
Satu bulan sudah setelah meninggalnya, kedua orang tua Rahma. Rahma bisa beraktivitas seperti biasanya. Ia berusaha menjadi istri terbaik buat suaminya dan juga menjadi siswi terbaik di sekolahnya.
Rahma juga sudah memutuskan berhenti kerja atas suruhan suaminya. Hanya Della yang tetap bertahan bekerja di kafe, namun Rahma sesekali juga pergi ke Kafe ketika sang suami mengajaknya.
Gisella juga sudah berhenti merayu Gofur dan gak lagi mengganggu Rahma ataupun Della. Gisella juga sering mendapatkan bully dan kata kata sinis baik itu dari adik kelas maupun teman sekelasnya sejak rekaman yang di unggah oleh Gofur.
Hari ini adalah hari Minggu, Dimas mengajak Rahma jalan jalan di Mall. Sedangkan Della memilih di rumah karena ia malas untuk jalan jalan, ia ingin menikmati hidup dengan duduk santai di rumah sambil nonton tivi dan ngemil.
Sedangkan Rahma ia sangat menikmati liburannya bersama sang suami tercinta. Saat ia sibuk milah milih baju, tiba tiba seseorang menyapanya.
"Hai Ra," sapa laki laki yang menatap Rahma dengan penuh Cinta.
"Ferdi, kamu kenapa bisa ada di sini?" tanya Rahma terkejut.
"Aku kebetulan lagi berkunjung ke rumah tante aku, dan sekarang aku lagi jalan sama sepupu aku. Tuh sepupuku di sana lagi cari sepatu, kamu sendiri?" tanya Ferdi.
"Aku kan sama Della pindah sekolah ke Jakarta,"
"Oh ya sekolah dimana?" tanya Ferdi.
"Sekolah X,"
"Betah di sana?" tanya Ferdi lebih lanjut.
"Ya, kalau gak betah mungkin aku sudah pindah lagi," jawab Rahma tersenyum.
"Aku boleh minta nomer Hp mu gak? Aku dulu minta nomer Hp ku gak pernah di kasih, sekarang apa masih sama?" tanya Ferdi.
"Hem ... Hem ...." Gofur langsung berdeham karena dari tadi keberadaanya gak di hiraukan.
__ADS_1
"Loh Pak Go ada di sini juga?" tanya Ferdi kaget dengan mantan gurunya itu.
"Iya," jawab Gofur cuek. Ia kesal melihat Ferdi, karena ia tau dari dulu Ferdi sudah menaruh hati pada istrinya. Bahkn pernah mengungkapkan isi hatinya secara terang terangan. Dan sekarang ia melihat istrinya dengan mata yang seperti memuja dan itu sukses membuat Gofur cemburu, terlebih sekarangia mau minta nomer Hp istrinya.
"Oh ya Fer, Pak Go ini ...." belum selesai Rahma ngmong, seseorang memanggil Ferdi.
"Fer, ya ampun. Aku nyariin kamu dari tadi. Gak taunya di sini," ujar Dwi, sepupu Ferdi.
"Iya, aku aku nyapa temanku nih," sahut Ferdi. Dwi pun langsung menoleh ke arah Pak Go dan juga Rahma.
"Loh Pak Go, ada di sini juga? Emmm kamu anak baru itu kan?" tanya Dwi. Ia kenal sama Pak Go, karena Pak Go juga mengajar di kelasnya. Sedangkan untuk Rahma, Dwi gak kenal. Cuman ia tau kalau ada anak baru, hanya saja ia gak tau namanya.
"Iya," jawab Pak Go, simple.
"Emm iya, aku anak baru itu. Salam kenal, Aku Rahma," ucap Rahma tersenyum manis.
"Salam kenal juga, aku Dwi," jawab Dwi yang juga tersenyum ramah.
"Hemm, napa sih. Kita juga baru keluar dua jam yang lalu. Sudah di suruh pulamg segala," sewot Ferdi. Pasalnya ia masih ingin jalan jalan
"Sudahlah nanti sore kita bisa jalan jalan lagi. Lagian kamu di sini kan masoh dua hari lagi," jawab Dwi
"Iya udah deh. Ra, aku pulang duluan ya," ucap Ferdi sambil menatap wajah Rahma, ia masih belum tau kalau Pak Go itu adalah suami dari wanita yang ia sukai.
