My Little Woman

My Little Woman
Pemakaman Kedua Orang Tua Rahma


__ADS_3

Saat ini rumah Rahma di penuhi banyak pelayat yang datang untuk mengantarkan jenazah kedua orang tua Rahma. Bahkan kedua orangbtua Gofur sampai kaget, kenapa banyak sekali yang datang padahal besannya itu hanyalaj orang biasa. Tapi siapa sangka yang datang bahkan ribuan orang. Bahkan para tetangga Rahma pun tak kalah kejutnya saat melihat begitu banyak yang datang. Bahkan mereka ada yang berebutan ingin memandikan jenazah kedua orang tua Rahma.


Bahkan saat menyolatkan kedua jenazah, yang tadinya hanya pakai musholalla. Kini memakai masjid yang paling besar di daerah itu. Itupun belum cukup walaupun masjid itu lantai dua. Bahkan mereka sampai menggelar tikar sampai ke jalan karena sangking banyaknya yang ingin ikut menyolati kedua jenazah yang tak lain kedua orang tua Rahma.


Bahkan saat mau ke pemakaman, banyak yang berebutan untuk menggoting kedua keranda itu. Bahkan kedua orang tua Gofur dan para tetangga sampai terheran heran apalagi yag datang adalah wajah yang bakan tidak mereka kenal. Wajah pelayat itu sangat bersih dan bersinar.


Saat menuju pemakaman, juga banyak yang ikut mengantar jenazah tersebut ke liang lahat. Bahkan sampai jalan penuh dengan mereka yang begitu antusias mengantarkan kedua jenazah itu.


Di TPU (Tempat Pemakaman Umum) juga sudah ada yang menggali dua kuburan sekaligus. Dan yang menggali kuburan tersebut juga bukan para tetangga, melainkan orang orang yang tak mereka kenali.


Bahkan saat kedua jenazah tersebut di turunkan ke liang lahat, suasana begitu teduh. Matahari yang bersinar seakan tertutup oleh awan sehingga bukan panas yang mereka rasakan. Melainkan suasana begitu nyaman apalagi angin yang sepoi sepoi membuat mereka betah berlama lama di sana.


Mereka juga mencium bau harum seperti bunga melati, bahkan jauh lebih harum. Kedua orang tua Gofur dan para tetangga sampai gak menyangka, kebaikan apa yang sudah di perbuat oleh kedua orang tua Rahma sehingga saat pemakaman, banyak hal hal yang terjadi.


Setelah selesai pemakaman, para pelayan pun mulai pulang satu persatu. Sehingga kini hanya tersiksa kedua orang tua Gofur dan para tetanhga yang turut hadir di pemakaman tersebut.

__ADS_1


Banyak para tetangga yang terus menanyakan, apa yang sudah di perbuat oleh kedua orang tua Rahma. Sedangkan Kedua orang tua Gofur memilih untuk pulang karena sampai sekarang menantunya ity belum juga bangun. Sedangkan Gofur dengan setianya menunggu Rahma di sampingnya.


"Sayang, Rahma belum juga bangun?" tanya Magho.


"Belum, Ma. Pemakamannya apa sudah selesai?" tanya Gofur


"Sudah sayang," jawab Magho.


Tak lama kemudian, Rahma pun mulai membuka kedua matanya.


"Sayang, kamu sudah bangun?" tanya Gofur.


"Iya Mas. Aby sama Umy sudah pulang ya?" tanya Rahma dengan raut wajah tenang.


"Iya. Mereka juga sudah di makamkan. Maaf gak nunggu kamu sadar terlebih dahulu," ujar Gofur merasa bersalah.

__ADS_1


"Gak papa mas. Aku sudah ikhlas. Lagian aku sudah berremu aby sama umy di dalam mimpiku. Aku sudah sangat ikhlas dengan kepergian mereka. Aku sekarang mau ke pemakaman tersebut, apakah mas bersedia mengantarkan aku?" tanya Rahma.


"Tapi kamu masih lemah sayang," ujar Gofur.


"Gak papa mas, InsyaAllah aku kuat," jawab Rahma tersenyum.


"Baiklah, ayo aku antarkan. Ma, Pa. Aku sama Rahma mau ke TPU dulu ya," pamit Gofur.


"Iya sayang, hati hati ya," ujar Magho tersenyum. Sedangkan Pagho merasa terenyuh dengan keikhlasan Rahma yang membiarkan kedua orang tuanya pergi dengan tenang.


Gofur dan Rahma pergi ke TPU, di pemakaman, Rahma hanya mendoakan jenazah kedua orang tuanya itu. Lalu setelah selesai, Rahma pun mengajak suaminya pulang.


Tak ada air mata di wajah Rahma. Yang ada hanya wajah bahagia karena Rahma sudah ikhlas dengan apa yang sudah terjadi. Gofur bahkan gak menyangka bagaimana bisa Rahma bisa setenang dan sebahagia itu menghadapi suatu kenyataan yang begitu pahit.


Namun ya, Gofur pun hanya bisa diam. Ia pun juga bahagia karena kini istrinya itu tak larut dalam kesedihan.

__ADS_1


__ADS_2