My Little Woman

My Little Woman
Menjual Semua Aset


__ADS_3

Setelah dua hari kematian kedua orang tua Rahma. Kini mereka semua berkumpul di ruang tamu.


"Nak, apa yang akan kamu lakukan setelah ini?" tanya Pagho.


"Aku mau menjual Rumah ini sama Toko Baju yang ada di pasar. Uangnya mau aku sedekahkan ke masjid. Sedangkan baju yang ada di toko, itu kan isinya gamis semua, mau aku sumbangkan ke panti asuhan," jawab Rahma membuat Gofur dan kedua orang tuanya kaget karena tak menyangka bahwa Rahma akan menjual semua aset kedua orang tuanya dan di sumbangkan ke masjid dan ke panti asuhan.


"Kamu yakin nak?" tanya Magho.


"Yakin banget ma," jawab Rahma tersenyum.

__ADS_1


"Terus bagaimana dengan kamu?" tanya Gofur.


"Bukannya aku punya kamu mas. Apa sudah gak sanggup memenuhi kebutuhanku, jika iya. Aku bisa bekerja setelah lulus sekolah. Harta masih bisa di cari. Tapi aku ingin semua aset yang sudah di kumpulkan oleh aby sama umy selama ini, mennjadi amal jariyah buat mereka. Aku mungkin hanya akan membawa beberapa barang berharga yang ada di rumah ini, untuk aku jadikan kenang kenangan," jawab Rahma.


"Masalah kebutuhan kamu, aku yang akan menanggung semuanya sayang. Aku masih mampu," ucap Gofur yang membuat Rahma tersenyum.


"Baiklah, jika memang itu maumu nak. Nanti kita bagi tugas, kamu dan suami kamu yang mengambil semua pakaian di toko, dan membagi bagikan ke beberapa panti asuhan. Biar mama sama papa yang akan mencari seseorang yang membeli rumah dan toko yang ada di pasar. Tapi sebelumnya, kamu ambil dulu barang berharga yang akan kamu bawa," ujar Magho


"Baiklah, nanti kita bisa gotong royong membawanya ke rumah tetangga belakang," ucap Pagho.

__ADS_1


Dan akhirnya seharian itu mereka pun gotong royong melakukan semuanya dalam waktu satu hari. Gofur juga memunta beberapa tetangga untuk membantunya agar semua pekerjaan terselesaikan dengan cepat. Tentu, tidak gratis karwna Gofur membayar tenaga yang sudah mereka pakai hitung hitung sebagai tanda terima kasih.


Gofur merasa bangga mempunyai istri yang tidak memikirkan dunia. Ia lebih memilih menjual semua aset orang tuanya agar bisa menjadi amal jariyah buat mereka.


Jika orang lain, pasti mereka akan memilih untuk mempertahakannya jika pun di jual, pasti di gunakan untuk keperluan pribadi atau lebih parahnya buat foya foya.


Tapi tidak untuk Rahma, dia memang berbeda. Dan Gofur sangat bersyukur karena dia berhasil memiliki Rahma untuk selamanya.


Kedua orang tua Gofur pun tak kalah bangganya mempunyai menantu yang berhati mulus. Ia berharap bahwa Rahma dan Gofur menjadi pasangan yang sakinah mawadah dan warohmah.

__ADS_1


Setelah seharian kerja keras, akhirnya semua pekerjaan pun terselesaikan. Gofur dan Rahma sudah membagi bagikan semua baju yang di toko untuk beberapa panti asuhan. Semua peralatan dan perlengkapan rumah sudah di berikan kepada tetangga belakang yang hidupnya di bawah standart. Dan uang hasil pernjualan rumah sudah di sedekahkan ke masjid terdekat. Dan uang hasil toko, di buat beli al quran dan di taruh di beberapa masjid dan musholla.


Rahma bahagia karena akhirnya, semua harta kedua orang tuanya sudah selesai di bagi bagikan untuk menjadi amal kedua orang tuanya. Kini ia bisa tenang. Rahma berjanji akan selalu mendoakan aby dan umy nya setiap selesai sholat.


__ADS_2