
Keesokan harinya, sehabis maghrib, akhirnya Darma, Dania, Devano dan Rahma pun pergi ke pesta dengan memakai baju couple. Sehingga mereka tampak serasi dan terlihat seperti keluarga yang sangat bahagia.
Darma dan Dania, sedangkan Davino dan Rahma, mereka seperti pasangan yang sedang kencan. Tak akan ada yang menyangka kalau Rahma adaalah adiknya Devano apapagi Rahma menggunakan cadar, menyembunyikan kecantikannya. Ia juga tak perlu pakai tongkat lagi karena sudah merasa lebih baik.
Setelah sampai di depan gedung dimana pesta akan di adakan, Darma turun dengan menggandeng tangan Dania di susul Devano menggandeng tangan Rahma, awalnya Rahma risih tapi ia berusaha santai aja kareja ia sadar yang menggandeng tangannya lengannya saat ini adalah kakak kandungnya.
Saat mereka memasuki gedung, semua orang melihat ke arah mereka terutama Devano yang menggandeng seorang wanita di sampingnya.
Di tambah selama ini jarang dan hampir gak pernah Devano hadir ke tempat pesta namun hari ini ia bahkan hadir membawa pasangannya. Bahkan mereka berempat memakai baju couple.
Darma dan Dania pun mulai berbaur dengan yang laij sedangkan Rahma memilih terus berada di dekat kakaknya karena ia gak kenal siapapun.
"Kak, jangan kemana mana ya, aku takut," bisik Rahma.
"Iya dek, kita duduk aja yuk di sana," ajak Devano sambil menunjuk dua kursi kosong, Devano juga gak mau Rahma kesakitan jika di biarkan berdiri terus karena bagaimanapun kakinya juga baru sembuh.
"Iya kak," jawab Rahma menurut. Lalu mereka pun berjalan menuju dua kursi kosong dan duduk di sana.
Sedangkan para wanita merasa patah hati melihat Devano membawa wanita lain. Bohon jika mereka gak menaruh rasa sama Devano walaupun wajah Devano jarang muncul di tivi atau majalah, namun para pengusaha besar, banyak yang tau tentang Devano. Tampan, mapan, baik tapi juga dingin kalau sama orang yanga gak ia kenal. Dan gak suka dekat dengan perempuan lain selain mamanya tapi sekarang ia malah menggandeng tangan wanita lain. Lalu bagaimana mungkin mereka gak patah hati secara bersamaan.
"Dek, kamu haus gak?" tanya Devano.
"Haus kak, tapi aku gak mau di tinggal," nawab Rahma yang gak mau jauhan dengan kakaknya itu.
"Iya sudah, aku panggil pelayan aja," ujar Devano sambil melihat ke sekeliling ruangan, dan ketika matanya tertuju sama pelayan, ia pun memanggionya dengan melambaikan tangan, untungnya pelayan itu melihat ke arahnya.
Pelayan itu pun datang menghampiri.
"Ada yang bisa saya bantu, Tuan?" tanya pelayan itu ramah.
"Ambilkan saya minuman ya dua, yang satu jangan lupa pakai sedotan," ujar Devano.
__ADS_1
"Baik, Tuan," jawab Pelayan itu lalu pamit undur diri.
Sambil nunggu minuman, Devano dan Rahma pun ngobrol santai.
Sedangkan para perempuan yang lagi patah hati bersamaan, sedang berkumpul membicarakan Devano.
"Aku gak Nyangka Devano akan hadir di pesta ini, tapi lebih gak nyangka lagi, dia hadir membawa pasangan," ujar wanita A.
"Iya, dulu aku malah mengira dia itu Gay, habisnya aku gak pernah liat dia deket sama cewek, tiap hari selalu aja aku melihat dia sama asisten cowoknya atau sama temen cowoknya. Tapi siapa sangka, sekarang dia malah menggandeng wanita itu, pakai cadar pula. Pasti wanita itu sangat cantik,"
"Aku gak nyangka ternyata type wanita kesukaan Devano ternyata seperti itu, sangat tertutup, beda jauh sama aku,"
"Ya, dia pasti cari wanita yang tertutup, mamanya aja kemana mana selalu pakai hijab. Selalu pakai baju yang tertutup, tak mungkin kalau tiba tiba Devano milih wanita seperti kita, yang bahkan setiap hari selalu pakai pakaian sexi dan memperlihatkan bentuk tubuh kita pada semua orang,"
"Devano terlihat sangat bahagia sekali, sungguh beruntung wanita itu,"
"Apakah jika aku pakai pakaian tertutup, Devano bisa mencintaiku?"
"Kalau mau berubah jangan karena ingin di lihat dan di cintai oleh Devano, tapi karena Tuhan. Biar dapat pahala sekalian, percuma pakai baju ribet, panas, tapi gak dapat pahala, belum lagi jika Devano ternyata sedikitpun gak noleh ke kita, itu hanya sia sia,"
"Kalau Keluarga Tuan Damar mah, gak perlu cari menantu yangbkaya raya, harta mereka aja gak akan habis tujuh turunan, perusahaannya aja dimana mana, yang penting sholehah dan saling mencintai."
Dan itulah omongan orang orang yang sedang bergosip membicarakan Devano. Tanpa ada embel embel Tuan, tapi kalau sudah berhadapan langsung dengannya, barulah mereka seperti orang tunduk dan memanggil Devano dengan sebutan Tuan Devano.