"Iya," jawab Rahma ramah.
"Pak, saya pamit pulang duluan," ucap Ferdi sopan. Begitupun dengan Dwi.
"Hem," balas Pak Go malas. Entah kenapa ia kesal karena liburannya sekarang harus di rusak dengan kedatangan laki laki yang mencintai istrinya.
__ADS_1
Dwi dan Ferdi pun pulang dan kini hanya ada Rahma dan Gofur.
"Mas kenapa?" tanya Rahma melihat wajah suaminya yang kini terlihat sangat kesal.
"Gak papa," jawab Gofur sambil melihat jam tangannya.
"Ayo pulang," ajak Gofur karena ia udah gak mood mau jalan jalan lagi.
"Loh ngapain pulang? Katanya mau jalan jalan, ini aja aku belum pilih bajunya loh? Kamu kenapa mas? Kalau ada apa apa cerita sama aku," ucap Rahma lembut.
"Gak papa," jawab Gofur, ia malu untuk mengungkapkan apa yang ia rasakan sekarang.
"Mas cemburu sama Ferdi?" tebak Rahma. Entah kenapa ia merasa bahwa kini suaminya tengah cemburu. Karena sebelum Ferdi datang, suaminya baik baik aja. Tapi sejak Ferdi datang, suaminya langsung berubah dan juga wajahnya terlihat kesal.
"Enggak," elak Gofur gak mau jujur.
"Yakin? Gak cemburu?" goda Rahma.
"Enggak, kenapa harus cemburu?" tanya Gofur lagi.
"Masak sih, gak cemburu. Kalau gitu, napa wajahnya kesal. Cemburu juga gak papa kali, wajar. Aku juga kadang cemburu kalau Mas deket deket sama cewek lain. Cemburu adalah hal biasa mas. Kalau gak cemburu, itu yang patut di pertanyakan. Cinta apa gak? Karena adanya rasa cemburu itu artinya kita itu cinta. Tapi ya jangan sampai cemburu yang berlebihan. Karena terlalu berlebihan juga gak baik buat sebuah hubungan. Apalagi kita menjalani hubungan bukan cuma status pacaran, tapi kita sudah menjadi suami istri. Aku miliknya Mas, Mas juga milikku. Gak ada yang bisa merebut aku dari Mas. Karena aku sepenuhnya sudah terikat dalam tali pernikahan. Aku gak mungkin main api apalagi menerima perasaan laki laki lain, tapi aku juga tak mungkin membiarkan orang lain untuk berhenti mencintaiku, karena aku gak punya hak untuk itu.
Yang penting hati dan cintaku hanya untuk Mas seorang. Mas gak usah khawatir, aku akan selalu menjadi istri yang setia dan menjaga cinta ini sampai maut menjemputku. Dan aku harap, mas adalah suamiku yang pertama dan terakhir. Aku ingin mas menjadi suamiku di dunia dan di akhirat kelak, aku mencintai mas sepenuh hati aku," ujar Rahma menjelaskan panjang lebar.
"Baiklah maafkan aku, aku juga janji akan menjadikan kamu istriku yang pertama dan terakhir, menjadikan kamu wanita kedua yang sangat aku cintai setelah ibuku. Aku akan menjaga cinta ini sampai maut memisahkan," jawab Gofur tersenyum. Jujur ia malu, karena ternyata istrinya bisa berfikir dewasa tak seperti dirinya yang bersikap kekanak kanakan seperti anak remaja yang lagi cemburu dan patah hati.
"Iya udah sekarang kita beli baju couple, lalu makan terus jalan jalan ya. Kita nikmati liburan ini, gak usah mikir yang aneh aneh, okey,"
"Siap tuan putri," goda Gofur.
__ADS_1
Akhirnya Rahma pun bisa meluluhkan hati sang suami, Gofur yang tadinya kesal kini sudahmencair kembali karena kata kata istrinya yang mampu menyentuh hatinya