My Little Woman

My Little Woman
Kesedihan dan Kebahagiaan di Tempat Yang Berbeda


__ADS_3

Georgia merasa kecewa karena anak buahnya tak bisa menemukan keberadaan Devano, ia pun juga meminta maaf pada putrinya karena tak bisa menepati janji. Dita pun hanya menanggapinya dengan senyuman, ia tau tak mudah buat siapapun menemukan keberadaan Devano mengingat kekuasaan yang di miliki Devano pun bukan kaleng-kaleng, tak akan ada yang bisa mengalahkannya.


“Aku gak papa, Pi. Aku yakin, kepergian Devano gak lama, ia hanya pergi untuk menenangkan diri saja, setelah ia merasa puas, ia pastai akan kembali,” ujar Dita tersenyum getir namun itu malah membuat Georgia semakin merasa bersalah.


“Kamu tau darimana?” tanya George.


“Perasaanku yang mengatakan seperti itu dan aku percaya dengan apa yang aku rasakan saat ini,”

__ADS_1


“Ya sudah kalau gitu, papi harus bekerja lagi. Kamu jaga diri baik-baik ya, jangan banyak fikiran. Papi gak mau kamu sakit,”


“Iya pi, aku gak akan sakit. Aku pastikan itu,” ujar Dita meyakinkan papinya. Lalu setelah itu, Dita pun keluar rumah, ia ingin pergi ke danau, tempat di mana dulu Devano mengajak dirinya ke sana. Memang tak mudah untuk masuk kesana mengingat kawasan itu milik Devano, tapi Dita yang mempunyai kepintaran yang melebihi orang lain, dengan mudahnya bisa masuk begitu saja.


Dan di sinilah ia berada, menyendiri dan meratapi nasib percintaannya yang begitu menyedihkan. Ia kadang tak habis fikir, kenapa ia selalu gagal dalam percintaan, ia juga tak percaya, padahal ia merasa dirinya sempurna tapi masih ada aja yang mencampakkan dirinya.


“Apa aku gak pantas untuk di cintai, apa aku gak pantas untuk merasakan indahnya sebuah percintaan, kenapa setiap kali aku jatuh cinta, selalu berakhir dengan tangisan air mata, kenapa aku tak seberuntung wanita di luar sana,” ucap Dita menitikkan air mata. Ia teru saja meratapi hidupnya bahkan saat hari mulai gelap, ia masih betah di sana, ia memeluk lututnya, berusaha untuk kuat di saat ia di selimuti dingin yang begitu menusuk sampai ke tulang.

__ADS_1


Sedangkan di tempat yang berbeda, Devano merasa senang dan puas bisa jalan jalan bareng Rahma, Gofur, Magho dan Pagho. Mereka benar-benar menikmati kebersamaan mereka semua. Ternyata untuk bahagia tak perlu punya banyak uang, tak perlu punya jabatan tinggi, tak perlu punya kekuasaan, dengan liburan bersama bareng keluarga sudah membuat dirinya sangat bahagia sekali. Ia bahkan sangat menikmati hidupnya yang sekarang. Tak ada berkas yang menumpuk, tak ada pekerjaan yang menanti dirinya. Ia benar-benar bebas dan melupakan pekerjaannya sejenak.


Gofur pun juga merasa bahagia bisa jalan-jalan bareng sang istri, walaupun kedua orang tua dan kakak iparnya ikut, namun tak mengurangi kebahagiaannya bersama sang istri, malah kebahagiaan mereka bertambah dan semakin seru. Gofur berjanji, ia akan sering-sering mengajak istrinya liburan berdua saja, berjalan-jalan dan menikmati hidup seperti ini, tanpa ada beban, tanpa ada masalah karena mereka melupakan apa yang membuat beban fikiran mereka.


Rahma sendiri pun juga merasa sangat senang bisa liburan dengan suami, kakak kandung dan mertuanya. Ia bahkan ingin liburan lebih lama lagi dan tak rela jika liburan ini berakhir begitu saja. Kapan lagi ia bisa bersenang-senang dengan keluarganya seperit ini, andai kedua orang tuanya juga ikut, pasti akan semakin seru. Tapi sayangnya, mereka saat ini ada di luar negeri dan bisa ke sini karena banyak pekerjaan yang harus mereka urus.


Pagho dan Magho pun juga tak kalah senangnya karena mereka bisa liburan bersama anak dan menantu mereka, setelah mereka mendapatkan cobaan dan ujian yang bertubi-tubi, kini mereka bisa menikmati kebahagiaan mereka tanpa ada air mata lagi. Bahkan Pagho dan Magho pun juga bisa liburan di usia mereka yang tak lagi muda. Andai mereka gak di ajak oleh anak dan menantunya, mungkin mereka tak akan bisa merasakan kebahagiaan ini.

__ADS_1


__ADS_2