My Little Woman

My Little Woman
Nasihat Darma Untuk Devano


__ADS_3

Setelah mendapatkan kabar dari George, Darma pun langsung memberitahu putranya, Devano.


"Dev, perjodohan itu batal," ucap Darma langsung ke inti.'


"Syukurlah," jawab Devano, walaupun ia menyukai Dita, tapi bukan berarti dia harus memilikinya, cinta tak harus saling memiliki kan?


"Apa perlu Kak Dev aku jodohkan sama sahabat aku?" goda Rahma.


"Emang kamu fikir kakakmu ini gak laku? Banyak yang ngantri ingin jadi istri kakak, asal kamu tau itu,"ujar Devano kesal.


"Banyak yang ngantri, nyatanya sampai sekarang masih aja jomblo," sindir Dania.

__ADS_1


"Lebih baik jomblo, dari pada pacaran nanti aku malah dosa. Kalau emang ada yang cocok dan Allah sudah mempertemukan aku dengan jodohku, pasti aku akan melamar dan menikahinya saat itu juga," ucap Devano yang membuat Dania, Darma dan Rahma pun terharu mendengarnya.


"Aku setuju dengan prinsip kakak, aku doakan agar Allah segera mempertemukan kakak dengan jodohnya hehe, biar gak kalah sama aku, masa iya adiknya yang lebih dulu nikah, padahal umur kita terpaut jauh loh," goda Rahma lagi.


"Kamu nikah dulu wajar, kamu kan perempuan dek, terlebih kamu sudah menemukan jodoh kamu dan kalian saling mencintai, beda dengan kakak, Allah mungkin masih mau kakak itu mengutamakan keluarga kakak saat ini sebelum kakak membagi rasa cinta dan kasih sayang kakak untuk istri dan anak kakak kelak," balas Devano.


"Bilangnya mau mengutamakan keluarganya, nyatanya dari dulu kadang sibuk sendiri,suka pergi keluar negeri, tidur di apartemen, kadang kalau gak di paksa, mana mau tidur di rumah utama, di suruh nemenin mama ke mall juga banyak alasannnya. Sekarang aja karena sudah ada Rahma, makanya mau tinggal di sini bahkan pulang kerja tepat waktu, dari dulu mana pernah begini," ucap Dania yang suka debat sama putranya itu.


"Hah, kamu emang ada aja alasannya," ujar Dania.


"Dek, besok ikut kakak yuk ke kantor," ajak Devano.

__ADS_1


"Tapi gimana dengan mama?" tanya Rahma karena ia sudah janjian dengan mamanya untuk jalan jalan.


"Kamu lebih baik ikut kakak kamu aja, soalnya juga mama ada keperluan lain, papamu juga kan harus kerja, dari pada kamu di rumah sendiri dan cuma sama ART mending ikut kakak kamu aja," ucap Dania membuat Devano senang.


"Lah emang kantor papa sama kakak beda?" tanya Rahma.


"Kadang sama, kadang beda, terserah papa mah, dia mau ke kantor yang mana, sama seperti kakak, karena kantor keluarga kita tuh gak cuma satu dek, tapi banyak, makanya kakak mah beruntung banget, kalau kamu dapat bagian, biar kamu dan suami kamu juga bisa meringankan beban kakak, kadang kakak capek seharian duduk di kursi liatin laptop, kadang berkas numpuk di atas meja, belum harus rapat sana sini, di tambah kadang ada pertemuan membuat kakak rasanya gak sanggup. Pengen rasanya bebas tapi kakak punya tanggung jawab yang tinggi terhadap perusahaan. Kakak juga gak tega jika papa mengerjakannya sendiri, jadi sebagai putra yang sholeh dan satu satunay di rumah ini setelah papa, mau gak mau, kakak harus turun tangan sendiri melakukan semuanya," keluh Devano.


"Hais, kamu itu ngeluh terus, apalagi papa, yang dari remaja sampai setua ini, terus bekerja tiada henti. Masih syukur kita nerima apa yang sudah kakek kalian bangun dari nol, kita tinggal meneruskannya saja, dan mengembangkan semua usaha kakek biar terkenal, maju dan berkembang pesat, serta bisa bersaing dengan yang lain. Banyak yang ingin seperti kita, tapi mereka tak mampu, jadi jangan suka ngeluh, syukuri aja apa yang kita punya, yang Allah kasih ke kita. Kita ini udah hidup enak, bergelimang harta, pengen apa aja, tingggal beli, sedangkan di luar sana, jangankan hidup enak, bahkan untuk makan sekarang dan besok aja, mereka gak punya dan harus nahan rasa lapar," ujar Darma menasehati.


"Iya iya, maaf, aku gak akan ngeluh lagi," ucap Devano menyesali ucapannya. Rahma hanya terkekeh melihatnya.

__ADS_1


Mereka terus saja mengobrol satu sama lain, sungguh tak ada kebahagian yang bisa menggambarkan apa yang mereka rasakan saat ini. Kumpul bersama, saling bercanda satu sama lain, rasanya itu adalah kebahagiaan yang bahkan sulit untuk mereka ungkapkan dengan kata kata.


__ADS_2