Menjadi Dia

Menjadi Dia
50. Kakakku


__ADS_3

"Kamu sudah kenal lama dengan Anand, dan sangat perhatian pada Anand. Apa sebenarnya kamu mencintai Anand? Kamu memendam rasa?"tanya Rindy membuat Nadine membulatkan matanya.


"Kamu ini bicara apa? Aku dan Anand memang teman lama. Kami dekat karena mengalami hal yang sama. Kami sama-sama kurang perhatian dari orang tua. Bedanya, aku memilih menunjukkan prestasi ku untuk menarik perhatian kedua orang tuaku, sedangkan Anand memilih berbuat ulah untuk menarik perhatian orang tuanya. Walaupun hasil nya sama, kami tetap saja tidak mendapatkan perhatian orang tua kami,"


"Kami hanya akan bisa menjadi teman, karena kami sama-sama orang yang kekurangan kasih sayang. Jika kami bersama, bagaimana caranya kami memberikan kasih sayang, jika kami memiliki anak, sedangkan kami tidak pernah merasakannya?"


"Lagipula, sekarang Anand hanya mencintai kamu, dan aku...."Nadine menjeda kata-katanya, menghela napas panjang,"Aku sudah lama mencintai seseorang, tapi sayang nya dia, sudah memiliki kekasih. Akhirnya aku hanya diam memendam perasaan ku, melihatnya dari jauh. Aku tidak mau jadi orang ke tiga dalam hubungan siapapun. Orang tuaku berpisah karena orang ke tiga hingga akhirnya aku kekurangan kasih sayang karena mereka sudah sama-sama memiliki keluarga baru. Pada akhirnya aku lah yang terbuang,"ujar Nadine dengan wajah yang terlihat sendu.


"Maaf! Aku tidak bermaksud..."Rindy tidak dapat melanjutkan kata-katanya. Memegang tangan Nadine yang tadinya memegang tangan nya. Rindy tidak menyangka, di balik sifat Nadine yang terlihat kuat, tegar dan ceria, ternyata tersimpan luka. Dan dari Nadine hari ini, Rindy juga jadi tahu lebih banyak tentang Anand.


"Tidak apa-apa. Orang lain pasti berpikir sama seperti mu. Di kantor dan di hadapan klien pun kami digosipkan menjalin hubungan. Tapi itu tidak masalah. Kami melakukan itu agar kami sama-sama terhindar dari orang yang tidak kami sukai,"ujar Nadine tersenyum tulus.


"Kalau boleh tahu, siapa pria yang kamu suka?"tanya Rindy penasaran. Siapa pria yang berhasil membuat hati perempuan yang terlihat tegar dan sempurna ini meleleh.


"Dia adalah pria yang pernah menolongku saat aku akan dilecehkan oleh beberapa orang pria. Dia..."Nadine tiba-tiba menghentikan ucapannya dan melihat ke suatu arah.


"Dia apa? Kenapa?"tanya Rindy semakin penasaran.


"Dia di sini,"ucap Nadine masih menatap ke arah yang sama.


Rindy menatap ke arah di mana Nadine menatap. Seketika Rindy membulatkan matanya,"Apakah.. pria yang memakai kemeja hitam yang duduk dengan wanita yang memakai gaun berwarna merah itu?"tanya Rindy memastikan bahwa orang yang di lihat nya sama dengan orang yang dilihat oleh Nadine.


"Iya. Dia lah orang yang aku suka,. Aku tak menyangka bisa melihat dia di sini,"ucap Nadine dengan wajah yang terlihat sendu.

__ADS_1


"Kamu harus berjuang! Aku mendukung kamu untuk mendapatkan dia,"ucap Rindy begitu antusias.


Nadine tertawa hambar tanpa suara melihat reaksi Rindy,"Hei, apa kamu lupa? Sejak awal kita bertemu, aku sudah mengatakan padamu. Aku tidak mau merendahkan harga diriku dengan menjadi pelakor. Dan tadi juga sudah aku katakan, kedua orang tua ku berpisah karena pelakor. Masa iya, aku juga jadi pelakor? Cukup aku saja yang menjadi korban pelakor,"ujar Nadine membuang napas kasar.


"Mereka baru pacaran. Selama janur kuning belum melengkung, berarti masih milik umum,"ujar Rindy berapi-api.


"Tetap saja. Kalau aku menjadi orang ke tiga, aku akan mendapatkan gelar sebagai pelakor,"keukeh Nadine.


