
Maaf, judul dan cover nya aku ganti, karena dari kemarin merasa belum cocok dan pas dengan judul dan covernya.🙏🙏🙏🙏🙏 Happy reading!
Anand memasuki gedung Barata grup, berjalan di sebelah kanan Pramana. Sedangkan Ringgo berjalan di sebelah kiri Pramana dan Darlen berjalan di belakang ketiganya. Nampak semua karyawan yang melihat mereka menundukkan kepala memberi hormat pada Pramana.
Seumur hidup Anand baru pertama kali ini menginjakkan kakinya di Barata grup. Sifat nya yang tidak mau ambil pusing dengan urusan perusahaan membuatnya malas pergi ke perusahaan yang didirikan oleh papanya dan dimodali oleh mamanya itu.Bagi Anand, asal dia tidak pernah kekurangan uang, itu sudah cukup baginya.
Kehadiran Anand menjadi perhatian semua orang yang melihatnya. Pasalnya Anand berjalan bersama dengan Pramana. Selain itu, wajah tampan, tubuh proporsional serta aura yang begitu tenang, berkarisma dan berwibawa yang terpancar dari Anand membuat mereka begitu terpesona dengan pria itu.
"Siapa pria itu? Tampan sekali!"
"Apa dia putra sulung Tuan Pramana?"
"Putra Tuan Pramana? Aku mau jadi istrinya,"
"Wah.. kalah saing kita, jika dia benar benar-benar putra Tuan Pramana. Lihat itu, para karyawan wanita! Mata mereka tidak berkedip menatap pria itu,"
"Dengar-dengar, Tuan Pramana akan menyerahkan jabatan CEO-nya pada putra sulungnya. Apa benar, pria itu putra sulung Tuan Pramana?"
"Kalau benar-benar dia adalah putra sulung Tuan Pramana, berarti dia calon CEO di perusahaan ini, dong!"
"Apa kamu tidak mendengar berita yang beredar? Putra sulung Tuan Pramana itu selama ini kerjanya hanya berfoya-foya dan bermain wanita,"
"Apa benar dia seperti itu? Pembawaan pria itu terlihat tenang, berwibawa dan juga berkarisma. Sepertinya dia bukan pria brengseek,"
"Jangan tertipu dengan penampilan! Covernya bagus, belum tentu isinya bagus juga, 'kan?"
"Putra sulung Tuan Pramana tidak pernah datang ke perusahaan ini dan aku dengar, belum pernah mempunyai pengalaman di bidang bisnis. Apa dia mampu memimpin perusahaan ini?"
Itulah bisik-bisik para karyawan yang melihat Anand masuk ke perusahaan itu. Tatapan kagum jelas terlihat di wajah para karyawan, terutamanya karyawan perempuan.
Pramana langsung menuju ruang pertemuan diikuti Anand dan Ringgo, Sedangkan Darlen menunggu di luar ruangan. Di ruangan itu telah menunggu para pemegang saham Barata grup. Semua orang pun menatap Anand, satu-satunya orang yang tidak pernah mereka lihat setiap mereka mengadakan rapat pemegang saham.
"Selamat pagi semuanya! Perkenalkan, ini putra saya, Anand Pramana,"ucap pramana mengarahkan tangannya pada Anand. Anand pun sedikit menunduk memberi hormat pada semua orang yang hadir seraya melempar senyum ramah tapi terkesan berwibawa.
__ADS_1
"Langsung saja pada intinya. Pagi ini saya akan mengumumkan bahwa jabatan saya sebagai CEO di Barata grup akan saya serahkan kepada putra saya, Anand,"ucap Pramana seraya menepuk pundak Anand.
"Maaf, Tuan Pramana. Walaupun Tuan adalah pemegang saham terbesar, anda harus berdiskusi dengan kami untuk memilih CEO yang baru,"ujar salah seorang pemegang saham.
"Saya setuju. Kita harus berdiskusi lebih dulu jika Tuan Pramana ingin mengundurkan diri dan memilih CEO yang baru,"ucap yang lain.
