
Setelah pulang sekolah Rahma, Della, Refaldo, Joni dan Basuki segera pergi ke rumah SisilĀ dengan menggunakan mobil Joni karena hanya Jonilah yang menggunakan mobil saat ini. Sedangkan guru guru yang lain ada yang pakai mobil dan ada yang pakai sepeda motor begitupun dengan murid murid yang lain yang juga ingin melihat Sisil untuk terakhir kalinya.
"Jon, agak cepetan dong." Ujar Basuki.
"Cepetan gimana? Jalan macet gini." Ucap Joni yang juga kesal karena kemacetan membuat dirinya akan terlambat ke rumah Sisil.
"Gak usah cepet cepet yang penting selamat. Dari pada buru buru malah nantinya kecelakaan. Bukanya kita datang mau melayat, eh malah mereka yang datang untuk melayat ke rumah kita." Ujar Refaldo menenangkan.
"Bener tuh apa kata Refaldo. Aku gak mau mati muda apalagi aku belum nikah dan belum merasakan surga dunia." Ucap Della ceplas ceplos.
"Wah kamu Del, fikirannya malah ke situ." Ujar Basuki tertawa.
"Kan bener. Aku belum merasakan surga dunia masak mau mati duluan." Ucap Della membenarkan diri.
__ADS_1
"Ya ya kamu benar, jika kamu penasaran. Kita bisa melakukannya sekarang." Ucap Basuki.
"Boleh juga asal kau nikahin aku sekarang juga." Tantang Della.
"Wah ngajak nikah dianya hahaha." Joni tertawa mendengarkan ucapan Della.
"Aku gak siap jika harus nikahi kamu sekarang. Uang aja, aku masih minta ke orang tua. Gimana mau menghidupi kamu nantinya." Ujar Basuki.
"Mangkannya jangan ngajak gitu gituan dulu kalau belum siap dalam segala hal." Ujar Della.
"Iya gak gitu juga kali. Maksudku nanti kalau sudah waktunya, aku nikah dan setelah itu baru aku mau merasakan surga dunia. Setelah itu gak papa deh, aku meninggal. Yang penting aku gak meninggal penasaran karena belum tau rasanya gitu gituan." Ucap Della.
"Udah cukup, kog malah bahas seperti itu sih. Kita lagi berduka lho. Teman kita meninggal malah bahas seperti itu. Seharusnya kita bersedih dan mendoakan Sisil, bukan malah debat gak karuan seperti ini." Ujar Rahma yang sedari tadi diam.
__ADS_1
"Iya ya maaf." Ucap Joni dan Basuki.
"Kita udah mau nyampek belom?" tanya Rahma yang sudah mengontrol emosinya.
"Belum, mungkin 10 menit lagi." Ujar Joni.
"Iya sudahlah, kita sabar nunggu. Nanti juga sampai." Ucap Refaldo.
Dan tak lama kemudian, mobil yang di kendarai Joni pun sudah sampai di depan rumah Sisil. Di sana sudah banyak orang yang melayat. Guru guru juga sudah kumpul di sana termasuk Pak Go sedangkan murid murid hanya sebagian besar yang datang dan sebagian lagi mungkin masih di jalan.
Joni, Basuki, Refaldo, Della dan Rahma segera pergi dan berkumpul bersama orang orang untuk melihat Sisil. Kini Sisil akan segera di mandikan..
Seharusnya Sisil sudah di makamkan tadi pagi tapi karena menunggu keluarga besar yang datang dari luar kota akhirnya Sisil pun di mandikan siang hari dan akan di makamkan jam satu nanti. Jadi kurang satu jam lagi mengingat sekarang masih jam 12.
__ADS_1
Banyak yang menangis, tak ada yang mengira jika Sisil akan melakukan hal bodoh seperti ini. Hanya karena masalah sepele, Sisil rela mengakhiri hidupnya dan meninggalkan semua orang yang menyayanginnya padahal semua masalah masih bisa di selesaikan dengan kepala dingin. Bahkan Pak Go juga merasa sedikit bersalah, ia merasa terlalu keras terhadap muridnya yang mengakibatkan dia bunuh diri.
Rahma diam, ia hanya bisa berdoa dalam hati untuk Sisil. Sedangkan Della dari tadi memegang tangan Rahma karena ia takut berada di dekat orang mati. Sedangkan Refaldo, Joni dan Basuki hanya diam dan sibuk dengan fikrian mereka masing masing. Entahlah apa yang mereka fikirkan tapi yang jelas mereka kasihan melihat Sisil yang mati di usianya yang masih terbilang muda sedangkan ibunya Sisil dari tadi pingsan beberapa kali karena tak kuat menerima kenyataan bahwa putri kesayangannya sudah meninggalkan dirinya untuk selama lamannya.