My Little Woman

My Little Woman
Pertemuan Yang Mengharukan


__ADS_3

Sesampai di Singapure, mereka langsung naik mobil dengan harga yang fantastis, lalu mereka pun langsung menuju ke rumah sakit, "Masih jauh?" tanya Gofur yang sudah gak sabar pengen ketemu Rahma.


"10 menit lagi," jawab Devano. Lalu Gofur pun memilih diam.


Tak lama kemudian, barulah mereka sampai di depan rumah sakit, Devano, Gofur dan kedua orang tua Gofur pun masuk ke dalam dengan Devano yang ada di urutan depan.


Setelah sampai di ruang VVIP, Devano membuka pintu kamar rawat Rahma.


"Assalamu'alaikum ma, pa," ucap Devano sambil mencium tangan kedua orang tuanya. Gofur pun melakukan hal yang sama, ia mencium tangan Damar dan Dania. Lalu di susul Pagho dan Magho yang salaman biasa dengan Darma dan juga Dania.


"Waalaikumsalam," jawab Damar dan Dania yang hampir lupa menjawab salam putranya karena masih kaku dengan kedatangan menantu dan besannya itu.


"Gimana keadaan adek ma?" tanya Devano sambil mendekati Rahma.


"Ya masih kayak gini," ucap Dania sedih.


"Ma, lebih baik beri adek dan suaminya waktu berdua, aku yakin adek pasti sadar ma," ucap Devano sambil melihat ke arah Gofur.


"Baiklah. Kami titip putri kami ya nak," ucap Damar sambil mengelus pundak Gofur lembut. Lalu mereka semua pergi memberikan waktu buat Rahma dan Gofur berdua di ruangan. Sedangkan Pagho dan Magho yang sebenarnya juga ingin mendekat memilih untuk mengalah karena mereka tau saat ini putranya jauh lebih berhak atas istrinya itu. Mereka bisa menjenguk Rahma belakangan.


Setelah semua orang pergi keluar, kini tnggallah Gofur yang sudah berdiri di samping Rahma. Gofur memeluk Rahma dengan erat.

__ADS_1


"Sayang, maafin aku. Maafin aku sayang atas semua yang aku lakukan sama kamu, maafin aku sudah menuduh kamu yang bukan bukan, maafin aku sudah menghina kamu dan mengatakan kata kata yang tak pantas untuk aku ucapkan, maafkan aku sayang, maaf, aku sebagai seorang suami merasa gagal, aku yang seharusnya melindungi kamu tapi aku dengan mudahnya gampang di profokasi sama orang lain, hingga aku menyakiti orang yang sangat aku cintai.


Maaf, kalau bukan karena aku, kamu gak mungkin sampai kecelakaan dan koma bertahun tahun, menahan rasa sakit sekian lama, maaf sayang, maaf," ucap Gofur menangis sambil terus memeluk Rahma seakan ia gak mau di pisahkan lagi sama istrinya itu.


"Mulai sekarang, kita akan selalu berdua, kemanapun dan dimanapun kamu berada, aku akan selalu ada di samping kamu, aku gak mau jika harus berpisah lagi, rasanya itu sangatlah berat. Aku akan melindungi kamu dari orang orang yang akan berbuat jahat, aku akan menjadi pelindungmu, aku janji. Aku mohon bangunlah, ayo kita mulai semuanya dari awal, aku akan selalu mempercayaimu, apapun yang kamu katakan walaupun itu menyakitkan sekalipun, aku akan tetap mempercayai kamu dan memaafkan kamu, aku sayang kamu, bagiku kamu itu adalah belahan hatiku, separuh jiwaku, tanpa kamu rasanya hidupku terasa hampa, bahkan aku hampir gila karena terus memikirkan kamu, maafkan aku," ucap Gofur sambil mencium kening sang istri.


"Andai aku melakukan kesalahan, jangan pernah kabur lagi, kamu boleh memukulku, melakukan apa saja untukku, itu jauh lebih baik dari pada kamu harus menghukum aku kayak gini," ujar Gofur sambil menangis.


Tiba tiba saja tangan Rahma bergerak dan tak lama kemudian, Rahma pun mulai membuka mata.


"Mas," ucap Rahma dengan nada yang sangat lemah.


