
Habis sholat maghrib berjamaah, Dita pun pamit pulang dulu sedangkan Devano, Gofur dan Rahma pun tak ambil pusing, sebelum pulang mereka mampir dulu ke resto buat makan;
"Kak, kayaknya kita makan di Hawker Center aja deh, jangan di resto," ujar Rahma yang membuat Gofur dan Devano kaget karena tak menyangka Rahma akan memilih untuk makan disana.
"Kenapa mesti di sana sih dek?" tanya Devano.
"Ya gak papa, aku pengen makan di sana aja, kayaknya lebih mantap," jawab Rahma.
Gofur pun yang memang mau melakukan apapun buat Rahma, berusaha untuk mengalah.
"Kita ke sana aja kak, lagian aku juga penasaran gimana rasanya," ujar Gofur, karena adik iparnya sudah bicara seperti itu, mau gak mau Devano pun mengiyakan, ia segera memarkirkan mobilnya, dan yah banyak orang yang melihat ke arah mobil yang di kendarai oleh Devano.
"Astaga bayangkan aja, aku pakai mobil yang harga miliaran tapi aku malah makan di sini, seharusnya aku pakai mobil yang biasa aja," gumam Devano yang masih di dengar oleh Rahma.
"Mobil yang katanya Kak Dev biasa, itu harganya 1 miliar lebih," sinis Rahma dan Devano pun hanya cengengesan.
"Sudahlah ayo, turun," aja Rahma.
"Bentar aku harus pakai topi dulu, bukan karena aku malu karena ketahuan makan di sini, hanya saja aku takut ada yang kenal aku lalu memotret aku terus besok nya sudah ramai di tv, majalah, koran, di youtebe, faceboo, instagram, twiter dan sosial media lainnya. Seorang Pengusaha Muda Terkaya di Asia memilih makan di pinggir jalan, kan gak lucu," ucap Devano .
"Sudahlah jangan banyak drama, ayo," ajak Rahma sambil megang tangan Devano dan Gofur lalu menarik mereka, sedangkan Devano menundukkan kepala, untunglah di mobilnya ada topi jadi ia bisa pakai topi berharap tak ada yang melihat.
Rahma, Devano dan Gofur pun memilih untuk duduk di pojok yang agak sepi, lalu Rahma memanggil pelayan dan memesan makanan, "Mas Go sama Kak Dev, mesen apa?" tanya Rahma.
"Samakan aja kayak kamu," jawab Gofur dan Debano barengan.
"Hemm jangan samaan lah gak enak, mending beda beda aja, jadi nanti aku bisa nyicipi punya Mas Go dan Kak Dev," ucap Rahma.
"Iya sudah terserah kamu," ujar Devano pasrah. Rahma pun tersenyum.
"Saya pesan Roti Prata, Nasi Briyani, Wantan Mee. Minumannya Gong Cha, Air putih satu sama Es Teh satu, Juz Apel satu. Sudah itu aja," ucap Rahma.
"Baik, Tunggu pesanannnay, akan segera kami antar sekitar 10 menit kemudian," ujar pelayan itu lalu pergi.
"Kak, aku merasa Mbak Dita mencoba untuk mendekati Kak Dev ya?" tanya Rahma.
__ADS_1
"Iya gitu deh, entahlah kenapa tiba tida dia seperti itu sejak putus sama Daren, aku aja sampai ifil berada di dekatnya," jawab Devano.
"Kak Dev kog bisa ngajak di sih?" tanya Rahma penasarn.
"Bukan ngajak dek, mana mungkin aku ngajak orang lain. Tadi siang tuh dia pergi ke kantor aku, padahal sebelumnya, ia gak pernah datang kesana, terus ya gitu ngomong santai, lalu dia ngajak aku keluar, tapi aku keceplosan kalau aku gak bisa karena aku harus ke tempat kuda bersama kalian, terus ya gitu, dia maksa mau ikut, aku harus apa, selain hanya bisa diam," jawab Devano.
"Iya sudah gak papa, toh itu kan sudah berlalu," ucap Gofur menengahi. Saat Rahma menoleh ke belakang, ia melihat Amira yang baru datang, Rahma pun memanggilnya.
"Kak Amira, Kak Amira, sini," ucap Rahma sambil melambaikan tangan, Amira yang melihat ke arah Rahma pun langsung menghampiri.
"Non Rahma, kenapa bisa ada di sini?" tanya Amira.
