
"Ini kamar aku dan Rahma, kamu masuk aja ya, Rahma masih tidur, kamu bisa bangunin dia," ucap Gofur.
"Iya mas, makasih ya," tutur Della.
"Iya, aku pergi dulu ya. Kalian bersenang senanglah,"
"Iya mas," jawab Della.
Lalu Gofur pergi meninggalkan Della di depan kamar Rahma dan dirinya
Setelah kepergian Gofur, Della pun langsung membukak pintu dan "Wow, ini beneran kamar Rahma, gila, ini bener bener gila, kamarnya bahkan jauh lebih luas dari kosanku bahkan berkali kali lipat," gumam Della.
Lalu ia melihat ke kasur, dimana Rahma kini tengah tertidur nyenyak.
Ia pun mendekati Rahma dan membangunkan Rahma.
"Ra, bangun Ra. Ini aku," ucap Della.
"Ayo Ra, bangun. Kamu gak kangen aku, aku rela relain loh ke sini cuma pengen ketemu kamu, ayo Ra, bangun," ujar Della sambil terus berusaha membangunkan Rahma.
Rahma yang samar samar mendengar suara sahabatnya pun langsung membukakan mata dan ia melihat Della yang kini tengah ada di hadapannya.
"Della," ucap Rahma.
"Iya Ra, ini aku, Della, sahabat kamu," ucap Della.
Rahma pun langsumg bangun, rasa ngantuk seakan lenyap begitu saja.
"Della, Ya Tuhan, aku kangen kamu tau gak," ucap Rahma girang sambil memeluk Della dengan erat.
"Aku juga kangen kamu, bertahun tahun kita gak ketemu, terakhir kita ketemu saat di resto, sebelum kamu di culik,"
__ADS_1
"Maafin aku ya, pasti kamu khawatir banget waktu itu,"
"Gak papa yang penting kamu sehat sehat saja dan sekarang kita sudah bertemu lagi. Sungguh aku bahagia banget sekarang,"
"Aku juga bahagia Dell, aku fikir kamu akan datang besok," ujar Rahma sambil melepas pelukanya.
"Tadinya sih gitu, tapi tadi ada anak buah kakak kamu yang jemput aku, jadinya aku datang sekarang,"
"Hemm gitu, kamu sama Refaldo?" tanya Rahma.
"Enggak, dia gak bisa ikut karena mamanya sakit, tapi dia titip salam sama kamu, katanya nanti kalau mamaya dah sembuh, dia akan ke sini lagi sama aku buat ketemu kamu,"
"Oh gitu, iya suda gak papa, semoga aja mamanya segera sembuh. Oh ya aku mandi dulu ya bentar, gak enak nih bangun tidur gak mandi,"
"Iya udah aku tunggu di sini,"
"Iya."
Lalu Rahma pun segera bangun dari tidurnya dan pergi ke kamar mandi. Ia segera meredam tubuhnya ke bank mandi, ia membasuh seluruh tubuhnya dengan sabun yang hargapun bisa beli gerobak bakso sangking mahalnya.
Setelah selesai membasuh seluruh tubuhnya, cuci muka dan sikat gigi, lalu ia meyiram kembali tubuhnya dengan air. Setelah memastikan tubuhnya bersih dan harum, ia pun keluar dari kamar mandi dan pakai baju. Tak lupa ia memakai make up, setelah selesa barulah ia menghampiri Della.
"Kita ngomong di balkon yuk, udaranya lebih segar," ajak Rahma.
"Ayo," ucap Della.
Mereka pun pergi ke Balkon dimana di sana ada kursi untul tempat duduk
"Ra, sumpah aku gak nyangka hidup kamu berubah dratis. Sekarang kamu kaya raya Ra, bahkan ruma kamu aja bak istana," ucap Della terang terangan.
"Aku juga gak nyangka Dell, musibah yang aku alami malah mempertemukan aku dengann kakaku lalu mama dan papaku. Siapa yang akan menyangka bahwa aku ini adalah Davina, adiknya Kak Devano. Siapa yang akan menyangka kalau aku sebenarnya anak orang kaya, padahal dulu hidupku sangat pas pasan, aku bersyukur banget Dell. Setelah aku melewati ujian yang begitu berat akhirnya kini Tuhan memberikan aku kebahagiaan,"
__ADS_1
"Iya Ra, rasa sakit yang dulu kamu rasakan kini berubah menjadi kebahagiaan. Oh ya tadi aku ketemu kakak kamu, gila ganteng banget, Ra,"
"Janga bilang kamu naksir," tuduh Rahma
"Andai aku belum punya pacar, pasti uda aku jadikan dia sebagai target calon suamiku hahaha,"
"Kamu itu emang gak pernah berubah. Kala Refaldo denger ongan kamu, dia pasti sedih,"
"Hehe tapi setidaknya dia gak ada di samping aku jadi aku bebas bicara,"
"Sebenarnya sih aku juga pengen kamu jadi kaka ipar aku, tapi ya sudalah, kamu juga kan uda pacaran sama Refaldo, gak mungkin kan aku maksa kamu buat nikah sama kakak aku, apalagi kamu dan Refaldo saling mencintai,"
"Hehe iya Ra, aku sangat menyayangi dan mencintai Refaldo,"
"Terus kapan kamu akan menikah dengannya?"
"Nanti setelah aku lulus kulia dan punya pekerjaan tetap baru aku menikah dengannya,"
"Hehe iya Ra, kamu sendiri habis resepsi mau ngapain?"
"Mau kuliah Dell, aku juga pengen kulia biar sama kayak kamu,"
"Emang suamimu ngizinin?"
"Iyalah, bukan cuma suamiku, mama dan papa mertuaku juga ngizinin, Kak Dev, Mama dan papa aku juga ngizinin, semuanya ngizinin dan support aku,"
"Wah kamu beruntung banget Ra, kamu kuliah dimana?"
"Di sini, Mas Go juga akan buka cabang di sini. Aku gak bisa jah dari mama, papa dan Kak Dev, terlebih aku kan juga baru ketemu mereka, rasanya gak rela aja jauh dari mereka,"
"Terus kamu dan suamimu selamanya akan tinggal di sini?"
__ADS_1
"Untuk itu aku belum tau Dell, kita lihat aja nanti," ujar Rahma.
Mereka terus aja ngobrol panjang lebar, cerita apa aja yang membuat mereka semakin betah lama lama di balkon.