
Hari ini Gofur dan Rahma berangkat ke Indonesia menggunakan jet pribadi milik keluarga Danendra.
Sebenarnya kedua orang tua Rahma menginginkan mereka pergi dengan membawa pengawal namin Rahma menolak dengan keras, ia gak suka kemana-mana harus bawa pengawal segala. Setelah berdebat cukup panjang, akhirnya mereka pun hanya pergi berdua saja.
Sesampai di Indonesia, mereka langsung menuju Hotel ABC, dimana pertunangan di lakukan disana selama dua hari dua malam.
Wajar jika pertunangan itu di adakan di hotel mengingat Refaldo anak orang yang berada. Tentu sebagai seorang pengusaha, kedua orang tua Refaldo menginginkan pertunangan yang cukup mewah untuk putra satu-satunya.
Rahma bergandengan tangan menuju dimana Della dan Refaldo ada di atas panggung dan sedang bertukar cincin. Hah telat sejam saja pasti acara sudah selesai dan hanya tinggal menjamu tamu dengan memanjakan lidah mereka dengan berbagai macam makanan yang tersedia di atas meja.
Rahma dan Gofur berdiri tepat di depan panggung, hanya saja Della dan Refaldo gak menyadari kehadiran mereka. Rahma segera mengambil Hp nya dan memfoto Della yang nampak cantik dengan gaun tertutup dan hijab yang menutupi dada. Wajahnya di poles make up sehingga terlihat begitu menawan.
Setelah selesai tukar cincin, semua orang bertepuk tangan. Dan ketika Della menghadap ke depan barulah ia sadar, sahabatnya tengah memandangnya dan mengarahkan kamera ke arahnya.
Della yang mulai melihat ke arah Rahma hanya tersenyum dan melambaikan tangan, Rahma pun ha!ya menganggukkan kepala dan tersenyum juga.
Refaldo yang juga menyadari ada Rahma di sana juga ikut tersenyum. Sejujurnya rasa itu masih ada walaupun hanya sedikit, namun ia berusaha untuk tak menampilkan apa yang ia rasakan, karena bagaimanapun Rahma kini telah menikah dan juga ia kini telah bertunangan resmi dengan Della, sahabat dari wanita yang berhasil mencuri hatinya.
Della melihat ke arah Refaldo, Refaldo yang menyadari itu pun langsung angkat bicara. "Aku gak menyangka, mereka akan hadir di pertunangan kita," bisi Refaldo.
"Aku yakin rahma pasti datang, sesibuk apapun dia, pasti dia akan menyempatkan waktu untuk datang ke pesta pertunangan kita," sahut Della tersenyum senang.
Setelah itu Della dan Refaldo pun fokus foto bersama keluarga besar Della dan juga Refaldo. Bukan hanya keluarga besar, ada juga beberapa orang dari kalangan bisnis kedua orang tua Refaldo yang juga ikut foto. Walaupun Della merasa lelah namun ia berusaha menampakkan senyuman manisnya.
Hingga setengah jam kemudian, barulah Della dan Refaldo bisa turun. Della langsung menghampiri Rahma yang setia menunggu dirinya dari tadi. Sedangkan Refaldo ia menghampiri Gofur dan mengobrol berdua dengannya. Walaupun sebenarnya dalam hati, ia ingin ngobrol dengan Rahma, namun ia sadar, ia harus jaga sikap. Jangan sampai membuat acara ini kacau dan mempermalukan kedua krang tuanya apalagi jika sampai membuat Della kecewa padanya hingga membuat persahabatan Della dan Rahma hancur gara-gara dirinya. Ia tak mau jika itu terjadi. Jadi ia memilih untuk menjauh sebisa mungkin, berusaha menjaga jarak namun jangan sampai mereka sadar kalau dirinya emang sengaja menjauhi Rahma.
Saat Refaldo asyik ngobrol berdua dengan Gofur, tiba-tiba ada dua cowok ganteng datang, siapa lagi kalau bukan Basuki dan Joni. Mereka juga hadir karena Refaldo memang mengundang mereka secara khusus bagaimanapun mereka adalah sahabat Refaldo sejak SMA.
Basuki dan Joni tak lupa menyapa Gofur, mantan gurunya di SMA. Lalu akhirnya mereka berempat pun ngobrol bersama layaknya sedang reunian. Sedangkan Rahma dan Della sibuk ngobrol berdua hingga akhirnya Mamanya Refaldo datang menemui Della.
"Sayang, ayo ikut mama. Mama ingin memperkenalkan kamu sama saudara jauh mama," ajak Mamanya Refaldo.
"Iya, Ma. Ra, aku tinggal dulu bentar gak papa kan?" tanya Della.
__ADS_1
"Gak papa, santai aja," jawab Rahma tersenyum. Dan senyuman itu mampu menghipnotis Mamanya Refaldo yang terpanah.
"Dia siapa sayang?" tanya Mamanya Refaldo ke Della.
"Dia Rahma, Ma. Sahabat aku sejak SMA, temannya Refaldo juga," jawab Della.
