My Little Woman

My Little Woman
Orang Tua Rahma Kecelakaan


__ADS_3

Keesokan harinya, Rahma sudah mulai mendingan. Rasa perih di bibirnya juga sudah tak ia rasakan lagi. Rasa sakit di kepalanya juga berangsur angsur menghilang.


"Mas, aku mau sekolah ya hari ini. Aku sudah sembuh kog," ucap Rahma merengek. Pasalnya hari ini ia ada ujian harian. Jika ia gak masuk, maka bisa jadi minggu depan ia ujian sendirian.


"Enggak. Kamu masih belum sembuh, aku gak mengizinkan kamu masuk," jawab Gofur. Bagaimana mungkin ia bisa mengizinkan istrinya masuk sedangkan lukanya juga belum kering walaupun Rahma bilang dirinya sudah sembuh.


"Tapi mas ...."


"Membantah itu dosa lho. Mau dosa?" tanya Gofur yang membuat Rahma langsung diam seketika.


Gofur langsung tersenyum kemenangan, ia memang tau kelemahan istrinya.


"Terus mas sekarang gak kerja lagi?" tanya Rahma.


"Enggak, aku mau nemenin kamu di sini,"


"Tapi mas ...."


"Sudahlah lagian aku ini bos, tugasku cuma memberi perintah dan bawahanku yang mengerjakan semuanya, jadi kamu gak perlu mikirin pekerjaanku," ucap Gofur menenangkan istrinya, ia tau isrinya khawtir karena dirinya yang jarang masuk kerja.

__ADS_1


"Baiklah terserah mas aja. Gimana kalau kita nonton drakor aja," ujar Rahma.


"Boleh."


Dan Gofur pun menghidupkan tivinya, lalu memutar film drakor. Dan mereka pun mulaimenyaksikan drama korea tersebut. Hingga satu jam kemudiaan saat filmnya mau mencapai klimaks, hp Rahma berbunyi.


"Assalamu'alaikum," ucap Buk Tejo.


"Waalaikumsalam, Ini Buk Tejo ya," ujar Rahma yang mengenali suara tetangga rumahnya itu.


"Iya ibu Buk Tejo," jawab Buk Tejo.


"Buk Tejo mau bilang bahwa umy sama aby kamu kecelakaan saat mau pergi ke pasar buat buka toko bajunya,"


"Ya Allah, terus bagaimana keadaan umy sama aby?" tanya Rahma panik. Ia mulai menangis karena ia gak menyangka bahwa umy sama aby nya bisa kecelakaan seperti ini.


"Mereka masih di bawa ke rumah sakit. Namun kondisinya cukup memperihatinkan. Lebih baik kamu segera ke sini bersama suami kamu," ujar Buk Tejo yang memang tau bahwa Rahma di Jakarta sudah menikah walaupun masih sekolah.


"Baik, Buk. Kami akan segera ke sana. Tolong jaga umy sama aby Oh ya mereka di rawat di rumah sakit mana?" tanya Rahma.

__ADS_1


"Di rumah sakit Dokter Rahman,"


"Aku akan segera pulanh hari ini juga. Saya tutup dulu ya. Assalamualaikum,"


"Waalaikumsalam."


Rahma pun segera mematikan Hp nya dan bersiap siap untuk pulang hari ini juga.


"Sayang ada apa?" tanya Gofur melihat istrinya menangis


"Aby sama Umy mas. Mereka kecelakaan. Ayo kita segera pulang. Kata Buk Tejo, Lukanya cukup parah," jawab Rahma sambil memasukkan beberapa baju yang akan ia bawa pulang.


"Iya sudah, kita pulang pakai pesawat aja ya biar cepat," ujar Gofur.


"Iya mas."


Dan mereka pun segera memesan tiket yang paling cepat untuk pulang ke Jember. Gofur juga tak lupa untuk memberitahu mama sama papanya dan nantinya mereka akan bertemu di rumah sakit aja. Kalau Gofur jemput mereka dulu, malah nantinya akan memakan waktu yang cukup banyak.


Rahma terus saja menangis, ia benar benar takut jika kedua orang tuanya kenapa napa. Hanya mereka keluarga Rahma, entah bagaimana nasibnya jika umy sama aby nya meninggalkan Rahma untuk selama lamanya.

__ADS_1


Rahma bahkan belum siap jika harus di tinggal oleh orang tua yang sudah sangat berjasa untuknya Bahkan Rahma juga belum bisa membahagiakan mereka.


__ADS_2