"Maaf, ada yang perlu diluruskan di sini. Pemegang saham terbesar di Barata grup bukanlah papa saya, tapi saya,"ucap Anand terdengar tegas dan penuh wibawa.
"Kami tahu. Tapi kalian, 'kan satu keluarga, jadi sama saja, 'kan, pemegang saham terbesar adalah kalian? Tapi bukankah harus tetap didiskusikan, siapa yang akan menjadi CEO?" tanya salah seorang pemegang saham.
"Iya,"sahut Pramana singkat.
"Walaupun anda adalah pemegang saham terbesar, tapi bukan berarti semua keputusan ada di tangan anda, bukan?"
"Iya, benar. Lagi pula, saya dengar putra sulung anda sama sekali tidak memiliki pengalaman dalam dunia bisnis. Bagaimana jika dia membuat rugi perusahaan?"
"Saya dengar putra anda juga sering bermain wanita di luar sana. Bagaimana citra kita di depan para rekan bisnis kita jika CEO kita terkenal sebagai pemain wanita?"
"Bisa hancur bisnis kita jika di pimpin oleh orang seperti putra anda ini,"
Sejak seminggu yang lalu saat Anand mengungkapkan keinginan nya untuk menempati posisi sebagai CEO Barata grup, Ringgo telah menyebarkan berita akan adanya pergantian posisi CEO. Ringgo membocorkan bahwa Anand yang akan menggantikan Pramana menjadi CEO di Barata grup. Ringgo juga membeberkan semua keburukan Anand di kalangan para karyawan dan juga pemegang saham.
Ringgo berharap dengan buruknya citra Anand, maka para pemegang saham akan menentang Anand menduduki posisi CEO di Barata grup.
"Mohon perhatian nya sebentar!"ucap Anand dengan suara bariton yang terdengar tegas serta tatapan tajam yang mengeluarkan aura yang begitu mengintimidasi.
"Reputasi saya memang tidak bagus. Tapi apakah reputasi kalian semua lebih bagus dari saya? Saya dengar ada di antara kalian yang suka kawin cerai. Ada pula yang menikahi gadis di bawah umur, bahkan ada yang kekayaan nya sampai di bagi dua karena ketahuan selingkuh. Ada pula yang saat ini masih asyik berselingkuh. Apa perlu saya sebutkan siapa orang-orang itu?" tanya Anand dengan suara tenang tapi tegas, menatap para pemegang saham itu secara bergantian dengan tatapan datar yang terasa sangat mengintimidasi.
"𝘼𝙙𝙖 𝙖𝙥𝙖 𝙞𝙣𝙞? 𝙆𝙚𝙣𝙖𝙥𝙖 𝙢𝙚𝙧𝙚𝙠𝙖 𝙨𝙚𝙢𝙪𝙖 𝙙𝙞𝙖𝙢? 𝙈𝙚𝙡𝙞𝙝𝙖𝙩 𝙧𝙚𝙖𝙠𝙨𝙞 𝙢𝙚𝙧𝙚𝙠𝙖, 𝙗𝙚𝙧𝙖𝙧𝙩𝙞 𝙖𝙥𝙖 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙙𝙞𝙠𝙖𝙩𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙤𝙡𝙚𝙝 𝘼𝙣𝙖𝙣𝙙 𝙞𝙩𝙪 𝙖𝙙𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙗𝙚𝙣𝙖𝙧. 𝘽𝙤𝙡𝙚𝙝 𝙟𝙪𝙜𝙖 𝙖𝙣𝙖𝙠 𝙞𝙣𝙞," gumam Pramana dalam hati, tersenyum tipis melirik putranya yang nampak tenang menghadapi para pemegang saham itu.