"Gak ada lagi pengen makan aja, Kak Amira juga mau makan kan?" tanya Rahma.
"Iya non," jawab Amira.
"Iya udah gabung aja di sini, dari pada makan sendiri, gak enak,"
"Gak usah non, saya makan di sana aja,"
"Eitz gak boleh nolak ayo sini duduk sama aku, Mas Go tolong pindah dong, ke pinggir Kak Dev," ucap Alia. Gofur pun pindah sehingga kini Gofur yang tadinya ada di samping Rahma memilih duduk di depan sehingga berhadapan langsung dengan Rahma, begitupun dengan Amira yang duduk di samping Rahma berhadapan langsung dngan Devano.
"Mbak bisa pesan lagi satu buat temanku," ucap Rahma ramah.
"Bisa," jawab pelayan itu ramah.
"Sana Kak Amira bilang mau mesen, biar malam ini aku yang traktir," ujar Devano.
"Eh gak usah, aku bisa bayar sendiri," ucap Amira kaget mendengar kata kata traktir dari Rahma.
"Gak papa, sana cepet pesan, kasihan pelayannya kelamaan," ujar Rahma.
Amira pun langsung memesan nasi burger sayur sama roti lapis ayam, dan juz lemon satu," ucap Amira. Pelayan itu segera mencatatnya. "Baik tunggu sekitar lima menit," ujar pelayan itu karena pesanannya gak terlalu banyak jadi nunggunnya pun gak perlu lama. Setelah pelayan iltu pergi, barulah Rahma angkat bicara lagi.
"Kak Amira kog bisa ada di sekitar sini?" tanya Rahma, ia gka bisa makan karena nunggu pesanan Amira datang, biar bisa makan sekalian.
__ADS_1
"Kos kosanku gak jauh dari sini, aku emang suka ke sini kalau lagi tanggal muda," jawab Amira.
"Kenapa mesti nunggu tanggal muda?" tanya Rahma bengong.
"Karena nunggu gajian dulu," jawab Amira malu.
"Owh, tak fikir apa," ucap Rahma terkekeh.
Tak lama kemudian, pesanan pun datang, lalu mereka pun makan bersama, sesekali Gofur sama Alia saling suap suapan membuat Devano dan Amira yang melihatnya merasa iri dan cemburu. Namun mereka berdua berusaha untuk tetap biasa aja.
Selesai makan, mereka sempat ngobrol sebenta, namun Amira memilih diam, dia hanya jawab kalau Rahma bertanya padanya.
"Oh ya Kak Amira, Kak Amira ke sini naik apa?" tanya Rahma.
"Naik gojek," jawab Amira.
"Kalau gitu, biar aku yang anter kamu ke kosannya ya," ucap Rahma.
"Enggak usah, lagian deket kog," ucap Amira tak enak sama Devano.
"Gak papa, karena deket makanya mau di antar, aku gak suka loh di tolak," ancam Rahma.
"Baiklah," ucap Amira pasrah.
Setelah itu, mereka pun pulang bersama, Amira duduk di kursi depan samping Devano yang mengemudi mobilnya sedangkan Gofur sama Alia duduk di kursi belakang.
Kos kosannya Amria emang gak jauh sekitar 5 menit dah sampai dengan di tembuh pakai mobil, "Makasih ya," ucap Amira setelah turun dari mobil.
"Iya sama sama kak, kami pamit pulang dulu ya, Assalmaualaikum,"
"Waalaikumsalam," jawab Amira.
Setelah itu, barulah mereka bertiga segera pulang dan tak lagi mampir ke sana kemari, apalagi Dania sudah nelfon Rahma dan Devano berkali kali karena mereka belum pulang padahal sudah hampir jam 7 malam.
Sedangkan Amira, ia yang ada di kosannya pun merasa dag dig dug dar, "Astaga mimpi apa aku semalam bisa makan bareng sama si Bos bahkan makan satu meja dengannya. Bos juga kalau di lihat lihat cakep banget dah," gumam Amira.
__ADS_1
"Aku bahkan bukan cuma makan dengannya tapi juga satu mobil dengannya. Gak sia sia aku keluar malam ini untuk cari makanan untuk makan malam. Kalau akhirnya bisa bertemu dengan Devano, Rahma dan suaminya.
"Kenapa aku bisa sesenang ini ya?" tanya Amira dalam hati.