Menjadi Dia

Menjadi Dia
55. Salah Tingkah


__ADS_3

Setelah selesai meeting, Anand, Nadine dan Darlen kembali ke ruangan Anand. Mereka nampak duduk di sofa yang ada di ruangan Anand.


"Gimana, Len? Informasi apa saja yang kamu dapatkan tentang perempuan itu?"tanya Nadine yang dari tadi pagi sudah tidak sabar ingin tahu.


"Perempuan itu mendekati pria-pria kaya. Dia juga tidur dengan beberapa pria. Tapi dia hanya mau tidur dengan pria yang kaya kelas kakap saja. Biasanya, setiap malam dia akan pergi ke klub malam untuk mencari mangsa,"ujar Darlen kemudian mengatakan semua hal yang diketahui nya tentang Dini kepada Nadine.


"Apa kamu mendapatkan bukti kedekatan nya dengan para pria itu?"tanya Nadine setelah mendengarkan segala hal yang diketahui oleh Darlen.


"Dia selalu mencari tempat yang gelap. Susah mendapatkan gambar yang jelas saat dia dekat dengan para pria itu,"ujar Darlen.


"Lalu bagaimana cara membongkar belangnya?"gumam Nadine nampak berpikir keras.


"Caranya, kamu harus membuat pria yang kamu suka melihat sendiri wanita itu bersama pria lain,"sahut Anand yang dari tadi hanya sibuk mengecek email masuk di handphone nya..


"Betul sekali,"ucap Nadine tersenyum miring.


"Siapa sebenarnya pria yang kamu sukai itu?"tanya Anand penuh selidik.


"Nanti kamu juga tahu,"ucap Nadine seraya tersenyum. Nadine tidak mau memberitahu Anand bahwa dirinya jatuh cinta pada kakak ipar Anand. Karena jika Anand tahu, pria itu pasti akan meledeknya. Apalagi saat ini Nadine belum ada hubungan apapun dengan Jefri.


Mungkin juga Jefri sudah melupakan dirinya, karena mereka hanya bertemu sekali saat Jefri menolong Nadine. Selebihnya, hanya Nadine yang diam-diam memperhatikan dan mengagumi Jefri. Namun Nadine tidak berani mendekati apalagi mengungkapkan perasaan nya kepada Jefri.


Alasan Nadine tidak mau mendekati Jefri adalah karena Jefri nampak bahagia dengan seorang wanita yang diketahui Nadine adalah pacar Jefri. Nadine tidak mau merusak kebahagiaan orang yang dicintainya. Karena itu, Nadine memilih mencintai dalam diam. Baginya, melihat orang yang dicintainya bahagia sudah cukup membuat hatinya bahagia. Namun saat mengetahui orang yang dicintainya dipermainkan, Nadine pun tidak bisa menerimanya.


***


Hari ini Anand tidak bisa pulang sore, karena Anand harus bertemu dengan beberapa orang kliennya dan juga makan malam bersama rekan bisnisnya.


Sedangkan Rindy yang menunggu Anand dirumah nampak gelisah. Dari sore Rindy menunggu Anand, namun sampai pukul sembilan malam, pria itu belum juga pulang.


"Apa Anand akan pulang malam lagi? Tapi, bukankah dia bilang akan pulang lebih awal?"gumam Rindy seraya duduk di tepi ranjang. Wanita itu nampak gelisah.

__ADS_1


Berulangkali ibu hamil itu menatap handphone nya, ingin menghubungi Anand, tapi malu rasanya. Selama menikah dengan Anand, Rindy tidak pernah menghubungi Anand. Walaupun hanya lewat chat pun tidak pernah.


Tak lama kemudian, Rindy mendengar suara deru mobil dan suara pintu mobil yang ditutup. Wajah ibu hamil itu pun langsung berbinar.


"Dia sudah pulang. Tapi aku harus bagaimana, ya? Apa aku harus menyambutnya? Ah, tidak! Akan terlihat aneh jika aku menyambutnya pulang. Selama ini, aku, 'kan acuh padanya. Tapi kalau aku bersikap dingin dan acuh seperti biasanya, dia pasti akan kecewa. Aku harus bagaimana?"gumam Rindy yang bingung sendiri.


Saat Anand belum pulang, Rindy gelisah menunggu pria itu pulang. Namun saat pria itu sudah pulang, Rindy malah bingung bagaimana harus bersikap.


Karena bingung harus bagaimana, akhirnya Rindy memilih masuk ke dalam kamar mandi. Benar-benar lucu. Sikapnya jadi seperti ABG yang baru jatuh cinta.


Tak lama kemudian, Anand masuk ke dalam kamar. Anand mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan, tapi tidak menemukan istrinya di dalam ruangan itu.


"Kemana dia? Dia tidak menunggu aku di ruangan tamu seperti beberapa hari ini, 'kan? Perasaan tadi aku tidak melihat dia di ruang tamu,"gumam Anand seraya melepaskan jas dan kemeja nya.


Anand melempar jas dan kemeja nya ke keranjang pakaian kotor yang ada di samping pintu depan kamar mandi. Anand masuk kedalam kamar mandi dan agak terkejut saat melihat Rindy duduk di atas closed yang tertutup. Rindy juga terlihat terkejut saat Anand masuk ke dalam kamar mandi itu.


