My Little Woman

My Little Woman
Pelukan Devano Untuk Amira


__ADS_3

Setelah memastikan Amira benar benar tertidur lelap, Devano pun membuka matanya. Ia senang karena secara tidak langsung ia mendengar semua curahan hati istrinya sendiri dan lagi, ia mendapatkan ciuman dari Amira. Walaupun ia  melakukan dengan diam diam tapi ia tetap bahagia karena Amira punya inisiatif sendiri untuk menciumnya tanpa paksaan  dan tanpa adanya suruhan darinya.


Devano pun menyingkirkan bantal guling yang ada di tengah tengah mereka. Lalu ia  mendekatkan tubuhnya ke sang istri, lalu ia menatap wajah istrinya yang tidur dengan sedikit menganga dan sedikit mengorok. Namun walaupun begitu, ia tetap terlihat cantik di matanya.

__ADS_1


"Aku janji, aku akan menyayangimu, menjadi suami yang baik dan papa yang baik untuk anak kita. Terima kasih susah memujiku sampai segitunya, tapi jujur aku tak sesempurna yang kamu lihat, kelak satu persatu kamu akan tau apa saja kekuranganku, dan ketika kamu tau, aku berharap kamu tetap ada disamping aku, menyayangi dan mencintai  aku dengan tulus. Ah ya, mungkin untuk saat ini memang tak ada cinta di hati kita, tapi aku pastikan cepat atau lambat aku akan menyayangi dan mencintai kamu dan aku akan melakukan apapun agar kamu pun membalas perasaanku. Dan aku janji, aku gak akan membiarkan tubuh ini di sentuh wanita lain selain kamu, Mama dan juga adikku. Karena aku tak mau bikin kamu cemburu. Kamu benar, sejak kita menikah, tubuh ini hanya milikmu dan hanya kamulah yang pantas menyentuh tubuh ini sepuas kamu karena kamu adalah millikku dan kamu istriku. Jadi kamu berhak marah jika sampai ada yang dengan lancangnya menyentuh tubuh ini."


"Besok aku akan membawa kamu untuk mendaftarkan pernikahan kita, karena aku tak mau pernikahan kita hanya berstatus sirri, walaupun sah di mata agama, namun belum di mata hukum. Amira, kamu tidak boleh merendah diri lagi ya, kamu itu cantik, sangat cantik, bukan hanya fisik kamu aja, tapi hati kamu pun juga cantik, makanya aku memilih kamu, karena aku percaya kelak kamu akan menjadi istri dan ibu yang baik buat anak anak kita," ujarnya sambil mencium wajah Amira, dari pipi, hidung, dahi, dagu dan terakhir bibir. Tentu ia melakukannya dengan sangat pelan, karena ia tak mau jika sampai membangungkan Amira dari tidur nyenyakya.

__ADS_1


Dan setelah itu, ia pun tidur dengan memeluk Amira. Ia taruh lengannya di bawah kepala Amira. Ia ingin Amira menjadikan lengannya sebagai bantalnya. Lalu tangan satunya lagi, ia memeluk tubuh Amira yang mungil sedangkan satu kakinya, ia taruh di atas kedua kaki Amira, sehingga Amira seperti guling empuk baginya.


Dan saat ia menoleh ia melihat seorang laki laki yang memeluk dirinya, dan saat ia mau teriak, ia tiba tiba keingat kalau dirinya sudah menikah dan laki laki yang memeluk dirinya saat ini tentu adalah suamiya. Ia pun melihat ke wajah suaminya dan benar saja itu Devano, suami yang baru menikahi dirinya kemarin.

__ADS_1


"Kenapa Mas Dev memelukku, apakah ia memelukku tanpa sadar, padahal tadi malam sebelum tidur, aku sudah menaruh guling di tengah tengah aku dan Mas Dev. Astaga, aku gak menyangka akan mendapatkan pelukan di pagi hari tau Mas Dev memelukku dari semalam? Ck ... aku kan kalau tidur menganga dan suka ngorok, apa Mas Dev gak ilfil ya lihat tidurku yang sangat bar bar?" tanya Amira dalam hati.


Tak mau berfikir panjang, ia pun mencoba menurunkan tangan Devano yang ada di atas perutnya, lalu ia juga menurunkan kaki Devano yang menimpa kedua kakinya. Setelah terlepas semua, barulah ia bangun dengan sangat pelan sekali agar tak ssampai membangunkan suaminya yang masih ada di alam mimpi itu.

__ADS_1


__ADS_2