Menjadi Dia

Menjadi Dia
18. Percaya Diri


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan dari gedung Barata grup yang lumayan lancar karena hari sudah larut malam, akhirnya Anand dan Darlen pun tiba di rumah.


"Makasih, ya, Len! Cepatlah istirahat!"ujar Anand seraya menepuk pundak Darlen, kemudian berjalan memasuki rumah.


"Iya, Tuan,"sahut Darlen seraya menatap Anand yang berjalan lebih dulu menuju kamarnya yang ada di lantai dua.


Dengan perlahan, Anand membuka pintu kamar nya dan melihat Rindy yang nampak sudah terlelap. Anand langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Tak lama kemudian, Anand pun keluar dari kamar mandi dengan wajah yang terlihat lebih segar.


Perlahan Anand naik ke atas ranjang dan berbaring dengan posisi miring menghadap ke arah Rindy yang tidur menghadap ke arah nya. Anand menyingkirkan anak rambut Rindy yang menutupi wajah cantiknya.


"Cantik,"ucap Anand tersenyum lembut menatap wajah istrinya,"Seharian aku tidak melihat mu, aku rindu sekali padamu,"ucap Anand seraya membelai wajah Rindy.


Mata Anand tertuju pada bibir Rindy yang berwarna pink. Bibir itu terlihat begitu menggoda di mata Anand. Perlahan Anand mendekatkan wajahnya ke wajah Rindy, kemudian mencium bibir Rindy dan sedikit menyesapnya hingga membuat Rindy terbangun.


"Anand!"ucap Rindy lirih mengedip-ngedip kan matanya untuk memperjelas penglihatan nya, menatap wajah Anand yang begitu dekat dengan wajahnya.


"Aku rindu sekali padamu,"ucap Anand kemudian kembali mencium bibir Rindy.


Rindy mendorong pelan dada Anand yang terasa semakin agresif mencium nya, hingga Anand melepaskan ciumannya,"Se.. sebaiknya kamu istirahat. Ka.. kamu pulang larut malam, pasti capek,"ucap Rindy gugup tanpa mau menatap wajah Anand.


Dari cara Anand menciumnya, dari deru napasnya yang memburu dan dari tubuh Anand yang terasa semakin panas, Rindy dapat menebak jika hassrat suaminya itu semakin meningkat.


"Sayang, layani aku sebelum kamu kembali tidur,"ucap Amad dengan suara yang terdengar berat.


"Anand, kamu pasti capek karena..."Rindy tidak melanjutkan kata-katanya karena Anand langsung memotong ucapannya.


"Sayang, berhubungan intim tidak hanya akan meningkatkan mood, tetapi sebuah penelitian juga membuktikan bahwa orang-orang yang melakukan aktivitas kamar tidur secara teratur dapat mengatasi stres dengan lebih baik dan menjadi orang yang lebih bahagia,"


"Seharian ini, aku sangat stres bekerja dari pagi sampai malam. Tolong bantu aku menghilangkan stres ku!"mohon Anand dengan tatapan sayu penuh harap.

__ADS_1


Anand nampak sangat menginginkan Rindy untuk melayaninya. Rindy pun akhirnya menuruti keinginan Anand untuk melayani nya di atas ranjang. Percuma jika menolak Anand, suaminya itu akan memakai seribu satu cara dan seribu satu alasan agar dirinya mau melayaninya.


Anand membaringkan tubuhnya di samping Rindy, setelah mendapatkan pelepasan dan merasa puas bercinta dengan Rindy.


"Mau ke mana?"tanya Anand seraya memegang tangan Rindy yang mulai beranjak dari tempatnya berbaring.


"Aku mau ke kamar mandi,"ucap Rindy.


"Baiklah,"sahut Anand seraya melepaskan pegangan tangan nya dari pergelangan tangan Rindy.


Rindy pun bergegas turun dari ranjang dan berjalan menuju kamar mandi. Beberapa saat kemudian, Rindy sudah keluar dari kamar mandi dan melihat Anand yang sudah terlelap.


"Dia sudah tidur? Cepat sekali. Padahal aku di kamar mandi tidak sampai lima menit, tapi dia sudah tertidur. Kalau merasa capek, kenapa memaksakan diri untuk bercinta? Dasar! Tidak bisakah dia tidak meminta ku untuk melayani nya di atas ranjang barang semalam saja?"gumam Rindy seraya menghela napas panjang kemudian kembali naik ke atas ranjang.


