
Setelah Dita di marahi habis habisan oleh Mami dan Papinya, Dita pun langsung merasa dendam dengan Dodi. Karena ia yakin kalau Dodilah yang melakukan hal ini, dialah orang yang pasti ada di balik semua ini, dialah yang pasti sudah mengadu ke Papinya hingga papinya marah besar seperti ini.
Dita benar benar gak habis fikir, kenapa Devano meminta Dodi untuk bekerja di perusahaan, bukankah Devano sudah punya tangan kanan yang lain, tapi kenapa Dodi yang selama ini bekerja di balik layar muncul kembali dan bekerja di perusahaan itu lagi, selama Devano gak ada. Apakah Devano ingin Dodi seperti dulu yang akan selalu menggantikan posisi dia jika Devano sibuk keluar kota ataupun keluar negeri.
"Ah ya kenapa aku gak kefikiran tentang Devano yang mungkin sibuk seperti dulu yang harus mengurus perusahaannya di luar negeri, seperti di Indonesia, jepang, Amrik, dan negara negara lainnya. Tapi kata orang orangku, Devano ada di negara ini, tapi dia sembunyi di mana, kenapa sulit untuk mencari keberadaannya?" Dita mengusap wajahnya secara kasar, ia benar benar marah, marah pada dirinya sendiri yang tak tak bisa ia kendalikan. Marah pada keadaan, marah kenapa ia harus mengetahui perasaan Devano setelah Devano tak lagi menyukainya. Ia terlambat.
Karena bingung mau ngapain, ia pun memilih pergi ke kamar untuk mandi dan setelah itu dia duduk di balkon menghirup udara segar sambil memainkan HP nya.
__ADS_1
"Aku harus bertemu Dodi lagi, tapi aku tak akan pergi ke perusahaan itu lagi, Papi pasti akan semakin marah sama aku jika tau, aku buat keributan di sana. Aku harus minta seseorang untuk mencari tau tempat tinggal Dodi, dengan begitu nanti malam aku bisa langsung ke rumahnya, dan aku bisa melampiaskan kemarahanku di sana.
Tanpa harus membuat keributan seperti di kantor, kan.
Dita pun langsung menelfon orang kepercayaannya, setelah itu ia memberikan perintah untuk mencari tempat tinggal Dodi. Sedangkan dirinya hanya duduk manis, dan menunggu kabar dari orang kepercayaanya itu.
Sambil menunggu, ia pun duduk santai berselancar di media sosial. Dan tiba tiba ia di kagetkan dengan foto sepasang kekasih di postingan Devano beberapa menit yang lalu.
__ADS_1
"Apa apaan ini," ucap Dita kesal. Ia tak terima kalau Devano sudah memunyai wanita lain selain dirinya, bagaimanapun dirinyalah yang akan menjadi Nyonya Devano bukan cewek lain.
"Aku harus mencari tau, wanita itu," geram Dita dengan tangan mengepal.
Ia pun mengeklik profil Devano hingga terpampanglah semuanya, ternyata kemarin Devano pun sudah memposting wanita itu.
"Bintang mengkhiasi gelapnya malam dan dirimu mengkhiasi hari hariku," dengan gambar langit yang bertabur bintang. Dan lagi di sana ada sosok wanita dengan gamis hitam dan jilbab hitam sambil menatap langit, lagi lagi wajahnya gak jelas karena Devano seakan sengaja mengambil gambar dari belakang hingga tak ada siapapun yang mengetaui wajahnya.
__ADS_1
"Wanitaku, bidadariku dan wanita yang aku sayangi," dengan tiga gambar wanita yang di gabung jadi satu, lagi lagi wajahnya pada di blur. Tapi Dita bisa mengenali dua wanita itu, yang tak lain Mamanya Devano dan adiknya Devano. Tapi satunya, apa benar Devano sudah menikah?
Dita terus memikirkan hal itu, sungguh hatinya terasa sakit sekali, sangking sakitnya ia sampai memukul dadanya dengan keras untuk menghilangkan rasa sakitnya. Atau paling gak untuk mengurangi rasa sakitnya.