My Little Woman

My Little Woman
Makan nasi goreng


__ADS_3

Sepulang sekolah, Rahma dan Della mampir ke warung nasi goreng untuk makan siang. Hari ini Della akan mentraktir Rahma. Saat mereka sudah duduk di kursi dan memesan makanan, tiba tiba Refaldo datang dan duduk di dekat mereka dan juga memesan makanan yang sama dengan mereka.


"Refaldo, ngapain kamu ke sini?" tanya Della. Sedangkan Rahma memilih diam aja.


"Makanlah, emang ngapain lagi." Jawab Refaldo sambil sesekali melirik ke arah Rahma.


"Tumben makan di sini biasanya juga di resto." Ucap Della.


"Bosen makan di resto mulu. Sekali kali pengen makan di warung di pinggir jalan gini.  Enak kayaknya." Ujar Refaldo tersenyum.


"Gak malu apa kalau sampai ada yang tau, seorang Refaldo yang terkenal dan kaya raya makan di warung kaki lima." Ujar Della karena ia sedikit risih dengan adanya Refaldo di deket mereka. Bukan apa apa, jika sampai ada yang melihatnya bisa nambah masalah nantinya.

__ADS_1


"Gak tuh, ngapain malu. Aku makan dengan memakai baju yang lengkap, tidak telanjang. Lalu kenapa aku harus malu? Aku juga ke sini datang baik baik bukan untuk mencuri. Jadi aku gak akan malu jika aku gak berbuat salah. Dan aku tak peduli dengan penilaian mereka, lagian yang kaya itu lho kedua orang tuaku bukan aku. Aku tanpa mereka, pasti akan sama seperti yang lainnya hidup dalam kekurangan dan harus berjuang untuk bisa bertahan hidup." Jawab Refaldo tegas.


"Sudahlah jangan debat. Tuh nasinya udah datang." Ujar Rahma menengahi.


Della dan Refaldopun memilih untuk diam. Dan menikmati nasi goreng yang ada di hadapan mereka begitupun dengan Rahma. Selesai makan, Della mau membayarnya namun ternyata makanan mereka sudah di bayar oleh Refaldo.


"Kenapa kamu mau bayarin makanan kami?" tanya Rahma.


"Lain kali jangan lakukan itu lagi karena kami masih mampu untuk bayar sendiri dan aku mohon tolong jangan deket deket dengan kami, jangan buat kami berada dalam masalah hanya karena seorang Refaldo yang  terus menerus  mencoba untuk mendekati wanita miskin seperti kami. Aku mohon.............." Pinta Rahma.


"Kenapa aku gak boleh deket deket dengan kalian? Kenapa kalian begitu takut sama mereka. Aku juga gak mau seperti ini. Aku ingin bebas deket dengan siapapun tanpa takut jika mereka akan melukai kalian semua. Jujur, aku benci dengan keadaanku yang seperti sekarang ini. Aku ingin bisa seperti yang lainnya, sekolah dengan nyaman tanpa harus di perlakukan dengan istimewa. Sumpah, aku gak suka di sukai oleh banyak orang karena itu hanya membuat hidupku menderita. Maaf jika sudah membuat kalian tak nyaman atas kehadiranku. Lain kali, aku akan berusaha menjauhi kalian." Ujar Refaldo lalu pergi gitu aja.

__ADS_1


Sedangkan Della dan Rahma hanya bisa saling menatap satu sama lain.


"Apakah ucapanku tadi sudah keterlaluan ya Dell. Aku hanya tak ingin jika berurusan lagi dengan fans fans dia." Ucap Rahma.


"Sebenarnya bukan dia yang salah tapi mereka. Aku yakin sebenarnya Refaldo juga menderita dengan hidup nya yang seperti sekarang, karena ia tak bebas untuk deket dengan yang lain. Ujar Della.


'Iya juga sih, terus aku harus gimana dong. Apa perlu aku minta maaf?" tanya Rahma.


"Sudahlah tak perlu bahas dia. Kamu gak salah dan dia juga gak salah. Keadaan yang membuat semuanya jadi kacau seperti ini. Lebih baik kita pulang untuk istirahat sejennak setelah itu kita harus mandi, sholat ashar lalu brangkat kerja." Ucap Della.


"Baiklah, ayo."

__ADS_1


Merekapun pergi jalan kaki menuju kos kosannya. Jika hati kenyang maka hatipun senang. Sepanjang jalan mereka ngobrol sana sini agar bisa membuat suasana menjadi lebih menyenangkan hingga tak terasa mereka sudah sampai di depan kos kosan. Mereka masuk ke kamar masing masing untuk mengistirahatkan tubuh mereka sejennak. Tak lupa Rahma menggunakan alarm agar bisa bangun tepat waktu.


__ADS_2