Sedangkan Devano dan Rahma hanya duduk santai dan terus bicara berdua tanpa memperdulikan yang lain. Setelah pelayan membawakan minuman, Rahma menghabiskan setengahnya dan menaruhnya lagi di meja.
Damar dan Dania sendiri sibuk dengan para pengusaha lainnya.
Damar sibuk dengan Tuan Alex, Tuan Steve, Tuan Richard, Tuan Mark dan Tuan George.
"Pak Damar, apakah itu menantu Anda?" tanya Tuan Alex.
__ADS_1
"Oh bukan, dia putri saya, anak kedua saya, adiknya Devano" jawab Damar tersenyum ramah.
"Pak Damar punya anak dua, bukannya satu ya?" tanya Tuan Stave.
"Saya punya anak dua, tapi karena insiden belasan tahun lalu, membuat kami berpisah. Tapi Alhamdulillqh, Tuhan masih berkenan mempertemukan kami sehingga kami kembali bersama," balas Damar sambil melihat putri cantiknya itu.
"Pak Damar sangat bersyukur mempunyai dua anak, laki laki dan perempuan, terlebih putri bapak, sangat menjaga penampilannya, jaman sekarang banyak wanita yang bahkan terang terangan memperlihatkan paha, perut dan juga dadanya, entah apa yang mereka inginkanm Bahkan aku sendiri jijik melihatnya. Seharusnya kecantikan itu cukup suami yang menikmatinya bukan malah mengumbar ke sana kemari. Kalau aku jadi bapak, pasti sujud syukur punya istri dan juga seorang putri yang sangat menjaga dirinya," puji Richard bahkan ia sangat irinsama Damar, karena punya istri dan anak yang sangat sholelah. Tak seperti dirinya, istrinya hanyabtau foya foya dan ngabisin uang, belum lagi putrinya dua duanya suka ke bar, dan pakai pakaian yang kurang bahan. Padahak dirinya sudah mengingatkannya beberapa kali, tapi hanya di anggap angin lalu.
Kebetulan yang sedang berkumpul itu adalah beragama islam semua, Damar emang sengaja memilih teman yang memang seagama agar nyaman saat berteman. Sedangkan kalau sama non muslim,ia punya beberapa rekan bisnis, namun yah mereka hanya bicara masalah bisnis saja, jarang ngobrol santai seperti ini.
"Sebenarnya, itu semua dari kita sendiri. Saat kita masih muda, dan saat kita memilih calon istri, kita tidak boleh hanya memandang fisik, karena kalau cuma fisik, tinggal kita kasih uang buat perawatan, nanti juga bisa cantik juga. Asal ada uang, yang jelek pun bisa menjelma jadi wanita cantik.
Jika kita memilih pasangan, carilah wanita yang bisa menutup aurat, yang baik budi pekertinya. Karena pasangan bukan cuma di gunakan sehari dua hari, tapi untuk selamanya sampai maut memisahkan, terlebih dia akan menjadi seorang ibu yang akan menjadi guru pertama dalam mendidik buah hatinya.
Jika didikannya baik, InsyaAllah anak yang di didiknya pun juga akan baik dan tak melakukan hal hal yang di larang agama, semua itu kembali lagi kepada kita.
Kita pun juga nyaman, karena istri akan selalu memprioritaskan kita, membuat kita selalu nyaman ada di dekatnya," ucap Darma menjelaskan
"Apakah putri Anda sudah punya pasangan? Kebetulan saya punya anak laki laki, jika berkenan saya ingin menjodohkannya?" tanya Tuan Mark.
"Sayang sekali putri saya sudah menikah, saat ini suaminya masih tinggal di negara I, InsyaAllah dua minggu lagi suaminyan akan datang," jawab Darma tersenyum.
"Yah, padahal masih sangat muda, ternyata sudah punya suami," ucap Tuan Mark.
"Ya, putri saya di lamar oleh gurunya sendiri dan karena mereka saling suka, jadi mereka memutuskan untuk menikah, kalau pacaran kan tidak di perbolehkan dalam agama, sehingga mereka memilih menikah muda untuk menghindari hal hal yang tidak di inginkan," jawab Darma.
"Bagaimana jika putra Anda yang di jodohkan dengan putri saya?" tanya Tuan George.
"Nah kalau yang ini, biar nanti saya bicarakan dulu sama putra saya, karena bagaimanapun keputusannya ada di tangan Devano. Saya gak bisa bilang apa apa, tanpa persetujuan darinya. Karena yang akan menjalani rumah tangga adalah putra saya, bukan saya," jawab Darma.
"Saya harap kita bisa menjadi besan, saya sangat menyukai putra Anda, dan saya lebih tenang jika putri saya bisa mendapatkan suami yang bisa menjaganya dan membimbingnya ke jalan yang benar," ujar Tuan George.
__ADS_1
"Biar nanti saya bicarakan dulu sama putra saya," ujar Darma yang gak mau mengambil keputusan gegabah karena ia gak mau menyesal di kemudian hari. Ia gak mau Devano marah padanya karena ia salah ambil keputusan.
Sedangkan Dania pun yang ngobrol sesama istri pengusaha, juga membicarakan anak mereka masing masing membuat Dania gelagapan karena banyak yang ingin menjadi besannya.