
"Sayang, kenapa lama sekali di dalam kamar mandinya? Kamu tidak pingsan di dalam kamar mandi, 'kan? Atau..kamu ingin mengulangi pengalaman kita di dalam kamar mandi saat kita di villa kemarin?"tanya Anand dari luar kamar mandi membuat Rindy terhenyak.
"Ya Tuhan.. orang ini benar-benar meresahkan. Kenapa semakin lama otaknya semakin bertambah mesum?"gumam Rindy kemudian membuka pintu kamar mandi itu.
"Kamu membuatku khawatir saja. Apa yang kamu lakukan di dalam kamar mandi? Kenapa lama sekali?"tanya Anand memperhatikan Rindy.
"Ti.. tidak ada. A.. aku mau tidur,"ucap Rindy menjawab pertanyaan Anand dengan asal.
Anand mengernyitkan keningnya menatap Rindy yang berjalan menuju ranjang, membaringkan tubuhnya dan langsung menutup tubuhnya dengan selimut.
"Kenapa dia?" gumam Anand yang merasa aneh dengan sikap Rindy.
Anand alias Rio membuka baju yang dikenakannya dan hanya menyisakan celana boxer di tubuhnya. Naik ke atas ranjang menatap Rindy yang sudah berbaring membelakanginya dengan mata yang sudah terpejam.
Anand ikut masuk ke dalam selimut, kemudian memeluk Rindy dari belakang membuat Rindy terhenyak.
"Tubuhmu harum sekali,"bisik Anand di telinga Rindy, kemudian menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Rindy, dan sesekali mencium leher Rindy membuat tubuh Rindy terasa meremang.
"Anand, apa yang kamu lakukan? Jangan seperti ini!"ujar Rindy berusaha melepaskan pelukan Anand dan menggerakkan bahunya agar Anand menjauhkan wajahnya dari lehernya..
"Kenapa?"tanya Anand nampak mengernyitkan keningnya.
"Aku gerah!"ucap Rindy asal hanya untuk menghindar dari Anand.
"Kalau begitu, kamu lepaskan saja pakaian kamu! Biar aku bantu,"ucap Anand tersenyum menyeringai seraya membalikkan tubuh Rindy hingga terlentang.
"Anand! Kenapa kamu tidak memakai baju?"tanya Rindy langsung memalingkan wajahnya dan kembali berbaring membelakangi Anand, saat melihat dada bidang Anand nampak polos, menampilkan kulit putih bersih pria itu.
"Memangnya kenapa? Toh, kamu juga sudah melihat semuanya. Begitu pula aku yang sudah melihat seluruh tubuh mu,. Bahkan aku sudah meraba dan mencium hampir seluruh bagian tubuh mu,"ucap Anand dengan suara berat dan dengan sengaja meniup leher Rindy.
__ADS_1
"Dasar mesum!"umpat Rindy dengan wajah yang memerah.
Anand dengan cepat kembali membalikkan tubuh Rindy dan segera menindihnya. Rindy yang tidak menyangka Anand akan melakukan hal itupun terkejut.
"A.. Anand! A..apa yang akan kamu lakukan?'tanya Rindy yang sekarang berada di dalam kungkungan Anand terbata-bata.
"Menurut mu?"Anand balik bertanya tanpa menjawab pertanyaan dari Rindy.
"Anand aku lelah sekali. Tolong jangan melakukan nya malam ini, ya?! Please!"pinta Rindy dengan wajah yang dibuat memelas mungkin, berharap bisa membujuk Anand agar pria itu malam ini tidak mengajaknya bercinta.
"Apa kamu sangat lelah?"tanya Anand seraya membelai pipi Rindy dengan lembut.
"Hum,"sahut Rindy seraya mengangguk kecil dengan jantung yang berdetak kencang.
"Oke, tidur lah! ucap Anand mengecup lembut kening Rindy, kemudian kembali berbaring di samping Rindy dan merengkuh wanita itu ke dalam pelukannya.
"Aku mencintaimu,"ucap Anand mendekap erat tubuh Rindy.
