
Sepulang sekolah Rahma, Della dan juga Refaldo pergi ke warung nasi pecel. Mereka makan siang bersama tapi saat mereka baru aja pesan, Basuki dan Joni tiba tiba datang dan memesan makanan yang sama dengan mereka.
"Kalian tau dari mana, aku ada di sini?" tanya Refaldo kesal karena lagi lagi Basuki dan Joni akan menganggu kebersamaannya dengan Rahma.
"Tadi aku ngikutin kamu pas keluar kelas." Jawab Basuki santai sambil mengambil salah satu gorengan yang ada di piring lebih tepatnya ada di hadapan mereka.
"Sialan kalian. Ganggu terus." Ucap Refaldo.
"Ref, gak boleh ngomong kasar gitu. Lagian mereka juga punya hak untuk makan di sni." Ucap Rahma lembut. Refaldo pun hanya bisa tersenyum getir walau sebenarnya ia sangat kesal dengan dua sahabatnya itu.
Setelah makanan datang, Della dan Rahma makan dengan sngat nikmat. Tapi tidak dengan Refaldo yang masih kesal dengan kedua sahabatnya itu yang ganggu moment kebersamaan dirinya dengan Rahma. Bagaimana bisa berhasil PDKT jika di ganggu terus sama 2 curut itu.
"Kenapa gak di makan Ref?" tanya Rahma.
"Iya ini mau di makan." Jawab Refaldo tersenyum.
"Kalau kamu gak mau, kasihkan ke aku aja. Aku gak akan nolak kog." Ujar Basuki dengan mulut yang penuh dengan nasi.
"Iya gak akan nolak. Karena kamu sukanya gratisan." Ujar Refaldo sinis tapi Basuki hanya menanggapinnya dengan cengiran kuda sambil mengangkat jari jarinya berbentuk V.
"Sudahlah gak perlu debat di depan makanan, gak baik." Ucap Della sedangkan Joni hanya diam menikamti nasi yang ada di depannya itu tanpa mau ikut campur omongan kedua sahabatnya yang sudah rada rada.
__ADS_1
Selesai makan, Refaldo membayar semua makanannya. Awalnya Rahma dan Della menolak tapi karena Refaldo memaksa akhirnya Rahma dan Dellapun mengiyakan agar Refaldo yang membayar semuanya.
Setelah itu, mereka melanjutkan perjalanan menuju kos kosan sedangkan Basuki dan Joni memilih pulang ke rumah masing masing karena masih ada urusan yang gak bisa di tinggal. Refaldo bisa sedikit lega, karena mereka tak akan lagi mengganggu dirinya untuk berusaha mengambil hati Rahma. Ia ingin Rahma jatuh hati padanya seperti apa yang ia rasakan.
Sesampai di depan kosan, Refaldo segera masuk ke dalam kamar kos begitupun dengan Rahma dan juga Della.
Mereka istirahat sebentar. Setelah itu, mereka langsung mandi dan sholat ashar lalu siap siap berangkat kerja. Karena Della hari ini libur sholat, jadi dia lebih cepat selesainya ketimbang Rahma dan ia pun menunggunya di depan kosan.
"Rahma mana? Kog belum keluar?" tanya Refaldo.
"Masih sholat mungkin. Kamu gak sholat dulu?' tanya Della.
"Sudah berusan." Jawab Refaldo
"Iya. Sumpah tadi aku bener bener udah sholat ashar. Kamu sendiri udah sholat belum?" tanya Refaldo.
"Aku libur dulu sholatnya." Jawab Della.
"Kenapa?" tanya Refaldo.
"Karena tanggal merah." Jawab Della.
__ADS_1
"Tanggal merah? Perasaan tanggalnya tanggal hitam kog. Bulan sekarang gak ada tanggal merahnya, bulan depan baru ada." Ujar Refaldo yang tak faham dengan ucapan Della.
"Maksudku aku lagi kedatangan tamu." Ujar Della.
"Tamu? Mana?" tanya Refaldo sambil toleh kanan kiri tapi tak menemukan siapapun keculai dirinya dan juga Della.
"Bukan tamu orang tapi tamu bulanan." Ucap Della yang mulai kesal.
"Tamu bulanan. Memang nya kamu ikut arisan bulanan tah?" tanya Refaldo yang benar benar tidak faham maksud perkataan Della.
"Bukan. Tapi aku lagi datang bulang. Lagi menstruasi." Jawab Della yang sudah mulai kesal dan emosi karena Refaldo benar benar kolot dalam perihal seperti ini.
"Oh lagi menstruasi toh. Bilang dong dari tadi."
"Aku udah bilang, tapi kamunya yang gak faham faham."
"Lagian kamu sih, ngapain bilang tanggal merah, lagi datang bulann. AKu kan gak faham, coba dari awal kamu bilang lagi menstruasi. Mungkin aku langsung faham."
"Sudahlah tak perlu di bahas." Ujar Della yang sudah terlanjur kesal.
"Kamu kenapa Del?" tanya Rahma yang sudah ada di dekat mereka dan melihat wajah Della yang cemberut.
__ADS_1
"Gak papa. Tadi ada tikus lewat jadi aku kesal." Jawab Della sembarangan.
"OH iya udah ayo berangkat." Ujar Rahma. Mereka pun berjalan kaki menuju resto. Jika Della dan Rahma untuk bekerja beda lagi dengan Refaldo yang masih mau ingin melamar kerja di sana. Ia harap, ia bisa di terima agar bisa terus deket deket dengan Rahma.