Rindy menatap wajah teduh Anand yang sudah terlelap. Perlahan Rindy mengulurkan tangannya untuk menyentuh wajah suaminya itu,"Tampan,"gumam Rindy dengan seulas senyum di bibirnya, tanpa sadar telah memuji Anand.


"Kenapa dia bisa memiliki tubuh yang begitu seksi seperti ini?"gumam Rindy dengan tangan yang terulur untuk meraba otot-otot di dada bidang suaminya, kemudian merayap turun ke perut Anand.


Beraktivitas dari pagi sampai malam yang diakhiri dengan aktivitas bercinta, membuat tubuh Anand benar-benar lelah, hingga cepat terlelap begitu nyenyak. Sangking lelapnya Anand tidur, pria itu tidak terbangun saat istrinya menggerayangi tubuhnya.


Setelah puas menggerayangi dan mengagumi tubuh suaminya, akhirnya Rindy tidur di samping Anand. Memejamkan matanya memeluk suaminya, menghirup aroma tubuh suaminya yang entah sejak kapan sangat di sukai nya, hingga akhirnya terlelap sampai pagi menjelang.


Rindy terbangun dengan tangan Anand yang melingkar di perut nya,"Dia masih tidur? Nampaknya tidurnya sangat nyenyak,"gumam Rindy menatap Anand kemudian perlahan melepaskan pelukan Anand dan bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Anand terbangun beberapa menit setelah Rindy masuk ke dalam kamar mandi. Masih enggan membuka matanya, Anand meraba-raba sisi tempat tidur tempat Rindy berbaring.


Perlahan Anand membuka matanya dan melihat ke seluruh penjuru kamar,"Kemana dia? Semalam tidur ku nyenyak sekali,"gumam Anand.


Pramana, Silvy dan Ringgo sudah berada di ruang makan, duduk menghadap meja makan. Anand masuk ke dalam ruangan itu bersama Rindy. Keduanya duduk bersebelahan berhadapan dengan Silvy dan Ringgo. Mereka pun mulai menyantap sarapan pagi mereka.

__ADS_1


"Anand, bagaimana pekerjaan kamu kemarin?"tanya Pramana usai sarapan pagi. Pramana sangat penasaran dengan apa saja yang sudah dikerjakan oleh Anand.


"Baik-baik saja, tidak ada kendala,"sahut Anand terlihat tenang.


"Kenapa kamu tidak bertanya sama sekali kepada Ringgo? Jangan sok pintar! Jika ada yang tidak kamu mengerti, tanyakan pada Ringgo atau papa,"ujar Pramana yang was-was dengan hasil kerja Anand.


"Sejauh ini aku masih bisa mengatasi semuanya sendiri, jika ada kesulitan, pasti akan aku tanyakan,"ucap Anand tenang.


"Jangan sampai kamu membuat Barata grup mundur, apalagi hancur. Ingat! Banyak orang yang mencari nafkah dan menggantungkan hidup di Barata grup. Jangan sampai mereka kehilangan sumber mata pencaharian karena kamu,"ujar Pramana yang tidak bosan untuk mengingatkan Anand.


"Papa tidak perlu khawatir! Aku pasti akan membuat Barata grup semakin maju dan berkembang di bawah kepemimpinan ku,"sahut Anand nampak sangat percaya diri.


"Jangan sesumbar! Sebelumnya, kamu belum pernah sama sekali terjun di bidang bisnis. Lalu sebegitu bekerja langsung menjabat sebagai CEO. Tugas dan tanggung jawab sebagai CEO itu berat, tidak mudah,"ujar Pramana.


"Aku tahu, dan aku merasa mampu menjadi pemimpin di Barata grup,"sahut Anand tampak sangat yakin dan percaya diri.


"Kita lihat saja nanti. Papa akan memeriksa semua yang kamu kerjakan kemarin,"ujar Pramana yang samasekali tidak percaya dengan kemampuan Anand.


Jika Anand yang dulu, mungkin tidak akan mengerti dengan urusan bisnis. Karena selama kuliah hanya mengandalkan uang untuk meraih gelar sarjana dan sama sekali tidak memiliki pengalaman bekerja di perusahaan apalagi pengalaman di dunia bisnis.


Tapi Anand yang sekarang adalah Rio, orang yang cerdas dan berprestasi serta berpengalaman dalam bekerja di perusahaan dan mengerti bisnis.


...🌸❤️🌸...


.


.


To be continued

__ADS_1


__ADS_2