My Little Woman

My Little Woman
Foto Devano


__ADS_3

Sesampai di toko boneka, Gofur pun mulai mencarinya yang cocok buat Rahma dan yang pasti enak untuk di jadikan guling tiap malam. Gofur terus berkeliling, karena memang semuanya bagus, hanya saja belum ada yang cocok. Namun saat ia melihat di sudut toko, di sana ada boneka yang cukup besar yang di pajang di dekat jendela, ia pun meminta karyawan perempuan itu untuk mengambilnya. Karena memang semua karyawan di sini adalah perempuan.


Karyawan itu pun mengambil boneka tersebut, "Mbak boleh gak saya minta tolong, foto sama boneka itu ya, saya mau chat mama saya, untuk minta sarannya, bagus gak nya boneka ini?" tanya Gofur sopan.


"Iya mas, silahkan," jawab karyawan itu seramah mungkin.


Gofur pun memfoto boneka tersebut yang dipegang oleh karyawan toko.


"Makasih ya mbak, bonekanya taruh sini aja, saya mau chat mama dulu," ujarnya setelah selesai memfoto bonekanya.


"Iya mas," ujarnya lalu ia pun menaruh boneka itu dan pergi buat melayani pelanggan yang lain.


"Ma, menurut mana, foto ini bagus gak ya?" tanya Gofur dalam chat Wa beserta foto yang ia ambil barusan.


 


 



"Bagus nak, mama suka, Rahma juga pasti suka,"


"Iya sudah aku beli yang ini aja berarti, makasih ya ma,"


"Iya sayang."


Setelah chatan dengan mamanya, ia pun segera membawa boneka itu ke kasir dan meminta tolong untuk membungkusnya sebagus mungkin.


Setelah selesai di bungkus dan membayar boneka itu, Gofur pun segera keluar dari toko itu dan membawa boneka yang sudah di bungkus rapi dan menaruhnya di kursi belakang.


Gofur pun segera pergi, ia harus bekerja keras agar bisa ngumpuling uang banyak, ia pergi ke resto untuk mengecek pendapatan, sudah lama ia gak pergi ke resto itu sejak Rahma hilang dan dirinya sakit, dan sekarang untuk pertama kalinya, ia pergi ke toko itu lagi.


Ternyata resto itu berjalan  lancar dan pendapatan tiap hari selalu naik, Gofur bersyukur walaupun dirinya hampir gak pernah ke resto lagi namun ornag kepercayaannya mengelola resto tersebut dengan sangat baik dan ia berjanji ia akan memberikan bonus buat semua karyawan resto itu.

__ADS_1


Setelah pergi ke resto ia pun langsung pergi ke perusahaan, kemarin papanya sempat bilang kalau ada tender perusahaan yang senilai ratusan milliar, jika perusahaannya mampu memenangkan tender itu, bisa jadi perusahaannya akan mendapatkan keuntungan yang sangat fantantis.


Dan gofur akan bekerja sebaik mungkin dan tak akan menyia nyiakan kesempatan emas itu.


Apalagi itu akan di lakukan bulan depan, masih ada waktu untuk menyiapkan semuanya. Ia akan meminta semua karyawannya bekerja keras dan akan memberikan bonus buat mereka jika sampai perusahaan nya lah yang bisa memenangkan tendeer itu.


"Aku harus menang, semua ini untuk istrikku," gumam Gofur dengan semangat yang membara.


\=======


Sedangkan di tempat yang berbeda, Rahma terus saja berlatih jalan, walaupun ia lelah dan kadang merasakan rasa sakit yang luar biasa, namun ia tak patah semangat, ia ingin segera pulang dana bertemu dengan suami dan mertuanya, walaupun ia gak ingat dengan masa lalunya, namun entah kenapa rasa ingin pulang itu seakan mengggebu gebu.


Dan setelah satu minggu berlatih, akhirnya ia pun bisa jalan walaupun terseyok seyok atau bertatih tatih bahkan saat jalan tanpa pegangan pun rasanya sangat sakit dan sakitnya itu seakan seluruh badan, padahal yang sakit hanya kakinya saja.


Dan saat Devano mengajaknya ke Jepang, ia pun sangat bahagia sekali, karena ia juga sudah bosan di apartemen dan di rumah sakit, tapi sayangya di Jepang, ia tak bisa jalan jalan, karena Devano sangat sibuk dengan pekerjaannya. Dan Rahma pun memaklumi itu, sebelum pulang, Devano mengajak ke pusat oleh oleh dan Rahma pun sangat bahagia, ia lalu membeli sebuah roti dan memakannya karena enak, ia membeli 3 box sekaligus.


"Kenapa sampai beli banyak Ra?" tanya Devano lembut.


"Aku mau ngirim satu buat suamiku, satu buat aku dan satu buat kakak, boleh kan kalau roti ini aku kirim buat suamiku?" tanya Rahma dengan wajah melasnya. Devano yang tak tega pun langsung mengiyakan.


"Emm boleh gak kalau aku minta di belikan boneka sama suamiku?" tanya Rahma sekali lagi.


"Kenapa kamu harus minta sama suamimu Ra, aku mampu membelikannya buat kamu bahkan sama pabriknya juga," ujar Devano.


 


"Aku hanya ingin memeluk boneka pemberian suamiku," ujar Rahma menunduk dengan raut wajah sedih.


"Baiklah, nanti biar kakak yang ngurus semuanya. Kamu tinggal siapkan apa yang ingin kamu kirim," ucap Devano yang tak tega melihat Rahma yang sudah ia anggap sebagai adiknya itu bersedih.


"Makasih ya kak, kakak emang the best dah, terima kasih sudah merawat dan menjagaku selama ini dan juga menuruti semua keinginanku," ujar Rahma tersenyum manis.


"Iya sama sama, habis pulang dari sini, kita siap siap ya, kita harus pulang lagi ke negara S,"

__ADS_1


"Iya kak," jawab Rahma.


Dan benar saja sore harinya, Rahma dan Devano pun pulang ke negara S.


"Kak, emm kapan suamiku boleh ngirim boneka?" tanya Rahma.


"Dua hari setelah paket itu datang, akan ada seseorang yang ke sana untuk mengambil bonekanya," jawab Devano, dan Rahma pun menunduk mengerti.


Sesampai di negara S, Rahma langsung semangat nulis surat lalu menaruh surat itu di bawah roti dan membungkusnya serapi mungkin. Setelah selesai, ia memberikan kado itu kepada Devano karena Devano lah yang akan mengirimnya dan menitipkannya kepada seseorang.


 


\======


"Bagaimana perasaanmu setelah mengirim kado itu?" tanya Devano sambil duduk di samping Rahma.


"Senang kak, dan aku lebih senang lagi saat boneka itu sampai ke tangan aku," ucap Rahma tersenyum.


"Iya sudah, kamu tunggu aja yang sabar, kakak harus kerja dulu, kamu gak papa kan di sini sendiri, kakak usahakan makan siang nanti, kakak pulang,"


"Iya kak," jawab Rahma.


Setelah itu, Devano pun siap siap pergi ke perusahaan untuk bekerja dan meninggalkan satu perawat untuk menjaga Rahma selama dirinya gak ada, ia juga bisa memantau keadaan Rahma lewat CCTV yang terhubung di Hp nya.


\====


Foto Devano




 

__ADS_1


 



__ADS_2