"Oh, jadi ini wanita yang dulu sering di bicarakan Refaldo, yang bahkan rela tinggal di kosan hanya demi wanita ini. Pantas Refaldo dulu tergila-gila, orangnya aja secantik ini," gumam Mamanya Refaldo dalam hati.
"Salam kenal tante, Aku Rahma." Rahma menyodorkan tangan ke Mamanya Refaldo yang langsung di balas oleh Mamanya Refaldo.
"Salam kenal juga, cantik," puji Mamanya Refaldo ramah.
"Tante kayak pernah lihat kamu, tapi dimana ya?" tanya Mamanya Refaldo
"Dia ini Davina Danendra Darma Putri Wijaya, Ma. Adeknya Devano Danendra Darma Wijaya. Ankanya Danendra Darma Putra Wijaya dan Dania Danendra. Yang pernikahannya sempat heboh di tivi dan media sosial," ucap Della detail.
"MasyaAllah, ini Davina. Putri Tuan Darma dan Nyonya Dania. Yang Katanya hilang itu?" tanya Mamanya Defano.
"Iya, tante," sahut Rahma tersenyum malu.
"Tante terlalu memuji," ujar Rahma yang bahkan bingung mau merespon apa.
"Andai dulu Refaldo yang menikah dengan kamu, Nak. Pasti Tante bahagia sekali," ucap Mamanya Refaldo dalam hati.
"Oh ya, Ma. Katanya mama pengen memperkenalkan aku sama saudara mama?" tanya Della.
"Oh ya Mama sampai lupa. Rahma mau ikut?" tanya Mamanya Refaldo.
"Enggak usah, Tan. Aku di sini aja," jawab Rahma lbut.
"Kalau gitu, Tante pinjem Della dulu ya bentar, soalnya saudara tante sudah berebut pengen di kenalin sama Della hehe,"
"Hehe iya tan, gak papa," balas Rahma.
__ADS_1
"Bentar ya Ra, setelah selesai aku ke sini lagi kok," ucap Della tersenyum. Lalu akhirnya Della pun ikut mama mertuanya untuk di kenalkan dengan saudara saudara nya.
Rahma memainkan Hp sambil mengambil minuman yang ada di atas meja. Gofur yang melihat istrinya sendirian pun langsung menghampiri setelah ia merasa ada beberapa pasang mata yang melihat ke arah Rahma. Ia tak mau kecolongan lagi, ia tak ingin kehilangan Rahma untuk yang kesekian kalinya. Untuk itu sebisa mungkin ia harus menjaganya dari orang-orang yang ingin mengambil Rahma dari dirinya.
"Sayang, pulang kapan?" tanya Gofur saat ia sudah ada di dekat Rahma.
"Setengah jam lagi ya," ujar Rahma.
"Hmm kok lama?" tanya Gofur cemberut.
"Enggak enak kalau pulang terlalu cepat, lagian juga kan para tamu belum ada yang pulang," ucap Rahma sambil memberikan minuman yang ia pegang ke suaminya, Gofur pun mengambilnya dan meminumnya hingga tak tersisa. Lalu ia pun mengembalikan gelas itu ke atas meja. Sedikitpun ia tak merasa jijik minum sisa istrinya. Mungkin karena cinta kali ya, jadj walaupun hanya sisa, pasti akan ia habiskan.
"Baiklah. Tadi mama dan papa nelfon dan chat aku terus. Mereka sudah menunggu kita di rumah," ucap Gofur memberitahu.
"Iya sayang. Bentar lagi kita pulang dan ketemu mama sama papa. Sabar ya," ujar Rahma lagi.
"Iya." Lalu Gofur pun menemani Rahma ngobrol. Hingga Basuki, Joni dan Refaldo datang dan menyapa Rahma. Bagaimanapun dulu mereka sayu sekolah, tentu tak elok rasanya jika tak menyapa padahal sudah ketemu. Jika Basuki dan Joni santai aja, beda dengan Refaldo yang sedikit gelisah. Hingga akhirnya setelah selesai menyapa, Refaldo memilih untuk menemui teman kampusnya yang lain.
Karena jujur Refaldo gak bisa lama-lama berada di dekat Rahma, sungguh tak mudab buat Refaldo melupakan cinta pertamanya.
Setengah jam kemudian, Della datang menemui Rahma dan Gofur yang masih sibuk bercanda dengan Basuki dan Joni.
Della bercakap-cakap dengan mereka sebentar, hingga akhirnya Rahma dan Gofur pamitan karena gak bisa terlalu lama di sana. Tak lupa Rahma memberikan kado buat Della sebagai hadiah di hari pertunangannya. Tak lupa Rahma dan Gofur juga pamitan sama kedua orang tuanya Refaldo dan kedua orangtuanya Della sendiri.
"Makasih ya Ra, sudah datang. Aku seneng banget," ucap Della sebelum rahma pergi.
"Apapun untukmu. Iya udah aku pamit pulang ya,"
"Iya hati-hati di jalan,"
"Siap."
Lalu setelah itu, Rahma dan Gofur pun pulang dengan menggunakan mobil yang sudah di siapkan oleh Devano, kakanya Rahma.
__ADS_1
Walaupun mereka gak pakai pengawal, namun mereka berdua tetap berada di bawah pengawasan Devano dan Darma.