My Little Woman

My Little Woman
Pagho dan Magho


__ADS_3

Tak terasa satu minggu sudah Magho dan Pagho ada di Indonesia, dan hari ini ia akan kembali ke Singapure untuk membahas pernikahan dan resepsi pernikahan putranya dan menantunya itu.


"Ma, tadi aku dapat chat katanya jam 3 sore, kita akan di jemput," ucap Pagho yang lagi nonton tivi di ruang keluarga sambil nemenin istrinya yang lagi buat juz di dapur gak jauh dari ruang keluarga.


"Oh iya sudah gak papa, lagian mama juga sudah selesai siap siap," jawab Magho sambil membawa juz yang ia buat ke ruang keluarga dan ia duduk di samping suaminya.


Magho menikmati juz melon yang ia buat dengna rasa manis yang pas di lidah. Pagho yang melihatnya pun merasa pengen, "Aku minta dong," ucap Pagho.


Magho pun memberikan juz itu yang sudah sisa setengah, "Ini habisin aja gak papa," jawab Magho. Pagho hanya menanggukk setuju lalu ia menghabiskan juz itu sampai tak tersisa.


"Oh ya ma , tau gak?" tanya Pagho setelah menaruh gelas kosong itu di atas meja.a


"Apa?" tanya Magho sambil mengambil Hp nya dan membuka media sosial.


"Aku sampai sekarang masih gak menyangka kalau kita punya besan super kaya, sungguh dulu bertemu aja, papa gak pernah bermimpi karan susah untuk bisa bertemu dengan pengusaha sehebat mereka, tapi siapa sangka kalau kini mereka menjadi besan kita," ucap Pagho.


"Ya, mama pun jgua gak menyangka pa, bisa punya besan yang super kaya, terlebih walaupun mereka kaya, mereka tidak sombong, sangat ramah dan sangat welcome sama kita, bahkan tau sendirikan, merkea sangat akrab dan suka bercanda juga, mama bahkan sampai heran saat ia menyindir putranya itu. Padahal di luar sana, yang mama tau, mereka itu orang yang sangat tegas dan berwibawa, tapi setelah kita lihat secara langung, mereka adalah keluarga yang sangat harmonis sekali,"

__ADS_1


"Iya bahkan papa yang melihatnya pun sampai terbawa suasaana, merkea terlihat sangat menyayangi putra putrinya,"


"Dulu mama di buat kaget saat Gofur tiba tiba minta nikah dengan muridnya, ingat gak pah waktu itu, dia terus merengek rengek minta di nikahin dengan anak di bawah umur, tapi sekarang mama di buat kaget lagi dengan sebuah fakta kalau menantu kita itu anak bangsawan, orang terkaya di ASiA, bahkan kita pun tak ada apa apanya, pa,'


"Iya, papa jgua tak menyangka. Berarti belasan tahun Rahma hidup dengan orang tua angkatnya tanpa tau kalau dirinya bukan lah anak kandung mereka dan kini setleah orang tua angkatnya menigngal, Rahma malah mendapatkan fakta yang sangat mengejutkan, ia bertemu dengan keluarga kandungnya sendiri,"


"Andai waktu itu gak ada yang memfitnah Rahma, dan Gofur gak salah faham, pasti gak akan ada kecelakaan, hingga akhirnya mempertemukan Rahma dengan keluarga aslinya,"


"Yah semuanya ini sudah di atur sama Tuhan pa, apa yang terjadi di dunia ini adalah karena kehendakNya. Tapi sungguh, pa, kalau boleh memilih, mama gak mau jika Gofur sama Rahma di pisahkan, sakit hati mama lihat Gofur dulu,"


"Iya papa masih ingat betul, gimana Gofur mencari istrinya ke sana kemari, menyesali apa yang sudah terjadi apalagi ketika ia tau, Rahma ternyata dijebak membuat dia sangat frustasi. Ia terus mencari Rahma tanpa memikirkan kondisi dirinyaa, hingga akhirnya ia ambruk dan jatuh sakit. Ia terus saja merasa bersalah, belum lagi rasa rindunya yang terus menghantui dirinya, ia sampai harus di rawat di rumah sakit berkali kali, belum lagi tubuhnya yang tinggal tulang sama kulit saja, membuat papa gak tega liatnya, papa bahkan sampai mikir, kalau Gofur kayak gitu terus, tidak menutup kemungkinan ia bisa saja meninggal karena terus memikirkan Rahma. Tapi syukurlah Allah masih menyayangi mereka, Allah pertemukan mereka kembali. Dan kini bentar lagi kita  dan besan kita akan membuatkan pesta yang sangat mewah untuk mereka berdua,"


"Ya kita hanya bisa berdoa aja semoga Allah menjaga dan melindungi pernikahan mereka, tpi jika kita berharap pernikahan mereka lepas dari masalah, kayaknya gak mungkin, karena selama kita hidup, ujian dan cobaan itu pasti ada."


"Ya sih, tapi setidaknya jangan di uji seperti dulu lagi, mama benar benar gak tega liatny,"


"Oh ya apa papa gak mikir masalah nanti setleah Rahma kuliah?"

__ADS_1


"Emang kenapa?"


"Mama takut aja, Gofur salah faham lagi,"


"Salah faham gimana?"


"Kalau Rahma sekolah kan pasti banyak temannya pa, baik itu perempuan dan laki laki, mama takut Gofur cemburu kalau Rahma punya teman laki laki, mama sih yakin Rahma bisa jaga diri baik baik, tapi tetap aja mama takut Gofur salah faham jika RAhma punya teman laki laki, dan akhirnya malah mereka bertengkar lagi,"


"Iya papa juga mikir gitu, papa taku Gofur salah faham lagi, untuk itu kita harus sering sering nasihatin Gofur, jangan sampai karna rasa cemburu membuat dia dan Rahma terpisah kembali. Tapi papa yakin sih, Gofur gak akan ceroboh lagi, dia pasti sudah mikir dan bisa mengambil pelajaran yang dulu dulu.  Papa juga yakin, Rahma bisa jaga diri baik baik, ia juga pasti tau batasn batasannya, dan ia gak mungkin terlalu dekat dengan laki lakii lain apalagi setatusnya itu dia sudah punya suami,"


"Ia semoga aja deh, kejadian yang dulu membuat Gofur tidak lagi mengambil tindakan yang gegabah yang membuat dirinya menyesal,"


"Lagian jgua ada Devano, Tuar Darma dan Nyonya Dania, merkea pasti akan melindungi pernikahan mereka, mereka gak akan membiarkan siapapun menganggu pernikahan merkea berdua,"


"Ia, pa. Papa benar. Oh ya kira kira pesta mereka mewah gak ya pa?"


"Pasti mewahlah secara Rahma anak orang pengusaha terkaya  di ASIA gak mungkin di buat biasa biasa aja, dan kita harus bisa ngimbangi merkea, jangan sampai semuanya di lakukan oleh merkea semua, paling tidak kita harus membantu membeli pakai uang sendiri, papa malu jika papa gak melakukan apa apa untuk memeriahkan pesta pernikahan anak kita,"

__ADS_1


"Iya pa, papa benar,"


Mereka terus saja membahas pernikahan Rahma dan Gofur nantinya di Singapure, dan juga membahas masalah rumah tangga yang akan di jalani oleh mereka berdua ke depannya.


__ADS_2