"𝙎𝙞𝙖𝙡! 𝙈𝙚𝙧𝙚𝙠𝙖 𝙨𝙚𝙢𝙪𝙖 𝙙𝙞𝙖𝙢. 𝙄𝙩𝙪 𝙖𝙧𝙩𝙞𝙣𝙮𝙖 𝙨𝙚𝙢𝙪𝙖 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙙𝙞𝙠𝙖𝙩𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙤𝙡𝙚𝙝 𝘼𝙣𝙖𝙣𝙙 𝙖𝙙𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙗𝙚𝙣𝙖𝙧. 𝘿𝙖𝙧𝙞 𝙢𝙖𝙣𝙖 𝘼𝙣𝙖𝙣𝙙 𝙩𝙖𝙝𝙪 𝙨𝙚𝙢𝙪𝙖 𝙞𝙩𝙪? 𝘼𝙠𝙪 𝙗𝙖𝙝𝙠𝙖𝙣 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙚𝙩𝙖𝙝𝙪𝙞𝙣𝙮𝙖.𝙎𝙞𝙖𝙡!,"umpat Ringgo dalam hati. Rencananya menghalangi Anand agar tidak menempati posisi CEO sepertinya tidak akan berjalan mulus.
"Kenapa kalian semua diam? Kalian merasa, ya? Jangan suka membicarakan dan membuka aib orang, jika kalian tidak ingin aib kalian dibicarakan dan dibuka oleh orang lain,"
__ADS_1
"Oke, kembali ke topik utama. Soal saya yang ingin menempati posisi sebagai CEO di Barata grup. Untuk membuktikan saya mampu atau tidak memimpin Barata grup, tolong beri saya waktu tiga bulan. Dalam waktu tiga bulan, jika terjadi kemunduran setelah saya memimpin perusahaan ini, maka saya akan mengundurkan diri dengan suka rela,"
"Sekarang katakan pada saya, siapa yang merasa keberatan jika saya menempati posisi sebagai CEO di Barata grup?"tanya Anand menatap semua pemegang saham.
"Saya setuju anda menempati posisi CEO,"
"Saya juga setuju,"
"Saya juga,"
Akhirnya para pemenang saham itu pun menyetujui jika Anand menempati posisi CEO di Barata grup. Sedangkan Ringgo nampak kecewa dengan keputusan akhir para pemegang saham tersebut. Semua itu karena Anand sudah menyuruh orang untuk menyelidiki apa saja yang berkaitan dan terjadi di Barata grup.
"Tolong tunjukkan padaku dimana ruangan ku, pa!"pinta Anand setelah para pemegang saham menyetujui dirinya menempati posisi CEO.
"Baiklah! Ringgo juga akan membantu mu untuk menjalankan perusahaan. Ringgo lebih berpengalaman dari kamu dan bisa diandalkan. Kamu siap membantu Anand, 'kan, Ringgo,"tanya Pramana seraya menoleh pada Ringgo.
"Tentu saja, pa. Dengan senang hati,"sahut Ringgo tersenyum pada Pramana dalam hati merasa sangat kesal karena rencananya untuk menghalangi Anand menjadi CEO telah gagal.
Pramana berjalan menuju ruangan nya diikuti oleh Anand, Ringgo dan Darlen yang mengekor di belakang Anand. Pramana berhenti di salah satu meja kerja karyawan yang berada tepat di depan sebuah ruangan.
"Lola, ini putra saya Anand. Mulai hari ini, dia akan menjadi CEO di Barata grup. Jadi, mulai sekarang, kamu akan bekerja pada Anand,"ucap Pramana pada Lola.
"Baik, Tuan,"sahut Lola penuh semangat. Bagaimana tidak semangat, jika atasannya orang yang sangat tampan seperti Anand,"𝙏𝙖𝙢𝙥𝙖𝙣 𝙨𝙚𝙠𝙖𝙡𝙞! 𝙆𝙖𝙡𝙖𝙪 𝙖𝙠𝙪 𝙗𝙞𝙨𝙖 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙜𝙖𝙚𝙩 𝘾𝙀𝙊 𝙗𝙖𝙧𝙪 𝙞𝙣𝙞, 𝙝𝙞𝙙𝙪𝙥 𝙠𝙪 𝙥𝙖𝙨𝙩𝙞 𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙚𝙣𝙖𝙠,"gumam Lola di dalam hati.
...🌟"Jangan membuka dan membicarakan aib orang lain, jika tidak ingin aibmu di buka dan dibicarakan oleh orang lain."🌟...
..."Nana 17 Oktober"...
...🌸❤️🌸...
.
.
__ADS_1
.
To be continued