
Kita fokus ke masalah Devano dulu ya, setelah selesai dan menemukan titik temu, baru kita fokus kembali masalah Rahma dan Gofur.
Jadi kita tidak hanya fokus ke masalah satu aja tapi juga orang orang di sekelilingnya. Tapi tetap pemeran utamanya adalah Rahma dan Gofur. Biar kita gak bosen, jadi di selang seling.
///
Keesokan harinya, Darma pergi ke kantor Tuan George untuk membahas masalah perjodohan. Sebenarnya tidak etis rasanya membahas masalah putra putri mereka di kantor, tapi kalau tidak seperti itu, jarang buat mereka ada waktu bersama untuk ngobrol. Karena kesibukan di antara keduanya.
Sesampai di kantor George Group. Darma langsung pergi ke ruangan yang ada di lantai atas setelah sebelumnya, orang kepercayaan Tuan George memperbolehkan Darma masuk karena memang mereka tau betul siapa Tuan Darma, penguasa kaya raya yang hartanya tak akan habis 7 turunan.
Saat Darma sampai di depan pintu, ia mengetuk pintu 3x, tak lama kemudian, pintu otomatis terbuka dengan sendirinya.
"Assalamualaikum Tuan George," sapa Darma tersenyum ramah.
"Waalaikumsalam Tuan Darma, silahkan duduk," jawab Tuan George Washington, yang akrab di sapa dengan Tuan George.
__ADS_1
Darma pun duduk di kursi depan meja.
"Apakah ini masalah perjodohan yang kita bicarakan tadi malam?" tebak Tuan George.
"Iya," jawab Darma yang tak menyangka niat kedatangannya ternyata sudah di ketahui olehnya.
"Kita ngomong secara biasa aja, gak perlu formal. Toh kita gak bahas masalah bisnis,"
"Baiklah," ujar Darma setuju.
"Sebenarnya putraku memang sudah jatuh hati sama Putrimu," jawab Darma blak blakan.
"Wah bagus dong, kita tinggal membahas masalah pertemuan dua keluarga sambil membicarakan tanggal pertunangan," ujar George antusias.
"Tapi putraku tidak mau dan menolaknya,"
__ADS_1
"Kenapa? Bukankah tadi kamu yang bilang sendiri, kalau putramu itu menyukai putriku,"
"Memang, tapi masalahnya putrimu mencintai laki laki lain,"
"Dari mana kamu tau,"
"Putraku sendiri yang bilang. Dia mencintai putrimu, tapi sayangnya, dia kalah cepat sama saingan bisnisnya. Mereka terlanjur saling suka dan menjalin hubungan. Putraku memilih untuk mengalah karena ia gak mau bertengkar sama saingan bisnisnya hanya karena seorang wanita," jawab Darma terus terang.
"Kenapa aku gan pernah tau ya kalau putriku sudah punya pacar. Baiklah nanti aku bicarakan dulu sama putriku, aku minta maaf,"
"Gak papa santai aja, aku harap kamu tidak memaksa putrimu jika memang dia sudah mempunyai tambatan hatinya. Karena bagaimanapun juga, hati gak bisa di paksa. Percuma mereka di paksa menikah, jika pada akhirnya malah saling menyakiti. Putrimu menikah tapi ia melakukan karena terpaksa, sehingga ia merasa di paksa berpisah dengan laki laki yang ia cintai, dan itu pasti akan membuat hatinya menderita, begitupun dengan putraku, ia juga pasti akan menderita, mempunyai istri, namun hati dan cintanya milik pria lain," ujar Darma menjelaskan.
"Aku mengerti, aku gak akan memaksa putriku jika memang dia sudah punya pacar. Toh mungkin memang kita tidak di takdirkan jadi besan,"
"Ya, biarlah masalah ini kita serahkan sama Tuhan. Tuhan lebih tau apa yang terbaik buat putra putri kita. Jika memang mereka berjodoh, maka tak ada seorang pun yang bisa menghalangi nya, begitupun sebaliknya, jika mereka tidak di takdirkan berjodoh, maka sulit buat mereka bersatu, " ujar Darma membuat George faham bahwa Darma bukan type orang yang suka egois. Ia lebih mengutamakan kebahagian putranya lebih dari apapun.
__ADS_1
Andai George bisa memilih, ia ingin putrinya bisa menikah dengan putra pertama Darma karena ia yakin, putrinya itu pasti bahagia karena ia tau betul betapa harmonisnya keluarga Darma. Bahkan cara mendidik nya pun juga sungguh bikin takjub.