"Tapi perempuan itu tidak mencintai pria yang kamu suka. Dia hanya berniat mencari keuntungan dari pria itu. Perempuan itu menggoda pria-pria kaya hanya untuk hidup enak. Perempuan itu memanfaatkan kakakku untuk dijadikan ATM berjalan nya,"ujar Rindy menggebu-gebu.


Nadine mengernyitkan keningnya menatap Rindy,"Apa kata-kata mu itu benar? Perempuan itu bukan perempuan baik-baik? Dan dia juga menipu kakakmu?"tanya Nadine memastikan.


"Iya. Aku mendengar sendiri dari mulutnya. Tadi aku duduk didekat nya. Dia mengobrol dengan wanita yang memakai baju biru yang ada di sebelah mejanya itu. Dari obrolan mereka aku tahu jika dia tidak mencintai kakakku dan hanya menjadikan kakakku sebagai ATM berjalan nya. Dia juga mengatakan jika dia pernah menjadi teman tidur Anand. Tapi sayangnya, tadi aku tidak merekam pembicaraan mereka sebagai bukti dari apa yang aku katakan,"ujar Rindy seraya membuang napas kasar.


"Untuk membuktikan apa? Membuktikan kalau dia makan siang dengan kakakku?"tanya Rindy dengan wajah lesu.


Nadine menghentikan gerakannya yang akan mengambil foto pria yang disukainya bersama seorang wanita. Nadine menatap Rindy dengan ekspresi yang tidak terbaca,"Maksud kamu apa? Jangan bilang kalau pria itu adalah...." Nadine tidak melanjutkan kata-katanya, menelan ludah nya susah payah.


"Pria itu adalah kakakku. Kak Jefri. Aku senang jika kamu menjadi kakak iparku. Aku sangat menyukai mu. Dan aku tidak rela kalau kakakku dipermainkan oleh wanita itu,"ucap Rindy membuat Nadine terkejut.


Nadine tertawa tanpa suara seraya menggeleng-gelengkan kepalanya pelan. "Ternyata dunia begitu sempit. Aku tidak menyangka jika pria yang aku sukai sejak lama adalah kakakmu,"ujar Nadine menertawakan dirinya sendiri.


"Jadi kamu harus berjuang untuk kakakku. Eh, tapi keluarga kami bukan keluarga kaya seperti mu,"ujar Rindy yang menjadi lesu saat teringat perbedaan sosial antara keluarganya dan keluarga Nadine

__ADS_1


"Aku tidak memandang seseorang dari status sosial nya. Aku sangat kagum dengan kakakmu. Aku perhatikan, dia adalah pria pekerja keras yang pantang menyerah. Aku suka itu,"ujar Nadine dengan seulas senyum di bibirnya menatap Jefri yang sedang berbincang dengan Dini.


"Kalau kamu berpikir begitu, aku akan merestui dan mendukung kalian agar bisa bersama,"ucap Rindy antusias.


"Terimakasih. Tapi kenapa kita jadi ngomongin soal aku, ya? Bukan kah tadi kita bicara soal kamu?"tanya Nadine membuat wajah Rindy berubah sendu.


"Maaf. Aku tidak bermaksud ikut campur dalam rumah tangga kalian. Aku hanya tidak ingin kalian berpisah karena hal yang tidak penting. Aku sangat menyayangi kalian berdua. Apalagi sekarang aku tahu bahwa kamu adalah adik dari pria yang aku suka. Aku ingin kalian bahagia. Tidak ada maksud apapun selain itu,"ucap Nadine yang ingin persoalan antara Rindy dan Anand segera terselesaikan.


"Tidak apa-apa. Aku tahu maksud kamu baik,"ujar Rindy.


'Tidak baik berlarut-larut dalam masalah. Apalagi kamu sedang mengandung. Perasaan kamu akan berpengaruh terhadap perkembangan bayi yang kamu kandung, Rin. Sekali lagi aku katakan, Anand sangat tulus mencintai kamu, aku bisa melihat itu saat dia menatap mu. Perbaiki lah hubungan kalian, jika tidak demi kalian, minimal untuk anak kalian,"


"Aku tidak mau calon keponakan aku mengalami hal yang sama dengan ku. Hidup tanpa kasih sayang kedua orang tua itu tidak enak. Aku sudah merasakannya,"ujar Nadine.


...🌟"Cinta bukanlah bagaimana kita melupakan kesalahan, tapi tentang bagaimana kita memaafkan."🌟...


..."Nana 17 Oktober"...


...🌸❀️🌸...


.


.

__ADS_1


To be continued


__ADS_2