My Little Woman

My Little Woman
Berbagi Rezeki


__ADS_3


Di tempat kerja, mereka bekerja keras seperti biasa sedangkan Pak Go menatap Rahma dari layar yang di hubungkan ke laptopnya. Di setiap sudut ruangan ada kamera CCTV jadi Pak Go bisa memantau semua karyawannya untuk bekerja dengan bagus dan tidak melakukan sebuah kesalahan.


Saat Rahma mengantarkan makanan di meja nomer 27. Tiba tiba matanya melihat seorang ibu ibu yang menggedong seorang bayi dan tangan satunya di pegang oleh anak kecil yang masih berumur lima tahunann. Rahma mendekati mereka.


"Ibu ada yang bisa saya bantu?" tanya Rahma lembut.


"Bolehkah kami meminta sedikit makanan, nasi sisapun tak mengapa yang penting kami bisa makan." Jawab ibu itu bergetar menahan rasa malu kata harus meminta belas kasihan orang lain.


Rahma hanya tersenyum mendengarnya.


"Andai ini restoran saya, maka saya akan memberikan ibu dan anak ibu makan sepuas mungkin tapi sayang, saya hanyalah seorang karyawan biasa. Dan saya tidak bisa memberikan ibu nasi sisa." Ucap Rahma.


Rahma mengambil uang seratus ribu dari saku bajunya.


"Ini buat ibu. Semoga uang ini cukup buat beli makanan di tempat lain yang harganya lebih murah. Karena kalau beli di sini, itu hanya dapat sedikit beda jika ibu beli di warung depan. Uang ini bisa cukup beli makanan selama tiga hari ke depan." Ucap Rahma tersenyum.


"Makasih nak, semoga Allah membalas kebaikanmu nak." Ucap ibu itu menangis haru karena masih orang baik yang mau menolong dirinya.


"Iya sama sama ibu. Lebih baik ibu cepet beli makanan sana, kasihan anak ibu kayaknya sudah lapar banget. Saya juga harus kembali bekerja karena jika sampai ketahuan, saya takut di pecat." Ujar Rahma.

__ADS_1


"Baiklah nakk."


Setelah ibu itu pergi, Rahma pun kembali bekerja. Della yang melihat sahabatnya itu hanya tersenyum bangga, ia tak salah memilih teman. Ia bersyukur karena mempunyai sahabat seperti Rahma yang murah hati dan tidak sombong serta mau menolong orang lain tanpa pamrih. Pak Go yang melihat Rahma dari balik layar pun juga ikut tersenyum. Padahal barusan ia melihat Rahma berbagi dengan seorang kakek di luar sana dan sekarang ia memberikan uang juga kepada ibu ibu itu. Dengan nominal yang lumayan banyak padahal ia yakin sekali, uang itu sangatlah berharga untuk dirinya tapi ia memilih untuk berbagi dan tak memperdulikan dirinya sendiri. Pak Go semakin salut dengan sikap dan sifat Rahma yang suka menolong orang lain dan ibadahnya pun bisa di acungi dua jempol karena Pak Go selalu melihat Rahma ada di barisan pertama ketika sholat dzhuhur berjamaah bahkan pak Go juga sering melihat Rahma sholat dhuha di musholla. Ada rasa sedikit kagum, andai saja ia tak di jodohkan oleh kedua orang tuannya mungkin ia mau mendekati Rahma dan menjadikan dia sebagai calon istrinya itu. Tapi apalah daya, ia tak bisa membantah omongan ayah dan ibunya yang sudah berjasa untuknya.


Saat Rahma ingin mengantarkan makanan dan minuman kepada salah satu orang yang ada di pojokan, meja nomer 35. Tiba tiba ada laki laki yang sengaja menendang kaki Rahma hingga ia menumpahkan semua makanan dan minuman yang ia bawa dan laki laki itu mencoba untuk memegang pinggang Rahma yang hampir terjatuh. Padahal ia sengaja menendangnya agar ia bisa memegang tubuhnya dan memeluknya.


Rahma yang gak suka di pegang pegang langsung menepis tangan laki laki itu.


"Tolong jangan pegang pegang." Ucap Rahma lembut walau ia sebenarnya sangat marah.


"Saya sudah membantu Anda seharusnya Anda berterima kasih" Ucap laki laki itu tersenyum.


"Saya tak perlu mengucapkan Terima Kasih karena Anda sendiri yang sengaja menendang kaki saya hingga semuanya tumpah dan Anda membuat kesempatan itu dengan memegang pinggang saya. Seharusnya saya marah bukan malah berterima kasih." Ucap Rahma pelan karena gak mau mengganggu pekerjaan yang lain. Sedangkan karyawan yang lainnya hanya bisa menatap tak bisa membantu apa apa.


"Ada apa?" tanya pak Go dingin.


"Gak ada apa apa pak." Jawab Rahma menutupi kesalahannya karena telah menjatuhkan makanan dan minuman.


"Saya ingin komplen karyawan di sini gak becus sehingga membuat makanan dan minuman yang saya pesan jadi jatuh dan berantakan." Ujar pria itu tak kalah dinginnya bahkan suaranya sangat keras hingga mengundang banyak mata yang melihat ke arah mereka.


Pak Go hanya tersenyum sinis.

__ADS_1


"Tolong putarkan kejadian tadi." Ucap Pak Go kepada salah satu pegawainya.


Pegawainya itu hanya menganggukkan kepala pertanda bahwa ia faham. Tak lama kemudian ada layar besar di depan yang memperlihatkan bahwa laki laki itu sengaja menendang kaki Rahma hingga membuat nampan yang ia pegang jatuh dan laki laki itu memegang pinggang Rahma.


"Apakah kejadian tadi sudah cukup menjelaskan siapa yang bersalah di sini?" tanya Pak Go.


"Seharusnya anda tau bahwa di sini banyak sekali kamera CCTV dan siapapun yang melakukan kesalahan maka saya akan menampilkannya di layar lebar di depan sana agar semua orang bisa melihat dan mengetahui siapa yang salah dan siapa yang benar. Karena Anda sudah membuat keributan, silahkan Anda angkat kaki dari sini. Sebelum saya habis kesabaran dan melaporkan kejadian ini ke pihak yang berwajib." Ucap Pak Go tenang.


Laki laki itu hanya mendengus kesal lalu pergi dengan perasaan marah.


"Maaf pak." Ucap Rahma yang gak enak karena sudah bikin kekacauan.


"Kamu gak salah. Lanjutkan pekerjaanmu, bersihkan ini dulu baru setelah itu kamu antarkan makanan dan minuman lagi ke meja yang lain. Saya harus kembali ke atas." Ucap pak Go.


Rahma sedikit lega karena ia gak di salahkan dalam hal ini. Della pun juga senang karena tadinya ia fikir bahwa Rahma akan di pecat karena perbuatan laki laki tadi tapi dugaannya salah. Della menghampiri sahabatnya itu.


"Yang sabar ya." Ucap Della.


"Iya." Ujar Rahma tersenyum.


Della membantu membersihkan makanan dan minuman yang tumpah. Sedangkan yang lainnya menggantikan posisi Dellla dan Rahma untuk mengantarkan makanan. Mereka bekerja sama tanpa adanya rasa iri dan dengki. Dan itu membuat Rahma dan Della bahagia dan senang bisa bekerja di sini. Walau mereka gak terlalu akrab tapi mereka saling tolong menolong satu sama lain.

__ADS_1




__ADS_2