
Ahmat Ghofur
\===========
Setelah sampai di rumahnya, Pak Go memilih langsung masuk kamar. Ia memikirkan cara bagaimana agar ia bisa dekat dengan Rahma, wanita yang sudah mencuri hatinya. "Apakah aku harus melamarnya langsung ke orang tuanya?" tanya pak Go pada dirinya sendiri. Setelah menimang nimang akhirnya ia pun mencari orang tuanya dan meminta pendapatnya.
"Ma?" Panggil Ghofur.
"Iya sayang, ada apa?" tanya mamanya Ghofur yang lagi asyik nonton tivi bareng suaminya.
"Ada hal penting yang ingin aku omongin ma." Ujar Ghofur sambil mendekati mamanya dan duduk di sampingnya.
"Ada apa sayang?" taya Magho, mamanya Ghofur.
"Ma, aku ingin menikah." Ujar Ghofur tanpa ba bi bu lagi.
"Ha! Kamu serius nak?" tanya Rena tak percaya.
"Iya ma, aku serius. Serius banget." Ucap Ghofur.
"Iya sudah kalau gitu biar papa yang mencari jodoh untukmu. Kebetulan papa sudah menemukan wanita yang pas buat kamu." Ujar Pagho, papanya Ghofur.
"Pa, aku gak mau menikah dengan pilihan papa. Aku mau menikah dengan pilihanku sendiri. Ini kan pernikahaan pa, bukan main mainan. Papa gak bisa maksa aku untuk bisa menikah dengan wanita yang tidak aku cintai. Aku gak mau menyesal seumur hidup pa. Aku mau menjalani rumah tangga dan menghabiskan sisa umurku bersama dengan orang yang aku cinta. Aku gak mau nikah jika karena keterpaksaan. Aku takut hidupku tak kan bahagia. Aku ingin menikah seumur hidup sekali jadi aku gak mau salah pilih dalam memilih pendamping hidup dan kali ini aku sudah menemukan yang pas buat aku jadikan istri dan ibu dari anak anakku." Ujar Ghofur serius.
"Apa yang dikatakan oleh anak kita benar pa, dia yang mau nikah. Tentu dia lebih tau mana wanita yang pas dan cocok buat mendampingi dia." Ujar Magho membela putra kesayangannya.
"Baiklah papa mengalah, papa tak akan lagi memaksa dan papa akan menyetuji apa yang menjadi pilihan kamu." Ucap Pagho.
"Makasih ya pa." Ujar Ghofur senang.
"Terus siapa wanita yang beruntung mendapatkan hati kamu nak?" tanya Magho.
"Dia muridku ma." Jawab Ghofur.
"Apa? Dia masih anak kecil?" tanya Pagho.
"Walau dia kecil tapi pemikirannya sudah dewasa pa, dia sangat sholehah dan wanita seperti itulah yang pantas untuk jadi istri aku." Jawab Ghofur.
"Baiklah terserah kamu nak, terus kapan kamu akan meminang dia?" tanya Magho.
"Secepatnya ma, kalau perlu minggu depan."
"Baiklah, mama dan papa akan merestui kamu nak. Semoga pilihan kamu adalah pilihan yang tepat."
"Pasti ma, insyaAllah dia adalah wanita yang sangat tepat untuk aku dan aku yakin mama dan papa pasti menyukai pilihanku ini." Ujar Ghofur.
"Apakah dia tau kamu mencintainya?" tanya Pagho.
"Enggak pa, tadi aku sempat ingin mengungkapkan isi hatiku tapi apalah daya teman dan sahabatnya malah ikut. Dan akhirnya makan malam yang sudah aku siapkan dengan spesial jadi berantakan."
__ADS_1
"Sudahlah, mungkin itu ujian buat mu nak. Iya sudah kamu tidur aja sana dan besok kamu coba bicarakan sama dia baik baik." Ujar Magho.
"Iya ma."
Ghofur pun segera pergi ke kamarnya ia sangat bahagia karena mendapat dukungan dari kedua orang tuanya. Sekarang yang harus ia lakukan adalah bagaimana mengutarakan perasaannya kepada Rahma, ia gak mau jika Refaldo merebut wanita yang sudah ia incar, wanita yang diam diam sudah mencuri hati dan fikirannya. Ia gak mau menyesal karena melepas wanita sebaik dan sholehah seperti Rahma.
"Emmm gimana jika aku mengirim pesan kepadanya, apa dia sudah tidur ya jam segini?" tanya Ghofur pada dirinya sendiri.
"Coba dulu deh, siapa tau belum tidur." Setelah menimang nimang akhirnya ia memilih untuk mengirim pesan kepada Rahma.
Dari: Ghofur
Assalamualaikum.
Tak lama kemudian, pesanpun di balas.
Dari: Rahma
Waaalikumsalam.
Dari: Ghofur
Lagi apa?
Dari: Rahma
Lagi nyantai nih di kamar.
Dari: Ghofur
Sendirian
Dari: Rahma
Dari: Ghofur
Boleh aku bertanya sesuatu?
Dari: Rahma
Boleh.
Dari: Ghofur
Jika ada laki laki yang melamar kamu, apa jawaban kamu?
Dari: Rahma
Tak liat dulu orangnya seperti apa, kalau dia bisa jadi imam yang baik buat aku dan mau bertanggung jawab. Ya aku terima.
Dari: Ghofur
Kalau orangnya itu adalah aku, apakah kamu akan menerima lamaranku dan mau jadi istriku.
Dari: Rahma
__ADS_1
Iya
Dari: Ghofur
Aku serius bertanya
Dari: Rahma
Dan akupun lebih serius menjawab pertanyaan bapak
Dari: Ghofur
Panggil mas aja, jangan bapak. Aku bukan bapak kamu lagian umurku masih 24 tahun.
Dari: Rahma
Iya mas maksudku.
Dari: Ghofur
Kalau kamu benar bena serius, minggu depan aku dan orang tuaku akan datang ke rumahmu untuk melamar sekaligus menikah dengan kamu.
Dari: Rahma
Baiklah, besok pagi aku akan menghubungi orang tua aku dan mengatakan bahwa mas akan datang ke rumahku untuk melamarku.
Dari: Ghofur
Oke, sampai ketemu besok calon istriku
Dari: Rahma
Sampai ketemu juga calon suamiku, jangan sampai yang lain tau ya mas, masalah ini.
Dari: Ghofur
Oke. Dah dulu ya, kamu jangan malem malem tidurnya. Assalamu'alaikum
Dari: Rahma
Waalaikumsalam.
Setelah selesai chatan dengan Rahma, Ghofurpun merasa bahagia karena ternyata Rahma mau menerima lamarannya, ia tak menyangka jika Rahma mempunyai perasaan yang sama seperti dirinya. Selama ini ia cuek, dingin dan judes hanya menutupi perasaan yang ia rasakan. Ia tak ingin Rahma tau tentang apa yang ia rasakan tapi kini ia tak mau lagi berpua pura dan bersikap dingin. Ia ingin menjalin hubungan dengan ikatan yang halal.
__ADS_1