Keesokan harinya, Anand sudah bersiap untuk pergi ke Barata grup. Anand memakai kemeja berwarna putih dipadukan dengan jas dan celana panjang berwarna hitam dan dasi berwarna hitam bergaris-garis putih.
Bentuk tubuh dan tinggi badan Anand yang proporsional dengan rambut yang disisir rapi membuat Anand terlihat sangat tampan dan mempesona. Terlihat aura kepemimpinan yang penuh kharisma dan berwibawa terpancar dari wajah pria itu.
"𝘼𝙥𝙖 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙩𝙚𝙧𝙟𝙖𝙙𝙞 𝙥𝙖𝙙𝙖𝙠𝙪? 𝙆𝙚𝙣𝙖𝙥𝙖 𝙨𝙚𝙢𝙖𝙠𝙞𝙣 𝙡𝙖𝙢𝙖 𝙖𝙠𝙪 𝙢𝙚𝙧𝙖𝙨𝙖 𝙙𝙞𝙖 𝙨𝙚𝙢𝙖𝙠𝙞𝙣 𝙩𝙚𝙧𝙡𝙞𝙝𝙖𝙩 𝙩𝙖𝙢𝙥𝙖𝙣 𝙙𝙞 𝙢𝙖𝙩𝙖𝙠𝙪. 𝘽𝙖𝙝𝙠𝙖𝙣 𝙨𝙪𝙡𝙞𝙩 𝙧𝙖𝙨𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙗𝙖𝙜𝙞𝙠𝙪 𝙪𝙣𝙩𝙪𝙠 𝙩𝙚𝙩𝙖𝙥 𝙢𝙚𝙢𝙗𝙚𝙣𝙘𝙞𝙣𝙮𝙖. 𝘼𝙥𝙖 𝙖𝙠𝙪 𝙢𝙪𝙡𝙖𝙞 𝙟𝙖𝙩𝙪𝙝 𝙘𝙞𝙣𝙩𝙖 𝙥𝙖𝙙𝙖𝙣𝙮𝙖? 𝙏𝙞𝙙𝙖𝙠! 𝙏𝙞𝙙𝙖𝙠! 𝙄𝙩𝙪 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙗𝙤𝙡𝙚𝙝 𝙩𝙚𝙧𝙟𝙖𝙙𝙞!"gumam Rindy dalam hati seraya menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Ada apa? Kenapa kamu menggeleng- gelengkan kepala mu seperti itu?"tanya Anand yang tidak sengaja melihat Rindy menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Ti.. tidak apa-apa,"ucap Rindy gugub.
"Ya sudah, kalau begitu kita turun untuk sarapan!"ujar Anand memeluk pinggang Rindy dan membawa Rindy keluar dari kamar itu.
__ADS_1
Pramana, Silvy dan Ringgo nampak melongo saat melihat Anand pagi ini. Mereka nampak kagum dengan penampilan dan juga aura yang terpancar dari wajah pria itu.
"𝙎𝙞𝙖𝙡! 𝙆𝙚𝙣𝙖𝙥𝙖 𝙝𝙞𝙙𝙪𝙥𝙣𝙮𝙖 𝙨𝙚𝙢𝙥𝙪𝙧𝙣𝙖 𝙨𝙚𝙠𝙖𝙡𝙞? 𝙒𝙖𝙟𝙖𝙝 𝙩𝙖𝙢𝙥𝙖𝙣, 𝙩𝙪𝙗𝙪𝙝 𝙥𝙧𝙤𝙥𝙤𝙧𝙨𝙞𝙤𝙣𝙖𝙡, 𝙠𝙖𝙮𝙖 𝙙𝙖𝙣 𝙢𝙚𝙢𝙞𝙡𝙞𝙠𝙞 𝙞𝙨𝙩𝙧𝙞 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙘𝙖𝙣𝙩𝙞𝙠. 𝘼𝙠𝙪 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙗𝙞𝙨𝙖 𝙗𝙚𝙧𝙨𝙖𝙞𝙣𝙜 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙨𝙚𝙠𝙖𝙡𝙞 𝙙𝙚𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙣𝙮𝙖,"gumam Ringgo dalam hati.