"Sayang, kamu sudah bangun. Syukurlah aku senang, terima kasih Tuhan," ujar Gofur sambil memeluk Rahma lagi lalu setelah itu, ia melihat wajah Rahma yang tampak pucat.


Gofur dengan sigap memberikan air yang ada di meja dan kebetulan ada sedotan di sana, Gofur pun membantu Rahma minum.


"Mas, kapan datang?" tanya Rahma lagi.


"Barusan, kakak kamu yang jemput aku," jawab Gofur.


"Mas sudah ketemu Kak Dev?" tanya Rahma lagi.

__ADS_1


"Iya sayang, aku juga ke sini sama mama dan papa," jawab Gofur sambil membelai kepala Rahma dengan sangat lembut.


"Sayang, maafin aku ya," ucap Gofur sambil mencium pipi Rahma.


"Aku sudah maafin kamu mas, aku bahkan sudah melupakan semuanya, kini aku hanya merindukan kamu mas, sangat rindu. Apakah mas gak kangen sama aku?" tanya Rahma.


"Aku selalu kangen sama sayang, mana mungkin aku gak kangen sama belahan jiwaku sendiri. Permata hatiku, bahkan setiap detiknya aku slalu merindunkan kamu, tapi ya kamu tau sendiri, aku gak tau kamu di mana, aku juga bisa melacak kamu, kalau bukan karena kakak kamu yang jemput aku, bahkan sampai detik ini, kita pasti belum ketemu," jawab Gofur.


"Aku harap setelah ini kita selalu bersama mas," ujar Rahma yang di angguki oleh Gofur.


"Pasti sayang, pasti. Aku gak akan membiarkan siapapun memisahkan kita lagi, siapapun itu," ucap Gofur meyakinkan sang istri.


Lalu mereka berdua pun ngobrol panjang lebar, menghilangkan rasa rindu yang selama ini selalu menghantui peresaan mereka. Bahkan Gofur sesekali memeluk dan mencium Rahma dengan sangat lembut.


"Mas, tau gak, aku gak nyangka kalau aku bisa bertemu dengan keluarga kandung aku, kadang aku malah berterima kasih dengan masalah yang menimpa kita mas, kalau saja waktu itu aku gak di fitnah dan mas gak memarahi aku, mungkin aku gak akan kabur dan akhirnya kecelakaan, aku gak akan bertemu dengan keluarga kandungku. Setiap masalah itu pasti ada hikmahnya mas, setelah belasan tahun aku berpisah dengan mama, papa dan Kak Dev, tapi kini aku bisa bertemu dengan mereka,"


"Iya aku pun juga tak menyangka, kalau aku menikahi anak orang kaya raya se Asia, bahkan  kekayaan yang aku miliki tak sebanding dengan apa yang kamu dan keluarga kamu miliki,"


"Jangan bilang gitu mas, harta hanya titipan, suatu saat bisa saja Allah mengambil kembali. Apa yang kita punya di dunia ini, semuanya hanyalah titipan, malah kalau sampai kita menyalah gunakan, kita pasti berdosa dan lain sebagainya. Sungguh, lebih enak jadi orang sederhana dari pada memiliki banyak harta, pentanggungjawabannya kelak di akhirat pun juga besar, karena Allah pasti akan mempertanyakan dari mana harta kita dan di gunakan untuk apa saja, jadi aku gak bangga sama sekali mas, aku lebih bangga kalau aku dan keluarga kita bisa lebih mendekatkan diri sama Allah, dan setelah kita tiada, kita bisa bertemu kembali di Surga Nya, itulah kebahagiaan dan harapanku mas," ucap Rahma.


Mereka pun terus saja mengobrol, sedangkan di luar sana, para orang tua juga membahas masalah Rahma, Pagho dan Magho pun juga tak menyangka bahwa mereka punya besan yang terhormat, yang sangat kaya raya dan yang sangat di takuti oleh pengusaha pengusaha lainnya.

__ADS_1


Dania menceritakan semuanya saat dimana ia kehilangan Rahma hingga akhirnya bisa bertemu kembali, dan Darma juga meminta agar Gofur bersedia tinggal bersamanya karena Darma, Dania dan Devano gak sanggung jika harus terpisahkan lagi dengan putrinya itu.


Pagho dan Magho pun tak mempermasalahkan, mereka menyerahkan semua keputusan itu kepada anak dan menantunya, karena mereka lah yang akan menjalaninya.


__ADS_2