
Setelah selesai makan siang, Rahma dan Gofur pun pergi ke kantor Devano. Untunglah Rahma masih ingat jalannya sehiingga mereka gak kesasar. Walaupun gak ingat mereka, bisa mencari kantor Devano melalui MAPS.
Sesampai di kantor Devano, semua karyawan mulai memberikan hormat saat Rahma jalan melewati mereka, sejujurnya Rahma merasa risih namun ia tau, inilah resiko jika orang tau tentang identitasnya.
Saat sampai di depan ruangan Devano, Rahma pergi ke ruangan Amira, sangat mudah menemukannya karena di depan pintu sudah ada nama Amira dengan huruf besar. Rahma pun mengetuk pintu itu 3x setelah seseorang mengatakan masuk, barulah Rahma masuk bersama dengan Devano.
"Assalamualaikum kak," ucap Rahma membuat Amira kaget, karena tak menyangka orang yang kini berdiri di hadapannya adalah Amira. Amira pun langsung bangun darri tempat duduknya dan memeluk Rahma.
"Ya Allah, Ra, aku takut kamu kenapa napa, kamu sudah sembuh kan? Aku ingin menjenguk kamu, tapi Pak Dev melarangku, maafin aku ya, karena aku gak bisa jaga kamu," ucap Amira menitikkan air mata, ia benar benar mreasa bersalah karena ia sudah gagal menjadi adik bos kesayangannya itu.
"Aku gak papa kak, maafin aku juga sudah membuat kakak merasa bersalah, apakah Kak Dev memarahi Kak Amira?" tanya Rahma.
"Enggak, hanya saja, sikapnya lebih dingin sekarang, membuat aku jadi takut kalau bertemu dengannya. Tapi dia pantas mendiamkan aku, karena aku sudah gagal menjaga kamu Ra, andai waktu itu aku menemani kamu ke toilet, pasti hal seperti itu gak akan terjadi lagi. Maafin aku ya,"
"Ini bukan salah Kak Amira, jadi gak perlu minta maaf, lagian aku sudah sembuh kan?"
__ADS_1
"Iya tapi tetap aja aku merasa bersalah,"
"Sudahlah santai aja, oh ya mengenai mereka gimana?" tanya Rahma karena ia emang belum tau nasib orang yang membulinya itu.
"Mereka di pecat Ra, sebelum di pecar, para karyawan sudah memukulinya habis habisan karena dia sudah membuat kamu masuk rumah sakit dan koma terlebih saat mereka mendengar curahan hati Pak Dev tentang kamu membuat semua karyawan itu geram, untunglah ada kepala keamanan yang berusaha membantu dan menolongnya dan membawanya ke rumah sakit, dan setelah itu aku gak tau apa yang terjadi,"
"Huffft, sebenarnya aku juga kesel sih sama mereka, gila banget dah, mereka mukul aku sampai sadis, bahkan ketika aku mengeluh kesakitan, mereka terus memukuliku sampai akhirnya mereka memukul kepalaku ke tembok dan setelah itu aku gak ingat apa yang terjadi," ucap Rahma membuat Gofur yang ada di belakangnya merasa geram, ia pun bersumpah akan membalas siapapun yang telah melukai istrinya itu. "Aku gak akan biarkan siapapun menyakiti istriku, akan aku balas mereka berkali kali lipat," geram Gofur, namun tentu ia akan membalasnya tanpa ketahuan siapapun karena jika istrinya itu tau, pasti istrinya akan melarangnya. Namun Gofur gak akan bisa tenang sebelum mereka mendapatkan balasan yang setimpal.
"Waktu Pak Dev liat kamu pingsan di kamar mandi, dia sangat panik banget sampai meminta semua karyawan kumpul, Pak Dev juga yang langsung membawa kamu ke rumah sakit dengan terburu buru. Sumpah saat lihat kamu waktu itu, aku juga merasakan rasa sakit, bahkan aku gak tenang karena terus memikirkan kamu, tapi syukurlah kini kamu baik baik saja," ujar Amira.
"Iya, oh ya kenalin ini suamiku, Mas Gofur," ucap Rahma memperkenalkan suaminya.
"Iya, mas perkenalkan ini Kak Amira, yang waktu itu nemenin aku pas keliling kantor pertama kali," ujar Rahma.
Gofur dan Amira pun berjabat tangan, "Gofur,"
__ADS_1
"Amira," ucap mereka bergantian, setelah itu mereka pun segera melepas jabat tangan mereka karena gak mau lama lama saling bersentuhan, kalau bukan karena Rahma, juga Gofur ogah bersentuhan dengan wanita lain, namun karena ia tau Amira orang baik, ia rela bersentuhan dengannya demi menghargai kebaikannya yang tulus menemani Rahma saat keliling kantor.
"Oh ya Kak Dev ada di ruangannya kan?" tanya Rahma.
"Iya, Pak Dev baru aja selesai rapat sekitar 10 menit yang lalu," jawab Amira sopan.
"Baiklah aku ke sana dulu ya, kapan kapan kita bisa ngobrol lagi, oh ya satu bulan lagi aku mau mengadakan resespsi pernikahanku, aku harap kamu hadir di pestaku nanti,"
"Pasti, aku akan hadir jika kamu undang,"
"Kayaknya semua pegawai Kak Dev di undang semua, ya udah aku ke ruangan Kak Dev dulu ya,"
"Iya, apa perlu aku antar?"
"Gak perlu, lagian juga ruangannya ada di sebelah sini, iya udah ya," ujar Rahma dan ia pun pergi bersama Gofur dari ruangan Amira dan menuju ruangan Devano.
__ADS_1
"Kayaknya Kak Amira cocok ya mas kalau nikah sama Kak Dev?" tanya Rahma ke Gofur.
"Aku gak tau kalau masalah itu, cocok atau gaknya, hanya mereka berdua yang tau," jawab Gofur yang membuat Rahma cemberut, Gofur pun hanya terkekeh melihat sang istri yang tampak cemberut, walau sang istri memakai cadar, namun ia tau saat saat dimana istrinya itu bahagia, sedih, cemberut, kecewa dan lagi galau,hanya dengan melihat kedua matanya.