Ringgo merasa iri dengan semua yang dimiliki oleh Anand. Ringgo mengira Anand begitu bahagia dengan segala yang dimilikinya, namun kenyataan nya, Anand tidak bahagia sampai malaikat maut menjemputnya.
"𝙔𝙖 𝙏𝙪𝙝𝙖𝙣..𝙙𝙞𝙖 𝙩𝙖𝙢𝙥𝙖𝙣 𝙨𝙚𝙠𝙖𝙡𝙞! 𝙎𝙚𝙖𝙣𝙙𝙖𝙞𝙣𝙮𝙖 𝙖𝙠𝙪 𝙢𝙖𝙨𝙞𝙝 𝙢𝙪𝙙𝙖, 𝙖𝙠𝙪 𝙥𝙖𝙨𝙩𝙞 𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙚𝙟𝙖𝙧 𝙣𝙮𝙖 𝙙𝙖𝙣 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙗𝙚𝙧𝙝𝙚𝙣𝙩𝙞 𝙨𝙚𝙗𝙚𝙡𝙪𝙢 𝘼𝙠𝙪 𝙢𝙚𝙣𝙙𝙖𝙥𝙖𝙩𝙠𝙖𝙣 𝙣𝙮𝙖,"monolog Silvy dalam hati, yang nampak begitu kagum pada Anand.
"𝙋𝙪𝙩𝙧𝙖𝙠𝙪 𝙨𝙖𝙣𝙜𝙖𝙩 𝙩𝙖𝙢𝙥𝙖𝙣, 𝙙𝙖𝙣 𝙖𝙠𝙪 𝙢𝙚𝙧𝙖𝙨𝙖 𝙙𝙞𝙖 𝙨𝙖𝙣𝙜𝙖𝙩 𝙗𝙚𝙧𝙗𝙚𝙙𝙖 𝙙𝙖𝙧𝙞 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙙𝙪𝙡𝙪. 𝘼𝙪𝙧𝙖, 𝙩𝙚𝙣𝙖𝙣𝙜, 𝙥𝙚𝙣𝙪𝙝 𝙠𝙝𝙖𝙧𝙞𝙨𝙢𝙖 𝙙𝙖𝙣 𝙗𝙚𝙧𝙬𝙞𝙗𝙖𝙬𝙖 𝙞𝙣𝙞, 𝙘𝙤𝙘𝙤𝙠 𝙨𝙚𝙠𝙖𝙡𝙞 𝙢𝙚𝙣𝙟𝙖𝙙𝙞 𝙥𝙚𝙢𝙞𝙢𝙥𝙞𝙣. 𝙎𝙖𝙮𝙖𝙣𝙜, 𝙙𝙞𝙖 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙥𝙪𝙣𝙮𝙖 𝙤𝙩𝙖𝙠 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙘𝙚𝙧𝙙𝙖𝙨,"batin Pramana menghela napas panjang.
"Papa sudah membuat keputusan atau belum?"tanya Anand terdengar tenang.
"Iya, sudah. Papa akan memberikan posisi itu padamu. Tapi papa akan melihat dulu bagaimana cara kerja mu. Papa tidak ingin Barata grup gulung tikar karena mu,"ujar Pramana yang masih belum rela memberikan posisi CEO Barata grup pada Anand. Pramana sama sekali tidak yakin Anand mampu mengemban tugas sebagai CEO.
"Oke. Siapa takut?!"sahut Anand yang nampak sangat percaya diri.
Akhirnya mereka pun menikmati sarapan pagi mereka tanpa perbincangan apapun. Nampak hanyut dalam pemikiran mereka masing-masing.
"Aku pergi dulu!"ucap Anand setelah selesai sarapan kemudian mengecup kening Rindy dengan lembut.
Tindakan Anand itu pun tidak luput dari mata Pramana, Silvy dan juga Ringgo. Sejak semalam, Anand sudah menampilkan kemesraan nya bersama Rindy. Sedangkan Ringgo semakin merasa iri kepada Anand.
"Aku akan membuat kejutan untuk mu di hari pertama mu menginjakkan kaki mu di Barata grup,"gumam Ringgo lirih menatap Anand yang masuk ke dalam mobilnya dengan senyuman licik.
...🌸❤️🌸...
.
.
__ADS_1
To be continued