
Dua tahun telah berlalu, kini keadan Gofur seperti mayat hidup, ia sudah pulang dari rumah sakit setelah dua bulan di rawat.
Sejak pulang dari rumah sakit, ia hanya diam di kamar, tak bicara dan tak makan jika tak di suapi, ia bener bener seperti kehilangan semangat hidup. Kadang ia menangis, setiap kali mengingat Rahma.
"Nak, lupakan Rahma. Mungkin dia sudah tenang di sisi Nya," ujar Magho. Ia dan suaminya sepakat menganggap Rahma sudah meninggal, karena setelah satu tahun Pagho mencarinya namun Rahma benar benar sulit di temukan.
Sedangkan Gofur tak terima akan hal itu, ia selalu menganghap bahwa sang istri masih hidup namuj ia tak tau ada dimana.
"Aku yakin kelak dia pasti akan menemuiku, aku yakin itu," gumam Gofur dalam hati.
__ADS_1
Sedangkan Della yang kini sudah lulus SMA, ia memilih kuliah di Univeesitas Swasta sama seperti Refaldo. Dan mereka berdua sampai sekarang masih terus mencari kebaradaan Rahma di sela sela waktu kuliahnya.
Della juga berharap sahabatnya itu masih hidup, dan ia akan terus mencarinya. Ia tak perduli jioa semua orang menganggap Rahma sudah tiada, karena baginya Rahma masih hidup, sebelum ia melihat sendiri jenazah sahabatnya maka selama itu juga dia akan menganggap bahwa kini Rahma masih hidup dan ada di suatu tempat.
"Dell, sudah dua tahun Rahma menghilang, namun sampai detik ini bahkan kita gak tau, dia ada dimana," ujar Refaldo saat ini mereka ada di kanti dan sedang makan siang.
"Aku yakin dia baik baik saja, kita harus semangat mencarinya," ucap Della.
Dulu juga Papanya Pak Gofur, Alias papa mertuanya rahma mengatakan kalau Rahma kecelakaan dan terluka parah, bahkan untuk ia sembuh pun kesempatannya hanya 10% saja, dan dia bisa bertahan karena ada alat yang menempel di tubuhnya.
__ADS_1
Belum lagi dia culik sama orang yang entah siapa, kenapa miris banget hidupnya. Aku harap yang menculik dia itu bukan orang jahat, jika dia sampai menjahati Rahma, entah apa jadinya sedangkan keadaannya aja seperti itu.
Ah, aku jadi benci sama Gishella, walaupun dia udah meninggal karena bunuh diri, tetap saja aku membencinya, karena dia temenku jadi hilang dan belum di temukan sampai sekarang," ucap Refaldo mengungkapkan kekesalanya, begitupun dengan Della, ia hanya menjadi pendengar setia, ia juga sama bencinya dengan Gisella, namun nasi sudah jadi bubur, membenci orang yang sudah meninggal pun percuma.
Mending ia fokus mencari keberadaan sahabatnya itu.
Ah iya, sejak hilangnya Rahma, kini Della dan Refaldo sudah mulai dekat hanya saja mereka belun ada rasa, sehingga untuk saat ini mereka hanya berteman karena tujuan mereka sama, mencari keberadaan Rahma.
Sedangkan di suatu tempat, seorang gadis yang baru sadar dari komanya bulan lalu, sudah bisa bicara dan tersenyum, hanya saja benturan keras di kepalanya membuat dia lupa akan segalanya.
__ADS_1
Di tambah kini kedua kakinya lumpuh, walaupun bukan permanen namun untuk beberapa bulan ke depan, ia harus pakai kursi roda, dan jika ia rutin berlatih, maka ia bisa berjalan kembali.
Sedangkan seseorang yang menolongnya hanya tersenyum melihat perkembangan gadis itu yang kian hari kian membaik.