"Sedang apa kamu di sini?"tanya Anand yang melihat Rindy duduk di atas closed yang tertutup. Anand mendekati Rindy dengan dada telanjang. Hanya celana panjang yang masih dikenakan pria itu.


"A.. aku.."Rindy tergagap, bingung harus menjawab apa. Apalagi saat matanya melihat tubuh Anand. Dada bidang dan perut rata berotot pria itu nampak terekspos sempurna. Rindy menelan ludah nya susah payah. Tiba-tiba ingatan nya kembali pada saat mereka bercinta semalam. Teringat betapa menyenangkannya saat menyentuh dada dan perut pria yang sudah menjadi suaminya itu.


"A.. aku.. aku akan keluar,"ucap Rindy bergegas keluar dari dalam kamar mandi itu.


"Ada apa dengan dia? Kenapa jadi gugup seperti itu?"gumam Anand menatap punggung istrinya yang akhirnya menghilang di balik pintu kamar mandi. Merasa aneh dengan sikap Rindy.


"Oh, ya ampun! Kenapa aku jadi gugub sekali saat bertemu dengan dia. Padahal, tadi aku tidak sabar menunggu dia pulang. Tapi setelah dia pulang, aku malah salah tingkah sendiri,"gerutu Rindy merutuki dirinya sendiri.


Akhirnya Rindy memilih berbaring di ranjang dan memejamkan matanya, pura-pura tidur,"Kenapa tidak dari tadi saja, aku pura-pura tidur? Kalau aku tadi pura-pura tidur, aku pasti nggak bakal salah tingkah seperti tadi. Tapi, kalau aku pura-pura tidur, aku tidak akan melihat dada bidang dan perut berotot milik Anand. Hais, kenapa aku jadi mesum begini?"gumam Rindy yang hatinya tidak menentu.


Tak lama kemudian, Anand keluar dari kamar mandi. Menatap istrinya yang sudah berbaring di atas ranjang dengan mata yang terpejam. Perlahan Anand naik ke atas ranjang dan mengusap perut Rindy dengan lembut, kemudian mengecupnya.


Anand membaringkan tubuhnya tubuhnya di belakang Rindy yang berbaring dengan posisi miring.

__ADS_1


"Sayang, apa kamu sudah tidur?"tanya Anand kemudian mengecup lembut ceruk leher Rindy. Sedangkan Rindy tetap berpura-pura tidur, walaupun tubuhnya terasa meremang saat Anand mengecup ceruk lehernya.


Tidak mendapatkan jawaban dari Rindy, Anand pun tersenyum smirk. Anand tidak yakin jika Rindy sudah tidur, karena Anand tidak terlalu lama berada di kamar mandi. Anand pun mengecup pipi Rindy singkat.


"Tidurlah! Aku tidak akan mengganggu mu. Aku akan tidur dikamar sebelah,"ucap Anand seraya beranjak dari tempatnya berbaring.


"Ke.. kenapa harus tidur di kamar sebelah?"tanya Rindy yang langsung membuka matanya dan membalikkan tubuhnya. Sesaat kemudian, Rindy memalingkan wajahnya yang memerah karena malu. Rindy ketahuan sedang berpura-pura tidur.


"Aku tidak ingin tidurmu terganggu,"sahut Anand mengulum senyum. Ternyata tebakannya benar. Rindy berpura-pura tidur.


"A.. aku tidak merasa terganggu,"ucap Rindy dengan suara pelan.


Anand tersenyum lembut,"Kemari lah!"ucap Anand yang berbaring miring, seraya menepuk lengan nya memberi isyarat pada Rindy agar Rindy merebahkan kepalanya di lengannya.Tanpa menolak, perlahan Rindy merebahkan kepalanya di lengan Anand.


"Apakah dia rewel?"tanya Anand seraya mengusap lembut perut Rindy.


"Tidak,"sahut Rindy singkat. Malu dan salah tingkah, itulah yang dirasakan Rindy saat ini.


"Ngomong-ngomong, aku sangat suka jika kamu seperti semalam. Aku sangat suka saat kamu mencium ku, membelai tubuhku, dan semua hal yang kamu lakukan semalam,.aku sangat menyukainya. Jika teringat yang semalam.. aku jadi pengen lagi,"ucap Anand dengan suara menggoda.


Saat Rindy hendak memalingkan wajahnya, Anand langsung memegang wajah Rindy dan jari jempol pria itu mengusap bibir Rindy dengan lembut dengan tatapan penuh arti.


Saat ini, Rindy semakin salah tingkah. menatap Anand sebentar, kemudian menundukkan pandangan nya, Dari kata-kata dan tatapan Anand, Rindy mengerti apa sebenarnya yang diinginkan oleh Anand.


A.. aku.."Rindy terlihat semakin gugub, bola matanya bergerak liar tak tentu arah.


"Jika kamu lelah, aku tidak akan memaksa. Tidurlah! Jangan tidur larut malam lagi!"ucap Anand kemudian mengecup kening Rindy dengan lembut.


...🌸❤️🌸...


.

__ADS_1


.


To be continued


__ADS_2