing quote, “MyBel Kitchen, pilihan terbaik peralatan memasak anda.” Tutupnya seraya tersenyum tipis dan mengedipkan mata kanannya.


Lantas ia berjalan menjauh ke belakang dnegan langkahnya yang tegas nan gemulai, “Tigaa, duaaa, satuu … cut!!” seru produser saat mengakhiri pengambilan iklan hari ini.


“Wuhuuuu!!! Selamat-selamaaattt!!!” seru para crew yang merasakan kelegaan karena proses syuting sudah selesai. Mereka bertepuk tangan di udara, merayakan selesainya iklan yang kemas dengan apik dan menarik.


“Waw, keren Chel!” seru Fany sambil membawakan selimut tipis untuk menutupi tubuh Rachel yang pasti kedinginan karena suhu ruangan yang rendah. Ia memeluk Rachel dnegan erat.


“Hhehehee … makasih kak.” Rachel membalas pelukan Fany beberapa saat. Ada perasaan lega yang ia rasakan setelah menyelesaikan tugasnya.


“Check sound yang terrekam, kalau bagus, kita gak perlu dubbing.” Ucap produser.


Rachel dan Fany ikut penasaran dengan hasil syuting hari ini. Mereka memutuskan untuk mendekat. Mereka memang tidak mendengar suara Rachel yang diperdengarkan melalui headset oleh produser dan ahli sulih suara, tapi Rachel dan Fany masih mengingat barisan kalimat yang diucapkan Rachel saat syuting tadi sesuai dengan gerakan bibir Rachel yang menarik.


“Okey, good, kita pake suara asli gak perlu dubbing. Suara Rachel udah enak buat di dengar. Dia punya timbre yang unik.” Simpul produser.

__ADS_1


“Waahh, syukurlaaahhh!!!” Fany kembali memeluk Rachel dengan erat.


“Rachel, terima kasih ya. Kamu luar biasa hari ini.” Ucap sang produser seraya mengulurkan tangannya pada Rachel.


Rachel segera membalas uluran tangan itu dengan penuh rasa bangga.


“Tentu pak, terima kasih Kembali. Terima kasih sudah memberi saya kepercayaan dan kesempatan untuk melakukan semuanya.” Ungkap Rachel penuh haru.


“Sama-sama. Semoga kita berjodoh untuk job berikutnya ya.”


“Iyaa pak, suatu kehormatan kalau diperkenankan bekerja sama dengan bapak lagi.”


Keduanya saling melempar senyum penuh rasa bangga.


Merayakan keberhasilan Rachel yang gemilang, hadiah liburan pun benar-benar diberikan Fany untuk Rachel. Dengan mengendarai sedan mewah milik Fany, mereka memutuskan untuk berangkat ke Bogor sore itu juga.


Sesuai janji, mereka akan menikmati waktu mereka di sana sekitar dua atau tiga hari saja sebelum persiapan syuting iklan berikutnya, itupun kalau Rachel setuju.


Selama perjalanan, mereka tampak ceria. Sering tertawa dan berteriak untuk mengekspresikan rasa bahagia mereka. Lagu dari band lawas Backstreet boys, menemani kebersamaan mereka di dalam kabin mobil.

__ADS_1


“I lay my love on you, It's all I wanna do.” Sepenggal lagu itu Rachel nyanyikan bersama dengan Fany di sambung tawa yang renyah dari keduanya.


"Kata produser, timbre suara kamu khas, mau aku cariin jalur jadi penyanyi juga?" tawar Fany di sela lagu yang mereka nyanyikan.


"Penyanyi? NO! Bukan passionku." Tolak Rachel dengan sesungguhnya.


Mereka saling menoleh lalu saling terkekeh. Sesekali Fany juga mengajarkan Rachel untuk menyetir di jalanan yang sepi, hanya beberapa injakan pedal gas saja karena ternyata Rachel orang yang panikan. Matanya selalu membulat kaget setiap kali laju mobilnya terasa terlalu cepat.


“Kak, nggak dulu. Skill ku gak sampe.” Keluh Rachel yang membuat Fany terkekeh gemas melihat ekspresi artisnya.


Rachel memberi warna tersendiri dalam perjalanan ini dengan tingkahnya yang menurutnya lucu.


“Okey, nanti aku ajarin kamu lebih serius. Sekarang kita gas dulu, supaya cepet nyampe penginapan.”


“Okeeyy, gassss bestie!!!” seru Rachel dengan semangat.


“Hhahahaha ….” Lantas keduanya tertawa bersamaan.


Teruslah tertawa Chel, tertawakan kesedihan dan sakit yang kamu simpan sampai kemudian kamu merasa kalau kebahagiaanmu jauh lebih penting di banding rasa sakitmu.

__ADS_1


Pesan khusus dari Othor karena mencemaskan Rachel yang ingin berkuda


****


__ADS_2